Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peraih Umroh PGSI: Hadiah Ini untuk Ibu Agar Bisa ke Baitullah

Peraih Umroh PGSI: Hadiah Ini untuk Ibu Agar Bisa ke Baitullah

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
  • visibility 457
  • comment 0 komentar

JAKEN-Sri Muhsinah, guru RA yang mendapatkan doorprize umroh berencana menghadiahkan paket umroh tersebut untuk ibu tercinta. Sehingga Sang Ibu tercinta dapat menunaikan ibadah umroh ke Baitullah. Paket umroh ini merupakan hadiah utama dalam acara Jalan Sehat yang digelar oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) pada Minggu (18/8) kemarin.

Sebagaimana diberitakan pcnupati.or.id sebelumnya, Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) mengadakan acara Jalan Sehat dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke-8 dan sekaligus peringatan HUT RI ke-74. Acara ini diikuti oleh anggota PGSI dari seluruh kabupaten Pati ditambah dengan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU. Baca: PGSI Gandeng Fatayat-Muslimat untuk Adakan Jalan Santai Berhadiah Umroh

Sri Muhsinah Peraih Umroh PGSI
Sri Muhsinah, S.Pd.I, peraih hadiah umroh dalam jalan sehat PGSI (Minggu, 18/8)

Hadiah utama jalan sehat PGSI Kab. Pati yang berupa paket umroh akhirnya diterima oleh Sri Muhsinah, S.Pd.I, seorang guru swasta yang mengajar di RA Islamiyah Desa Sumberarum Kec. Jaken. Baca: Guru RA Asal Jaken Raih Hadiah Umroh dari PGSI

“Saya sangat kaget. Karena sebelumnya tidak terpikirkan untuk mendapatkan doorprize. Ini malah dapat doorprize utama”, ungkap Bu Ina, sapaan guru ini kepada www.pcnupati.or.id. “Itu wow banget. Dan syukur kepada Allah.”

Lebih lanjut guru RA Sumberarum itu bercerita bahwa sebelumnya tidak memiliki firasat apa-apa. “Sama sekali tidak ada firasat apapun”, tegasnya.

Namun ada sedikit hal yang membuatnya heran. Saat sedang mengikuti jalan sehat, Bu Ina sempat merasa lemas. Ini mungkin dikarenakan sebelumnya belum sempat sarapan ditambah lagi harus berjalan sambil menggendong anaknya yang masih berusia 4 bulan. Tiba-tiba Sri Muhsinah mengucapkan kalimat talbiah (labaik allahumma labaik). “Anehnya mendengar itu anak saya tersemyum dan alhamdulillah di saya kuat berjalan sampai akhir”, jelasnya.

Walau mendapatkan hadiah umroh, ternyata Sri Muhsinah tidak berencana untuk berangkat umroh. Ternyata guru swasta ini berencana memebrikan hadiah tersebut kepada ibunya yang menurutnya telah sangat berjasa kepadanya dan saudara-saudaranya.

“Hadiah umroh dari PGSI ini akan saya hadiahkan kepada ibu tercinta saya  agar bisa sowan ke baitullah,” ungkapnya. “Karena berkat doa dari beliau lah saya dan saudara-saudara saya bisa seperti ini.”

Terakhir, Sri Muhsinah menitipkan ucapan terima kasih kepada PGSI Pati, terkhusus kepada Muh Zen, Adv yang telah memberikan wadah bagi pendidik swasta. (munir/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Jami' Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.365
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama. ​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Keputusan Bahtsul Masail Maudhu’iyah

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Di bumi Nusantara (Negara Kesatuan Republik Indonesia/NKRI) terdapat tradisi danbudaya dalam sistem pengimplementasian ajaran agama, sehingga hal itu menjadi ciri khasIslam di Nusantara yang tidak dimililiki dan tidak ada di negeri lain. Perbedaan tersebutsangat tampak dan dapat dilihat secara riil dalam beberapa hal, antara lain:

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Datangnya 1 Ramadan 1445 H pada Selasa, 12 Maret 2024 yang ditetapkan melalui Sidang Isbath yang ditetapkan pemerintah dengan metode rukyatul hilal, menjadi momentum untuk mengawali menata niat, menaja hati untuk nglakoni (melakukan), dan istiqamah (istikamah). Jika sudah tertata, Ramadan menjadi bulan penyegaran spiritual bagi umat Islam di muka bumi. […]

  • PCNU-PATI

    Sekolah sebagai Parenting Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sekolah pada dasaranya merupakan tempat untuk belajar-mngajar antara guru dan murid. Sehingga sekolah identik dengan tempat untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, sudah semestinya sekolah menjadi tempat untuk mencari ilmu dan mengekspresikan segala sesuatu yang ada dalam benak pikiran peserta didik. Sedangkan proses pendidikan baik formal maupun non-formal pada dasarnya memiliki […]

  • Bingkai Foto Profil 94 Tahun Nahdlatul Ulama

    Bingkai Foto Profil 94 Tahun Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Untuk menyemarakkan peringatan Harlah Ke-94 NU atau 94 Tahun Nahdlatul Ulama, Admin NU Pati, menyediakan beberapa bingkai foto profil bertema Harlah Ke-94 Nahdlatul Ulama. Bingkai foto profil atau frame ini merupakan salah satu fitur yang disediakan oleh facebook untuk menghiasi foto profil penggunanya dengan ornamen atau hiasan khusus. Pun dengan frame facebook Harlah Ke-94 Nahdlatul […]

  • PCNU-PATI

    Menjaga Kesehatan selama Ramadan

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kesehatan dalam perbincangan Ramadan tentu bukan soal kesehatan fisik, jasmani, atau badan. Namun, menjaga kesehatan selama Ramadan ya rohani, mental, atau kesehatan jiwa juga. Sebab, ibadah selama bulan suci Ramadan lebih dominan ibadah misterius dan mistis, karena hanya hamba dan Allah Swt yang tahu, ketika berpuasa atau tidak ya jelas dua entitas […]

expand_less