Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dari Game Online

Puasa dari Game Online

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Ramadan adalah bulan penuh berkah yang seyogianya dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan produktivitas. Namun, godaan hiburan digital, terutama game online, kerap membuat sebagian orang justru lalai dalam menjalani ibadah. Padahal, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari kebiasaan yang tidak produktif. Lalu, bagaimana cara agar Ramadan tetap produktif tanpa tergoda oleh game online?

Sebagai bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadan harusnya membuat kita produktif. Ora utek-utek setan gepeng alias ponsel. Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan sukacita dan semangat untuk meningkatkan ibadah serta menjauhi segala larangan. Namun, godaan dunia maya, terutama game online, seringkali menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana mungkin kita bisa meraih Ramadan produktif jika waktu terus terkuras untuk bermain game?

 

Hindari Game Online

Beberapa game online yang cenderung adiktif dan menghabiskan banyak waktu, baik selama Ramadan maupun setelahnya. Pertama, Mobile Legends dan PUBG Mobile. Game ini menuntut fokus tinggi dan sering kali membuat pemainnya lupa waktu. Kedua, Free Fire dan Call of Duty Mobile. Selain adiktif, game ini juga mengandung unsur kompetisi yang bisa memicu amarah.

Ketiga, Genshin Impact. Game dengan dunia terbuka yang luas ini bisa menyita waktu berjam-jam hanya untuk eksplorasi dan menyelesaikan misi. Keempat, FIFA Mobile dan eFootball. Permainan sepak bola yang sangat seru, tetapi sering kali membuat pemain lupa dengan jadwal ibadah. Kelima, Clash of Clans dan Rise of Kingdoms. Game strategi ini menuntut pemain untuk terus online agar tidak kalah dalam persaingan.

Sebenarnya, tidak ada batasan yang jelas mengenai game online apa saja yang harus dihindari. Namun, sebagai acuan, hindarilah game-game yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, hindari pula game yang membuat Anda kecanduan dan lupa waktu.

Jika ada pertanyaan, mengapa harus puasa dari game online? Game online bukanlah sesuatu yang haram, tetapi jika dimainkan secara berlebihan, ia bisa menjadi penghambat produktivitas dan mengalihkan fokus dari tujuan utama Ramadan. Beberapa alasan mengapa perlu mengurangi atau bahkan berhenti bermain game online selama Ramadan. Pertama, membuang waktu berharga. Game online sering kali membuat pemainnya lupa waktu. Seseorang yang awalnya berniat bermain hanya sebentar, bisa terjebak dalam permainan selama berjam-jam. Akibatnya, waktu untuk tilawah, salat sunnah, atau bahkan berbuka bersama keluarga menjadi terabaikan.

Kedua, mengurangi kualitas ibadah. Bermain game dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Hal ini berpotensi mengurangi kekhusyukan dalam ibadah, seperti salat tarawih atau tadarus Al-Qur’an.

Ketiga, meningkatkan emosi dan amarah. Game online sering kali memicu emosi negatif seperti amarah, frustasi, dan bahkan pertengkaran antar-pemain. Padahal, Ramadan adalah momen untuk melatih kesabaran dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan pahala puasa.

 

Strategi Produktif Puasa Ramadan

Kita harus pandai mengatur diri, mengerem, ojo kebablasen agar tidak terjebak pada kelelahan digital. Saya sih menyebutnya begitu. Alih-alih menghabiskan waktu dengan game online, sebenarnya terdapa beberapa strategi agar Ramadan lebih bermakna. Pertama, niat yang kuat. Awali Ramadan ini dengan niat yang tulus untuk menjauhi segala bentuk hiburan yang melalaikan, termasuk game online. Ingatlah, Ramadan hanya datang setahun sekali, jangan sia-siakan kesempatan berharga ini.

Kedua, jadwal teratur. Buatlah jadwal harian yang terstruktur. Sisihkan waktu khusus untuk beribadah, belajar, bekerja, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dengan jadwal yang teratur, Anda akan lebih mudah mengontrol diri dan menghindari godaan untuk bermain game.

Ketiga, tentukan target ibadah/ Buatlah target ibadah harian, seperti membaca satu juz Al-Qur’an per hari, salat tarawih setiap malam, dan memperbanyak doa, zikir, tahlilan, istighotsah, atau ziarah kubur.

Keempat, manfaatkan aplikasi islami. Agar tetap produktif, gunakan aplikasi yang bisa membantu memperkuat ibadah, seperti (1) Muslim Pro atau Umma yang menyediakan jadwal salat, Al-Qur’an digital, dan berbagai fitur Islami lainnya, (2) Quran Majeed atau Ayat yaitu aplikasi untuk membaca Al-Qur’an lengkap dengan murattal dari berbagai qari terkenal; (3) Athan, sebuah aplikasi pengingat waktu salat dengan suara azan; (4) Alarms for Fajr, sebuah aplikasi yang membantu bangun sahur tepat waktu dengan alarm khusus; (5) Cookpad atau Tasty, yaitu untuk mencari resep makanan sehat saat sahur dan berbuka. Gunakan aplikasi-aplikasi yang mendukung ibadah Ramadan, seperti aplikasi Al-Quran digital, jadwal salat, pengingat waktu imsak dan berbuka, serta aplikasi yang menyediakan konten-konten Islami yang bermanfaat.

Kelima, ganti game dengan aktivitas lebih bermanfaat. Daripada bermain game, alihkan waktu luang dengan membaca buku Islami, mengikuti kajian online, atau berbagi dengan sesama melalui kegiatan sosial. Alihkan perhatian dari game online dengan kegiatan positif lainnya. Misalnya, membaca buku, belajar bahasa asing, berolahraga, atau mengikuti kajian keagamaan.

Keenam, buat lingkungan yang mendukung. Hindari teman atau komunitas yang sering mengajak bermain game. Sebaliknya, bergabunglah dalam komunitas yang mendorong produktivitas Ramadan, seperti grup tadarus atau kajian daring. Carilah teman-teman yang saleh dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Lingkungan yang positif akan membantu Anda menjaga semangat dan istiqomah dalam beribadah.

Pada Ramadan tahun ini, mari kita jadikan momentum untuk “puasa” dari game online. Bukan berarti harus berhenti total, namun lebih kepada pengendalian diri dan prioritas. Kita bisa analogikan seperti puasa makan dan minum, bukan berarti kita tidak boleh makan dan minum sama sekali, namun kita menahan diri dari hal tersebut di waktu yang telah ditentukan.

Begitu pula dengan game online, kita bisa batasi waktu bermain dan lebih mengutamakan ibadah serta kegiatan yang lebih bermanfaat. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk “detoksifikasi” dari hal-hal yang kurang penting dan fokus pada peningkatan kualitas diri.

Dengan niat yang kuat, jadwal yang teratur, dan dukungan lingkungan yang positif, insya Allah kita bisa meraih Ramadan yang produktif dan penuh berkah. Mari manfaatkan teknologi untuk mendukung ibadah kita, bukan untuk melalaikan kita. Semoga Ramadan ini menjadi Ramadan terbaik dalam hidup kita.

Puasa dari game online selama Ramadan bukan berarti menghilangkan hiburan sepenuhnya, tetapi lebih kepada mengalihkan fokus ke hal-hal yang lebih bermanfaat. Dengan mengurangi waktu bermain game, kita bisa memaksimalkan ibadah, meningkatkan kedekatan dengan keluarga, dan menjadikan Ramadan sebagai momentum perbaikan diri. Setelah Ramadan, kebiasaan ini bisa diteruskan agar waktu yang ada lebih bermanfaat untuk hal-hal yang lebih berharga.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Fikih Tembakau

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Buku Fikih Tembakau ini disusun oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PBNU ini sebagai upaya untuk melihat sejauh mana kebijakan dalam persolan produk tembakau di Indonesia. Buku ini bisa menjadi rujukan alternatif kita semua, baik yang perokok maupun tidak.

  • PCNU-PATI

    Kunci Meraih Keberkahan Ilmu?

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    “Ketahuilah, sesungguhnya seorang penuntut ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula bermanfaat ilmunya, kecuali dengan mengagungkan ilmu dan ahli ilmu, mengagungkan gurunya dan menghormatinya.” —Imam Az-Zarnuji             Demikianlah sekelumit motivasi yang diberikan oleh penulis buku ini kepada para pemuda penuntut ilmu. Buku ini sudah lama dikenal, khususnya di kalangan pesantren yang mengkajinya  dari […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • PCNU-PATI

    Jihad Nahdlatul Ulama Melawan Korupsi

    • calendar_month Rab, 7 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Pada artikel ini akan dijelaskan empat dari tuju korosan yang terdapat dalam buku Jihad NU Melawan Korupsi. Empat korosan tesebut merupakan korosan-korosan yang menjelaskan tentang pandangan Nahdlatul Ulama’ Korupsi dan sejenisnya dari berbagai sudut serta komitmen NU dalam memberantas korupsi. Berikut ini adalah empat korosan dalam buku Jihad Melawan Korupsi Korupsi bukan sebuah kejahatan baru […]

  • Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    SEKITAR PRINSIP DAN SIKAP Istiqomah              Mbah Dullah di kenal dengan sikap istiqomahnya. Apalagi ibadah wajib, untuk ibadah sunahpun ,kalau sudah beliau pilih untuk di kerjakan mak akan beliau kerjakan secara istqomah. Ada saatnya ketika remaja beliau tak ragu memaksa diri tidur di tangga pintu rumah KH.Nawawi. Maksudnya agar ia bisa bangun diri di buka […]

  • PCNU-PATI

    Tim Aset PBNU Koordinasi Pendataan aset Pendidikan LP Ma`arif Jawa Tengah

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang, Bertempat di Hotel Muria Semarang, Tim Aset PBNU melakukan koordinasi pendataan aset pendikan LP Ma`arif Jawa Tengah pada Sabtu (17/12/2022). Hal itu dilakukan oleh Ketua Tim Aset PBNU yang juga Wakil Bendahara PBNU, H Fahmy Akbar Idries bersama Sekretaris LP. Ma’arif NU PBNU Harianto Ogi. Pendataan tersebut dilakukan di sela-sela rapat koordinasi wilayah […]

expand_less