Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Mei 2017
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Buku yang bertajuk kisah keseharian di pesantren ini, penulis mencoba memberikan informasi terkait kegiatan yang di lakukan oleh para kaum sarungan. Bisa dikatakan sebagai pembuka jendela kecil pembuka cerita-cerita yang tersimpan pendam di pesantren. (hal vi)
Malamatiyyah, istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang sufi asal Naisabur Khurasan, yaitu Syaikh Hamdun bin Ahmad al-Qashshar (wafat 271 H). Karena yang pertama kali membumikan istilah ini adalah Syaikh Hamdun al-Qashshar, dalam Kasyful Mahjub, Syaikh al-Hujwiri menyebut golongan ini dengan julukan al-Qashshariyyah.
Secara etimologi, Malamatiyyah diambil dari kata bahasa Arab al-Malamah, yang artinya adalah cacian dan hinaan. Secara terminologis, kata ini bisa dimaknai sebagai sebuah faham, aliran, atau golongan yang memiliki kecenderungan merendahkan diri mereka di mata manusia, untuk mencapai derajat tinggi di sisi Allah Yang Maha Esa. Malamatiyyah adalah golongan yang majhul fil ardhi ma’ruf fis-sama’, tidak populer di bumi namun sangat terkenal di langit. Mereka berjuang di jalan Allah secara sembunyi-sembunyi dalam jalan yang sunyi, tanpa pernah terpengaruh sedikit pun oleh puji atau pun caci. Yujahiduna fi sabilillah wala yakhafuna lawmata laim.
Malamatiyyah muncul sebagai kritik sekaligus antitesa atas polarisasi atribut bagi kaum sufi yang terjadi di Irak pada sekitar abad ke-2 dan ke-3 Hijriah. Pada mulanya, yang pertama kali muncul dari gerakan kaum sufi adalah sikap zuhudnya. Diantara cara mengungkapkan sikap zuhud bagi kaum sufi adalah dengan mengenakan pakaian sederhana, yang kala itu diekspresikan dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari kain wol (shuf). Ketika pakaian yang terbuat dari kain wol itu familiar dan menjadi atribut bagi kaum sufi, muncullah gerakan atau faham Malamatiyyah ini, yang sangat tidak sepakat dengan adanya atribut kaum sufi (zayy ash-shufiyyah). Bagi mereka, sufi seharusnya menyembunyikan jatidiri dan rahasianya dari pandangan mata manusia. Kaum Malamatiyyah memiliki komitmen kuat untuk memerangi sifat keakuan (ananiyyah), ujub, takabbur, riya’ dan penyakit-penyakit hati lain yang sering hinggap di hati manusia.
Malamatiyyah bagi kaum santri, adalah ketika ia mampu menjadi air samudera, yang tak terpengaruh rasanya, baik ketika air hujan menimpa atau air sungai menerpa. Air samudera yang lantang mengatakan sakit kepada setiap yang terluka, namun lekas menjadi penawar bagi segala luka-luka.
Serumpun kumpulan cerpen ini layak untuk dijadikan konsumsi bagi siapa saja, terutama kaum santri. Akan tetapi dalam bunga rampai Malamatiyyah penulis tidak mengindahkan sumber karya sebelumnya. Karena sebagian judul cerpen pernah dimuat dimedia lain, atau bahkan ada dalam kumpulan cerpen bersama. Meskipun ini antologi tunggal hal tersebut perlu di perhatikan.
Judul                            : Malamatiyyah
Penulis                          : Sahal Japara
Penerbit                       : Mutamakkin Pres
Tahun Terbit                : Pertama, April 2017
Tebal                            : 226 halaman
ISBN                           :  978-773-62862-3-3
Peresensi                     : Pujianto
                                                 
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lailatulqadar dalam Teori Habituasi

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.642
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Lailatulqadar ( لَيْلَةِ الْقَدْرِ) atau biasa ditulis Lailatul Qadar sudah sering saya tulis. Saya mendata yaitu Lailatul Qadar: Momentum Perubahan (Koran Wawasan, 2013), Membongkar Matematika Lailatul Qadar (Alif.id, 2018), Misteri Lailatul Qadar (Pcnupati.or.id, 2024), Kapan Terjadinya Lailatul Qadar? (2025), Ramadan: Bulan Matematika dan Cinta (Inisnu.ac.id, 2016). Dari tulisan-tulisan ini, sudah banyak perspektif yang saya ketik sejak […]

  • PCNU-PATI Photo by Nati Melnychuk

    Relasi Aman Tanpa Penundukan

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Kembali menulis soal perempuan. Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari pegiat dan aktivis gender ternama diakun sosial medianya. Ia menuliskan sebuah tanggapan atas sebuah cuitan seorang pria. Bukan cuitan, namun lebih tepatnya tentang curahan hati perihal hubungan dengan pasangannya. Pria ini menuliskan sebuah kalimat unek-unek tentang dirinya yang tak […]

  • Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 2)

    Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 2)

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Selain misi pelayanan, Kiai Yusuf Hasyim juga memaparkan program-program lain untuk NU lima tahun mendatang. Dia menyatakan bahwa pelayanan saja tidak cukup tanpa adanya networking yang kuat. “Kita bangun networking dengan dunia usaha,” tegas dia. Intinya, menurut Kiai Yusuf, semua upaya networking bermuara pada misi utama, yaitu pelayanan. Tanpa adanya jejaring yang […]

  • Kemesraan Bung Karno & Mbah Wahab Hasbullah

    Kemesraan Bung Karno & Mbah Wahab Hasbullah

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

     Strategi Diplomasi Fathul Qarib Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal, Bung Karno menghubungi Kiai Wahab Hasbullah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Bung Karno menanyakan bagaimana hukum orang-orang Belanda yang masih bercokol di Irian Barat? Kiai Wahab menjawab tegas,”Hukumnya sama dengan orang yang ghasab.” “Apa artinya ghasab, kiai?” Tanya Bung […]

  • Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

    Fakhruddin Karmani Raih Doktor, Teliti Integrasi Islam Nusantara dalam Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.948
    • 0Komentar

      Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, resmi meraih gelar doktor dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Kampus 2 Unwahas, Semarang. Dalam sidang tersebut, […]

  • YPI Monumen Mujahidin Berikan Santunan pada Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa 

    YPI Monumen Mujahidin Berikan Santunan pada Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa 

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Puluhan anak Yatim dan Duafa mendapat santunan dari Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (19/11/2022) pagi.  Kegiatan yang mengusung tema “Cinta dan Santun kepada Anak Yatim dan Dhuafa” ini digelar di Lantai 2 Gedung MTs PIM Mujahidin.  Ketua Umum YPI Monumen Mujahidin Bageng, Kunadi mengatakan, kegiatan ini  […]

expand_less