Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Potensi Zakat di Pati 20 Milyar

Potensi Zakat di Pati 20 Milyar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
  • visibility 261
  • comment 0 komentar

IPMAFA mengadakan diskusi bersama tentang potensi zakat di negara Indonesia. Zakat adalah proyek Tuhan yang diperuntukkan untuk mengentaskan kemiskinan dan keterbelakangan umat. Oleh sebab itu, potensi zakat harus digali secara maksimal. Zakat harus setara dengan rukun Islam yang lain, khususnya shalat, puasa, dan lebih-lebih haji. Untuk menggerakkan potensi zakat yang sangat besar tersebut, para tokoh berkumpul dalam forum FGD (Focus Group Discussion) yang diselenggarakan Prodi Manajemen Zakat Wakaf Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA). KH. M. Aniq Muhammadun dan KH. Ali Munfaat dari ormas Nahdlatul Ulama mendorong pentingnya gerakan penyadaran zakat kepada orang-orang yang wajib mengeluarkan zakat (muzakki).Sedangkan Bapak Sutaji dari Pengurus Daerah Muhammadiyah Pati mendorong supaya potensi zakat di Pati digerakkan oleh seluruh elemen masyarakat. “Potensi zakat di Pati ini secara individu adalah 20 milyar”, tegas Pak Sutaji. Oleh sebab kata Pak Sutaji, Prodi Zakat Wakaf IPMAFA harus didukung supaya mampu melahirkan kader-kader amil zakat (pengelola zakat) yang jujur, amanah, dan professional. Kader-kader inilah yang nanti diharapkan mampu menggerakkan potensi zakat untuk program pengentasan kemiskinan dan keterbelakangan umat. Program “Berhenti Miskin” harus terus disosialisasikan supaya umat Islam lepas dari belenggu kemiskinan menuju kemandirian dan kesejahteraan, kata Pak Sutaji memberi semangat.
Dalam konteks ini, kader-kader amil zakat yang professional menjadi kuncinya. Hampir mutahil, potensi zakat yang besar bisa tergali secara maksimal jika amilnya tidak professional. Amil yang amanah dan professional akan melahirkan kepercayaan masyarakat yang akhirnya mereka menyalurkan zakatnya ke lembaga zakat. KH. Imam Zarkasih selaku Ketua Baznas Pati menyampaikan kompetensi lulusan amil zakat yang harus dilahirkan Prodi Zawa Ipmafa adalah mempunyai kompetensi di bidang keilmuan yang meliputi ilmu fiqh, ilmu hukum, dan regulas; kompetensi di bidang manajemen; dan kompetensi di bidang komunikasi. Pak Muslihan dari Penyelenggara Syariah Kemenag Pati menambahkan kompetensi lulusan dengan keimanan, ketakwaan, dan mampu menjadi motor penggerak zakat di wilayahnya masing-masing dengan manajemen yang transparan, akuntabel, dan kredibel. Syafii dari Baitul Mal Fastabiq menekankan kader amil zakat harus seorang relawan yang mempunyai militansi dan all out mengelola zakat dengan etos kerja yang tinggi. Mumu Mubarak dari Arta Mas Syariah menguatkan kompetensi dengan menambah akhlak yang mulia dan kemampuan inovasi yang canggih sehingga mampu menarik muzakki dan donatur lainnya. Pak Samidi dari BMT Al-Fath menginginkan lulusannya mampu bermasyarakat dengan baik dan amanah.
Kompetensi ini harus dikuasai untuk menggerakkan potensi zakat yang sangat besar. Banyak sekali lembaga zakat yang tidak berkembang karena amilnya tidak amanah, sehingga muzakki lebih suka menyalurkan zakatnya sendiri. Perwakilan dari Lazisnu Juwana, Muhibbin dari Lazisnu Tayu, dan Surahmat dari Lazisnu Trangkil mengharapkan Prodi Zawa Ipmafa mampu melahirkan kader-kader yang tangguh dan amanah dengan manajemen yang professional. Harapan besar juga disampaikan Hendri Sutrisno dari RSI Pati, supaya lulusan Prodi ini mampu berperan aktif dalam mengentaskan kemiskinan. Civitas akademika Ipmafa mendukung gerakan sadar zakat ini dan insya Allah dalam waktu dekat Prodi Zakat Wakaf akan membuat laboratorium praktikum Zakat untuk membekali kompetensi keilmuan teoritis dan skills praktis mahasiswa supaya mereka mampu menjadi amil zakat yang amanah, professional, dan produktif, kata Dr. Jamal Ma’mur, MA, Kaprodi Zawa yang memimpin FGD.(Red)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IAIN Kudus Turun Gunung Sosialisasi Kampus

    IAIN Kudus Turun Gunung Sosialisasi Kampus

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    GEMBONG-Empat puluh pendidik Yayasan Al Ma’arif NU Gembong mengikuti sosialisasi Pascasarjana IAIN Kudus. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (23/7) siang di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong-Pati. Peserta yang hadir adalah para dewan guru dari PAUD Shofa Az Zahro’, RA Muslimat NU, MI Hidayatul Islam, MTs. Al Ma’arif, MANU dan SMK-NU Gembong serta […]

  • Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan. Photo by Ny Menghor on Unsplaash.

    Hanya Se Tinggi Lutut tapi Membunuh Harapan

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* “Halah, cuma banjir ndak sampai se lutut,” celetuk seorang kawan di antara riuh hujan. Seketika telinga penulis memanas. Belum usai gemuruh dalam dada akibat ungkapan nyelekit itu, ternyata masih berlanjut. “Media terlalu membesar-besarkan.” Nah, kalau yang ini sudah ndak bisa di biarkan. Uraian ‘khotbah’ unfaedah itu harus segera di sliding […]

  • Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    Disiplin Prokes Sejak Usia Dini, Kebapa Tidak?

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Oleh : Nur Hidayatun Nikmah* Kurangnya sikap disiplin protokol kesehatan oleh orang tua ternyata sangat berpengaruh terhadap anak usia dini. Karena orang tua adalah panutan anak selama dirumah, maka jika dalam aktivitas sehari-hari orang tua tidak mencontohkan sikap disiplin yang baik dan benar, dikhawatirkan anak akan meniru perilaku ini.  Contoh kecil saja, dalam penerapan protokol […]

  • Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam menulis artikel populer (opini/esai), penulis bisa menggunakan dua gaya yaitu gaya teknokratis dan gaya sosiologis. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMP Tahfidz Al Furqon Karangawen Demak Junaidi Abdul Munif saat menjadi narasumber Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 2 Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik bertema “Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini/Esai) bertema Pendidikan” […]

  • SMK Andalusia Ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak Literasi

    SMK Andalusia Ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak Literasi

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Wonosobo – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 5 terlaksana di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Andalusia Wonosobo, Selasa (18/3/2025). Kegiatan itu berlokasi di Jl. Raya Wonosobo – Kertek KM.05, Area Gn., Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. GLM Ramadan Zona 2 itu diisi oleh Koordinator GLM Plus dan Wakil Rektor INISNU Temanggung […]

  • Santri Salafiyah Angkat Masalah Sosial Di Panggung Teater

    Santri Salafiyah Angkat Masalah Sosial Di Panggung Teater

    • calendar_month Sab, 30 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Teater Aliyah Salafiyah (TEASA) MA Salafiyah Kajen kembali menggelar pertunjukan teater pada hari jum’at (29/11) siang. Mereka mengangkat cerita naskah lakon yang berjudul Tragedi Satria yang diadaptasi dari cerpen yang berjudul Ibu Yang Anaknya Di Culik itu karya Seno Gumira Ajidarma. Salah satu adegan Teasa yang diperankan oleh santriwati Salafiyah, Kajen, Margoyoso Pada […]

expand_less