Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
  • visibility 251
  • comment 0 komentar

PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia.

Artikel bejudul Radikalisme Beragama di Indonesia tersebut terbit jelang pertengahan 2017. Dua tahun silam dan fakta yang disebutkan begitu mencengangkan. Singkatnya, ada 80% mahasiswa yang lebih memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan negara. Sementara yang masih bercokol pada ‘kubu’ pancasila hanya 4% lebih.
Syariah yang dimaksud adalah prinsip syariah yang difahami secara kolot dan tekatual semata. Sebab, jika difahami secara kontekstual, pancasila sudah sangat syar’i. Setidaknya inilah yang sering kali disampaikan oleh ulama’-ulama’ nusantara.

Pamflet undangan kopdar “Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara”

Gerakan Melawan Radikalisme

Melalui berbagai fakta tersebut, Pengurus Cabang Ansor dan Pengurus Cabang NU Kabupaten Pati perlu melakukan pendekatan-pendekatan kepada kaum milenial. Upaya-upaya mengembalikan kesadaran bernegara dan melawan radikalisme beragama ini sudah sangat sering dilakukan dan memang harus terus dilakukan.

Melalui sebuah kegiatan bertajuk ‘Membaca Arah Radikalisme di Bumi Nusantara’ PC Ansor, Satkorcab Banser dan PCNU Pati mengajak generasi muda khususnya di Kabupaten Pati untuk untuk menyadari situasi politik saat ini. Agenda yang rencananya akan dilangsungkan di Rumah Joglo Qur’an Minggu (28/7) siang tersebut akan mendatangkan dua narasumber utama, yatitu Yusuf Hasyim, M.Si. (ketua PCNU Pati) dan M Nuruzzaman (Kondensus 99 Asmaul Husna Pimpinan Pusat GP Ansor).

“Kami mengundang semua elemen masyarakat khususnya generasi muda untuk ngopi bareng, ngobrol santai soal arah radikalisme beragama di Indonesia. Kami terbuka, semua boleh datang” ungkap panitia penyelenggara.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    Media Sosial Penghubung Sikap Toleransi

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Guru mengajarkan kalau dunia itu ada dua; fana, yaitu dunia yang bisa rusak dan dunia baka, yaitu dunia setelah manusia meninggal. Dan yang tidak pernah terbayangkan oleh manusia ternyata ada dunia baru. Dunia baru antara dunia fana dan dunia baka itu adalah dunia maya (virtual world), yaitu dunia online yang sangat luas sekali, yang berisi […]

  • Fatayat NU Tayu Dilantik Bareng 5 Pengurus Ranting

    Fatayat NU Tayu Dilantik Bareng 5 Pengurus Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    TAYU-Para pemudi NU memadati Gedung Serba Guna Angkasa, Tayu Wetan, Minggu (1/3) kemarin. Dengan berkostum serba hijau, aktifis wanita muda NU yangbtergabung dalam organisasi Fatayat NU tersebut mendatangi lokasi untuk melangsungkan pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Tayu. Pengurus PAC Fatayat NU Tayu bersama MWC NU beserta Banom dan jajaran Muspika Bertepatan dengan tanggal […]

  • Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    Hasil Survei Ipmafa: Mayoritas Masyarakat Pati Tolak 5 Hari Sekolah

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

      Pati – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) menggelar survei publik menyikapi kebijakan lima hari sekolah di Kabupaten Pati. Hasilnya, mayoritas masyarakat Kabupaten Pati menolak lima hari sekolah. ”Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan dalam meninjau ulang dan menyempurnakan program pendidikan,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah, M Sofyan AlNashr. Survei ini […]

  • 15 Mahasiswa Ipmafa Terima Pembekalan Fundraising  and Networking  dari Lazisnu

    15 Mahasiswa Ipmafa Terima Pembekalan Fundraising and Networking dari Lazisnu

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 222
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Ketua MWC NU Margoyoso KH. Muslich AR  bersama Lazisnu Cabang Pati mengadakan pembekalan kepada relawan Fundraising and Networking Lazisnu dari Ipmafa, Sabtu (16/11). Bertempat di kediamannya, acara ini diikuti oleh 15 mahasiswa-mahasiswi jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Mereka akan bertugas melakukan sosialisasi program Beberkah door to door di kalangan aghniya di wilayah Margoyoso. KH. Muslich AR, […]

  • Buka Raker Ma’arif NU Rembang, Fakhrudin Karmani Ajak Bangun Kekuatan dengan Branding

    Buka Raker Ma’arif NU Rembang, Fakhrudin Karmani Ajak Bangun Kekuatan dengan Branding

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

      Rembang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani membuka acara Rapat Kerja Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Rembang yang diselenggarakan di Aula PLHUT Ķemenag Kabupaten Rembang pada hari Kamis (09/01/2025). Dalam pengarahannya, Fakhruddin Karmani menyampaikan tentang ideologisasi ke-NU-an melalui Kurikulum Ke-NU-an, kemandirian organisasi dan penguatan ideologi melalui batik Ma’arif, […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Kadar Bahagia itu Berbeda

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Minggu lalu saya tak menulis seperti biasanya. Namun kali ini saya ingin menuliskan sedikit unek-unek yang saya rasakan tentang fenomena beberapa hari terakhir ini yang tengah viral. Perdebatan antara Childfree Versus punya anak. Meski saya menyadari dalam tulisan kali ini pun pasti tak runtut layaknya seorang penulis pada umumnya. Maklum, saya masih […]

expand_less