Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 337
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Indonesia berduka, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Salah satu putra terbaiknya menghadap Sang Khaliq. Beliau adalah Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, istri Rais ‘Am Syuriyah PBNU, KH. MA. Sahal Mahfudh. Warga NU dan bangsa Indonesia sangat berduka karena kehilangan sosok ulama perempuan yang memberikan kontribusi besar dalam membangun bangsa, baik di jalur pendidikan maupun politik kebangsaan. 

Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Badi’iyyah (Pesilba) Kajen Margoyoso Pati, pengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen dan juru dakwah (da’iyah) di berbagai forum pengajian keagamaan dan kebangsaan. Kiprah politik Ibu Nyai Nafisah juga sangat komplit. Selain menjadi Ketua Muslimat NU Cabang Pati dan Ketua Muslimat NU Jawa Tengah, beliau juga adalah anggota Dewan Kabupaten Pati dan menjadi anggota DPD RI.

Ada banyak keteladanan Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal yang patut kita teladani:

Pertama, semangat belajar tanpa henti

 Membaca buku ‘Kiai Sahal & Nyai Nafisah’, Beriringan, Saling Mendukung dan Saling Menguatkan, karya Hj. Tutik Nurul Janah, menantu Ibu Nyai Nafisah, terlihat jelas bagaimana Ibu Nyai Nafisah bergumul dengan ilmu sepanjang hayat. Sejak kecil diasuh dan dididik oleh kedua orangtua, kakeknya di Denanyar, para Kiai-Ibu Nyai di Tambak beras, dan kemudian melanjutkan studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di Yogyakarta, beliau juga belajar kepada KH. Ali Ma’shum, Rais ‘Am Syuriyah PBNU. Setelah tinggal di Kajen, aktivitas keilmuan terus menjadi pergumulan utama Ibu Nyai Nafisah Sahal. Long life education benar-benar diterapkan Ibu Nyai Nafisah Sahal dalam perjalanan hidupnya. 

Kedua, semangat mendidik anak bangsa

Pendidikan, formal dan nonformal adalah kunci menggapai kemajuan bangsa. Ibu Nyai Nafisah sebagai pengasuh pondok pesantren bergumul aktif setiap hari untuk mengasuh para santri. Kakeknya dari jalur Ibu, yaitu KH. Bisri Syansuri dikenal sebagai perintis pertama pesantren putri di Denanyar Jombang. Ibu Nyai Nafisah meneruskan cita-cita agung kakeknya ini dengan merintis pesantren putri di Kajen atas restu dari Sang Suami, KH. MA. Sahal Mahfudh.

Ketiga, mencerahkan publik

 Salah satu aktivitas Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah sebagai juru dakwah (da’iyah) yang memberikan pencerahan kepada umat di berbagai daerah. Hal ini menjadikan Ibu Nyai Nafisah mempunyai kedekatan dengan masyarakat dari berbagai lapisan.  

Keempat, peduli kepada anak yatim

 Salah satu perjuangan Ibu Nyai Nafisah Sahal adalah kepedulian beliau yang sangat tinggi kepada nasib anak yatim. Beliau aktif mendirikan dan mengembangkan Panti Asuhan Darul Hadlonah yang mendidik dan membekali skills kepada anak yatim supaya mereka menjadi kader-kader berkualitas kompetitif di masa yang akan datang.

Kelima, partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh

 Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh menjadi pendamping dan partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh. Di balik orang hebat, pasti ada istri hebat. Kehebatan KH. MA. Sahal Mahfudh tidak lepas dari kehebatan Ibu Nyai Nafisah Sahal yang mampu men-support KH. MA. Sahal Mahfudh dalam perjuangan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

 Membaca buku karya Hj. Tutik Nurul Janah, tergambar jelas bagaimana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal saling mendukung, menguatkan, dan menyukseskan satu dengan yang lain. Penulis pernah menyaksikan saat peresmian Gedung Haji Pati di mana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal datang bersama-sama. KH. MA. Sahal Mahfudh meresmikan Gedung Haji tersebut dan Ibu Nyai Nafisah memotong pita sebagai simbol peresmian.

 KH. MA. Sahal Mahfudh dalam buku ‘Pesantren Mencari Makna’ (Pustaka Ciganjur, 1999: h. 32-36) menjelaskan lima fungsi perempuan. Pertama, sebagai istri. Kedua, sebagai ibu rumah tangga. Ketiga, sebagai pendidik. Keempat, sebagai juru dakwah (da’iyah). Kelima, sebagai penggerak sosial.

 Kelima fungsi perempuan yang dijelaskan KH. MA. Sahal Mahfudh benar-benar dipraktekkan secara nyata oleh Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh. Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah ulama perempuan progresif yang mendarmabaktikan hidupnya untuk memajukan bangsa, baik dalam aspek pendidikan, kemasyarakatan, dan kebangsaan secara komprehensif.

 Semoga kita para santri mampu meneladani dedikasi dan perjuangan sampai akhir hayat dari Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh, Ulama Perempuan Progresif yang dimiliki Nahdlatul Ulama dan Bangsa Indonesia, Amiin.

 * Santri Nahdlatul Ulama

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 299
    • 0Komentar

      Ratusan takjil dibagikan kepada Pengguna jalan yang melintas di depan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati selama Ramadhan. Aksi sosial itu bagian dari program NU Peduli yang selama ini gencar menyentuh kalangan kurang beruntung. “Sebelum Ramadhan setiap Jumat kami membagikan nasi bungkus. Kami bagikan kepada warga kurang mampu yang sedang berada di pinggir […]

  • GLM Plus, Ketua Ma’arif Jateng Ajak Prioritaskan Pendidikan Inklusi

    GLM Plus, Ketua Ma’arif Jateng Ajak Prioritaskan Pendidikan Inklusi

    • calendar_month Rab, 18 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Semarang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani mengajak semua guru dan kepala sekolah/madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU untuk inklusif dan memprioritaskan pendidikan inklusi. “Tidak semua orang tua bisa mengakses sekolah berupa Sekolah Luar Biasa (SLB) dari sisi jarak, keuangan, dan waktu yang sudah diselenggarkan Kementerian Pendidikan Dasar […]

  • PCNU-PATI

    Menjaga Kesehatan selama Ramadan

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Kesehatan dalam perbincangan Ramadan tentu bukan soal kesehatan fisik, jasmani, atau badan. Namun, menjaga kesehatan selama Ramadan ya rohani, mental, atau kesehatan jiwa juga. Sebab, ibadah selama bulan suci Ramadan lebih dominan ibadah misterius dan mistis, karena hanya hamba dan Allah Swt yang tahu, ketika berpuasa atau tidak ya jelas dua entitas […]

  • PAC IPNU – IPPNU Trangkil 2019-2021 Resmi Dilantik

    PAC IPNU – IPPNU Trangkil 2019-2021 Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 6 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU – IPPNU Kecamatan Trangkil, masa khidmat 2019-2021 resmi dilantik, Jumat (06/09) siang tadi. Acara pelantikan yang dilangsungkan di aula Kantor Camat Trangkil tersebut dihadiri langsung oleh Ketua PC IPNU Kab. Pati, Muhammad Salman dan Ketua PC IPPNU Kab. Pati, Sulistiani. Ketua PC IPNU Kab. Pati, Muhammad Salman memimpin pelantikan Pengurus […]

  • Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu […]

  • Santri Harus Mampu Berdakwah Lewat Tulisan

    Santri Harus Mampu Berdakwah Lewat Tulisan

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Pati. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati menyelenggarakan pelatihan menulis dalam rangka mempersiapkan santri agar mampu berdakwah melalui tulisan, dengan menghadirkan Redaktur Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati M. Iqbal Dawami. Selasa (23/8)             M. Iqbal Dawami selaku pemateri menjelaskan, bahwa santri harus mampu menulis, santri harus siap bertarung lewat tulisan, karena dakwah melalui tulisan akan […]

expand_less