Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU Ranting Kajen Gelar Khitan Massal

NU Ranting Kajen Gelar Khitan Massal

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
  • visibility 253
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Puluhan anak mengikuti khitan massal di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Senin (27/1/2025). Khitan massal ini digelar oleh Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kajen dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhamad SAW dan Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU.

Anak-anak ini tampak antusias mengikuti sunatan massal. Sebelum dikhitan, mereka diarak keliling desa menggunakan becak motor yang telah dihias. Kemudian, diikuti oleh peserta kirab lainnya, seperti parade sepeda antik hingga marching band dari MA Salafiyah Kajen, Mathali’ul Falah Kajen, dan Madrasah PGIP Hadiwijaya Kajen.

Usai kirab, para peserta kemudian dikhitan secara bergantian di kompleks Masjid Kajen. Anak-anak yang mengikuti khitan ini didampingi oleh orang tua mereka.

Koordinator khitan massal, Ahmad Hakim mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 55 anak. Baik dari Kabupaten Pati maupun dari kabupaten tetangga.

“Ada 55 anak. Kalau medisnya ada 11. Peserta khitan dari eks-karesidenan Pati, ada Jepara dan kudus,” kata dia.

Ia menjelaskan, pihaknya juga memberikan fasilitas berupa kontrol setelah khitan. “Panitia memfasilitasi anak yang khitan untuk kontrol, tiga hari ke depan setelah khitan,” jelas dia.

Selain itu, lanjut dia, para peserta khitan juga mendapat bingkisan dari panitia. “Mendapatkan satu stel baju, kopiah, sarung, dan uang saku,” ucap Hakim.

Ia menambahkan, selain sunatan massal, panitia juga menyelenggarakan berbagai kegiatan lainnya.

“Agendanya, ada lomba lomba-lomba anak IPNU-IPPNU juga pengajian umum di Masjid Kajen pada Senin malam,” tandas dia.

Dihubungi terpisah, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Margoyoso, KH. Samuin Wage, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi NU Ranting Kajen karena rutin mengadakan kegiatan peringatan Isra Miraj setiap tahunnya.

“Kegiatan ini dilakulan sejak dahulu kala hingga sekarang ini. Kajen sangat kuat dalam memelihara tradisi. Bahkan kiai yang ditunjuk untuk mengisi pengajian pun harus restu dari kiai sepuh,” kata dia.

“Adapun sunatan massal, sebagai pengembangan dari peringatan isra miraj, bahkan sudah kira-kira 5 tahun terakhir ini seluruh kebutuhan hitanan mulai konsumsi, uang saku peserta khitan, biaya medis, dan pakaian komplet, ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan KH. Ahmad Mutamakkin. Kas dari makam Mbah Mutamakkin Kajen,” lanjut KH. Samuin. (Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Dmitry Ganin

    Playboy

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Kamu kalau sudah kebelet nikah bilango sama Ummik.” Laki-laki berkulit sawo matang di hadapan Bu nyai Khomsah itu menunduk dalam. Tiba-tiba tak berani menatap sang ibunda. Kontras dengan ekspresi wajahnya saat membenarkan hafalan wanita sepuh itu.  Berkobar-kobar. Pun sebaliknya, ia begitu antusias ketika Bu nyai menyimak dan membenarkan hafalannya. Rutinitas bakda isya’ […]

  • Salat Jaga Jarak Lebih Utama saat Pandemi, Ini Penjelasannya

    Salat Jaga Jarak Lebih Utama saat Pandemi, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    KH. Abdul Qohar, Pengasuh PP. Al Ma’arif Gembong saat menyampaikan pendapatnya tentang salat berjamaah dengan jaga jarak GEMBONG- KH. Abdul Qohar, Pengasuh Ponpes Al Ma’arif Gembong baru-baru ini mengeluarkan pendapat tentang salat jemaah di era pandemi ini. Hal itu disampaikan olehnya Sabtu (10/7) malam usai ngaji Malam Minggu Ihya Ulumuddin di pondoknya.  Menurut pria yang […]

  • Photo by Richard Stachmann

    Pesantren dan Pembangunan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sebagaimana kita ketahui pesantren merupkan tempat untuk menimba ilmu baik agama maupun umum, sehingga pesantren dapat diartikan sebagai pusat pendidikan bagi santri maupun masyarakat. Mengingat pesantren sekarang ini sudah banyak mengalami perubahan baik dari segi pendidikan, gedung, dan trasformasi sosial terhadap lingkungan sekitar. Sehingga pesantren di era sekarang ini bisa disebut […]

  • Istighotsah Ma’arif Jateng, Bib Umar : Kalau Allah Turun Tangan, Covid Sirna

    Istighotsah Ma’arif Jateng, Bib Umar : Kalau Allah Turun Tangan, Covid Sirna

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Ruang meeting zoom Istighotsah Ma’arif NU Jateng bersama Habib Umar Muthohhar. In frame, R. Andi Irawan, ketua LP Ma’arif NU Jateng saat memberikan sambutan SEMARANG-Dalam rangka berikhtiar memohon keselamatan bangsa dari wabah covid-19, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar istighosah secara virtual, Sabtu (17/7). Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk Istighosah LP Ma’arif NU […]

  • Peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Tlogowungu Adakan Ngaji Triwulan

    Peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Tlogowungu Adakan Ngaji Triwulan

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.782
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2025, PAC GP Ansor Kecamatan Tlogowungu mengadakan acara Ngaji Triwulan, di halaman Masjid Baiturrohman Dukuh Ngembe, Desa Suwatu, pada Kamis (23/10/2025) malam. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, H. Abdullah Syafiq Mu’adz, serta diisi oleh KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib sebagai penceramah. […]

  • PCNU - PATI 100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

    100 Tokoh yang Mengubah Indonesia

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Buku ini merangkum riwayat hidup tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yan paling berpengaruh tokoh protagonis, bisa juga antagonis. Mereka bisa saja pahlawan pemersatu bangsa, bisa pula seorang tokoh gerakan separatis. Mereka bisa seorang tokoh politik, bisa pula datang dari dunia seni atau bisnis.

expand_less