Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Santri Piouner dan Memiliki Kecerdasan Mileneal

Santri Piouner dan Memiliki Kecerdasan Mileneal

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 6 Agu 2022
  • visibility 238
  • comment 0 komentar

Oleh : Fikrul Umam Ms*

Memperingati Hari Santri 2022, Pesantren memiliki corak pandang dan gagasan intelektual. Santri dituntut kemandirian dan memiliki kompetensi (Prof. Dr. KH. Yudian Wahyudi, 2021). Santri Indonesia memiliki kekhasan dan keimanan dalam bidang tertentu; yakni Santri harus manut dengan Kiai, Santri dididik untuk memiliki kemandirian, santri dituntut untuk berilmu pengetahuan.

Kemungkinan yang terjadi pada saat ini, santri harus serba cepat, santri harus tanggap dengan perkembangan yang ada, Gus Dur memiliki pengembangan keintelektualan Santri, bagaiman Santri harus kuliah, bagaimana Santri harus berprestasi, bagaimana Santri harus tawadhu terhadap Kiai.

Peran Kiai

Kiai sebagai Ulama dipandang memiliki peran ganda, apakah seorang Kiai mapan dalam mendirikan pondok pesantren. Kiai dituntut mengikuti perkembangan zaman, bagaimana Kiai mampu mendidik santrinya dengan sukses, bagaimana Kiai memiliki kemampuan dalam hal mengolah lahan pertanian, dan bagaimana santri bisa bertafakur dan berikhtiar untuk memiliki masa depan.

Hadratusseikh KH. Hasyim Asy’ari dengan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang melahirkan santri-santri militan yang mandiri dan berdiri kokoh tegar menjalani hidup, berusaha untuk mandiri, dan tekun beribadah. Santri berpengetahuan intelektual dan mengikuti perkembangan zaman, dengan model musyawarah, diskusi, dan menyelesaikan berbagai masalah fiqh, adalah salah satu model yang diterapkan hingga saat ini. ‘’Almuhafadhotu alalqodimisholih walakhdu biljadidi ashlah.’’

Kiai saat ini dalam hal kekinian, tahun 2022 memiliki hal pengetahuan, hal untuk berdikari sesuai dengan kondisi kekinian, dan tanggap terhadap masa depan, ini suatu yang luar biasa, Kiai berwawasan Islam Nusantara dan sekarang saling melenmgkapi dalam hal sarana dan prasarana. Pesantren dituntut memiliki keunggulan, Kiai Yudian Wahyudi, menerapkan pemikiran dan perkembangan pesantren memiliki cara khusus agar santrinya dididik bisa keluar negeri.

Dalam hal ilmu pengetahuan misalnya, Kiai selalu memiliki konsep matang dalam hal perkembangan peradaban dunia, santri pilihan, cucu Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari yang juga presiden keempat Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid selalu mengedepankan toleransi dan memiliki konsep tersendiri dalam hal perkenmbangan pluralisme di Indonesia.

Menuju 1 ABAD Nahdlatul Ulama

Memasuki 1 Abad Nahdlatul Ulama, santri wajib memiliki keunggulan-keunggulan. Santri Milenial harus mampu menjawab tantangan zaman, santri harus berwawasan intelektual, santri harus mampu menjawab masalah-masalah kekinian, santri harus mampu Mumpuni, baik mumpuni dalam bidang sosial dan agama, juga matang atau mumpuni dalam bidang pengetahuan umum.  Menjelang 1 ABAD NU (100 tahun) berdirinya Nahdlatul Ulama, bagaimana NU berperan secara tepat dan cepat, menghadapi perubahan zaman, Prof. KH. Said Aqil Siroj, MA selalu merespon dengan baik, bagaimana memposisikan Ulama dengan Umaro’. Kiai Said selalu cerdas dalam hal memilih kepurtusan di forum Ulama baik Ketika ada Bahtsul Masail, masalah kompleks yang ada di Indonesia maupun dunia. Peran Islam Nusantara tidak terlepas dari konsep PBNU, yakni; Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Dengan penerapan dan konsep PBNU, Nahdlatul Ulama selalu terdepan dalam hal pemikiran, dalam hal kesiapan berpikir menghadapi masalah, dan mengkontekskan peran Ulama dan Kiai menjadi sebuah solusi kemaslahatan Umat.

Nahdlatul Ulama memiliki kekhasan dan memiliki informasi yang cepat, tepat, dan upto date dalam hal perkembangan teknologi. Teknologi di era Global yang dituntut serba cepat, contohnya  NU Online memiliki berita yang paling diminati Umat Islam di Indonesia.

Santri didikan Kiai, harus memiliki keunggulan-keuinggulan dan kreatifitas, diantaranya;

Pertama; Santri dituntut ilmu terapan, yaitu Santri harus mandiri secara kualitas dan kuantitas. Madrasah-madrasah di Indonesia memiliki santri yang pandai mengaplikasikan dan mengkontekskan suatu harapan menjadi wujud cita-cita.

Kedua; Santri harus tepat dan cerdas. Keistemewaan Pendidikan pesantren harus menjadi wujud dan harapan yang nyata. Pendidikan pesantren selalu melahirkan santri-santri pilihan dan mumpuni.

Santri pilihan masih sangat butuh pendampingan dan pelatihan, zaman serba cepat dan perkembangan teknologi di era digital dituntut mampu peka terhadap teknologi dan perkembangan. Pengembangan-pengembangan ilmu pengetahuan masih butuh kelanjutan setelah lulus dari pesantren.

Ketiga, momen Hari Santri 2022, sangatlah tepat untuk perbaikan dan santri masih butuh didikan Kiai dan masih butuh pondok pesantren. Wabah Covid 19 dan virus Corona mempengaruhi pola piker santri dan dikhawatirkan kemunduran dalam dunia Pendidikan. Kurangnya belajar dan kurangnya wawasan tentang keilmuan, membuat santri kurang peka terhadap perkembangan yang ada. Apakah santri nangtinya lulusan pesantren bisa mandiri? Apakah santri lulusan pesantren bisa mengaplikasikan dirinya dan perkembangan pengetahuan?

Cinta belajar dan haus pengetahuan

Pendidikan pesantren menurut KH. Abdul Ghaffar Rozin (Ketua RMI PBNU) dipandang santri memiliki konsep yang matang, santri masih belajar secara kelanjutan, Gus Rozin sapaan akrabnya, mendirikan Pesantren Ma’had Aly untuk menampung santri-santri Alumni Pondok Pesantren.

Cinta adalah rasa yang bertubi-tubi semangatnya, adanya cinta maka rasa haus akan pengalaman, pengetahuan, keilmuam mumpuni yang masuk era masa kini. Cinta ilmu itu bukan saja belajar terus menerus, akan tetapi membaca ruang, lihat tv, nonton video juga merupakan pengetahuan. Misalnya nonton berita tv, video atau documenter Pak H. Jokowi sambutan memberikan arahan, perintah, dan seruan untuk kepentingan negara dan Bangsa.

Dalam hal ini Dr. KH. Malik Madani Guru besar Syariah UIN Sunan Kalijaga, memiliki acuan khusus tentang konsep aturan-aturan dibidang Syariah yang berguna memahami fiqh secara teks dan konteks. Fiqh bersendikan Syara’, Syariat bersumber kepada Kitabullah. Memahami alqur’an tidak hanya sebatas tekstual, kalau belum mempelajari Syariat bagaiman bisa paham akan Al-Quran.

Al-Quran merupakan teropong dunia, dalam hal peradaban, dan perkembangan Islam Nusantara. Cinta Ilmu ‘’Tholabul ilmi faridhotun ala kulli muslimin wa muslimatin’’ sangatlah pas diterapkan santri milenial dan kekinian. Kalau hal ini sesuai dengan prinsip-prinsip Nahdlatul Ulama sangatlah tepat, sangatlah pas dalam hal perkembangan dunia pesantren saat ini, inti dari ilmu Al-Quran dan Assunnah sangatlah pas untuk akhlaq santri, dan budi pekerti yang sesuai dengan akhlaqul karimah.

Cinta Al-Quran masih sesuai dengan kajian-kajian secara ilmu pengetahuan, kalau hanya paham teks saja, menurut KH. Musthofa  Bisri perlu masih banyak belajar. Perkembangan Ilmu Pengetahuan masih dirasa perlu untuk memperdalam Al-Quran dan menggalinya secara tepat, bagaiman permasalahan saat ini menjadi momok bagi santri.

Kalau santri masih mengikuti pola-pola lama, bagaimana santri bisa mengikuti kemanjuan era digital terapan. Presiden Joko Widodo memiliki tugas yang masih dirasa perlu untuk tepat sasaran dan belum memiliki Menteri yang unggul dalam hal Islam Nusantara. Presiden Jokowi masih ditunggu adanya perkembanmgan yang sesuai dengan kemajuan Global. Dunia era serba digital  2022 dirasa kurang, karena hutang dunia yang sepenuhnya tanggungan rakyat Indonesia. Akan tetapi, Presiden Joko Widodo sudah melakukan berbagai perbaikan-perbaikan di dalam pengetahuan dan teknbologi. Munculnya santri yang berperan di dalam pemerintahan, baik di eksekutif maupun legislative dirasa butuh Gerakan yang pas dengan perkembangan selanjutnya.

Inilah tugas santri tahun 2022 yang sangat dirasa perlu, sangat butuh sentuhan dan penanganan dalam hal informasi dan wawasan khusus untuk kebutuhan para santri.

Bimbingan Kiai diharapkan mampu menyelesaikan tugas-tugas dan kewajiban serta tanggung jawab dalam hal Pendidikan perkemabngan SDM Santri.

Apakah santri bisa unggul dalam hal prestasi masa depan?

Apakah santri sudah berani untuk mainstream, berani melakukan research dan penelitian-penelitian untuk menemukan sesuatu yang baru, dan sesuatu yang bisa bermanfaat untuk perkembangan zaman.

Hal ini perlu dijawab Bersama karena konteks perkembangan pengetahuan di pesantren sangat ditunggu kiprahnya di Masyarakat.

*FIKRUL UMAM MS adalah Penulis aktivis Sastra Pesantren, Redaksi Media Infokom LTN PCNU Kabupaten Pati. Wartawan NU Online.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    Perkuat Organisasi, PCNU Pati Gelar Rapat Koordinasi se-Eks Kawedanan Kayen

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi bersama MWC NU dan Pengurus Ranting se-eks Kawedanan Kayen, pada Ahad (28/9/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor MWC NU Kecamatan Sukolilo dengan dihadiri jajaran pengurus dari berbagai tingkatan kepengurusan NU di wilayah tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran PCNU Kabupaten Pati, […]

  • Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    Siswa MAN 1 Pati Bagi-bagi Ratusan Takjil di Bulan Ramadan

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), Jurnalistik, PMR, dan Pramuka, bagi-bagi ratusan takjil di bulan Ramadan ini. Mereka membagikan 350 paket takjil kepada para pengendara yang malintas di depan Pendopo Kabupaten Pati, pada Senin (1/4/2024) sore. Warga pun tampak antusias untuk mendapatakan takjil […]

  • Kapolres Baru Sowani Ulama-Ulama NU

    Kapolres Baru Sowani Ulama-Ulama NU

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Sambangan AKBP Christian Tobing, SIK, MH.M.Si, Kapolres Baru Pati di rumah K. Yusuf Hasyim (Ketua PCNU Pati)  WINONG-Kapolres Pati AKBP Christian Tobing, SIK, MH.M.Si mengunjungi kediaman ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, Rabu (14/7). Dalam sambangannya tersebut, Kapolres baru ini mendiskusikan beberapa hal.  Selain memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Pati AKBP Christian Tobing […]

  • RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pamflet Kompetisi Santri 4.0  buah Kerja sama RMI NU dan Amazon Web Service. JAKARTA- Robithoh Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan lembaga di bawah payung NU yang menaungi pesantren-pesantren NU di Indonesia. Baru-baru ini, RMI NU menyelenggarakan program yang cukup mengesankan.  Dengan menggandeng Amazon Web Service (AWS) anak perusahaan teknologi multinasional asal Amerika, Amazon Inc., […]

  • PGMI IPMAFA Gelar Pelatihan Computational Thinking

    PGMI IPMAFA Gelar Pelatihan Computational Thinking

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

      Para guru MI antusias mengikuti Pelatihan Computational Thinking di aula IPMAFA  MARGOYOSO – Puluhan guru Madrasah Ibtidaiyah di wilayah Pati Utara mengikuti Pelatihan Computational Thinking pada Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan yang diadakan pada Rabu (10/11) di aula 1 lantai 2 kampus IPMAFA merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari dosen PGMI Fakultas Tarbiyah […]

  • SMP Islam Juwana Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    SMP Islam Juwana Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    JUWANA – SMP Islam Juwana melalui program “Peduli Bencana” menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak musibah banjir pada Rabu (4/1/2023). Guru SMP Islam Juwana bersama siswa menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah desa di Kecamatan Juwana. Di antaranya, ke Desa Desa Doropayung, Bumirejo, Tluwah, Kedungpancing dan Desa Gadingrejo. “Mudah-mudahan melalui program ini dapat bermanfaat untuk […]

expand_less