Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
  • visibility 345
  • comment 0 komentar

WINONG – Cerita haji dari ketua PCNU Pati belum usai. Bahkan untuk menceritakan seputar pelayanan pemerintah, KH. Yusuf Hasyim memaparkannya selama hampir dua jam. 

Banyak servis pemerintah yang sangat memuaskan, mulai dari kesehatan, makanan dan bahkan tempat menginap. 

Pelayanan lain yang juga sangat membekas adalah servis lapangan. Menurutnya, disepanjang jalan, ada petugas PPIH yang memberikan pengarahan dan menemani.

“Untuk rute yang jauh, pemerintah juga menyediakan armada bus sholawat. Seingat saya hanya ada tiga atau empat negara yang memberi fasilitas semacam ini,” terang dia. 

Bukan hanya dari sisi penyelenggara, menurut K. Yusuf, Jamaah haji indonesia juga sangat kompak. 

“Bahkan pas kami jalan bersama iti membaca sholawat khas Nusantara. Saking banyaknya jumlah kami, jamaah dari negara lain malah nimbrung melantunkan sholawat bersama kami,” kenangnya

Harapan

Dalam kalam pamungkasnya, Kiai Yusuf Berharap pelayanan ini juga bisa bertahan atau bahkan meningkat hingga tahun-tahun berikutnya. 

“Apakah karena pelayanan yang maksimal ini karena jama’ah hajinya sedikit atau bagaimana, tapi saya berharap agar pelayana semacam ini juga dapat dirasakan oleh jama’ah haji di tahun-tahun memdatang,” terang dia. 

Selain itu, Kiai Yusuf juga menegaskan bahwa dirinya beserta istri merasa sangat puas dengan pelayanan PPIH Indonesia, serta berterima kasih untuk Kementerian Agama RI. 

Hal yang Mengganjal

Kiai Winong tersebut menegaskan bahwa selama beribadah di tanah suci, dirinya merasa hampir tidak ada kendala. 

“Baik dalam pelayanan, kekompakan sesama jamaah ataupun kelengkapan ibadah, alhamdulillah semuanya lancar,” ungkap dia. 

Hanya saja, ada satu hal yang membuatnya merasa sedikit penasaran. 

“Bukan menyesal ya, tapi terasa aga kurang komplit,” tambahnya sambil tersenyum. 

Satu-satunya hal yang mengganjal tersebut adalah ketiadaan fasilitas untuk mendekati hajar aswad. 

“Jangankan mencium, mendekat saja tidak boleh. Dipagar dan dijaga,” terangnya. 

Hal ini semata-mata karena pemberantasan Covid-19 belum sepenuhnya selesai di beberapa negara. Sehingga dikhawatirkan akan menambah penularan virus tersebut jika para jamaah haji diperbolehkan mencium hajar aswad.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by geralt

    Celeng, Babi, dan Anjir

    • calendar_month Sel, 25 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Tiga bentuk umpatan di atas sengaja saya jadikan judul pada artikel ini. Mengingat, ragam bahasa yang digunakan anak-anak dan remaja kita, sekarang ini memprihatinkan. Di semua level. Entah pra sekolah, SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Di kota dan desa sama. Meski bentuk umpatannya berbeda. Umpatan ditinjau dari bentuknya pun beragam. Pertama, nama binatang seperti […]

  • Syuriyah NU Pati Ingatkan Kembali Warga untuk Taat Prokes

    Syuriyah NU Pati Ingatkan Kembali Warga untuk Taat Prokes

    • calendar_month Sen, 19 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    KH. Aniq Muhammadun, Ro’is Syuriyah PCNU Pati.  KOTA-Pengurus Cabang NU Pati kembali membuka suara mengenai kebijakan pemerintah selama pandemi. Hal ini disampaikan oleh KH. Aniq Muhammadun, Ro’is Syuriyah NU Pati.  Melalui video berdurasi sekitar tiga menit, kiai yang akrab disapa Yi Aniq ini menegaskan bahwa aturan pemerintah mengenai protokol kesehatan sudah sangat tepat.  Bahkan, KH. […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

  • Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    Pengurus MWCNU Jakenan di Lantik

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2017-2022 di lantik secara resmi oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, beberapa waktu yang lalu. Menjadi pengurus NU adalah tabungan di akhirat, kita berdakwah harus melalui niat yang ikhlas mengabdi sepenunya terhadap masyarakat, baik melalui agama, sosial dan penguatan ekonomi,             “Jajaran pengurus setelah kami lantik, […]

  • NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.126
    • 0Komentar

    Temanggung – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun Kabupaten dalam Apel dan Parade 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100 Masehi. Momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya pada hari Sabtu Pagi […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Bulan Tata-tata

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Iki arep ning omahe mbahe, awakmu wes tata-tata durung, Nduk? Ya, saya ingat almarhum mertua saya ketika tanya kepada istriku. “Ini mau pergi ke rumah si mbah, kamu sudah siap-siap belum, Nduk?” Ya, begitu artinya. Kata “tata” sesuai KBBI (2024) berarti aturan, hukum, kaidah, susunan, cara menyusun, sistem. Kalau dalam bahasa Jawa, […]

expand_less