Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
  • visibility 299
  • comment 0 komentar

Beliau itu orangnya sangat serius,pendiam dan tak pernah basi-basi.
(KH.SAHAL MAHFUDZ)
Beliau memang layak di sebut sebagai apa yang dalam tradisi mistik islam dikenal sebagai ‘’Wali qutthb ’’ Seorang kekasih tuhan yang menjadi ‘’poros’’ Kehidupan sosial.
(Ulil Abshar Abdalla)
       Judul diatas meupakan gambaran tokoh KH. Abdullah Salam yang dalam hampir setiap kesempatan selalu berusaha menyembunyikan dirinya sendiri.Beliau selalu menghindar dari pusat perhatian. menghindar untuk dianggap sebagai orang yang punya kelebihan. Beliau selalu bersembunyi dari sorotan umumdan lebih memilih di daerah pinggiran, sehingga sebisa-bisa penampilannya tak dikenal.
        Ia lebih memilih menjadi bukan siapa-siapa dan tak menghendaki pre vilise  apapun, ketimbang menjadi seseorang ; apabila seseorang adalah tokoh panutan yang beroperasi di wilayah-wilayah keinginan publik. Ia lebih memilih menjadi murid yang miskin ilmu daripada menjadi sang guru yang harus terus belajar dan aktifitasnya tak pernah menjadi perhatiannya: ketimbang menjadi guru yang diposisikan sebagai Tuhan oleh pengikutnya sehingga harus diperlakukan secara berbeda dan selalu diburu orang.
         Sejauh mungkin beliau memang selalu menghindar dari penempelan label-label atas diriinya: bukan karena menghindari implikasi sosialnya yang jauh. Tapi lebih merupakan bentuk penjagaan diri yang ketat dari kemungkinan tumbuh penyakit hati. Maka, meskipun konon sebenarnya beliau adalah salah satu dari sedikit wali: tapi kewaliaannya itu senantiasa beliau sembunyikan rapat-rapat dan beliau lebih suka diperlakukan sebagai orang yang kebanyakan. Beliau selalu membuka orang pada apa saja yang disosialisasikan orang sebagai ‘Karomah’. Bahkan seringkali tanpa canggung. beliau mengejek dan mencibir dirinya sendiri dihadapan orang lain ; paling tidak untuk menelanjangi percitraan-percitraan yang terbentuk dan menohok kesadaran orang tentang kedho’ifan dan kefaqihan yang asli.
      Bukan hanya itu, bahkan acapkali beliau pun mencoba menafikan kedudukan sebagaisalah satu mursyid thoriqoh Naqsabandyah kholidiyah yang terpecaya. Beliau lebih suka menposisikan sendiri sekedar sebagai tukang masak.’’ ?saya ini tukang masak untuk orang thoriqoh,masak disuruh membaiat‘’demikian kilahnya kepada banyak orang yang ingin baiat thoriqoh dari beliau . Memang  beliau dikenal sangat jarang membalat murid; kecuali sebagai bentuk ketadziman beliau pada gurunya, KH. Arwani; sikap ini tampaknya juga didorong oleh kesadaran akan sempitnya ruang yang tersedia untuk menyerap keberlimpahan cahaya.
       Pada kesempatan ini kami dari redaksi akan menampilkan sosok Kiai  Abdullah Salam Kajen yang kami ambil dari bulletin Amanat Perguruan Islam Matahli’ul Falah, berusaha memperkenalkan sebagian kecil kisah-kisah dari kehidupan KH.Abdullah Salam. Karena sifatnya hanya catatan-catatan kecil, maka apa yang kami sajikan tentu sangat terbatas. Harap dimaklumi, bila disana-disini terdapat banyak kekurangan; waktu yang tersedia bagi kami untuk menuliskan artikel ini sangat pendek.Di samping itu sumber-sumber bahan juga sangat terbatas, sehingga masih banyak kisah-kisah yang menarik sekitar kehidupan dan ajaran beliau yang dengan sangat menyesal tidak bisa terekam dalam tulisan ini. Kami berharap semoga pada kesempatan yang menulis kehidupan dan ajaran beliau secara lebih lengkap ; sehingga dapat di jadikan teladan bagi orang-orang ingin mendekatkan diri pada sang pencipta.
      KH.Abdullah Salam. selanjutnya akrab disapa dengan Mbah Dullah dilahirkan di desa Kajen-Margoyoso Pati; dengan Nama Abdullah, ketika anak beliau di tambahi Zain, menjadi Abdullah Zain untuk membedakan beliau dengan beberapa anak sebaya yang kebetulan bernama sama: Abdullah.
      Belum jelas tanggal serta bulan kelahiran beliau; sementara tentang tahun ini masih khilaf. Ada beberapa informasi  yang kami dapatkan. KH Ma’mun Muzayyin menantu Mbah Dullah mengaku bahwa yang dia dengar dari ayah KHMuzayyin beliau lahir tahun 1917.Sementara masih menurut KH Mamun Muzayyin, Mbah Dullah sendiri secara langsung pernah mengatakan bahwa tahun kelahiran beliau berkisar antara tahun 1910-1915.
      Beliau adalah salah satu putra dari keluarga dari KH Abdussalam. KH Abdussalam ini beristri empat orang. Dari istri pertama di karunia anak, yakni Nyai Aisyah dan KH.Mahfudz, yang wafat dalam tahanan Ambarawa saat terjadi clash ke-II.Sementara Mbah Dullah sendiri adalah pertama dari istri kedua KH.Abdussalam yaitu Nyai Sumrah, yang seluruhnya empat bersaudarayaitu :KH Abdullah Salam, KH.Ali Muktar, seorang putri yang meninggal pada usia empat tahun dan terakhirnya Nyai Saudah yang bermukim di Jepara. Menurut infoman yang kami terima, dua istri terakhir dari KH Abdussalam tak meniggalkan keturunan.Nasab Mbah Dullah dari pihak ayah (Konon juga dari pihak ibu,tapi masih belum jelas benar )sampai kepada Syaikh Waliyyullah KH.Abdullah bin Nyai Mutirah binti KH.Bunyamin bin Nyai Thoyyibah binti Kiai Muhammad Endro Kusumo bin KH.Ahmad mutamakkin.
  SEKITAR PERJALANAN HIDUP
     Sejak kecil Mbah Dullah telah terbiasa hidup terpisah dari keluarga . Sebelum genap tujuh bulan, beliau ikut pamannya dari pihak ibu di jepat yaitu kiai Sholihin untuk mengaji alquran bin nadhor.Saat usianya menginjak tujuh bulan , dia diantar oleh pamannya KH.Mahfudz ke sampang, madura untuk menghafal alquran dibawah bimbingan kiai sa’id.Selesai mondok di sampang beliau pun pulang dikajen dan bersekolah di Mathali’ul Falah yang berlakangan beliau sendiri yang menjadi pengasuhnya . Di madrasah inilah beliau mengeyam pendidikan.Menginjak remaja , secara pribadi beliau banyak belajar kepada  kakaknya KH.Mahfudz yang usianya terpaut jauh dari beliau.KH.Mahfudz menerapkan disiplin belajar yang sangat ketat kepada abdullah muda,sampai-sampai diatas dokarpun saat dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain,abdullah muda tetap diwajbkan belajar dengan membawa dan membaca kitab.Kecuali pada kakaknya KH.Mahfudz,konon beliau juga sempat belajar pada pamannya KH.Abdussalam,yaitu KH.Nawawi ,setelah merampungkan pendidikannya di pesantren Tebuireng,jombang di bawah asuhan KH.Hasyim Asy’ari.Di tebuireng ini beliau seagkatan dengan teman-teman sesama dari kajen antara lain KH.Duri Nawawi,KH.Ni’am Tamyiz dan KH.Abdul hadi.Di antara dua yang terakhir,usia beliau yang  paling muda ,namun demikian justru beliaulah yang sering mmbantu mencarikan tambahan bekal bila kedua teman tersebut kebetulan kehabisan bekal.Sebenarnya pendidikan beliau Di tebuireng belum rampung,namun ditarik pulang oleh KH.Abdussalam beliau di nikahkan dengan Nyai Aisyah.Yang masih belum jelas : beliau mondok untuk ngaji Qiro’atus sa’bah ditempat KH.Arwani ,kudus,sebelum atau sesudah  menikah ? yang jelas,tempat KH.Arwani  inilah KH.Abdullah Salam mngakhiri perjalanan panjang riwayat pendidikannya sebelum kembali  ke kajen.Meskipun secara formal  pendidikan beliau sudah berakhir ,namun secara informal beliau masih aktif belajar pada beberapa pihak,termasuk pada KH.Muhamadun,kajen pada tahun 56/57.Sepulang dari kudus,beliau mengajar di perguruan islam Mathali’ul Falah serta PMH pusat. Dan setelah wafatnya ayahanda dan kakanda (KH.Abdussalam dan KH.Mahfudz ) praktis KH.Abdullah Salam harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga besar KH.Abdussalam ;karena kedudukan beliau sebagai anak lelaki tertua yang masih hidup.Tentu  saja,ini bukanlah beban tanggung jawab yang ringan, mengingat saat itu usia beliau masih cukup muda,kurang lebih 30-an ; sementara di sisi lain,situasi ekonomi di indonesia sendiri secara keseluruhan sedang ambruk dan mematangkan kepribadian beliau. Bersambung………
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Ratusan karya siswa desain komunikasi visual (DKV) dan mutimedia, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova, Margoyoso, Pati, dipamerkan di aula sekolahan setempat. Kegiatan ini mulai Rabu 9 November sampai dengan Jumat 11 November 2022. Pada pameran yang bertajuk Semangat Berkarya (Sekar) ini, ratusan karya siswa ditampilkan. Seperti film, fotografi, hingga merchandise. Ketua Jurusan DKV […]

  • PCNU-PATI Photo by The Cleveland Museum of Art

    Islam Ukhuwah Sebagai Ikhtiar Membangun Kesalehan Sosial

    • calendar_month Sab, 2 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Manusia pada dasarnya adalah satu, tidak ada perbedaan satu sama lain, yang ada adalah hanyalah variasi dari kesatuannya. Namun sayangnya, manusia kini terpilah ke dalam banyak kelompok suku, kelompok, ras, etnik, adat-istiadat, agama, dan negara. Agama yang semula berniat menyatukan manusia yang telah terpilah dalam suku dan nafsu di bawah satu Tuhan […]

  • PCNU-PATI

    Berenang Gratis Buat Anak-Anak

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Setelah selesai dengan aktivitas sosial yang begitu padat, pada akhirnya saya kembali pada rutinitas semula. Kembali menulis dan melanjutkan aktivitas harian yang beberapa hari ini telah saya tinggalkan. Ide dari tulisan yang akan saya uraikan ini, sebenarnya sudah ada sejak lama di fikiran. Namun, saya mengendapkannya terlebih dahulu karena berbenturan dengan hal […]

  • Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    • calendar_month Rab, 1 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Luthfi Karim* Foto : NU Online Craig Considine, pendeta Nasrani berkebangsaan Amerika sempat berprasangka negatif terhadap islam. Bagaimanapun, citra islam terbentuk dari media massa yang menggiring opini publik untuk melakukan penilaian sepihak, terorisme. Di barat, kecenderungan islamophobia telah berhasil mengintegrasi atau setidaknya menyejajarkan antara islam dengan ISIS, islam dengan Bin Leiden, dan […]

  • Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    Pendaftaran Pengesahan Pelatih Pagar Nusa Sudah Dibuka

    • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang pencak silat Pagar Nusa Pati akan mengadakan penyetaraan jurus bagi pelatih. Kegiatan tersebut rencananya akan dilangsungkan di Kantor PCNU Pati 3 September mendatang. Flyer pendaftaran pengesahan pelatih PC Pagar Nusa Pati Namun demikian, pendaftaran sudah mulai dibuka mulai sekarang. Hal ini sengaja dilakukan lebih dini demi memudahkan proses administrasi calon peserta. Kegiatan tersebut […]

  • Karnaval HUT Silahul Ulum Dimeriahkan 16 MB dan Dua Angklung

    Karnaval HUT Silahul Ulum Dimeriahkan 16 MB dan Dua Angklung

    • calendar_month Ming, 18 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.-id- PATI – Puncak Acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Yayasan Silahul Ulum Asempapan, Trangkil, Pati dimeriahkan dengan karnaval akbar, Minggu (18/6/2023). Karnaval tahun ini berlangsung sangat meriah dengan tampilan 16 grup Marching Band (MB) dan dua grup angklung dari berbagai daerah di Karesidenan Pati. Di antaranya, MB. ESSILAHI, MB. MI Silahul Ulum, MB. RA […]

expand_less