Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Masjid sebagai agen of change

Peran Masjid sebagai agen of change

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Masjid sebagaimana kita ketahui merupakan tempat untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt. Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tentunya dibutuhkan sarana dan tempat yang tepat dan bisa lebih khusyuk dan khidmat dalam beribadah kepada Sang Kholiq. Maka, keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ‘Muslim’ tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi urgen bagi masyarakat.

Selain sebagai tempat beribadah fungsi lain masjid juga sebagai tempat untuk bermusyawarah dalam memecahkan problematika umat. Sedangkan fungsi masjid pada periode Nabi Muhammad Saw selain digunakan untuk bermusyawarah juga dijadikan sebagai tempat dalam menyebarkan Islam. Dimana pada waktu itu, beliau bersegera membangun masjid terlebih dahulu sebelum membangun hal-hal lain.  Hal ini dimaksud keberadaan masjid kala itu menjadi sangat urgen, baik untuk tempat beribadah maupun untuk bermusyawarah.

Jika ditilik secara mendalam, peranan masjid yang paling utama adalah untuk memotivasi dan membangkitkan kekuatan ruhaniyah dan keimanan umat Islam. Di samping itu juga untuk menjadi lem perekat internal umat Islam serta menunjang persatuan sosial. Bahkan jika mengacu pada lintasan sejarah umat Islam awal, kita melihat bahwa peranan dominan dari masjid adalah dalam pembangunan sosial masyarakat.

Karena kalau kita perhatikan keberadaan masjid baik di desa maupun di kota secara manajemen belum tertata secara baik dan belum ada program yang menyentuh riil di masyarakat. Oleh karena itu,penting sekali keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat, para pengurus masjid sudah sayogjanya membuat trobosan-trobosan baru dalam membuat program yang memberikan bentuk pelayanan terhadap jamaah, musafir, dan warga sekitar dalam hal yang positif.

Adapun bentuk program yang bisa diterapkan di masyarakat menurut Edi Suharto dalam bukunya membangun masyarakat dan memberdayakan mrakyat, setidaknya ada tiga program, antara lain yaitu.

Pertama, Pengembangan sumber daya manusia yang meliputi pelatihan ketrampilan. Pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia (SDM), yaitu antara lain pelatihan manajemen kelembagaan, dan pelatihan ketrampilan (komputer, menjahit, membuat kue, memasak, dan lain-lain).  

Itu semua bisa diterapkan dengan catatan sesuai dengan konteks di lapangan dan kebutuhan masyarakat sekitar masjid. Karena apapun program dan kegiatannya tanpa dilakukan kajian observasi dan musyawarah bersama masyarakat, tentunya program yang dijalankan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, penting sekali ketika masjid yang digawangi oleh para pengurusnya harus benar-benar mengkaji ulang kegiatan dan harus ada evaluasi, agar program di lapangan terus berjalan.

Kedua, Penguatan lembaga pengelola program di masyarakat dengan dibentuk Unit Pembinaan Keluarga Miskin (UPKM) di setiap kelurahan yang bertugas untuk mengelola dan membina keluarga miskin. Dimana hal ini sangat penting, agar pola piker masyarakat tidak condong dan mengharap adanya bantuan. Maka, ketika ada bantuan tentunya diarahkan untuk kegiatan yang positif. Misalnya dalam hal berwirausaha maupun bentuk entrepenurship lainnya. Hal ini dimaksud bentuk bantuan tidak disalahgunakan, melainkan benar-benar dimanfaatkan dalam hal yang positif dan membawa nilai tambah ekonomis bagi pelaku enterpenurship.

Oleh karena itu, bentuk pendampingan, fasilitator, dan konsultan harus benar-benar meluangkan waktu dan tenaganya. Agar masyarakat bisa merasakan dampak dari program masjid.

Ketiga, Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UMKM), pelaksanaan kegiatan sebagai upaya untuk pengembangan usaha kecil menengah, membuka peluang/kesempatan kerja dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, meliputi antara lain pelatihan industri kecil dan pemberian kredit untuk modal usaha. Dimana kegiatan ini sifatnya adalah bentuk simpan pinjam dari masjid memberikan modal sosial bagi masyarakat atau jamaah yang membutuhkannya. Sehingga dari modal sosial tersebut bisa digunakan untuk wirausaha. Dan apabila dari jamaah tidak mampu mengembalikan modal sosial apabila di tenaah perjalananya, mengalami kendala, dari pengurus masjid sendiri tidak menuntut untuk dikembalikan.

Dengan demikian, dari adanya tiga program di atas tentunya sudah bisa menjadi barometer program pemberdayaan melalui masjid. Dan apabila semua masjid di Indonesia memiliki program seperti di atas, tentunya sangat membantu sekali terhadap masyarakat sekitar dan tentunya akan mengurai angka kemiskinan di masyarakat.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Silas Baisch

    Mengentaskan Kemiskinan Melalui Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 31 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada bulan Maret 2023, persentase penduduk miskin sebesar 9,36 persen, turun 0,21 persen poin dari September 2022 dan 0,18 persen poin dari Maret 2022. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2023 adalah 25,90 juta orang, turun 0,46 juta orang dari September 2022 dan 0,26 juta orang […]

  • Koin Kemandirian NU

    Koin Kemandirian NU

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    RABU, 31 Januari 2018, Nahdlatul Ulama memeringati Hari Lahir (Harlah) ke-92. Berdiri sejak 31 Januari 1926, kontribusi NU pada bangsa tidak terhitung jumlahnya, baik dalam konteks pembinaan moral, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta internalisasi nasionalisme dan patriotisme. NU berdiri dari tiga embiro gerakan, yaitu Nahdlatul Wathan yang bergerak di bidang nasionalisme (1916), Tashwirul […]

  • Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

    Rayakan HUT ke-4, Paguyuban Sopir Pati Gelar Dialog Interaktif

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.326
    • 0Komentar

      ​Pcnupati.or.id – Paguyuban Sopir Pati (PSP) memeriahkan hari jadinya yang ke-4 dengan semangat kebersamaan. Perayaan tahun ini dikemas secara edukatif melalui Dialog Interaktif bertajuk “Melakukan Sebuah Kebaikan, Dilakukan Oleh Siapa Saja” yang digelar di Yutaka Farm, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Sabtu (27/12/2025) sore. ​Acara yang berlangsung meriah ini menjadi momentum penting bagi para pengemudi […]

  • GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    GLM Ramadan, Ikhtiar Ma’arif NU Jateng Kuatkan Literasi

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Blora – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah pada Ramadan 1446 H tahun 2025 menggelar Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pengurus Bidang Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Inklusi melalui Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus. Dikatakan Koordinator GLM Plus Hamidulloh Ibda, bahwa Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah sebagai […]

  • PCNU-PATI

    Jalan-Jalan (Berlubang)

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa hari ini hujan terus berdatangan. Tanpa bilang-bilang, akan tetapi meninggalkan sebuah kenangan yaitu banyak jalan yang berlubang. Jalan berlubang sebab curah hujan yang berharian; bukan sebab tikus berdasi yang melubangi jalan. Kondisi tersebut tentu sangat tak mengenakkan bagi penghuni jalan—termasuk saya dan Anda. Tapi bagaimana lagi saya dan Anda […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan di Pati Bumi Mina Tani

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* “Poso kok ora bali Dukuhseti piye leh?” Seorang teman bertanya sembari menegaskan saya diharapkan ke tempat kelahiran di Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati. Menjalankan ibadah Ramadan di tempat kelahiran meman beda. Beda sekali. Saya kira tidak hanya di Pati. Setiap tempat kelahiran menyimpan ruang-ruang memori yang indah ketika momentum Ramadan. Sebab, […]

expand_less