Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » MA Manahijul Huda Luncurkan Buku

MA Manahijul Huda Luncurkan Buku

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 19 Des 2017
  • visibility 565
  • comment 0 komentar

Pati,  MA Manahijul Huda Luncurkan buku perdana yang bertajuk kumpulan puisi dengan judul  “Negeri Puisi”  yang kemarin  dilauncing dan dibedah di Aula  sekolah setempat dengan mendatangkan  Niam At-Majha dan Sahrozi (12/12/ kemarin
Buku antalogi puisi yang berisi karya pelajar, alumni dan guru MA Manahijul Huda Ngagel itu adalah buku perdana yang terbit dari penerbit Pilar Nusantara Semarang. Tujuan diterbitkannya buku itu adalah untuk mewadahi karya para peserta dan pelengkap dari adanya kegiatan lomba menulis dan deklamasi puisi tahun lalu.
Acara yang dihadiri oleh peserta didik, alumni, guru, dan beberapa tamu undangan ini juga menampilkan pembacaan puisi dari peserta didik yaitu Innarotul Laila dengan Nur Lailatin Nisfah dan paduan suara dari Harmoni Mahida.
Alfiriz Nadhira selaku penanggung jawab acara ini juga menjelaskan bahwa dengan adanya acara ini dia berharap agar di tahun berikutnya akan ada lagi kegiatan semacam ini “Iya, semoga saja di tahun berikutnya MA Manahijul Huda akan memiliki buku terbitan lagi agar dapat memotivasi para peserta didik agar semakin bersemangat belajar dalam dunia literasi.” katanya usai acara saat ditemui redaksi LPS Cendekia Mahida.
Pembedah buku pertama dalam acara ini, yaitu Sahrozi. S.Pd selaku guru di MTs Manahijul Huda Ngagel dan pegiat di teater Trisma ini menjelaskan bahwa masih banyak koreksi yang harus dilakukan dalam buku antalogi tersebut. Terlebih dibagian tatanan kata satu dengan lainnya yang kebanyakan tidak dipisah dan acak-acakkan “Semoga saja jika nanti akan ada antologi atau terbitan buku dari karya pelajar MA Manahijul Huda lagi, penyunting bisa lebih teliti pada tatanan katanya. Karena saya melihat masih banyak dibeberapa puisi ada kata satu dengan seterusnya yang harus diberi sepasi malah tidak. Agar pembaca tidak bingung dan memudahkan pembacanya. Namun meski begitu saya merasa bahwa buku ini adalah buku keren. Hebat.” paparnya.
Sedangkan melalui penjelasan pembedah kedua, yaitu Khoirun Ni’am atau yang lebih terkenal dengan Ni’am At-Majha juga memaparkan hal serupa dengan pembedah pertama. Beliau juga menambahi jika diksi yang digunakan masih banyak yang kurang tepat “Jika ingin menguasai diksi untuk menulis puisi dengan baik, banyak-banyaklah membaca. Membaca buku sastra atau buku puisi. Karena dengan begitu akan lebih mudah mendapatkan diksi yang tepat dan juga baik.” pungkasnya
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dialog Pergaulan Remaja Dalam Islam

    Dialog Pergaulan Remaja Dalam Islam

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 670
    • 0Komentar

    Pati. Himpunan Pelajar Putri Ianatut Thalibin (HPPI) Cebolek Kidul Margoyoso Pati menyelenggarakan Dialog agama dengan mengambil tema “Pengaruh Pacaran dalam Prespektif Islam?” dengan menghadirkan narasumber Farid Abbad Skretaris Lakpesdam NU Pati Sabtu(16/4)             Farid Abbad selaku narasumber menjelaskan Dialog ini sangat bermanfaat sekali terutama dikalangan remaja, agar supaya para remaja mempunyai bata-batasan ketika bergaul dengan […]

  • Haul KH. Muhammad Karim, Pakar Sejarah : Santri Jangan Minder

    Haul KH. Muhammad Karim, Pakar Sejarah : Santri Jangan Minder

    • calendar_month Sen, 25 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati sedang menyampaikan materi dalam Talk Show Ilmiah dalam rangka memperingati haul ke-37 KH. Muhammad Karim GEMBONG – Rangkaian Haul KH. Muhammad Karim ke-37 yang berlangsung sejak Kamis (14/10) akhirnya pungkas Minggu (24/10) pagi kemarin di aula Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Gembong, Pati. Penutupan haul diisi dengan talk show […]

  • PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

    PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 803
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati. PATI-Jargon ‘NKRI Harga Mati’ dan ‘Hubbul Waton Minal Iman‘ (cinta tanah air sebagian dari iman-red) yang sering digaungkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) ternyata bukan hanya sekadar isapan jempol. Makna yang terkandung di dalamnya sangatlah mendasar jika ditelaah lebih jauh. Motto penyemangat yang dirancang oleh para ulama terdahulu tersebut […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • Pandemi, Ini Rencana NU Kayen Peringati Tahun Baru Islam

    Pandemi, Ini Rencana NU Kayen Peringati Tahun Baru Islam

    • calendar_month Kam, 5 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Rapat terbatas MWC NU bersama Lazisnu Kayen dalam untuk menyambut tahun baru hijriyah KAYEN-MWCNU menggandeng Lazisnu Kayen melaksanakan rapat terbatas, Rabu (4/8) malam. Dalam pertemuan yang dihadiri hanya pengurus harian MWCNU dan Lazisnu tersebut, pembahasan mengerucut pada peringatan tahun baru, Muharrom, 1443 Hijriyah.  “Kami carikan solusi, merayakan tahun baru tapi dengan tetap menaati protokol,” Ungkap […]

  • PCNU-PATI Photo by Kat Kelley

    Suami yang Menulis untuk Kesembuhan Sang Istri

    • calendar_month Sen, 27 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Ini memang hanya sebuah film. Tapi, film ini mampu meresap ke dalam jiwa dan pikiranku. Ia mampu mengaduk-aduk emosiku dengan sedemikian kuat. Mungkin karena film tersebut dekat dengan duniaku: suami, istri, buku, dan tulis-menulis. Otak bawah sadarku menuntun ke dalam film tersebut bahwa lelaki yang ada dalam film itu adalah […]

expand_less