Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Game Online

Puasa dari Game Online

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
  • visibility 272
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Ramadan adalah bulan penuh berkah yang seyogianya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan produktivitas. Namun, godaan hiburan digital, terutama game online, kerap membuat sebagian orang justru lalai dalam menjalani ibadah. Padahal, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kebiasaan yang tidak produktif. Lalu, bagaimana cara agar Ramadan tetap produktif tanpa tergoda oleh game online?

Sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadan harusnya membuat kita produktif. Ora utek-utek setan gepeng alias ponsel. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan sukacita dan semangat untuk meningkatkan ibadah serta menjauhi segala larangan. Namun, godaan dunia maya, terutama game online, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mungkin kita bisa meraih Ramadan produktif jika waktu terus terkuras untuk bermain game?

 

Hindari Game Online

Beberapa game online yang cenderung adiktif dan menghabiskan banyak waktu, baik selama Ramadan maupun setelahnya. Pertama, Mobile Legends dan PUBG Mobile. Game ini menuntut fokus tinggi dan sering kali membuat pemainnya lupa waktu. Kedua, Free Fire dan Call of Duty Mobile. Selain adiktif, game ini juga mengandung unsur kompetisi yang bisa memicu amarah.

Ketiga, Genshin Impact. Game dengan dunia terbuka yang luas ini bisa menyita waktu berjam-jam hanya untuk eksplorasi dan menyelesaikan misi. Keempat, FIFA Mobile dan eFootball. Permainan sepak bola yang sangat seru, tetapi sering kali membuat pemain lupa dengan jadwal ibadah. Kelima, Clash of Clans dan Rise of Kingdoms. Game strategi ini menuntut pemain untuk terus online agar tidak kalah dalam persaingan.

Sebenarnya, tidak ada batasan yang jelas mengenai game online apa saja yang harus dihindari. Namun, sebagai acuan, hindarilah game-game yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, hindari pula game yang membuat Anda kecanduan dan lupa waktu.

Jika ada pertanyaan, mengapa harus puasa dari game online? Game online bukanlah sesuatu yang haram, tetapi jika dimainkan secara berlebihan, ia bisa menjadi penghambat produktivitas dan mengalihkan fokus dari tujuan utama Ramadan. Beberapa alasan mengapa perlu mengurangi atau bahkan berhenti bermain game online selama Ramadan. Pertama, membuang waktu berharga. Game online sering kali membuat pemainnya lupa waktu. Seseorang yang awalnya berniat bermain hanya sebentar, bisa terjebak dalam permainan selama berjam-jam. Akibatnya, waktu untuk tilawah, salat sunnah, atau bahkan berbuka bersama keluarga menjadi terabaikan.

Kedua, mengurangi kualitas ibadah. Bermain game dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Hal ini berpotensi mengurangi kekhusyukan dalam ibadah, seperti salat tarawih atau tadarus Al-Qur’an.

Ketiga, meningkatkan emosi dan amarah. Game online sering kali memicu emosi negatif seperti amarah, frustasi, dan bahkan pertengkaran antar-pemain. Padahal, Ramadan adalah momen untuk melatih kesabaran dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

 

Strategi Produktif Puasa Ramadan

Kita harus pandai mengatur diri, mengerem, ojo kebablasen agar tidak terjebak pada kelelahan digital. Saya sih menyebutnya begitu. Alih-alih menghabiskan waktu dengan game online, sebenarnya terdapa beberapa strategi agar Ramadan lebih bermakna. Pertama, niat yang kuat. Awali Ramadan ini dengan niat yang tulus untuk menjauhi segala bentuk hiburan yang melalaikan, termasuk game online. Ingatlah, Ramadan hanya datang setahun sekali, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini.

Kedua, jadwal teratur. Buatlah jadwal harian yang terstruktur. Sisihkan waktu khusus untuk beribadah, belajar, bekerja, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dengan jadwal yang teratur, Anda akan lebih mudah mengontrol diri dan menghindari godaan untuk bermain game.

Ketiga, tentukan target ibadah/ Buatlah target ibadah harian, seperti membaca satu juz Al-Qur’an per hari, salat tarawih setiap malam, dan memperbanyak doa, zikir, tahlilan, istighotsah, atau ziarah kubur.

Keempat, manfaatkan aplikasi islami. Agar tetap produktif, gunakan aplikasi yang bisa membantu memperkuat ibadah, seperti (1) Muslim Pro atau Umma yang menyediakan jadwal salat, Al-Qur’an digital, dan berbagai fitur Islami lainnya, (2) Quran Majeed atau Ayat yaitu aplikasi untuk membaca Al-Qur’an lengkap dengan murattal dari berbagai qari terkenal; (3) Athan, sebuah aplikasi pengingat waktu salat dengan suara azan; (4) Alarms for Fajr, sebuah aplikasi yang membantu bangun sahur tepat waktu dengan alarm khusus; (5) Cookpad atau Tasty, yaitu untuk mencari resep makanan sehat saat sahur dan berbuka. Gunakan aplikasi-aplikasi yang mendukung ibadah Ramadan, seperti aplikasi Al-Quran digital, jadwal salat, pengingat waktu imsak dan berbuka, serta aplikasi yang menyediakan konten-konten Islami yang bermanfaat.

Kelima, ganti game dengan aktivitas lebih bermanfaat. Daripada bermain game, alihkan waktu luang dengan membaca buku Islami, mengikuti kajian online, atau berbagi dengan sesama melalui kegiatan sosial. Alihkan perhatian dari game online dengan kegiatan positif lainnya. Misalnya, membaca buku, belajar bahasa asing, berolahraga, atau mengikuti kajian keagamaan.

Keenam, buat lingkungan yang mendukung. Hindari teman atau komunitas yang sering mengajak bermain game. Sebaliknya, bergabunglah dalam komunitas yang mendorong produktivitas Ramadan, seperti grup tadarus atau kajian daring. Carilah teman-teman yang saleh dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Lingkungan yang positif akan membantu Anda menjaga semangat dan istiqomah dalam beribadah.

Pada Ramadan tahun ini, mari kita jadikan momentum untuk “puasa” dari game online. Bukan berarti harus berhenti total, namun lebih kepada pengendalian diri dan prioritas. Kita bisa analogikan seperti puasa makan dan minum, bukan berarti kita tidak boleh makan dan minum sama sekali, namun kita menahan diri dari hal tersebut di waktu yang telah ditentukan.

Begitu pula dengan game online, kita bisa batasi waktu bermain dan lebih mengutamakan ibadah serta kegiatan yang lebih bermanfaat. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk “detoksifikasi” dari hal-hal yang kurang penting dan fokus pada peningkatan kualitas diri.

Dengan niat yang kuat, jadwal yang teratur, dan dukungan lingkungan yang positif, insya Allah kita bisa meraih Ramadan yang produktif dan penuh berkah. Mari manfaatkan teknologi untuk mendukung ibadah kita, bukan untuk melalaikan kita. Semoga Ramadan ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup kita.

Puasa dari game online selama Ramadan bukan berarti menghilangkan hiburan sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Dengan mengurangi waktu bermain game, kita bisa memaksimalkan ibadah, meningkatkan kedekatan dengan keluarga, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri. Setelah Ramadan, kebiasaan ini bisa diteruskan agar waktu yang ada lebih bermanfaat untuk hal-hal yang lebih berharga.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Memahami Konsep Fikih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 29 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Secara etimologi, fikih berasal dari kata bahasa Arab faqiha-yafqahu-fikihan, yang berarti mengerti atau memahami. Orang-orang Arab memaknai fikih dalam konteks kebahasaan dengan mā daqqa wa ghamudha, yang artinya: sesuatu yang samar dan sulit untuk dipahami. Berdasarkan pengertian etimologis kata fikih ini, orang-orang Arab mengatakan faqihtu ma’na kalāmika liannahu qad yaduqqu wa yaghmadhu, […]

  • Dua Ranting IPNU IPPNU Adakan Zibar

    Dua Ranting IPNU IPPNU Adakan Zibar

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 209
    • 0Komentar

      Para pengurus Rantinf IPNU IPPNU Sukolilo dan Kuwawur melakukan foto bersama di depan makam Syeikh Ahmad Mutamakkin, Kajen setelah berziarah di sana. SUKOLILO – PR IPNU IPPNU Sukolilo bersama dengan PR IPNU IPPNU Kuwawur mengadakan acara “Zibar” (Ziarah Bareng) pada Ahad (5/9). Mereka melakukan ziarah di sejumlah tempat. Diantaranya di  Makam Syekh Ahmad Shodiq, […]

  • Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Gedung WTC Kampus 2 UNWAHAS Semarang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda menjadi narasumber Training of Trainers (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah […]

  • Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

    Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Foto : NU online Filsafat mengajari tentang beberapa aliran, salah satunya empirisme. Aliran yang mengandalkan empiris-inderawi atau pengalaman langsung sebagai dasar kebenarannya. Contohnya api diakui kalau panas tatkala indera kita terkena api dan terasa benar-benar panas. Kali ini saya tidak akan membahas filsafat, tetapi tentang bagaimana pandangan empiris itu menjadi bagian penting pengambilan keputusan dan […]

  • Si Dombos, Logo dan Maskot Porsema XIII Ma’arif NU Jateng

    Si Dombos, Logo dan Maskot Porsema XIII Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Wonosobo – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah kembali menggelar agenda besar, Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Kegiatan bergengsi ini akan berlangsung pada Rabu 10 September 2025 – Sabtu 13 September 2025 di Kabupaten Wonosobo dengan tema “Kolaborasi membangun generasi yang sehat, hebat dan […]

  • PCNU-PATI

    Bentuk Kader Militan, PAC Fatayat Trangkil Gelar LKD

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Kecamatan Trangkil mengadakan Latihan Kader Dasar (LKD), di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Jumat (30/12/2022). Kegiatan yang mengangkat tema “Pengkaderan Sebagai Sarana Membentuk Kader yang Militan, Berkarakter dan Berbudaya dalam Bingkai Ahlusunah Waljamaah Annahdhiyah” ini diikuti oleh perwakilan Anak Ranting dan Ranting Fatayat se-Kecamatan […]

expand_less