Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
  • visibility 280
  • comment 0 komentar

Beliau itu orangnya sangat serius,pendiam dan tak pernah basi-basi.
(KH.SAHAL MAHFUDZ)
Beliau memang layak di sebut sebagai apa yang dalam tradisi mistik islam dikenal sebagai ‘’Wali qutthb ’’ Seorang kekasih tuhan yang menjadi ‘’poros’’ Kehidupan sosial.
(Ulil Abshar Abdalla)
       Judul diatas meupakan gambaran tokoh KH. Abdullah Salam yang dalam hampir setiap kesempatan selalu berusaha menyembunyikan dirinya sendiri.Beliau selalu menghindar dari pusat perhatian. menghindar untuk dianggap sebagai orang yang punya kelebihan. Beliau selalu bersembunyi dari sorotan umumdan lebih memilih di daerah pinggiran, sehingga sebisa-bisa penampilannya tak dikenal.
        Ia lebih memilih menjadi bukan siapa-siapa dan tak menghendaki pre vilise  apapun, ketimbang menjadi seseorang ; apabila seseorang adalah tokoh panutan yang beroperasi di wilayah-wilayah keinginan publik. Ia lebih memilih menjadi murid yang miskin ilmu daripada menjadi sang guru yang harus terus belajar dan aktifitasnya tak pernah menjadi perhatiannya: ketimbang menjadi guru yang diposisikan sebagai Tuhan oleh pengikutnya sehingga harus diperlakukan secara berbeda dan selalu diburu orang.
         Sejauh mungkin beliau memang selalu menghindar dari penempelan label-label atas diriinya: bukan karena menghindari implikasi sosialnya yang jauh. Tapi lebih merupakan bentuk penjagaan diri yang ketat dari kemungkinan tumbuh penyakit hati. Maka, meskipun konon sebenarnya beliau adalah salah satu dari sedikit wali: tapi kewaliaannya itu senantiasa beliau sembunyikan rapat-rapat dan beliau lebih suka diperlakukan sebagai orang yang kebanyakan. Beliau selalu membuka orang pada apa saja yang disosialisasikan orang sebagai ‘Karomah’. Bahkan seringkali tanpa canggung. beliau mengejek dan mencibir dirinya sendiri dihadapan orang lain ; paling tidak untuk menelanjangi percitraan-percitraan yang terbentuk dan menohok kesadaran orang tentang kedho’ifan dan kefaqihan yang asli.
      Bukan hanya itu, bahkan acapkali beliau pun mencoba menafikan kedudukan sebagaisalah satu mursyid thoriqoh Naqsabandyah kholidiyah yang terpecaya. Beliau lebih suka menposisikan sendiri sekedar sebagai tukang masak.’’ ?saya ini tukang masak untuk orang thoriqoh,masak disuruh membaiat‘’demikian kilahnya kepada banyak orang yang ingin baiat thoriqoh dari beliau . Memang  beliau dikenal sangat jarang membalat murid; kecuali sebagai bentuk ketadziman beliau pada gurunya, KH. Arwani; sikap ini tampaknya juga didorong oleh kesadaran akan sempitnya ruang yang tersedia untuk menyerap keberlimpahan cahaya.
       Pada kesempatan ini kami dari redaksi akan menampilkan sosok Kiai  Abdullah Salam Kajen yang kami ambil dari bulletin Amanat Perguruan Islam Matahli’ul Falah, berusaha memperkenalkan sebagian kecil kisah-kisah dari kehidupan KH.Abdullah Salam. Karena sifatnya hanya catatan-catatan kecil, maka apa yang kami sajikan tentu sangat terbatas. Harap dimaklumi, bila disana-disini terdapat banyak kekurangan; waktu yang tersedia bagi kami untuk menuliskan artikel ini sangat pendek.Di samping itu sumber-sumber bahan juga sangat terbatas, sehingga masih banyak kisah-kisah yang menarik sekitar kehidupan dan ajaran beliau yang dengan sangat menyesal tidak bisa terekam dalam tulisan ini. Kami berharap semoga pada kesempatan yang menulis kehidupan dan ajaran beliau secara lebih lengkap ; sehingga dapat di jadikan teladan bagi orang-orang ingin mendekatkan diri pada sang pencipta.
      KH.Abdullah Salam. selanjutnya akrab disapa dengan Mbah Dullah dilahirkan di desa Kajen-Margoyoso Pati; dengan Nama Abdullah, ketika anak beliau di tambahi Zain, menjadi Abdullah Zain untuk membedakan beliau dengan beberapa anak sebaya yang kebetulan bernama sama: Abdullah.
      Belum jelas tanggal serta bulan kelahiran beliau; sementara tentang tahun ini masih khilaf. Ada beberapa informasi  yang kami dapatkan. KH Ma’mun Muzayyin menantu Mbah Dullah mengaku bahwa yang dia dengar dari ayah KHMuzayyin beliau lahir tahun 1917.Sementara masih menurut KH Mamun Muzayyin, Mbah Dullah sendiri secara langsung pernah mengatakan bahwa tahun kelahiran beliau berkisar antara tahun 1910-1915.
      Beliau adalah salah satu putra dari keluarga dari KH Abdussalam. KH Abdussalam ini beristri empat orang. Dari istri pertama di karunia anak, yakni Nyai Aisyah dan KH.Mahfudz, yang wafat dalam tahanan Ambarawa saat terjadi clash ke-II.Sementara Mbah Dullah sendiri adalah pertama dari istri kedua KH.Abdussalam yaitu Nyai Sumrah, yang seluruhnya empat bersaudarayaitu :KH Abdullah Salam, KH.Ali Muktar, seorang putri yang meninggal pada usia empat tahun dan terakhirnya Nyai Saudah yang bermukim di Jepara. Menurut infoman yang kami terima, dua istri terakhir dari KH Abdussalam tak meniggalkan keturunan.Nasab Mbah Dullah dari pihak ayah (Konon juga dari pihak ibu,tapi masih belum jelas benar )sampai kepada Syaikh Waliyyullah KH.Abdullah bin Nyai Mutirah binti KH.Bunyamin bin Nyai Thoyyibah binti Kiai Muhammad Endro Kusumo bin KH.Ahmad mutamakkin.
  SEKITAR PERJALANAN HIDUP
     Sejak kecil Mbah Dullah telah terbiasa hidup terpisah dari keluarga . Sebelum genap tujuh bulan, beliau ikut pamannya dari pihak ibu di jepat yaitu kiai Sholihin untuk mengaji alquran bin nadhor.Saat usianya menginjak tujuh bulan , dia diantar oleh pamannya KH.Mahfudz ke sampang, madura untuk menghafal alquran dibawah bimbingan kiai sa’id.Selesai mondok di sampang beliau pun pulang dikajen dan bersekolah di Mathali’ul Falah yang berlakangan beliau sendiri yang menjadi pengasuhnya . Di madrasah inilah beliau mengeyam pendidikan.Menginjak remaja , secara pribadi beliau banyak belajar kepada  kakaknya KH.Mahfudz yang usianya terpaut jauh dari beliau.KH.Mahfudz menerapkan disiplin belajar yang sangat ketat kepada abdullah muda,sampai-sampai diatas dokarpun saat dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain,abdullah muda tetap diwajbkan belajar dengan membawa dan membaca kitab.Kecuali pada kakaknya KH.Mahfudz,konon beliau juga sempat belajar pada pamannya KH.Abdussalam,yaitu KH.Nawawi ,setelah merampungkan pendidikannya di pesantren Tebuireng,jombang di bawah asuhan KH.Hasyim Asy’ari.Di tebuireng ini beliau seagkatan dengan teman-teman sesama dari kajen antara lain KH.Duri Nawawi,KH.Ni’am Tamyiz dan KH.Abdul hadi.Di antara dua yang terakhir,usia beliau yang  paling muda ,namun demikian justru beliaulah yang sering mmbantu mencarikan tambahan bekal bila kedua teman tersebut kebetulan kehabisan bekal.Sebenarnya pendidikan beliau Di tebuireng belum rampung,namun ditarik pulang oleh KH.Abdussalam beliau di nikahkan dengan Nyai Aisyah.Yang masih belum jelas : beliau mondok untuk ngaji Qiro’atus sa’bah ditempat KH.Arwani ,kudus,sebelum atau sesudah  menikah ? yang jelas,tempat KH.Arwani  inilah KH.Abdullah Salam mngakhiri perjalanan panjang riwayat pendidikannya sebelum kembali  ke kajen.Meskipun secara formal  pendidikan beliau sudah berakhir ,namun secara informal beliau masih aktif belajar pada beberapa pihak,termasuk pada KH.Muhamadun,kajen pada tahun 56/57.Sepulang dari kudus,beliau mengajar di perguruan islam Mathali’ul Falah serta PMH pusat. Dan setelah wafatnya ayahanda dan kakanda (KH.Abdussalam dan KH.Mahfudz ) praktis KH.Abdullah Salam harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga besar KH.Abdussalam ;karena kedudukan beliau sebagai anak lelaki tertua yang masih hidup.Tentu  saja,ini bukanlah beban tanggung jawab yang ringan, mengingat saat itu usia beliau masih cukup muda,kurang lebih 30-an ; sementara di sisi lain,situasi ekonomi di indonesia sendiri secara keseluruhan sedang ambruk dan mematangkan kepribadian beliau. Bersambung………
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

    PAC Fatayat NU Margoyoso Gelar Pelantikan dan Raker

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Bertempat di Pondok Pesantren Al Fakhry Hadiwijaya Kajen Margoyoso, Kemarin (Jum’at, 10/09/2021) PAC Fatayat NU menggelar Pelantikan Pengurus.  Dalam kegiatan ini turut hadir Ketua Tanfidziyah MWC NU Margoyoso KH. Samu’in Wage, PC Fatayat NU Pati yang diwakili oleh Nining Sugiharti, Ketua PAC Muslimat Margoyoso Dr. Munifah, dan perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Margoyoso. Ketua […]

  • Sholat Jama’ah, sekaligus I’tikaf

    Sholat Jama’ah, sekaligus I’tikaf

    • calendar_month Jum, 27 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Pak ustadz saya mau tanya, bolehkah setiap menunaikan sholat jama’ah, saya sambil sekalian niat i’tikaf dimasjid tersebut? apakah ketika saya keluar (pulang) dari masjid seketika itu i’tikaf saya langsung dihukumi batal? Mohon jawabannya. Terima kasih Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum I’tikaf adalah sunah muakkad jika kita tidak bernadzar untuk melakukannya, dan disayogyakan […]

  • PKD dan Diklatsar Ansor-Banser Dibuka di Gembong, 116 Peserta Mantab Bergabung

    PKD dan Diklatsar Ansor-Banser Dibuka di Gembong, 116 Peserta Mantab Bergabung

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda (PAC GP) Ansor Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah Diklatsar dan PKD Ansor Banser. Sedikitnya 116 peserta dari empat kecamatan di Kabupaten Pati mengikuti acara yang dibuka pada Jumat (8/7) petang. “Pesertanya dari Kecamatan Pati Kota, Gembong, Tlogowungu dan Margorejo,” terang Paijan, Panitian Pelaksana kepada pcnupati.or.id. Pembukaan acara […]

  • PCNU-PATI

    Islam dan Urusan Kemanusiaan

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Untuk konteks Indonesia, langkanya kajian akademis tentang topik diatas tentu memprihatinkan di tengah-tengah meningkatnya kerja organisasi-organisasi Islam yang melakukan operasi kemanusiaan, baik yang diakibatkan konflik sosial politik atau bencana alam. Organisasi-organisasi Islam tersebut semakin outward looking, seiring dengan membaiknya ekonomi Indonesia dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memberikan sumbangansumbangan materi bagi kegiatan kemanusiaan. Misalnya tim dari […]

  • Awas… Bahaya Laten HTI

    Awas… Bahaya Laten HTI

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Di antara keistimewaan syari’at Islam dari agama lainnya ialah adanya sanad atau mata rantai yang berkesinambungan hingga pembawa syari’at itu sendiri; Rasulullah. Karena itulah munculnya faham-faham menyimpang yang dapat menyesatkan umat Islam sangat kecil kemungkinannya untuk tidak terdeteksi. Sanad inilah yang kemudian menjadi tradisi di kalangan Ahlussunnah untuk selalu d ilestarikan, karena dengan terus membudayakannya […]

  • PCNU - PATI

    Dakwah Nyentrik Ala Kiai Fahrur Rozi

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dakwah sebagaimana kita pahami merupakan ajakan, undangan, dan seruan kejalan yang baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai bentuk tolong-menolong kepada sesama, asalkan dilandasi dengan niat yang baik dan tujuan yang benar itu juga bisa dinamakan dakwah secara implisit. Oleh karena itu, dalam melakukan dakwah yang dilihat bukan dari penampilan seseorang maupun ucapannya, […]

expand_less