Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dalam Mengentaskan Kemiskinan

Pesantren dalam Mengentaskan Kemiskinan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
  • visibility 286
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pesentren pada umumnya merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang fokus dalam kajian kitab kuning dan Alquran. Karena di dalam pesantren kajian kitab kuning dan Alquran merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi di dalam pesantren. Hal ini sebagaimana ditegaskan Zamakhsyari Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren. Dijelaskan bahwa beberapa unsur yang harus ada dalam pesantren yaitu, adanya kiai, santri, kitab kuning, pondok (gedung), dan musala atau masjid. Itu semua harus saling melengkapi satu sama lain agar kegiatan belajar mengajar di pesantren terus berjalan.

Dari pengertian di atas sangat jelas bahwa salah satu ciri khas pendidikan di pesantren adalah kajian kitab kuning dan Alquran. Meskipun pesantren terus mengalami gempuran dari pelbagai bentuk perubahan zaman, akan tetapi eksistensi kajian kitab kuning dan Alquran terus berjalan.  Hal ini sebagaimana dijalankan para founding fathers pesantren. Karena selain menjaga kelanggengan kitab kuning dan Alquran, secara tidak langsung juga menanmkan pendidikan karakter kepada santri.

Oleh karena itu, pesantren terus mengalami perkembangan yang pesat dan sebagai lembaga pendidikan yang paking diminati oleh para orangtua santri. Data menunjukkan di kemenag.co jumlah pesantren di Indonesia sebesar 27.722 April 2022 dan jumlah santri 4.175.531 jiwa. Data ini menunjukkan animo orangtua santri sangat tinggi dan menaruh kepercayaan terhadap pengasuh pondok pesantren kepada anaknya.

Dengan demikian pesantren yang dalam sejarahnya hanya membekali santri pada khazanah kearifan lokal (kitab kuning), justru sekarang mengalami perubahan yang signifikan. Baik mulai dari bangunan gedung (pondok), kurikulum, dan sanmpai ketrampilan sebagai bentuk membekali santri kelak lulus di pesantri memiliki keahlian. Dari itu semua, kajian kitab kuning tidak ketinggalan untuk terus dikaji, sebagai wujud melanggengkan khazanah turost sebagai warisan para father fathers.

Mengentaskan Kemiskinan

Selain menanamkan pendidikan karakter terhadap para santri pesantren juga memiliki keunikan tersendiri dalam membangun bangsa. salah satunya adalah pesantren yang sejak awal berdirinya diarahkan kiainya untuk mengabdi di masyarakat dengan maksud ilmunya bermanfaat dan barokah. Nilai inilah yang ditekankan semua pengasuh pondok pesantren kepada setiap santri.

Oleh karena itu, dari beberapa pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Tentunya masing-masing pesantren memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Hal ini bisa kita lihat pada pesantren yang dirintis oleh KH. Ahmad Sahal di Kajen Pati. Dimana pesantren yang llebih akarab dikenal dengan sebutan Maslakul Huda yang didirikan oleh KH Mahfudh dan dilanjutkan KH. Sahal Mahfudh pada umumnya santri dibekali pada ilmu agama saja, tetapi seiring berjalannya waktu. Pesantren ini bertrasformasi menjadi pesantren yang memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat. 

Karena selainnya sebagai tempat menimba ilmu (agama) pesanren juga mampu dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Misalnya pesantren membekali para santri (senior) dan masyarakat dengan workshop (pelatihan) yang tepat guna dan tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan di masing-masing desanya.

Program ini dinilai Kiai Sahal sangat tepat, karena menurut beliau dalam buku Nuansa Fiqih Sosial.  Dengan membekali santri serta masyarakat dengan bentuk pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Maka, lambat laun angka kemiskinan bisa terminimalisir dan juga mengangkat perekonomian masyarakat.

Adapun kala itu, bentuk program yang diberikan oleh Kiai Sahal adalah program pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat yang berbentuk aneka krupuk tayamum yang bahannya mudah sekali didapatkan. Sehingga dari situ dari berbagai elemen masyarakat di desa Kajen pada khususnya memproduksi wirausaha aneka krupuk tayamum.

Dan dari situ, perekonomian di Desa Kajen pada waktu itu mengalami penurunan dan dengan adanya bentuk pelatihan yang diberikan pesantren kepada santri dan masyarakat sekitar. Membuahkan hasil untuk membangun kemandirian masyarakat serta mengangkat harkat-martabat dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian pesantren tidak hanya memulu terkenal akan pendidikan karakter santri, melainkan juga pesantren mampu memberikan kontribusi konkret terhadap masyarakat. Dan juga pesantren mampu mencetak santri sebagai entrepenership handal dan berani bersaing dalam kancah nasional-internasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 213
    • 0Komentar

    TAYU – Rabu, 4 September 2019, IPNU-IPPNU Komisariat MA Raudlatut Tholibin (Robin) Pakis Kec. Tayu menggelar pesta demokrasi untuk memilih ketua baru masa khidmat 2019-2020. Berlangsung di halaman madrasah, acara ini diikuti dengan antusias oleh para anggota. Baik IPNU maupun IPPNU, masing-masing memunculkan 3 kandidat calon ketua. Sebelum proses pemilihan, para kandidat berkesempatan tampil untuk menyampaikan […]

  • PCNU-PATI

    Terobosan Baru dari Manager Fundrising

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Manager Fundrising PC Lazisnu Pati melaksanakan tugasnya hari ini (07/12) untuk mengambil isi kotak koin yang dititipkan pada toko-toko di sekitar Kantor PCNU Pati. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan dan meningkatkan pergerakan Fundrising koin NU agar semakin baik. Syaiful Huda selaku Manager Fundrising PC Lazisnu Pati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan follow up […]

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

  • Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berkunjung ke kantor PBNU, Selasa (14/1). Ditemui Ketua Umum (Ketum) PBNU dan beberapa pengurus lainnya, Pigai dan PBNU memyepakati sebuah kerja sama. Bersama PBNU, Kementerian HAM berencana membangun pusat studi HAM. Gagasan ini, nantinya akan diwujudkan melalui perguruan-perguruan tinggi di bawah naungan organisasi islam terbesar […]

  • Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.956
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pemerintah dan masyarakat Pati diminta untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Muh Zen, saat menjadi narasumber Dialog Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Muh Zen […]

  • Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    Pelaksanaan Muktamar NU Resmi Ditetapkan, Ini Tanggal Mainnya

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

      Penetapan tanggal Muktamar NU JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan gelaran Muktamar ke-34 NU di Provinsi Lampung diselenggarakan pada 23-25 Desember 2021. Ketetapan ini berdasarkan keputusan Konferensi Besar (Konbes) NU di Jakarta pada 26 September 2021 lalu. Ketetapan diputuskan ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil  Staquf, Ketua […]

expand_less