Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran NU dalam Menanggulangi Bencana

Peran NU dalam Menanggulangi Bencana

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 9 Des 2023
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Lingkungan pada dasarnya merupakan tempat untuk tempat tinggal maupun bisa juga diartikan tempat untuk bercocok tanam. Sehingga lingkungan memiliki arti yang sangat luas. Oleh karena itu, lebih spesifik lingkungan di sini yang dimaksud adalah lingkungan ekosistem yang ada di sekitar kita.

Dimana dalam hal ini, penting sekali untuk menjaga ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh bencana alam maupun olah oknum tangan manusia. Karena dengan menjaga kelestarian alam, baik melakukan reboisasi, buang sampah pada tempatnya, dan melakukan normalisasi. Dari beberapa Langkah tersebut, tentunya bisa meminimalisir terjadinya bencana dan lingkungan tetap terjaga.

Maka dalam hal ini peran NU sebagai organisasi masyarakat terbesar di dunia, tentunya sangat vital dalam menanggulangi bencana. Melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LBM) NU bahu-membahu untuk mengurai bencana baik itu berbentuk sosial, moral, dan bencana alam lainnya.

NU bersama LPB terus melancarkan gerakan menyelesaikan problem-problem sosial yang kaitannya dengan kerusakan alam seperti adanya banjir, gempa, tanah lonsor, kebakaran hutan, dan jenis bencana lainnya. Maka dengan begitu, peran NU dalam bidang lingkungan bisa tersampaikan melalui program dan kegiatan yang diusung oleh LPB NU.

Selain hal yang disebutkan di atas, penaggulangan bencana yang dilakukan oleh NU juga dilakukan dengan pendekatan agama. Berbagai bencana yang terjadi secara beruntun yang hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia telah melahirkan banyak pandangan masyarakat baik yang positif dan negatif perihal bencana, bagaimana sesungguhnya bencana ditinjau dari sudut pandang Islam. Hal ini sangat relevan karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang dikenal religius dan merupakan negara dengan berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Meluruskan berbagai pandangan masyarakat ini sangat penting karena sudut pandang keagamaan masyarakat akan sangat berhubungan dengan sejauh mana masyarakat menentukan sikap dan langkah dalam menaggapai atau merespon bencana yang telah terjadi atau yang mungkin akan terjadi.

Adapaun langkah-langkah dalam upaya penanggulanagan bencana agar dapat berjalan efektif dan efesien perlu diintegrasikan dengan pendekatan agama. Di sinilah diharapkan lahir wacana dan implementasi penanggulangan bencana dalam prespektif yang lebih bersifat holistic yaitu pendekatan bio-psychosocial-spiritual.

Penanggulangan bencana dalam prekpektif hukum Islam adalah wajib dilakukan bahkan dapat digolongkan dalam kategori fardlu (lebih dari wajib). Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip dalam hukum Islam, diantaranya. Pertama, segala upaya dan sarana yang dapat menimbulkan bencana harus dicegah. Kedua, segala upaya dan sarana dapat menghindarkan bencana harus dilakukan baik yang bersifat fisik maupun rohani. Ketiga, sesuatu yang tidak dapat dilakukan secara keseluruhan, jangan ditinggalkan semua.  Keempat, Harus diambil alternative yang paling sedikit/kecil resikonya.

Oleh karena itu, dengan mengetahui cara pandang keagamaan dalam menanggulangi bencana, maka tidak hanya dari lembaga NU saja yang harus berpartisipasi. Akan tetapi perlu adanya partisipasi baik dari masyarakat, pemerintah untuk saling bahu-membahu membantu dalam melakukan gerakan penanggulangan bencana.

Karena tanpa adanya kesadaran dan partisipasi dari elemen masyarakat, tentunya penanggulangan bencana yang dirancangkan tidak akan berjalan semestinya. Dengan demikian dibutuhkan bantuan dan partisipasi dari semua elemen Masyarakat untuk salaing terlibat dan membantu, agar bencana yang ada di Indonesia bisa teratasi dan ada solusinya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Colin Watts

    Ontran – Ontran

    • calendar_month Ming, 18 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Resahku kali ini karena udah masuk musim pemilu. Gegeran di medsos sudah tidak bisa di filter lagi. Yang sana nyerang sini. Yang sini nyerang sana. Uwes gak tahu lagi mana yang benar. Ada yang bilang kejadian 98 itu bukan dalang si ini. ada yang bilang pengajuan MK karena awalnya dari itu. […]

  • PCNU-PATI

    Rekontruksi Sejarah Al -Quran

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Buku ini berupaya merekonstruksi perjalanan historis Al-Qur’an yang diharapkan dapat bertahan terhadap kritik sejarah sekaligus bisa berhadapan dengan berbagai prasangka “ilmiah” Barat. Masalah-masalah utama dalam pewahyuan Al-Qur’an serta pengumpulan dan stabilisasi teksnya menjadi fokus kajian dalam buku ini. Dengan demikian, objek studi ini mencakup keseluruhan etape perjalanan kesejarahan Al-Qur’an, dan hasilnya diharapkan memberikan kontribusi signifikan […]

  • Semua Sekolah/Madrasah Ma`arif NU Jawa Tengah Diwajibkan Inklusif

    Semua Sekolah/Madrasah Ma`arif NU Jawa Tengah Diwajibkan Inklusif

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah melalui Pengawas Penggerak Maarif NU ingin mematikan bahwa semua Lembaga Pendidikan dibawah naungan Maarif baik Sekolah dan Madrasah tidak boleh menolak calon Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Hal itu disampaikan oleh Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah, R Andi Irawan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Penggerak Maarif […]

  • a woman holding a bouquet of flowers in her hands

    Merayakan IWD (International Women’s Day)

    • calendar_month Jum, 8 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pagi ini setelah saya bersih-bersih rumah, seperti biasa saya pasti membuka handphone untuk sekadar berseluncur di media sosial. Entah untuk membuka Whatsapp memastikan apakah ada yang mengirimi saya sebuah pesan selamat pagi, selamat berbahagia hari ini. Selain membuka Whatsapp yang nyatanya memang tak ada ucapan tersebut disana, saya kemudian beralih ke […]

  • Terdampak Pandemi Covid-19, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Lakukan Observasi UMKM

    Terdampak Pandemi Covid-19, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Lakukan Observasi UMKM

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO, Mahasiswa KKN IAIN Kudus Kemarin melakukan observasi terhadap pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19 . Pandemi Covid-19 ini memberikan pengaruh yang cukup siginifikan terhadap aspek kehidupan, tidak terkecuali Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang juga terkena dampak dari pandemi Covid-19 tersebut. Kasno, salah satu pembuat tempe dari Desa Tambakromo Kecamatan Tambakromo mengeluhkan menurunkannya […]

  • Warga Gandeng PMII Syekh Mutamakkin Tancapkan 8000 Bibit Mangrove

    Warga Gandeng PMII Syekh Mutamakkin Tancapkan 8000 Bibit Mangrove

    • calendar_month Sel, 3 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    TAYU-Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Mutamakkin Pati melakukan gerakkan penanaman mangrove, Senin (2/12). Penanaman ini dilakukan bersama dengan para petani tambah dan nelayan Desa Dororejo, Tayu. Pengurus PMII Komisariat Syeh Mutamakkin bersama dengan warga dan TNI-Polri usai penanaman 8000 bibit mangrove di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Senin (2/12). Sebanyak 8.000 bibit pohon […]

expand_less