Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 411
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Indonesia berduka, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Salah satu putra terbaiknya menghadap Sang Khaliq. Beliau adalah Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, istri Rais ‘Am Syuriyah PBNU, KH. MA. Sahal Mahfudh. Warga NU dan bangsa Indonesia sangat berduka karena kehilangan sosok ulama perempuan yang memberikan kontribusi besar dalam membangun bangsa, baik di jalur pendidikan maupun politik kebangsaan. 

Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Badi’iyyah (Pesilba) Kajen Margoyoso Pati, pengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen dan juru dakwah (da’iyah) di berbagai forum pengajian keagamaan dan kebangsaan. Kiprah politik Ibu Nyai Nafisah juga sangat komplit. Selain menjadi Ketua Muslimat NU Cabang Pati dan Ketua Muslimat NU Jawa Tengah, beliau juga adalah anggota Dewan Kabupaten Pati dan menjadi anggota DPD RI.

Ada banyak keteladanan Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal yang patut kita teladani:

Pertama, semangat belajar tanpa henti

 Membaca buku ‘Kiai Sahal & Nyai Nafisah’, Beriringan, Saling Mendukung dan Saling Menguatkan, karya Hj. Tutik Nurul Janah, menantu Ibu Nyai Nafisah, terlihat jelas bagaimana Ibu Nyai Nafisah bergumul dengan ilmu sepanjang hayat. Sejak kecil diasuh dan dididik oleh kedua orangtua, kakeknya di Denanyar, para Kiai-Ibu Nyai di Tambak beras, dan kemudian melanjutkan studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di Yogyakarta, beliau juga belajar kepada KH. Ali Ma’shum, Rais ‘Am Syuriyah PBNU. Setelah tinggal di Kajen, aktivitas keilmuan terus menjadi pergumulan utama Ibu Nyai Nafisah Sahal. Long life education benar-benar diterapkan Ibu Nyai Nafisah Sahal dalam perjalanan hidupnya. 

Kedua, semangat mendidik anak bangsa

Pendidikan, formal dan nonformal adalah kunci menggapai kemajuan bangsa. Ibu Nyai Nafisah sebagai pengasuh pondok pesantren bergumul aktif setiap hari untuk mengasuh para santri. Kakeknya dari jalur Ibu, yaitu KH. Bisri Syansuri dikenal sebagai perintis pertama pesantren putri di Denanyar Jombang. Ibu Nyai Nafisah meneruskan cita-cita agung kakeknya ini dengan merintis pesantren putri di Kajen atas restu dari Sang Suami, KH. MA. Sahal Mahfudh.

Ketiga, mencerahkan publik

 Salah satu aktivitas Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah sebagai juru dakwah (da’iyah) yang memberikan pencerahan kepada umat di berbagai daerah. Hal ini menjadikan Ibu Nyai Nafisah mempunyai kedekatan dengan masyarakat dari berbagai lapisan.  

Keempat, peduli kepada anak yatim

 Salah satu perjuangan Ibu Nyai Nafisah Sahal adalah kepedulian beliau yang sangat tinggi kepada nasib anak yatim. Beliau aktif mendirikan dan mengembangkan Panti Asuhan Darul Hadlonah yang mendidik dan membekali skills kepada anak yatim supaya mereka menjadi kader-kader berkualitas kompetitif di masa yang akan datang.

Kelima, partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh

 Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh menjadi pendamping dan partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh. Di balik orang hebat, pasti ada istri hebat. Kehebatan KH. MA. Sahal Mahfudh tidak lepas dari kehebatan Ibu Nyai Nafisah Sahal yang mampu men-support KH. MA. Sahal Mahfudh dalam perjuangan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

 Membaca buku karya Hj. Tutik Nurul Janah, tergambar jelas bagaimana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal saling mendukung, menguatkan, dan menyukseskan satu dengan yang lain. Penulis pernah menyaksikan saat peresmian Gedung Haji Pati di mana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal datang bersama-sama. KH. MA. Sahal Mahfudh meresmikan Gedung Haji tersebut dan Ibu Nyai Nafisah memotong pita sebagai simbol peresmian.

 KH. MA. Sahal Mahfudh dalam buku ‘Pesantren Mencari Makna’ (Pustaka Ciganjur, 1999: h. 32-36) menjelaskan lima fungsi perempuan. Pertama, sebagai istri. Kedua, sebagai ibu rumah tangga. Ketiga, sebagai pendidik. Keempat, sebagai juru dakwah (da’iyah). Kelima, sebagai penggerak sosial.

 Kelima fungsi perempuan yang dijelaskan KH. MA. Sahal Mahfudh benar-benar dipraktekkan secara nyata oleh Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh. Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah ulama perempuan progresif yang mendarmabaktikan hidupnya untuk memajukan bangsa, baik dalam aspek pendidikan, kemasyarakatan, dan kebangsaan secara komprehensif.

 Semoga kita para santri mampu meneladani dedikasi dan perjuangan sampai akhir hayat dari Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh, Ulama Perempuan Progresif yang dimiliki Nahdlatul Ulama dan Bangsa Indonesia, Amiin.

 * Santri Nahdlatul Ulama

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTN NU PATI DAMPINGI PESANTREN MEMBUAT BLOG

    LTN NU PATI DAMPINGI PESANTREN MEMBUAT BLOG

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Margoyoso- (04/11/15) Pasca Kegiatan Diskusi Jihad Cyber dan pelatihan pembuatan blog di SMK Cordova Margoyoso yang diadakan LTN NU dan Lakpesdam. Tim dari LTN NU Pati melakukan pendampingan terhadap pesantren-pesantren yang serius menindaklanjutinya. Salah satunya adalah pesantren An-Nur Sucen Terangkil, Pesantren Mabdaul Huda Buludana Maroyoso, dan Pesantren Ar-Raudoh Kajen, dan Ponpes Shofa Azzahro Gembong. Menurut […]

  • PCNU PATI - Gandeng Lazisnu, Karang Taruna Desa Lahar Santuni Puluhan Anak Yatim

    Gandeng Lazisnu, Karang Taruna Desa Lahar Santuni Puluhan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    TLOGOWUNGU  – Ramadan memang menjadi momen untuk berlomba-lomba dalam menebar kebaikan. Salah satunya, Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut ambil bagian. Para anggota Karang Taruna Lahar ini membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan depan balai desa setempat. Selain itu, mereka juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu.  Ketua Karang Taruna Desa […]

  • PCNU-PATI

    Haji

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Seorang teman yang pada tahun ini menyempurnakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji. Sebelum berangkat tasyakuran telah dilaksanakan, menerima sumbangan baik gula atau jajanan dari tetangga, saudara, kolega kerja teman sebaya sudah diterimanya. Efuria tentang musim haji telah menghiasi berbagai lini. Karena menurut sebagian teman saya berhaji bukan lagi menjadi […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 2

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Nga-ngapunten, Bu Nyai. Maaf, ini santri baru, Bu Nyai. Tolong dimaafkan. Biar nanti saya yang beri hukuman,” ucap lelaki berkacamata terbata—santri senior yang bertugas sebagai pengawas kelompok. Jika tidak salah dengar tadi namanya Kang Awan. Ya, Kang Awan. Dari suaranya, kentara sekali jika dia sedang menahan ketakutan. Sangat berbanding terbalik dengan sikap […]

  • Seribu Satu Rebana untuk Peringati Tahun Baru

    Seribu Satu Rebana untuk Peringati Tahun Baru

    • calendar_month Rab, 11 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    PAC IPNU IPPNU Trangkil gelar kegiatan seribu satu rebana untuk memperingati tahun baru 1443 Hijriyah. PATI – PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Trangkil baru saja sukses menggelar kegiatan seribu satu rebana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di pendopo Desa Tlutup, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati pada Selasa malam (10/8). Wahyu Putra, Ketua PAC IPNU Kecamatan Trangkil menuturkan bahwa […]

  • PCNU-PATI Photo by NEOM

    Konvergensi

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Konvergensi adalah perpotongan antara sesuatu yang Anda sangat suka atau mahir lakukan dan apa yang juga menjadi ketertarikan orang lain. Cara termudah untuk memahami konvergensi adalah dengan membayangkannya sebagai titik percampuran antara apa yang Anda cinta dan apa yang orang lain mau beli,” ujar Chris Guillebeau. Saya suka dengan istilah […]

expand_less