Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
  • visibility 296
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Indonesia berduka, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Salah satu putra terbaiknya menghadap Sang Khaliq. Beliau adalah Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, istri Rais ‘Am Syuriyah PBNU, KH. MA. Sahal Mahfudh. Warga NU dan bangsa Indonesia sangat berduka karena kehilangan sosok ulama perempuan yang memberikan kontribusi besar dalam membangun bangsa, baik di jalur pendidikan maupun politik kebangsaan. 

Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Badi’iyyah (Pesilba) Kajen Margoyoso Pati, pengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen dan juru dakwah (da’iyah) di berbagai forum pengajian keagamaan dan kebangsaan. Kiprah politik Ibu Nyai Nafisah juga sangat komplit. Selain menjadi Ketua Muslimat NU Cabang Pati dan Ketua Muslimat NU Jawa Tengah, beliau juga adalah anggota Dewan Kabupaten Pati dan menjadi anggota DPD RI.

Ada banyak keteladanan Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal yang patut kita teladani:

Pertama, semangat belajar tanpa henti

 Membaca buku ‘Kiai Sahal & Nyai Nafisah’, Beriringan, Saling Mendukung dan Saling Menguatkan, karya Hj. Tutik Nurul Janah, menantu Ibu Nyai Nafisah, terlihat jelas bagaimana Ibu Nyai Nafisah bergumul dengan ilmu sepanjang hayat. Sejak kecil diasuh dan dididik oleh kedua orangtua, kakeknya di Denanyar, para Kiai-Ibu Nyai di Tambak beras, dan kemudian melanjutkan studi di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di Yogyakarta, beliau juga belajar kepada KH. Ali Ma’shum, Rais ‘Am Syuriyah PBNU. Setelah tinggal di Kajen, aktivitas keilmuan terus menjadi pergumulan utama Ibu Nyai Nafisah Sahal. Long life education benar-benar diterapkan Ibu Nyai Nafisah Sahal dalam perjalanan hidupnya. 

Kedua, semangat mendidik anak bangsa

Pendidikan, formal dan nonformal adalah kunci menggapai kemajuan bangsa. Ibu Nyai Nafisah sebagai pengasuh pondok pesantren bergumul aktif setiap hari untuk mengasuh para santri. Kakeknya dari jalur Ibu, yaitu KH. Bisri Syansuri dikenal sebagai perintis pertama pesantren putri di Denanyar Jombang. Ibu Nyai Nafisah meneruskan cita-cita agung kakeknya ini dengan merintis pesantren putri di Kajen atas restu dari Sang Suami, KH. MA. Sahal Mahfudh.

Ketiga, mencerahkan publik

 Salah satu aktivitas Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah sebagai juru dakwah (da’iyah) yang memberikan pencerahan kepada umat di berbagai daerah. Hal ini menjadikan Ibu Nyai Nafisah mempunyai kedekatan dengan masyarakat dari berbagai lapisan.  

Keempat, peduli kepada anak yatim

 Salah satu perjuangan Ibu Nyai Nafisah Sahal adalah kepedulian beliau yang sangat tinggi kepada nasib anak yatim. Beliau aktif mendirikan dan mengembangkan Panti Asuhan Darul Hadlonah yang mendidik dan membekali skills kepada anak yatim supaya mereka menjadi kader-kader berkualitas kompetitif di masa yang akan datang.

Kelima, partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh

 Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh menjadi pendamping dan partner sejati KH. MA. Sahal Mahfudh. Di balik orang hebat, pasti ada istri hebat. Kehebatan KH. MA. Sahal Mahfudh tidak lepas dari kehebatan Ibu Nyai Nafisah Sahal yang mampu men-support KH. MA. Sahal Mahfudh dalam perjuangan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan.

 Membaca buku karya Hj. Tutik Nurul Janah, tergambar jelas bagaimana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal saling mendukung, menguatkan, dan menyukseskan satu dengan yang lain. Penulis pernah menyaksikan saat peresmian Gedung Haji Pati di mana KH. MA. Sahal Mahfudh dan Ibu Nyai Nafisah Sahal datang bersama-sama. KH. MA. Sahal Mahfudh meresmikan Gedung Haji tersebut dan Ibu Nyai Nafisah memotong pita sebagai simbol peresmian.

 KH. MA. Sahal Mahfudh dalam buku ‘Pesantren Mencari Makna’ (Pustaka Ciganjur, 1999: h. 32-36) menjelaskan lima fungsi perempuan. Pertama, sebagai istri. Kedua, sebagai ibu rumah tangga. Ketiga, sebagai pendidik. Keempat, sebagai juru dakwah (da’iyah). Kelima, sebagai penggerak sosial.

 Kelima fungsi perempuan yang dijelaskan KH. MA. Sahal Mahfudh benar-benar dipraktekkan secara nyata oleh Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh. Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal adalah ulama perempuan progresif yang mendarmabaktikan hidupnya untuk memajukan bangsa, baik dalam aspek pendidikan, kemasyarakatan, dan kebangsaan secara komprehensif.

 Semoga kita para santri mampu meneladani dedikasi dan perjuangan sampai akhir hayat dari Ibu Nyai Nafisah Sahal Mahfudh, Ulama Perempuan Progresif yang dimiliki Nahdlatul Ulama dan Bangsa Indonesia, Amiin.

 * Santri Nahdlatul Ulama

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Puisi Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Pesan setiap kali aku singgah di tempat yang sama rasanya begitu nyata kamu yang menatapku aku membalas malu-malu desiran ombak yang membawamu ke sisiku menyadarkanku akan kehadiranmu sesaat-menyenangkan lalu aku berbisik kepada angin untuk membawakan secarik pesan yang aku tulis di tengah kerumunan 24 Juli 2022 Tak Pernah Usai percakapan kita tak pernah usai setiap […]

  • Siswa SMA NU 1 kradenan Raih Gelar Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025

    Siswa SMA NU 1 kradenan Raih Gelar Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.351
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Agrinza Regina Nurfelis Nela siswi kelas XII SMA NU 1 Kradenan dinobatkan sebagai Duta Literasi Kabupaten Blora Tahun 2025. (Blora, 12/11/2025) Pemilihan duta literasi tersebut di gelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Blora pada Festival Literasi Kabupaten Blora 2025 yang berlangsung pada 11–15 November 2025 di halaman DPK Blora. Kegiatan ini […]

  • Puasa Mutih dan Patigeni

    Puasa Mutih dan Patigeni

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 2.898
    • 0Komentar

    Seorang kyai memberikan ijazah/amalan yang berupa puasa mutih (makan nasi saja) selama tujuh hari yang diakhiri dengan pati geni (tidak makan dan tidak minum dan tidak tidur) mulai maghrib sampai maghrib yang akan datang. Pertanyaan : Bolehkah amalan tersebut menurut kacamata fiqih ?   Jawaban : Boleh apabila tidak ada niat wishol dan amalan tersebut […]

  • Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.279
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial”, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Acara yang diikuti para siswa itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian […]

  • RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    RMI-NU Pati Pertemukan 140 Pengasuh Pesantren

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    MARGOYOSA-RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) NU kabupaten Pati, hari ini, Sabtu (10/8) mengadakan Silaturrahmi Pengasuh Pesantren untuk mendiskusikan program-program pemerintah yang berkaitan dengan pesantren. Suasana silaturrahim pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Pati di Ponpes Raudla at Thohiriyah, Kajen Acara yang berlangsung di Pesantren Raudlah At-Thohiriyah tersebut dihadiri sedikitnya 140 pengasuh pesantren se-kabupaten Pati. Turut hadir ketua Forum […]

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

expand_less