Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Laziz NU » Roman Terpendam Marah Rusli

Roman Terpendam Marah Rusli

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
  • visibility 223
  • comment 0 komentar

 Apakah ada yang kekal di dunia ini? nyawa dengan badan saja, yang sedemikian rapat hubungannya, pada suatu ketika akan berpisah juga, seperti dua benda yang tak pernah terhubung.(hal 25).  Gaya bercerita marah rusli dalam novel ini begitu mempesona, teks – teks yang lahir dari hal – hal biasa di tangannya mengalir terasa begitu ajaib, ringan, menyentuh, tetapi tidak sepele.

Buku ini berkisah tentang perenungan hidup dan pergulatan cinta si pengarangnya. Siapa mengira bahwa sang sastrawan besar Marah Rusli, menyimpan kisah cinta yang sedemikian menyentuh dan abadi ini hampir lebih dari 50 tahun.

Melalui Memang Jodoh, Marah Rusli sekali lagi mempersembahkan warisan harta karun terpendam bagi dunia sastra Indonesia.

Nama Marah Rusli (Lahir di Padang 1889, meninggal di Bandung 1968) dalam peta sastra Indonesia telah mendapatkan pengakuan sebagai sastrawan terkemuka angkatan Balai Pustaka melalui karyanya Sitti Nurbaya, (pertama kali terbit 1920), roman yang mengangkat tema kawin paksa dan kasih tak sampai itu abadi dalam ingatan kolektif kita sebagai ungkapan ketidakpuasan terhadap belenggu adat yang menghambat kemajuan.

Novel semiautobiografi ini ditulis berdasar riwayat pengarangnya. Dalam produk

susastra berlatar adat minang yang masih diwarnai konflik antara adat versus kemerdekaan individual ini bisa diterjemahkan dalam bentuk narasi yang matang dan memikat.

Pergulatan hidup Marah Rusli menarik dan penuh liku. Sebagai lelaki yang terlahir dari kalangan bangsawan Minang, seumur hidup dia memberontak terhadap tatanan adat istiadat lapuk priayi – priayi Minangkabau yang menganggap perkawinan antara lelaki bangsawan dan perempuan daerah lain sebagai suatu penghinaan. Kisah tersebut kemudian dituangkan ke dalam novel Memang Jodoh.

Nilai – nilai dramatik dalam kisah Memang Jodoh ini dapat kita jumpai lewat pertentangan antara tokoh utama Sejoli Marah Hamli, seorang pemuda keturunan bangsawan Padang dengan ibunya Siti Anjani. Pertentangan itu berawal dari penolakan Hamli yang akan dijodohkan dengan pasangan yang masih dari kerabat dekat. Hamli menolak perjodohan itu sebab dia bersikeras akan merantau ke negeri Belanda untuk meneruskan belajar di sekolah tinggi kedokteran di sana. Pertentangan itu bahkan berujung pada ancaman bunuh diri dari sang ibu Siti Anjani, Dari pada aku menderita kesedihan dan kekhawatiran tiga tahun lamanya, dengan kemungkinan akan berpisah juga denganmu, karena kau kawin dengan orang Belanda, lebih baik ku bunuh diriku sekarang, supaya aku tidak menderita terlalu lama.( hal 67)

Perkataan ini bukan ancaman main – main, tetapi sungguh akan kutepati. Pilihlah olehmu, antara ibumu dan kesukaan hatimu! Jika masih ada harganya bagimu mempunyai ibu, tinggalah kau di tanah airmu; jika tidak, pergilah kau ke negeri Belanda. ( hal68)

Adat Minang yang mengikat erat ternyata membelenggu cita – citanya. Dan Hamli tetap tak bergeming walau dia terpaksa terbuang dari keluarga besar. Kisah dengan beragam latar daerah yang berbeda mengikuti kisah – kisah perjalanan hidup Hamli, mampu memberi kita ruang untuk mengetahui keberagaman kebudayaan di negeri ini. Sejumlah peristiwa sejarah mewarnai beberapa episode dalam novel ini, salah satunya adalah meletusnya Gunung Kelud di Jawa Timur pada tahun 1919 yang menewaskan ribuan penduduk. Saat itu Hamli sedang bertugas di kota Blitar.

Bagi para pembaca yang akrab dengan karya sastra lama buku ini sangat mengasyikan untuk dibaca, gaya berceritanya yang sederhana dan mudah dicerna, membuat novel ini tak menjemukan. Setelah terpendam lebih dari setengah abad, roman Memang Jodoh, kini terbuka sebagai harta karun siap baca yang memperkaya wacana sastra Indonesia.

Seperti kata pepatah lama “ Kisah cinta tak pernah mati untuk dibicarakan. “ dan Marah Rusli dengan cendekia menghidupkan kenangan – kenangan cintanya kepada sang istri sebagai bahan perenungan, tanpa menggurui. Sebuah kisah sederhana dari kehidupan yang biasa diolah menjadi sebuah adonan yang kaya rasa. Memang Jodoh pun terasa istimewa.


Judul          : Memang Jodoh

Pengarang  : Marah Rusli

Penerbit      : Qanita, Bandung

Tebal           : x + 536 halaman

Cetakan 1   : Edisi Kedua, Mei 2015

Peresensi    : Inayatun Najikah, staf administrasi Lazisnu Pati

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ajarilah dengan Cinta

    Ajarilah dengan Cinta

    • calendar_month Jum, 16 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Ada sesuatu yang membuat saya menyadari bahwa anak-anak tak bisa jika dibentak. Mereka akan menjadi seorang yang penakut dan kemungkinan lainnya akan menjadi seorang pemberontak, nantinya. Mereka tak akan pernah mau patuh pada aturan atau perintah siapapun, termasuk kedua orang tuanya sendiri. Pengalaman yang saya alami saat tanpa sengaja saya membentak […]

  • Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    Berdoa Bersama Mengenang Para Pendiri NU

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Tarbiyatul Banin Winong Pati, mulai dari tingkatan MA, Mts, MI, dan RA disetiap hari Kamis pada bulan terakhir mengadakan tahlil bersama dan pembacaan manaqib, hal tersebut dilaksanakan untuk mengenang jasa-jasa ulama ahlussuanah waljamaah terdahulu, Kamis, 3/3 kemarin.             Sebelum pambacaan tahlil terlebih dahulu diceritakan tentang sejarah pendirian Madrasah Tarbiyatul Banin pada kesempatan kali […]

  • PCNU-PATI

    Tradisi Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Baru-baru ini ditetapkan, tradisi buka puasa bersama ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Menarik memang. UNESCO mencatat bahwa budaya berbuka puasa bersama menjadi daftar warisan budaya tak benda yang secara resmi diakui sejak 2023 lalu dan diklaim sebagai budaya warisan milik seluruh umat muslim di dunia. Menurut UNESCO, berbuka puasa diartikan […]

  • PCNU-PATI

    Kunci Sukses Meraih Ridha-Nya?

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Belajar memahami Islam menjadi modal dalam memilah dan memilih jalan untuk mencapai hidup sukses dan mulia. Pemahaman yang benar akan menjaga kita dari kesesatan dan kerugian. Merasa sudah ada di jalan yang akan menghantarkan pada kesuksesan dan kemuliaan, ternyata akhir yang didapat tidak sesuai dengan yang diharap. Pemahaman yang benar tentang Islam akan menuntun setiap […]

  • Perkuat SMK Ma'arif dengan Rapat Koordinasi MKKS SMK Ma'arif Jateng

    Perkuat SMK Ma’arif dengan Rapat Koordinasi MKKS SMK Ma’arif Jateng

    • calendar_month Ming, 9 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Tegal – Dengan tujuan memperkuat koordinasi antara SMK Ma’arif se-Jawa Tengah dan evaluasi program, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah mengadakan Rapat Koordinasi MKKS SMK Ma’arif NU Jateng di SMK NU Entrepreneur 01 Lebaksiu Kabupaten Tegal pada hari Sabtu (08/02/25). Kegiatan diikuti oleh 18 Pengurus MKKS SMK Ma’arif Kabupaten/Kota yang sudah […]

  • Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    Gus Kamil Sarang Tutup Usia

    • calendar_month Ming, 12 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    REMBANG-Kabar duka muncul dari keluarga besar Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang. Putra ke tiga KH. Maimoen Zubair, KH. Majid Kamil Maimoen atau Gus Kamil dikabarkan meninggal dunia Minggu (12/7) pukul 19.55 WIB malam ini. Foto Gus Kamil (kiri) disejajarkan dengan sang ayah, KH. Maimoen Zubair Kakak kandung Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin ini […]

expand_less