Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Laziz NU » Roman Terpendam Marah Rusli

Roman Terpendam Marah Rusli

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
  • visibility 281
  • comment 0 komentar

 Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu ajaib, ringan, menyentuh, tetapi tidak sepele.

Buku ini berkisah tentang perenungan hidup dan pergulatan cinta si pengarangnya. Siapa mengira bahwa sang sastrawan besar Marah Rusli, menyimpan kisah cinta yang sedemikian menyentuh dan abadi ini hampir lebih dari 50 tahun.

Melalui Memang Jodoh, Marah Rusli sekali lagi mempersembahkan warisan harta karun terpendam bagi dunia sastra Indonesia.

Nama Marah Rusli (Lahir di Padang 1889, meninggal di Bandung 1968) dalam peta sastra Indonesia telah mendapatkan pengakuan sebagai sastrawan terkemuka angkatan Balai Pustaka melalui karyanya Sitti Nurbaya, (pertama kali terbit 1920), roman yang mengangkat tema kawin paksa dan kasih tak sampai itu abadi dalam ingatan kolektif kita sebagai ungkapan ketidakpuasan terhadap belenggu adat yang menghambat kemajuan.

Novel semiautobiografi ini ditulis berdasar riwayat pengarangnya. Dalam produk

susastra berlatar adat minang yang masih diwarnai konflik antara adat versus kemerdekaan individual ini bisa diterjemahkan dalam bentuk narasi yang matang dan memikat.

Pergulatan hidup Marah Rusli menarik dan penuh liku. Sebagai lelaki yang terlahir dari kalangan bangsawan Minang, seumur hidup dia memberontak terhadap tatanan adat istiadat lapuk priayi – priayi Minangkabau yang menganggap perkawinan antara lelaki bangsawan dan perempuan daerah lain sebagai suatu penghinaan. Kisah tersebut kemudian dituangkan ke dalam novel Memang Jodoh.

Nilai – nilai dramatik dalam kisah Memang Jodoh ini dapat kita jumpai lewat pertentangan antara tokoh utama Sejoli Marah Hamli, seorang pemuda keturunan bangsawan Padang dengan ibunya Siti Anjani. Pertentangan itu berawal dari penolakan Hamli yang akan dijodohkan dengan pasangan yang masih dari kerabat dekat. Hamli menolak perjodohan itu sebab dia bersikeras akan merantau ke negeri Belanda untuk meneruskan belajar di sekolah tinggi kedokteran di sana. Pertentangan itu bahkan berujung pada ancaman bunuh diri dari sang ibu Siti Anjani, Dari pada aku menderita kesedihan dan kekhawatiran tiga tahun lamanya, dengan kemungkinan akan berpisah juga denganmu, karena kau kawin dengan orang Belanda, lebih baik ku bunuh diriku sekarang, supaya aku tidak menderita terlalu lama.( hal 67)

Perkataan ini bukan ancaman main – main, tetapi sungguh akan kutepati. Pilihlah olehmu, antara ibumu dan kesukaan hatimu! Jika masih ada harganya bagimu mempunyai ibu, tinggalah kau di tanah airmu; jika tidak, pergilah kau ke negeri Belanda. ( hal68)

Adat Minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita – citanya. Dan Hamli tetap tak bergeming walau dia terpaksa terbuang dari keluarga besar. Kisah dengan beragam latar daerah yang berbeda mengikuti kisah – kisah perjalanan hidup Hamli, mampu memberi kita ruang untuk mengetahui keberagaman kebudayaan di negeri ini. Sejumlah peristiwa sejarah mewarnai beberapa episode dalam novel ini, salah satunya adalah meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur pada tahun 1919 yang menewaskan ribuan penduduk. Saat itu Hamli sedang bertugas di kota Blitar.

Bagi para pembaca yang akrab dengan karya sastra lama buku ini sangat mengasyikan untuk dibaca, gaya berceritanya yang sederhana dan mudah dicerna, membuat novel ini tak menjemukan. Setelah terpendam lebih dari setengah abad, roman Memang Jodoh, kini terbuka sebagai harta karun siap baca yang memperkaya wacana sastra Indonesia.

Seperti kata pepatah lama “ Kisah cinta tak pernah mati untuk dibicarakan. “ dan Marah Rusli dengan cendekia menghidupkan kenangan – kenangan cintanya kepada sang istri sebagai bahan perenungan, tanpa menggurui. Sebuah kisah sederhana dari kehidupan yang biasa diolah menjadi sebuah adonan yang kaya rasa. Memang Jodoh pun terasa istimewa.


Judul          : Memang Jodoh

Pengarang  : Marah Rusli

Penerbit      : Qanita, Bandung

Tebal           : x + 536 halaman

Cetakan 1   : Edisi Kedua, Mei 2015

Peresensi    : Inayatun Najikah, staf administrasi Lazisnu Pati

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PMII Joyo Kesumo Gelar Pelatihan Penyususnan Makalah, Tekankan Anti Plagiat

    PMII Joyo Kesumo Gelar Pelatihan Penyususnan Makalah, Tekankan Anti Plagiat

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Sejumlah mahasiswa baru Staip antusias mengikuti pelatihan penulisan makalah yang digelar oleh PMII Komisariat Joyo Kesumo di SMK NU Pati, Sabtu (2/10) PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo, Stai Pati menggelar pelatihan untuk mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (2/10) sore tersebut dihadiri sedikitnya lima puluh mahasiswa Baru Staip.  Mendatangkan Maulana […]

  • PCNU-PATI Photo by KamalUddin Dk

    Suara Azan

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    “… Suara azan sebagai bel kesadaran untuk mengingatkan tugas meditasi sehari-hari berupa menoleh ke dalam, kenali diri kemudian bebaskan semua cengkeraman.” Kalimat tersebut diutarakan Gede Prama, penulis dan pelaku meditasi, yang beragama Hindu. Membaca dari refleksi Gede Prama di atas saya begitu tersentuh. Betapa saya tidak pernah menyadari akan pesan yang tersembunyi dari suara azan. […]

  • PCNU-PATI

    Unforgattable

    • calendar_month Jum, 12 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Ini kisah dari sang waktu tentang mereka yang menunggu. Cerita seorang perempuan yang bersembunyi di balik halaman buku dan seorang lelaki yang siluetnya membentuk mimpi di liku tidur sang perempuan. Ditemani krat-krat berisi botol vintage wine yang berdebu, aroma rasa yang menguar dari cairan anggur di dalam gelas, derit kayu di rumah usang, dan lembar […]

  • Gelar PKD, Ini Target Ketua GP Ansor Gembong

    Gelar PKD, Ini Target Ketua GP Ansor Gembong

    • calendar_month Ming, 28 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Anak Cabang Gembong menggelar PKD. Puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati turut menjalani pelatihan wajib tersebut. Pelaksanaan PKD kali ini, ditempatkan di lokasi yang tidak biasa. Ponpes Nurul Qur’an Jonggol, Sitiluhur Kecamatan Gembong sengaja dipilih untuk menggelar agenda sakral tersebut. “Tempatnya di lereng gunung, bisa dilihat, sehingga […]

  • Siapakah Orang yang Paling Kaya?

    Siapakah Orang yang Paling Kaya?

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    الحمد لله رب العالمين الودود الذي يتودد إلى خلقه برحمته، والشكر لله رب العالمين الذي أوجد الكائنات بحكمته، وأشهد أن لا إله الله وحده لا شريك له، لا ينفعه ظمأ الظمئانين ولا جوع الجائعين لكن من ظميء لله يوماً كان حق على الله أن يسقيه في يوم ظمئه، ومن جاع لله تعالى يوماً كان حقاً […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Bandar

    • calendar_month Rab, 14 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Sabtu kemarin saya sedang menikmati liburan di Kemuning Tawangmangu. Sebenarnya bukan liburan, akan tetapi diskusi membahas berbagai hal, dengan agenda utama menyikapi hiruk pikuk tahun politik sudah dihadapan sidang pemirsa. Bagaimana saya akan bersikap dengan adanya manuver-manuver senggol sana, sikut sini demi satu tujuan pemenangan. Dan rumah-rumah, kios-kios pemenangan telah […]

expand_less