Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh »  Penyabar dan Ringan Tangan, Sosok Kiai Haji Anwar

 Penyabar dan Ringan Tangan, Sosok Kiai Haji Anwar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 6 Okt 2023
  • visibility 1.218
  • comment 0 komentar

Oleh: Umi Nur Hasanah

Kyai Haji Anwar merupakan salah satu ulama karismatik yang ada di kawasan Pucakwangi Pati. Ia memiliki perhatian besar pada dakwah Islam di kalangan masyarakat pedesaan.

Sosok kyai kelahiran 1871 di Dukuh Nganguk Desa Sidomulyo Kecamatan  Jakenan- Pati tersebut, berpindah ke Dukuh Gragalan Desa Sokopuluhan Pucakwangi karena mengikuti sang Istri, yakni Nyai Hajah Siti Khodijah. Kehadiran Kyai Haji Anwar menjadi angin segar bagi perkembangan Islam di Gragalan. Pasalnya, waktu itu di daerah tersebut belum ada sosok yang menuntun masyarakat untuk memahami ajaran Islam.

Pada masa awal perjuangan dakwah, Kyai Haji Anwar mengajar para santrinya di langgar/surau kecil yang ia dirikan di depan rumahnya. Di langgar tersebut ia mengenalkan syari’at Islam kepada para santri yang rata-rata merupakan tetangganya. Bagi santri yang rumahnya jauh, disediakan pula pondok kecil sebagai tempat menginap (yang menjadi cikal bakal pondok pesantren Al-Anwar Gragalan).  Kepada para santri ia mengajar membaca Al-Qur’an, fasholatan, dan juga ilmu fiqih. Kemudian di masa tuanya, ia juga mengajar ilmu tasawuf kepada para santri dewasa.

Selain dikenal sebagai sosok yang memiliki pengetahuan agama yang tinggi, Kyai Haji Anwar juga dikenal masyarakat Gragalan sebagai sosok yang sangat sabar dalam memberikan pengajaran dan pula sebagai pribadi yang ringan tangan (suka menolong) kepada orang lain. Karena kepribadiannya tersebut, masyarakat Gragalan memiliki empati besar kepada Keluarga Kyai Haji Anwar dan keturunannya, termasuk dengan Pondok Pesantren yang ia tinggalkan.

Kealiman Kyai Haji Anwar tidak bisa dilepaskan dari latar belakang pendidikannya, semasa muda ia menimba ilmu syari’at di Desa Kajen Margoyoso Pati. Diantara sahabat karib beliau semasa nyantri yaitu KH. Hambali Waturoyo Margoyoso dan KH. Syamsun Hadi Kolutan Sumberrejo Jaken Pati. Kedua tokoh tersebut juga memiliki pengaruh besar pada masyarakat setempatnya.

Kemudian selepas nyantri di Kajen, Kyai Haji Anwar melanjutkan pengembaraannya ke daerah Talokwohmojo Kec. Ngawen-Blora. Pada pengembaraannya tersebut, Kyai Haji Anwar bermaksud untuk memperdalam ilmu Tasawuf Toriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah. Ajaran tasawuf tersebutlah yang kemudian ia ajarkan di pondok pesantrennya.

Kyai Haji Anwar meninggal dunia di usia 97 tahun. Waktu itu ia bersama rombongan keluarga sedang menjalankan ibadah rukun Islam yang ke-5, yakni Haji. Karena jasanya, keluarga dan warga masyarakat Gragalan menginginkan jenazah Kyai Haji Anwar dibawa pulang ke Indonesia. Maka kemudian jasad kyai karismatik tersebut dikuburkan di pemakaman Islam Dukuh Puluhan Desa Sokopuluhan.

Layaknya seorang pahlawan, masyarakat Gragalan mengabadikan Kyai Haji Anwar dengan menggunakan namanya untuk menamai bangunan tempat ibadah dan lembaga pendidikan yang ada di lingkungan setempat. Seperti nama Masjid Al-Anwar yang dulunya langgar kecil tempat Kyai beribadah dan mengajar ngaji. Kemudian Pondok Pesantren Al-Anwar, pesantren yang ia rintis dan kini dilanjutkan oleh cucunya, Kyai Noor Hamid. TPQ Al-Anwar, yang didirikan warga setempat untuk meneruskan perjuangan Kyai Haji Anwar dalam mengajarkan membaca dan memahami isi Al-Qur’an. Selain itu setiap tahunya masyarakat setempat juga mengadakan acara Haul untuk Kyai Haji Anwar, yang diselenggarakan setiap bulan Rabiul Akhir. Dari itu semua harus diakui, bahwa Kyai Haji Anwar merupakan sosok kyai desa yang banyak jasanya.

Sumber: Haji Ma’mun, Kyai Noor Hamid, masyarakat setempat

            Kelas 8D MTs MMH Pucakwangi)

Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Sebagai santri yang juga putra kiyai, masyarakat biasa memanggil dengan sebutan Gus Hasyim, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim putra Mbah Mahfudh Salam Kajen (w-1944)lahir di Kajen pada tahun 1929 M. Beliau adalah putra kedua dari enam bersaudara yaitu : 1.    Hj.  Muzayyanah, istri KH Mansyur Lasem  (ibu dari Gus Qoyyum) 2.    Muhammad Hasyim 3.    […]

  • Tingkatkan Keterampilan Berliterasi, LTN NU Pati Gandeng PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    Tingkatkan Keterampilan Berliterasi, LTN NU Pati Gandeng PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    PATI-  Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Pati menggandeng Pimpinan Cabang  (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pati mengadakan Pelatihan Jurnalistik pada Sabtu-Minggu (15-16/10/2022). Kegiatan ini berlangsung di aula lantai 3 kantor PCNU setempat.   Mengusung tema “Merawat Jagad Literasi”, kegiatan ini diikuti oleh  perwakilan Pers dari PAC […]

  • Kak Shobirin Pimpin Sakomanu Jateng 2024-2029

    Kak Shobirin Pimpin Sakomanu Jateng 2024-2029

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Semarang – Kakak H. Shobirin secara resmi terpilih menjadi Ketua Satuan Komunitas Pramuka Pandu Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda) II Sakomanu Jateng di Hotel Muria Semarang, Sabtu (26/10/2024). Terpilihnya Ketua Sakomanu Jateng dituangkan dalam Surat Keputusan Sidang Pleno Musyawarah Daerah (Musda) II Sakomanu Jawa Tengah Nomor: 005/MUSDA.SAKOMANU JTG/2024 tentang […]

  • Photo by Andrew varnum

    Pluralisme sebagai Pilar Kerukunan

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam tataran empiris, kerukunan antar-umat beragama di Indonesia sudah mulai kelihatan progres perkembangnya dalam kehidupan sosial-kemasyarakatan. Hal ini tidak lepas dari peran dari elemen masyarakat, lebih-lebih saat Gus Dur menjabat sebagai presiden. Dimana, beliau selalu memberikan contoh sikap yang menjunjung tinggi keadilan dan menghargai kemajemukan tanpa membedakan, agama,ras, etnik, adat-istiadat, dan […]

  • JIHAD ONLINE WAJIB

    JIHAD ONLINE WAJIB

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.415
    • 0Komentar

      Santri tidak hanya mendalami agama, tapi juga harus mampu menyebarluaskan ilmu agama kepada masyarakat luas. Salah satu sarananya adalah melalui media online. Jamal Ma’mur Asmani dalam Talskhow “Santri Siap Menghadapi Era Digital” yang diadakan Pondok Pesantren Inaratud Duja Fin Nahwi Wat Tashnifi Wonokerto Pasucen Trangkil Pati pada senin, 27 Oktober 2025, menjelaskan bahwa santri […]

  • Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Yusuf Hasyim memberikan beberapa wejangan dalam acara Halal bi Halal MWCNU Gembong di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Acara ini berlangsung pada Sabtu (19/4) siang. Dalam sambutannya, Kiai Yusuf sempat menyinggung beberapa hal terkait ke-NU-an. Di antaranya, dirinya memaparkan makna tali tambang yang melingkari bumi. “Ini berarti warga NU harus […]

expand_less