Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
  • visibility 486
  • comment 0 komentar

WINONG – Cerita haji dari ketua PCNU Pati belum usai. Bahkan untuk menceritakan seputar pelayanan pemerintah, KH. Yusuf Hasyim memaparkannya selama hampir dua jam. 

Banyak servis pemerintah yang sangat memuaskan, mulai dari kesehatan, makanan dan bahkan tempat menginap. 

Pelayanan lain yang juga sangat membekas adalah servis lapangan. Menurutnya, disepanjang jalan, ada petugas PPIH yang memberikan pengarahan dan menemani.

“Untuk rute yang jauh, pemerintah juga menyediakan armada bus sholawat. Seingat saya hanya ada tiga atau empat negara yang memberi fasilitas semacam ini,” terang dia. 

Bukan hanya dari sisi penyelenggara, menurut K. Yusuf, Jamaah haji indonesia juga sangat kompak. 

“Bahkan pas kami jalan bersama iti membaca sholawat khas Nusantara. Saking banyaknya jumlah kami, jamaah dari negara lain malah nimbrung melantunkan sholawat bersama kami,” kenangnya

Harapan

Dalam kalam pamungkasnya, Kiai Yusuf Berharap pelayanan ini juga bisa bertahan atau bahkan meningkat hingga tahun-tahun berikutnya. 

“Apakah karena pelayanan yang maksimal ini karena jama’ah hajinya sedikit atau bagaimana, tapi saya berharap agar pelayana semacam ini juga dapat dirasakan oleh jama’ah haji di tahun-tahun memdatang,” terang dia. 

Selain itu, Kiai Yusuf juga menegaskan bahwa dirinya beserta istri merasa sangat puas dengan pelayanan PPIH Indonesia, serta berterima kasih untuk Kementerian Agama RI. 

Hal yang Mengganjal

Kiai Winong tersebut menegaskan bahwa selama beribadah di tanah suci, dirinya merasa hampir tidak ada kendala. 

“Baik dalam pelayanan, kekompakan sesama jamaah ataupun kelengkapan ibadah, alhamdulillah semuanya lancar,” ungkap dia. 

Hanya saja, ada satu hal yang membuatnya merasa sedikit penasaran. 

“Bukan menyesal ya, tapi terasa aga kurang komplit,” tambahnya sambil tersenyum. 

Satu-satunya hal yang mengganjal tersebut adalah ketiadaan fasilitas untuk mendekati hajar aswad. 

“Jangankan mencium, mendekat saja tidak boleh. Dipagar dan dijaga,” terangnya. 

Hal ini semata-mata karena pemberantasan Covid-19 belum sepenuhnya selesai di beberapa negara. Sehingga dikhawatirkan akan menambah penularan virus tersebut jika para jamaah haji diperbolehkan mencium hajar aswad.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asesmen Lapangan Prodi PGMI, Rektor INISNU Sebut sebagai Wahana Belajar Mutu Eksternal

    Asesmen Lapangan Prodi PGMI, Rektor INISNU Sebut sebagai Wahana Belajar Mutu Eksternal

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.346
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung resmi melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada Senin–Selasa, 15–16 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik), yakni Prof. Dr. Siti Rochmiyati, M.Pd., dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta dan Dr. […]

  • PCNU-PATI

    Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Bocorkan Ciri-ciri Guru Stres

    • calendar_month Kam, 5 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

    Semarang – Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang, Erwan Rachmat memberikan pengarahan, bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru melainkan hanya pendekatan pembelajaran. Sejak dulu, dikatakannya, telah banyak berkembang pendekatan dan model pembelajaran seperti Active Learning, Contextual Theaching Learning, Cooperative Learning, dan lainnya. Pihaknya juga menghimbau agar guru di wilayah Kecamatan Gajahmungkur aktif dan inovatif dalam mendesain […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Kontribusi NU dalam Mengentaskan Moralitas Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pendidikan di Indonesia erat sekali dikaitkan dengan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Dimana dalam proses belajar baik formal maupun non-formal tentunya guru memiliki standar masing-masing dalam memberikan materi kepada peserta didik. Hal ini dimaksud untuk mempermudah transfer pembelajaran antara guru dan murid. Sedangkan dalam pendidikan formal, idealnya penilian […]

  • Islam dan Modernitas

    Islam dan Modernitas

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

     Oleh : Miftahus Salam* Modernitas (kemodernenan) adalah salah satu masalah paling krusial yang dihadapi oleh umat Islam abad ini. Pasalnya sampai saat ini umat Islam selalu diidentikkan dengan kelompok yang berseberangan dengan modernitas. Bahkan ada yang membuat kesan bahwa Islam tidak cocok dengan modernitas. Isu-isu terkait modernitas menjadi tantangan tersendiri bagi umat Islam, terutama dalam […]

  • Seminar Kesehatan PC Fatayat NU

    Seminar Kesehatan PC Fatayat NU

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Pati. Fatayat, Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, jajaran Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati mengadakan seminar kesehatan, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Pati H. Haryanto. SH, MM, M.Si, dengan mengundang 21 PAC Fatayat  se Kabupaten Pati kurang lebihnya peserta sebanyak 450 orang, dengan menghadirkan narasumber  BALKESMAS Pati dr. Aviani Tri Tanti Venusia, […]

  • PCNU-PATI Photo by Jordan Harrison

    Dakwah ‘Salah Server’

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Seorang putra wali (yang juga wali) diberangkatkan haji oleh ayahnya. Namun setiba di Pasai, ia bersama temannya malah memilih ‘sekolah’ disana. Tentunya langkah ini diambil untuk memperdalam agama yang sudah diajarkan oleh sang ayah sebelumnya. Pulang ke jawa, tanah kelahirannya, si putra wali ini mengawali debut dakwah di Kediri. Waktu itu, […]

expand_less