Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren dalam Mengentaskan Kemiskinan

Pesantren dalam Mengentaskan Kemiskinan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 24 Sep 2022
  • visibility 263
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pesentren pada umumnya merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang fokus dalam kajian kitab kuning dan Alquran. Karena di dalam pesantren kajian kitab kuning dan Alquran merupakan salah satu unsur yang harus dipenuhi di dalam pesantren. Hal ini sebagaimana ditegaskan Zamakhsyari Dhofier dalam bukunya Tradisi Pesantren. Dijelaskan bahwa beberapa unsur yang harus ada dalam pesantren yaitu, adanya kiai, santri, kitab kuning, pondok (gedung), dan musala atau masjid. Itu semua harus saling melengkapi satu sama lain agar kegiatan belajar mengajar di pesantren terus berjalan.

Dari pengertian di atas sangat jelas bahwa salah satu ciri khas pendidikan di pesantren adalah kajian kitab kuning dan Alquran. Meskipun pesantren terus mengalami gempuran dari pelbagai bentuk perubahan zaman, akan tetapi eksistensi kajian kitab kuning dan Alquran terus berjalan.  Hal ini sebagaimana dijalankan para founding fathers pesantren. Karena selain menjaga kelanggengan kitab kuning dan Alquran, secara tidak langsung juga menanmkan pendidikan karakter kepada santri.

Oleh karena itu, pesantren terus mengalami perkembangan yang pesat dan sebagai lembaga pendidikan yang paking diminati oleh para orangtua santri. Data menunjukkan di kemenag.co jumlah pesantren di Indonesia sebesar 27.722 April 2022 dan jumlah santri 4.175.531 jiwa. Data ini menunjukkan animo orangtua santri sangat tinggi dan menaruh kepercayaan terhadap pengasuh pondok pesantren kepada anaknya.

Dengan demikian pesantren yang dalam sejarahnya hanya membekali santri pada khazanah kearifan lokal (kitab kuning), justru sekarang mengalami perubahan yang signifikan. Baik mulai dari bangunan gedung (pondok), kurikulum, dan sanmpai ketrampilan sebagai bentuk membekali santri kelak lulus di pesantri memiliki keahlian. Dari itu semua, kajian kitab kuning tidak ketinggalan untuk terus dikaji, sebagai wujud melanggengkan khazanah turost sebagai warisan para father fathers.

Mengentaskan Kemiskinan

Selain menanamkan pendidikan karakter terhadap para santri pesantren juga memiliki keunikan tersendiri dalam membangun bangsa. salah satunya adalah pesantren yang sejak awal berdirinya diarahkan kiainya untuk mengabdi di masyarakat dengan maksud ilmunya bermanfaat dan barokah. Nilai inilah yang ditekankan semua pengasuh pondok pesantren kepada setiap santri.

Oleh karena itu, dari beberapa pesantren yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara. Tentunya masing-masing pesantren memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Hal ini bisa kita lihat pada pesantren yang dirintis oleh KH. Ahmad Sahal di Kajen Pati. Dimana pesantren yang llebih akarab dikenal dengan sebutan Maslakul Huda yang didirikan oleh KH Mahfudh dan dilanjutkan KH. Sahal Mahfudh pada umumnya santri dibekali pada ilmu agama saja, tetapi seiring berjalannya waktu. Pesantren ini bertrasformasi menjadi pesantren yang memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat. 

Karena selainnya sebagai tempat menimba ilmu (agama) pesanren juga mampu dalam melakukan pemberdayaan masyarakat. Misalnya pesantren membekali para santri (senior) dan masyarakat dengan workshop (pelatihan) yang tepat guna dan tepat sasaran untuk mengentaskan kemiskinan di masing-masing desanya.

Program ini dinilai Kiai Sahal sangat tepat, karena menurut beliau dalam buku Nuansa Fiqih Sosial.  Dengan membekali santri serta masyarakat dengan bentuk pelatihan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Maka, lambat laun angka kemiskinan bisa terminimalisir dan juga mengangkat perekonomian masyarakat.

Adapun kala itu, bentuk program yang diberikan oleh Kiai Sahal adalah program pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat yang berbentuk aneka krupuk tayamum yang bahannya mudah sekali didapatkan. Sehingga dari situ dari berbagai elemen masyarakat di desa Kajen pada khususnya memproduksi wirausaha aneka krupuk tayamum.

Dan dari situ, perekonomian di Desa Kajen pada waktu itu mengalami penurunan dan dengan adanya bentuk pelatihan yang diberikan pesantren kepada santri dan masyarakat sekitar. Membuahkan hasil untuk membangun kemandirian masyarakat serta mengangkat harkat-martabat dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan demikian pesantren tidak hanya memulu terkenal akan pendidikan karakter santri, melainkan juga pesantren mampu memberikan kontribusi konkret terhadap masyarakat. Dan juga pesantren mampu mencetak santri sebagai entrepenership handal dan berani bersaing dalam kancah nasional-internasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI Photo by Mufid Majnun

    Uang Pemberian Calon KADES

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Disuatu desa akan diadakan pemilihan Kades (kepala desa). Dalam PILKADES tersebut ada seorang calon membagi-bagikan uang atau sejenisnya kepada calon pemilih didesa tersebut, dengan maksud dan tujuan tiada lain adalah menjadi KADES terpilih. Pertanyaan : Bagaimana hukum pemberian uang dalam kasus diatas ? Jawaban :  Tafsil, Jika menjadi KADES itu hukumnya fardlu `ain (sebab tidak […]

  • Dukung Kegiatan IPNU IPPNU, Ini Pesan Camat Dukuhseti

    Dukung Kegiatan IPNU IPPNU, Ini Pesan Camat Dukuhseti

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Camat Dukuhseti, Agus Sunarko memberikan pesan kepada kader Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU IPPNU) Kecamatan Dukuhseti, bahwa adab lebih utama daripada ilmu. Hal ini disampaikainnya saat mengisi Latihan Kader Muda (Lakmud) PAC IPNU IPPNU Dukuhseti, belum lama ini. Ia mengatakan dalam menuntut ilmu para […]

  • Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia. Artikel bejudul Radikalisme […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.642
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke -14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya. […]

  • MWC NU Kec Gabus Mengadakan Shalat Istisqa’

    MWC NU Kec Gabus Mengadakan Shalat Istisqa’

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Warta MWC Gabus. Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Gabus mengadakan sholat Istisqo’ bersama Pagar Nusa, Ansor, Banser,Fatayat. Banser,IPNU-IPPNU. Dan sekolah-sekolah yang berada di Kec Gabus. Senin (21/9). Ribuan warga Nahdliyin  Kec Gabus mengikuti Shalat Istisqo’ yang dilaksanakan di Lapangan Desa Gabus.Hal ini dilakukan agar Tuhan memberikan berkah dan rahmat berupa hujan yang dinantikan kehadirannya. […]

  • Doa Menag saat Upacara Tuai Pujian, Ini Teks Lengkapnya

    Doa Menag saat Upacara Tuai Pujian, Ini Teks Lengkapnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas sedang membacakan doa dalam Upacara HUT RI ke-76. Doa inilah yang kemudian viral karena keindahan diksinya. PATI-Tidak ada yang aneh dengan upacara peringatannkemerdekaan RI yang ke-76, Selasa (17/8) di istana negara kemarin. Namun akhir-akhir tidak masyarakat yang menyoroti Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoimas.  Bukan soal pakaian atau momen-momen […]

expand_less