Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 29 Jul 2015
  • visibility 372
  • comment 0 komentar

Beliau itu orangnya sangat serius,pendiam dan tak pernah basi-basi.
(KH.SAHAL MAHFUDZ)
Beliau memang layak di sebut sebagai apa yang dalam tradisi mistik islam dikenal sebagai ‘’Wali qutthb ’’ Seorang kekasih tuhan yang menjadi ‘’poros’’ Kehidupan sosial.
(Ulil Abshar Abdalla)
       Judul diatas meupakan gambaran tokoh KH. Abdullah Salam yang dalam hampir setiap kesempatan selalu berusaha menyembunyikan dirinya sendiri.Beliau selalu menghindar dari pusat perhatian. menghindar untuk dianggap sebagai orang yang punya kelebihan. Beliau selalu bersembunyi dari sorotan umumdan lebih memilih di daerah pinggiran, sehingga sebisa-bisa penampilannya tak dikenal.
        Ia lebih memilih menjadi bukan siapa-siapa dan tak menghendaki pre vilise  apapun, ketimbang menjadi seseorang ; apabila seseorang adalah tokoh panutan yang beroperasi di wilayah-wilayah keinginan publik. Ia lebih memilih menjadi murid yang miskin ilmu daripada menjadi sang guru yang harus terus belajar dan aktifitasnya tak pernah menjadi perhatiannya: ketimbang menjadi guru yang diposisikan sebagai Tuhan oleh pengikutnya sehingga harus diperlakukan secara berbeda dan selalu diburu orang.
         Sejauh mungkin beliau memang selalu menghindar dari penempelan label-label atas diriinya: bukan karena menghindari implikasi sosialnya yang jauh. Tapi lebih merupakan bentuk penjagaan diri yang ketat dari kemungkinan tumbuh penyakit hati. Maka, meskipun konon sebenarnya beliau adalah salah satu dari sedikit wali: tapi kewaliaannya itu senantiasa beliau sembunyikan rapat-rapat dan beliau lebih suka diperlakukan sebagai orang yang kebanyakan. Beliau selalu membuka orang pada apa saja yang disosialisasikan orang sebagai ‘Karomah’. Bahkan seringkali tanpa canggung. beliau mengejek dan mencibir dirinya sendiri dihadapan orang lain ; paling tidak untuk menelanjangi percitraan-percitraan yang terbentuk dan menohok kesadaran orang tentang kedho’ifan dan kefaqihan yang asli.
      Bukan hanya itu, bahkan acapkali beliau pun mencoba menafikan kedudukan sebagaisalah satu mursyid thoriqoh Naqsabandyah kholidiyah yang terpecaya. Beliau lebih suka menposisikan sendiri sekedar sebagai tukang masak.’’ ?saya ini tukang masak untuk orang thoriqoh,masak disuruh membaiat‘’demikian kilahnya kepada banyak orang yang ingin baiat thoriqoh dari beliau . Memang  beliau dikenal sangat jarang membalat murid; kecuali sebagai bentuk ketadziman beliau pada gurunya, KH. Arwani; sikap ini tampaknya juga didorong oleh kesadaran akan sempitnya ruang yang tersedia untuk menyerap keberlimpahan cahaya.
       Pada kesempatan ini kami dari redaksi akan menampilkan sosok Kiai  Abdullah Salam Kajen yang kami ambil dari bulletin Amanat Perguruan Islam Matahli’ul Falah, berusaha memperkenalkan sebagian kecil kisah-kisah dari kehidupan KH.Abdullah Salam. Karena sifatnya hanya catatan-catatan kecil, maka apa yang kami sajikan tentu sangat terbatas. Harap dimaklumi, bila disana-disini terdapat banyak kekurangan; waktu yang tersedia bagi kami untuk menuliskan artikel ini sangat pendek.Di samping itu sumber-sumber bahan juga sangat terbatas, sehingga masih banyak kisah-kisah yang menarik sekitar kehidupan dan ajaran beliau yang dengan sangat menyesal tidak bisa terekam dalam tulisan ini. Kami berharap semoga pada kesempatan yang menulis kehidupan dan ajaran beliau secara lebih lengkap ; sehingga dapat di jadikan teladan bagi orang-orang ingin mendekatkan diri pada sang pencipta.
      KH.Abdullah Salam. selanjutnya akrab disapa dengan Mbah Dullah dilahirkan di desa Kajen-Margoyoso Pati; dengan Nama Abdullah, ketika anak beliau di tambahi Zain, menjadi Abdullah Zain untuk membedakan beliau dengan beberapa anak sebaya yang kebetulan bernama sama: Abdullah.
      Belum jelas tanggal serta bulan kelahiran beliau; sementara tentang tahun ini masih khilaf. Ada beberapa informasi  yang kami dapatkan. KH Ma’mun Muzayyin menantu Mbah Dullah mengaku bahwa yang dia dengar dari ayah KHMuzayyin beliau lahir tahun 1917.Sementara masih menurut KH Mamun Muzayyin, Mbah Dullah sendiri secara langsung pernah mengatakan bahwa tahun kelahiran beliau berkisar antara tahun 1910-1915.
      Beliau adalah salah satu putra dari keluarga dari KH Abdussalam. KH Abdussalam ini beristri empat orang. Dari istri pertama di karunia anak, yakni Nyai Aisyah dan KH.Mahfudz, yang wafat dalam tahanan Ambarawa saat terjadi clash ke-II.Sementara Mbah Dullah sendiri adalah pertama dari istri kedua KH.Abdussalam yaitu Nyai Sumrah, yang seluruhnya empat bersaudarayaitu :KH Abdullah Salam, KH.Ali Muktar, seorang putri yang meninggal pada usia empat tahun dan terakhirnya Nyai Saudah yang bermukim di Jepara. Menurut infoman yang kami terima, dua istri terakhir dari KH Abdussalam tak meniggalkan keturunan.Nasab Mbah Dullah dari pihak ayah (Konon juga dari pihak ibu,tapi masih belum jelas benar )sampai kepada Syaikh Waliyyullah KH.Abdullah bin Nyai Mutirah binti KH.Bunyamin bin Nyai Thoyyibah binti Kiai Muhammad Endro Kusumo bin KH.Ahmad mutamakkin.
  SEKITAR PERJALANAN HIDUP
     Sejak kecil Mbah Dullah telah terbiasa hidup terpisah dari keluarga . Sebelum genap tujuh bulan, beliau ikut pamannya dari pihak ibu di jepat yaitu kiai Sholihin untuk mengaji alquran bin nadhor.Saat usianya menginjak tujuh bulan , dia diantar oleh pamannya KH.Mahfudz ke sampang, madura untuk menghafal alquran dibawah bimbingan kiai sa’id.Selesai mondok di sampang beliau pun pulang dikajen dan bersekolah di Mathali’ul Falah yang berlakangan beliau sendiri yang menjadi pengasuhnya . Di madrasah inilah beliau mengeyam pendidikan.Menginjak remaja , secara pribadi beliau banyak belajar kepada  kakaknya KH.Mahfudz yang usianya terpaut jauh dari beliau.KH.Mahfudz menerapkan disiplin belajar yang sangat ketat kepada abdullah muda,sampai-sampai diatas dokarpun saat dalam perjalanan dari satu tempat ke tempat lain,abdullah muda tetap diwajbkan belajar dengan membawa dan membaca kitab.Kecuali pada kakaknya KH.Mahfudz,konon beliau juga sempat belajar pada pamannya KH.Abdussalam,yaitu KH.Nawawi ,setelah merampungkan pendidikannya di pesantren Tebuireng,jombang di bawah asuhan KH.Hasyim Asy’ari.Di tebuireng ini beliau seagkatan dengan teman-teman sesama dari kajen antara lain KH.Duri Nawawi,KH.Ni’am Tamyiz dan KH.Abdul hadi.Di antara dua yang terakhir,usia beliau yang  paling muda ,namun demikian justru beliaulah yang sering mmbantu mencarikan tambahan bekal bila kedua teman tersebut kebetulan kehabisan bekal.Sebenarnya pendidikan beliau Di tebuireng belum rampung,namun ditarik pulang oleh KH.Abdussalam beliau di nikahkan dengan Nyai Aisyah.Yang masih belum jelas : beliau mondok untuk ngaji Qiro’atus sa’bah ditempat KH.Arwani ,kudus,sebelum atau sesudah  menikah ? yang jelas,tempat KH.Arwani  inilah KH.Abdullah Salam mngakhiri perjalanan panjang riwayat pendidikannya sebelum kembali  ke kajen.Meskipun secara formal  pendidikan beliau sudah berakhir ,namun secara informal beliau masih aktif belajar pada beberapa pihak,termasuk pada KH.Muhamadun,kajen pada tahun 56/57.Sepulang dari kudus,beliau mengajar di perguruan islam Mathali’ul Falah serta PMH pusat. Dan setelah wafatnya ayahanda dan kakanda (KH.Abdussalam dan KH.Mahfudz ) praktis KH.Abdullah Salam harus menjadi kepala keluarga bagi keluarga besar KH.Abdussalam ;karena kedudukan beliau sebagai anak lelaki tertua yang masih hidup.Tentu  saja,ini bukanlah beban tanggung jawab yang ringan, mengingat saat itu usia beliau masih cukup muda,kurang lebih 30-an ; sementara di sisi lain,situasi ekonomi di indonesia sendiri secara keseluruhan sedang ambruk dan mematangkan kepribadian beliau. Bersambung………
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Tantrum

    • calendar_month Jum, 25 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Setiap manusia memiliki tantrum yang berbeda. Anak kecil hingga dewasa sekalipun tanpa sengaja pasti mengalami kondisi dimana keinginan yang telah diciptakan berakhir tak sesuai harapan. Tantrum bisa berbeda bentuknya. Ada yang marah-marah, menangis yang berlebih, atau membanting barang. Tantrum tersebut bisa terjadi karena kurang pandainya kita mengontrol emosi. Saya ada cerita […]

  • Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Anak Cabang Fatayat Kecamatan Gembong melakukan konsolidasi rutin bertempat di rumah sahabat Siti Nur Aisyah Desa semirejo, Ahad 5/6 kemarin “Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus PAC Gembong dan ketua Ranting sekretaris dan anggota Fatayat se kec. Gembong” jelas Munfarihah Ketua PAC Gembong Lanjutnya Kegiatan PAC Fatayat Gembong sudah berjalan ke sekian kalinya d […]

  • Twibbon 1 Abad NU, PCNU: Desainnya Macho

    Twibbon 1 Abad NU, PCNU: Desainnya Macho

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    JAKARTA – PBNU merilis twibbon dalam rangka menyambut resepsi 1 abad NU, Senin (7/2) mendatang. Twibbon berbentuk persegi tersebut memperlihatkan kesiapan pemakai twib untuk menjadi bagian sejarah 1 abad NU. “SAYA SIAP MENJADI BAGIAN SEJARAH 1 ABAD NU,” begitu isi twibbon tersebut. Ketua PCNU Pati, KH. Yusuf Hasyim menilai desain twibbon 1 Abad NU yang […]

  • Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    TAYU-Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 1 Tayu menyelenggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Agenda tersebut trlah menjadi program tahunan yang selalu diadakan oleh Rohis SMAN 1 Tayu. Pengurus IPNU-IPPNU Cabang Pati foto bersama Pengurus Rohis SMAN 1 Tayu usai kegiatan Latihan Dadar Kepemimpinan (LDK), Sabtu, (24/8) Dalam LDK tahun ini, Rohis menggandeng Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupatan […]

  • Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Kendati manusia sudah sangat lama menghuni bumi, tetapi masih banyak misteri di dunia ini yang belum terkuak. Sebut saja beberapa misteri seperti; adakah Alien? Peri, fakta atau mitos? Berbagai misteri fenomena alam yang menakjubkan, dan sebagainya. Buku ini mencoba memaparkan 50 misteri dunia menurut Al-Quran.             Buku ini secara garis besar terdiri atas tiga […]

  • PCNU-PATI Photo by Nick Agus Arya

    Negara Kesatuan Republik Indonesia

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Gerakan kemerdekaan Indonesia menunjukkan polarisasi bipolar.Gerakan nasional sekuler yang berdasarkan patriotisme ansih, dangerakan nasional Islam yang berdasarkan Islam dan patriotisme. Kedua ideologi ini mewarnai sidang pertama Badan PenyelidikUsaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yangberlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 1 Juni 1945.Ada demarkasi yang jelas antara mereka yang menginginkannegara sekuler dengan mereka yang menginginkan negara Islam.Kekuatan […]

expand_less