Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Seminar Literasi Wakaf NU

PCNU Kabupaten Pati Jadi Tuan Rumah Seminar Literasi Wakaf NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Jun 2024
  • visibility 274
  • comment 0 komentar

 

 

Setelah 2 minggu sebelumnya menyelenggarakan Bahtsul Masail bertema Tahqiq Wakaf Uang, maka pada Jumat, 31 Mei 2024 PCNU (Pengurus Cabang Nahdltul Ulama) Kabupaten Pati melalui LWPNU (Lembaga Wakaf dan Pertanahan) menyelenggarakan Seminar Literasi dan Inklusi Wakaf. Seminar ini merupakan kerjasama LWP PCNU Kabupaten Pati sebagai pelaksana acara dengan LWP PBNU, Kementerian Agama, dan Asuransi Prudensial Syariah. Dengan jangkauan peserta se-eks Karisedenan Pati seminar perwakafan ini merupakan  rangkaian ke-9 acara dengan tema sama yang telah terlaksana di berbagai kota di Jawa. IPMAFA (Institut Pesantren Mataliul Falah dipili menjadi tempat acara antara lain karena di kampus berbasis NU ini terdapat Program Studi S1 Mananemen Zakat Wakaf.

 

Tidak kurang 160 orang peserta hadir di acara ini. Mereka merupakan pengurus cabang LWP PCNU serta MWC NU se-eks Keresidenan Pati, yaitu Pati, Kudus, Jepara, Rembang, Blora, dan Lasem. PCNU Lasem memang berdiri sendiri dan tidak tergabung dengan PCNU  Rembang karena PCNU Lasem dalam riwayat sejarahnya terbentuk lebih dahulu. Hadir pula para penyuluh agama Islam se-Kabupaten Pati, khususnya yang membidangi wakaf dan para dosen serta mahasiswa Zawa Ipmafa.

 

Dalam sambutan mewakili Ketua Ketua LWP PBNU, Mohammad Dawam menyampaikan bahwa kegiatan LWP NU dengan melakukan tour Seminar Literiasi & Inklusi Wakaf ini didasarkan atas tiga hal, yakni shilatul arwah, shilatul afkar, dan  shilatul a’mal. Shilatul arwah merupakan bangunan spirit dan motivasi pengelolaan wakaf, shilatul afkar merupakan bangunan gagasan pengelolaan wakaf,  dan shilatul a’mal merupakan bangunan kerjasama  program dalam ekosistem perwakafan dan pertanahan dilingkungan NU .”Oleh karenanya, potensi pengelolaan wakaf dan pertanahan ini akan sangat produktif jika dilaksanakan dengan cara yang profesional. Saya berharap pengelolaan wakaf kedepan dengan melibatkan kalangan profesional agar manfaatnya nanti terasa nyata bagi masyarakat luas, termasuk di Jawa Tengah ini”, harapannya.

 

Saat membuka acara secara resmi, Ketua PWNU Jateng, K.H. Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa Seminar Literasi & Inklusi Wakaf semacam ini sangatlah penting dan menjadi concern PWNU dalam rangka membangun ekosistem dunia perwakafan yang produktif bagi umat. Maka kami perlu mengambil peran strategis ini.  “Wakaf butuh revitalisasi melalui kerjasama bersifat partnership diantara pihak Pemerintah dengan pihak NU secara seimbang. Dibutuhkan strategi berbeda bagaimana cara “menyonggek” dan bagaimana cara strategi “menyedot”. Saya menganggap hal ini penting maka saya hadir di tiga titik acara Seminar Literasi & Inklusi Wakaf di Jateng yakni di Klaten, Pekalongan Kota dan Pati ini.

 

Narasumber seminar ini berasal dari 3 pihak, yaiktu LWP PBNU, Kementerian Agama RI, dan Asuransi Prudensial Syariah. H. Anas Nasikhin, narasumber dari LWP PBNU menyatakan, dulu di era akhir 1980 dan awal 1990 an, P3M (Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat) membuat semacam “pilot project” (proyek percontohan) di 4 Pesantren; Kajen, Cipasung, Nurul Jadid dan Guluk-Guluk Sumenep, dimana hal itu merupakan implementasi dari Fiqh Sosial yang digagas oleh KHMA Sahal Mahfud. “Bahwa khidmah sosial Pesantren dan NU secara kelembagaan kedepan harus semakin variatif, relevan, dan sesuai zaman”

 

Narasumber dari Kemenag H. Muhibuddin mewakili Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, menyatakan bahwa Kemenag RI akan terus berkomitmen mendukung pengembangan program-program perwakafan di Indonesia sebagaimana Seminar Literasi & Inklusi Wakaf yang diselenggarakan di Ipmafa Pati ini.

 

Sedangkan dari Asuransi Prudensial Syariah bertindak sebagai nara sumber Vice Presiden, Harpedi Puseto. Dalam paparannya dia sampaikan bahwa konsep pengelolaan wakaf uang sebagai dana abadi umat dilingkungan NU sangat membutuhkan kepercayaan masyarakat. “Jika warga NU berwakaf secara massif, potensi besar sekali“.

 

Dosen Prodi Zakat Wakaf Ipmafa, KH  Umar Farouq yang bertugas menjadi moderator menyampaikan bahwa seminar ini secara substansi merupakan satu di antara sembilan program LWP NU yang telah dibahas pada saat Rakornas LWP NU di Gedung PBNU pada 14 Januari 2024 lalu. Ketua LWP PCNU Kab Pati ini menambahkan, atas nama LWP NU menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, berpartisipasi dalam pengembangan program LWP NU.

 

Hingga seminar selesai para peserta masih terlihat semangat berdiskusi sehingga mereka merasa perlu tindak lanjut dalam forum-forum berikutnya yang lebih spesifik temanya.-

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Dakwah Nyentrik Ala Kiai Fahrur Rozi

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dakwah sebagaimana kita pahami merupakan ajakan, undangan, dan seruan kejalan yang baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai bentuk tolong-menolong kepada sesama, asalkan dilandasi dengan niat yang baik dan tujuan yang benar itu juga bisa dinamakan dakwah secara implisit. Oleh karena itu, dalam melakukan dakwah yang dilihat bukan dari penampilan seseorang maupun ucapannya, […]

  • Bahtsul Masail di ITB  Meriah

    Bahtsul Masail di ITB Meriah

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Bahtsul Masail yang menjadi ajang diskusi Nahdliyin seakan benar benar sudah membumi, betapa tidak, anak  sekolah pun sudah malakukannya. Paling tidak setiap tahun tak pernah sepi dari acara tersebut. Ada yang di programkan secara resmi di Osis-nya ada yang di barengkan dengan haul atau acara lainnya.             Dari sedikit madrsah yang melaksanakan program bahtsul masail […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menghitung Kredit. Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash.

    Kredit

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Karena untuk menjadi istiqomah itu amat berat. Selalu tepat waktu dalam kondisi apa saja, dimana saja, dengan siapa dan berbuat apa. Jika sudah mengiyakan sepekan sekali harus ada tulisan ya harus di sempatkan. Seperti halnya kemarin-kemarin jika hari kemenangan tinggal kenangan. Setelah sebulan fuul kita terkekang, menahan lapar, menahan dahaga. Tapi belum mampu menahan rasan-rasan […]

  • PCNU-PATI

    MA Walisongo Pecangaan Bekali Siswa Wawasan Studi Lanjut

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara membekali peserta didik kelas XII dengan wawasan studi lanjut dan jenjang karir yang berlangsung di Laboratorium Multimedia, Ahad (21/1). Hadir dalam kegiatan Kepala MA Walisongo Ainun Najib, Direktur Eksekutif Yayasan Walisongo Adib Khoiruz Zaman, dan narasumber alumnus UGM Achmad Widiatmoko. Juga 37 peserta didik jurusan IPA […]

  • LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Adib al Arif, ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pati PATI – Terkait dengan penutupan tempat maksiat Lorok Indah (LI) yang ada di Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, LP Ma’arif NU Kabuoaten Pati merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kab. Pati dan seluruh jajarannya. Hal itu disampaikan langsung oleg Ketua LP Ma’arif Pati, Ahmad Adib Al […]

  • PCNU-PATI Photo by Malik Skydsgaard

    Fenomena Prostitusi dalam Perspektif Fiqih Sosial Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prostitusi didefinisikan sebagai pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan atau pelacuran. Aktifitas seksual yang terjadi dalam prostitusi bukan lahir karena hubungan sah suami-istri, melainkan karena adanya transaksi “penjual” dan “pembeli”. Dari sini sudah jelas sekali, bahwa prostitusi merupakan praktik bisnis perzinaan berbayar […]

expand_less