Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah.

Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang ada di Jawa. Bukan hanya itu, setelah sukses menakhlukkan hati khalayak, para menebar agama ini pun masih harus disibukkan dengan agenda lain diluar misi intelektual.

Misalnya, kasus-kasus yang bersifat mistis hingga medis, semuanya ditumpah ruahkan kepada penebar Agama Islam (red-ulama’ atau kiai). Alhasil, mereka juga harus mampu memposisikan diri sebagai dukun, dokter, psikiater, pawang hujan, penasihat kerajaan hingga konsultan bisnis.

Jika—katakanlah—di timur tengah, tugas ulama ‘hanya’ sebatas urusan spiritual dan moral, maka beda cerita di negeri kita. Kasus bayi menangis sampai tengah malam, hingga kambing hilang, semua menjadi ‘tanggung jawab’ kiai. Sebab mereka (masyarakat) secara intuitif yakin betul bahwa kiai merupakan manusia multitasking yang dengan ‘ewes-ewes’-nya mampu melakukan apa saja. Kaum santri menyebutnya, mutafaanun.

Lantas mengapa para ulama jawa mau repot-repot menyebarkan agama islam? Toh setelah punya banyak follower, mereka juga tambah repot dengan seabrek keluahan masyarakat. Jawaban normatifnya ya sesuai sabda nabi, untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Namun ada satu jawaban yang lebih menohok, yaitu keberlangsungan peradaban yang baik.

Para ulama rela ‘mewakafkan’ diri untuk ummat. Berperan layaknya minimarket, para beliau menyediakan segala kebutuhan masyarakat, baik rohani, jasmani maupun yang bersifat muamalah, semua adalah demi peradaban yang baik.

Bayangkan jika sebuah negara maju dikuasai orang yang fasik, maka kerusakan akan terjadi di setiap sudut mata memandang. Maka kiai hadir dalam dimensi ‘yang dibutuhkan’ agar orang merasa pekewuh (sungkan) jika harus melakukan hal-hal yang kontra dengan ajaran kiai, sementara, di berbagai aspek kehidupan mereka bergantung pada para romo yai itu.

Ibarat gula, ‘semut-semut’ pun akan merapat, sehingga manis gula pun bisa tersalurkan tanpa perlu penakhlukan atau bahkan peperangan. Hasilnya, tiada roaming antara kiai feat. everyone (termasuk pemilik kebijakan dan bisnisman). Dengan pendekatan multidimensi yang digerakkan kiai, maka para pejabat juga berfikir berkali-kali untuk melakukan menyelewengan. Peluang bisnisman untuk menjalankan money laundry juga menyempit. Pun masyarakat grassroot yang dekat dengan kiai, potensi mereka untuk nge-slot, judi, dadu, mabok dan nyewa WTS juga kian minim.

Via pola ini pulalah, ulama jawa bisa membuktikan bahwa islam itu luas. Islam bukan sekadar halal-haram, sah-batal, atau kafir-mukmin. Islam adalah rahmat bagi semua, seperti yang telah dicontohkan ulama’-ulama’ kita, bukan sekadar kata-kata!.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    Momen Kemerdekaan, Banser Wedarijaksa Ziarahi Makam Syeh Syadzili

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Aksi Banser Satkoryon Wedarijaksa di Air Terjun Rejenu paska ziarah di makam Syeh Syadzili dan melakukan pengibaran bendera di sana WEDARIJAKSA-Tepat tanggal 17 Agustus kemarin Banser Satkoryon Wedarijaksa melakukan perjalanan ke Muria. Tujuan mereka adalah makam Syeh Syadzili.  Kegiatan ini diikuti hampir seluruh anggota Banser Wedarijaksa. Andis Qomarudin, sesepuh Banser terjun sendiri mengawal kegiatan ini.  […]

  • Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.261
    • 0Komentar

      Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman. Hal itu terungk‎ap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan […]

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • PCNU-PATI Photo by Alexandros Giannakakis

    3 Langkah Mengenali Diri Sendiri

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Mengenali diri sendiri itu sangat penting. Namun kadang kala hal itu justru diabaikan. Kita justru lebih sering memahami sifat orang lain ketimbang diri kita sendiri. Lalu bagaimana cara memahami dan mengenali diri sendiri? Ada beberapa cara mengenal diri sendiri yang bisa kalian coba. 1. Tulis di buku catatan harian Kalian bisa […]

  • PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    PCNU – Ipmafa Lakukan Pertemuan Intern, Ini Hasilnya

    • calendar_month Jum, 11 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Para pengurus PCNU Pati bersama dengan Petinggi Ipmafa PATI – PCNU Pati dan Ipmafa melakukan pertemuan internal, Kamis (10/3) kemarin. Persoalan yang dibahas dalam agenda tersebut ialah terkait kerjasama antar keduanya.  “Kita bekerjasama, intinya saling membantu,” ungkap K. Yusuf Hasyim, paska pertemuan.  Sebelumnya, PCNU Pati memang telah banyak melakukan kerjasama dengan kampus yang berada di […]

  • KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    KH. Ali Munfaat, Ketua PCNU 2013-2019 Berpulang

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    PATI – Berita duka menyelimuti warga Nahdliyyin Kabupaten Pati. KH. Ali Munfaat, ketua PCNU Pati periode 2013-2019 dikabarkan wafat pada Senin (15/11) pukul 02.52 dini hari tadi.  Berita ini telah dikonfirmasi oleh beberapa pihak. PCNU Pati, melalui ketua tanfidziyah, K. Yusuf Hasyim sendiri membenarkan kabar duka tersebut.  Rencananya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka yang […]

expand_less