Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

Sebuah Visi Hidup Kaum Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 8 Mei 2017
  • visibility 417
  • comment 0 komentar

Buku yang bertajuk kisah keseharian di pesantren ini, penulis mencoba memberikan informasi terkait kegiatan yang di lakukan oleh para kaum sarungan. Bisa dikatakan sebagai pembuka jendela kecil pembuka cerita-cerita yang tersimpan pendam di pesantren. (hal vi)
Malamatiyyah, istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang sufi asal Naisabur Khurasan, yaitu Syaikh Hamdun bin Ahmad al-Qashshar (wafat 271 H). Karena yang pertama kali membumikan istilah ini adalah Syaikh Hamdun al-Qashshar, dalam Kasyful Mahjub, Syaikh al-Hujwiri menyebut golongan ini dengan julukan al-Qashshariyyah.
Secara etimologi, Malamatiyyah diambil dari kata bahasa Arab al-Malamah, yang artinya adalah cacian dan hinaan. Secara terminologis, kata ini bisa dimaknai sebagai sebuah faham, aliran, atau golongan yang memiliki kecenderungan merendahkan diri mereka di mata manusia, untuk mencapai derajat tinggi di sisi Allah Yang Maha Esa. Malamatiyyah adalah golongan yang majhul fil ardhi ma’ruf fis-sama’, tidak populer di bumi namun sangat terkenal di langit. Mereka berjuang di jalan Allah secara sembunyi-sembunyi dalam jalan yang sunyi, tanpa pernah terpengaruh sedikit pun oleh puji atau pun caci. Yujahiduna fi sabilillah wala yakhafuna lawmata laim.
Malamatiyyah muncul sebagai kritik sekaligus antitesa atas polarisasi atribut bagi kaum sufi yang terjadi di Irak pada sekitar abad ke-2 dan ke-3 Hijriah. Pada mulanya, yang pertama kali muncul dari gerakan kaum sufi adalah sikap zuhudnya. Diantara cara mengungkapkan sikap zuhud bagi kaum sufi adalah dengan mengenakan pakaian sederhana, yang kala itu diekspresikan dengan mengenakan pakaian yang terbuat dari kain wol (shuf). Ketika pakaian yang terbuat dari kain wol itu familiar dan menjadi atribut bagi kaum sufi, muncullah gerakan atau faham Malamatiyyah ini, yang sangat tidak sepakat dengan adanya atribut kaum sufi (zayy ash-shufiyyah). Bagi mereka, sufi seharusnya menyembunyikan jatidiri dan rahasianya dari pandangan mata manusia. Kaum Malamatiyyah memiliki komitmen kuat untuk memerangi sifat keakuan (ananiyyah), ujub, takabbur, riya’ dan penyakit-penyakit hati lain yang sering hinggap di hati manusia.
Malamatiyyah bagi kaum santri, adalah ketika ia mampu menjadi air samudera, yang tak terpengaruh rasanya, baik ketika air hujan menimpa atau air sungai menerpa. Air samudera yang lantang mengatakan sakit kepada setiap yang terluka, namun lekas menjadi penawar bagi segala luka-luka.
Serumpun kumpulan cerpen ini layak untuk dijadikan konsumsi bagi siapa saja, terutama kaum santri. Akan tetapi dalam bunga rampai Malamatiyyah penulis tidak mengindahkan sumber karya sebelumnya. Karena sebagian judul cerpen pernah dimuat dimedia lain, atau bahkan ada dalam kumpulan cerpen bersama. Meskipun ini antologi tunggal hal tersebut perlu di perhatikan.
Judul                            : Malamatiyyah
Penulis                          : Sahal Japara
Penerbit                       : Mutamakkin Pres
Tahun Terbit                : Pertama, April 2017
Tebal                            : 226 halaman
ISBN                           :  978-773-62862-3-3
Peresensi                     : Pujianto
                                                 
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Haryanto (baju hitam) memberikan sambutan dalam sambangannya di Masjid Besar Baitul Muttaqin Gembong

    Safari ke Gembong, Bupati Disambut Mustasyar PCNU

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    GEMBONG – Bupati Pati, Haryanto menyambangi Masjid Besar Baitul Muttaqin Gembong pada Senin (11/4) bertepatam dengan hari ke-sembilan Ramadhan. Kehaditannya kali ini dalam rangka safari ramadhan dengan kegiatan inti, Shalat Tarawih berjama’ah. Kehadiran Bupati, disambut langsung oleh Ketua Takmir, yang juga Mustasyar PCNU Pati, KH. Imam Shofwan serta ketua MWC NU Gembong, K. Sholikhin, sekaligus […]

  • Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Semarang – Perkemahan Prestasi Ma’arif NahdlatuI Ulama (Persimanu) I Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah resmi dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzammil di Bumi Perkemahan Munjuluhur Kabupaten Purbalingga pada pada Rabu (12/7/2023). Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan, bahwa kegiatan Persimanu I Jawa Tengah tahun […]

  • LP Ma'arif NU Jateng Berencana Kerja sama dengan Atase Pendidikan KBRI Malaysia

    LP Ma’arif NU Jateng Berencana Kerja sama dengan Atase Pendidikan KBRI Malaysia

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Malaysia – Sekretaris LP Ma’arif Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah, Dr M Ahsanul Husna melakukan kunjungan ke luar negeri, bertemu dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Malaysia Prof Muhammad Firdaus di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa (14/1/2025). Diskusi dengan Atase pendidikan KBRI Malaysia menjajaki Kerjasama dengan LP Ma’arif Jawa Tengah dalam hal studi lanjut, para […]

  • Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

      Wonosobo – Rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah akan semakin semarak dengan digelarnya Porsema Bersholawat. Acara ini akan berlangsung pada Jumat malam, 12 September 2025 pukul 19.30 WIB di Alun-Alun Timur Wonosobo, menghadirkan lantunan sholawat penuh hikmah bersama Majelis As Saba Wonosobo. Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, […]

  • UPZIS MWC Dukuhseti Terima Predikat A dalam Monitoring ke-5

    UPZIS MWC Dukuhseti Terima Predikat A dalam Monitoring ke-5

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 297
    • 0Komentar

      Pcnupari.or.id – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Dukuhseti, mendapatkan predikat A (sangat memuaskan) dalam monitoring ke-5 yang dilakukan oleh LAZISNU PCNU Pati, Jumat (18/7/2025). Adapun monitoring ini dilakukan dalam rangka mewujudkan LAZISNU menuju lembaga filantropi terkemuka di Kabupaten Pati. Ketua LAZISNU Pati, Edi Kiswanto, menyampaikan […]

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

expand_less