Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah.

Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang ada di Jawa. Bukan hanya itu, setelah sukses menakhlukkan hati khalayak, para menebar agama ini pun masih harus disibukkan dengan agenda lain diluar misi intelektual.

Misalnya, kasus-kasus yang bersifat mistis hingga medis, semuanya ditumpah ruahkan kepada penebar Agama Islam (red-ulama’ atau kiai). Alhasil, mereka juga harus mampu memposisikan diri sebagai dukun, dokter, psikiater, pawang hujan, penasihat kerajaan hingga konsultan bisnis.

Jika—katakanlah—di timur tengah, tugas ulama ‘hanya’ sebatas urusan spiritual dan moral, maka beda cerita di negeri kita. Kasus bayi menangis sampai tengah malam, hingga kambing hilang, semua menjadi ‘tanggung jawab’ kiai. Sebab mereka (masyarakat) secara intuitif yakin betul bahwa kiai merupakan manusia multitasking yang dengan ‘ewes-ewes’-nya mampu melakukan apa saja. Kaum santri menyebutnya, mutafaanun.

Lantas mengapa para ulama jawa mau repot-repot menyebarkan agama islam? Toh setelah punya banyak follower, mereka juga tambah repot dengan seabrek keluahan masyarakat. Jawaban normatifnya ya sesuai sabda nabi, untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Namun ada satu jawaban yang lebih menohok, yaitu keberlangsungan peradaban yang baik.

Para ulama rela ‘mewakafkan’ diri untuk ummat. Berperan layaknya minimarket, para beliau menyediakan segala kebutuhan masyarakat, baik rohani, jasmani maupun yang bersifat muamalah, semua adalah demi peradaban yang baik.

Bayangkan jika sebuah negara maju dikuasai orang yang fasik, maka kerusakan akan terjadi di setiap sudut mata memandang. Maka kiai hadir dalam dimensi ‘yang dibutuhkan’ agar orang merasa pekewuh (sungkan) jika harus melakukan hal-hal yang kontra dengan ajaran kiai, sementara, di berbagai aspek kehidupan mereka bergantung pada para romo yai itu.

Ibarat gula, ‘semut-semut’ pun akan merapat, sehingga manis gula pun bisa tersalurkan tanpa perlu penakhlukan atau bahkan peperangan. Hasilnya, tiada roaming antara kiai feat. everyone (termasuk pemilik kebijakan dan bisnisman). Dengan pendekatan multidimensi yang digerakkan kiai, maka para pejabat juga berfikir berkali-kali untuk melakukan menyelewengan. Peluang bisnisman untuk menjalankan money laundry juga menyempit. Pun masyarakat grassroot yang dekat dengan kiai, potensi mereka untuk nge-slot, judi, dadu, mabok dan nyewa WTS juga kian minim.

Via pola ini pulalah, ulama jawa bisa membuktikan bahwa islam itu luas. Islam bukan sekadar halal-haram, sah-batal, atau kafir-mukmin. Islam adalah rahmat bagi semua, seperti yang telah dicontohkan ulama’-ulama’ kita, bukan sekadar kata-kata!.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, Putra Margoyoso Ukir Prestasi di Tingkat Asean

    Lagi, Putra Margoyoso Ukir Prestasi di Tingkat Asean

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Miftahul Huda (34), putra asli Margoyoso telah berhasil mengharumkan Indonesia dalam kancah internasional. Bukan hanya Indonesia, ia juga telah berhasil membawa nama baik NU melalui kaligrafi. Dalam ajang Pertandingan Kaligrafi Nusantara (Khat) 2019 yang digelar di Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia tersebut, Huda sukses menyabet gelar juara II dalam kategori Khat Tsuluts dan Nasakh tingkat Asean. […]

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.858
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan bantuan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatrea Barat, pada Jumat, (5/12/25). Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan pakaian layak pakai yang selanjutnya akan disalurkan kepada para penyintas. Aksi penggalangan bantuan […]

  • Kamis Sore, Waktunya Menentukan Arah Qiblat

    Kamis Sore, Waktunya Menentukan Arah Qiblat

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    PATI -Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LF-NU) baru-baru ini membagikan informasi tentang penentuan arah kiblat. Dalam istilah agama, momen ini biasa disebut dengan rashdul kiblat.  Lembaga yang bergerak di bidang astronomi tersebut, menyatakan bahwa Kamis, (15/7) sekira pukul 16.27 WIB adalah waktu penentuan kembali arah kiblat. “Pada saat itu, matahari berada tepat di atas ka’bah, jadi […]

  • Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur.  Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil […]

  • 15 Mahasiswa Ipmafa Terima Pembekalan Fundraising  and Networking  dari Lazisnu

    15 Mahasiswa Ipmafa Terima Pembekalan Fundraising and Networking dari Lazisnu

    • calendar_month Ming, 17 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Ketua MWC NU Margoyoso KH. Muslich AR  bersama Lazisnu Cabang Pati mengadakan pembekalan kepada relawan Fundraising and Networking Lazisnu dari Ipmafa, Sabtu (16/11). Bertempat di kediamannya, acara ini diikuti oleh 15 mahasiswa-mahasiswi jurusan Pengembangan Masyarakat Islam. Mereka akan bertugas melakukan sosialisasi program Beberkah door to door di kalangan aghniya di wilayah Margoyoso. KH. Muslich AR, […]

  • ‎Harlah ke-96 LP Ma’arif NU Temanggung: Momentum Tingkatkan Mutu dan Karakter Pendidikan

    ‎Harlah ke-96 LP Ma’arif NU Temanggung: Momentum Tingkatkan Mutu dan Karakter Pendidikan

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id ‎Temanggung – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) PCNU Kabupaten Temanggung digelar dengan khidmat di Aula KBIHU Babussalam NU Temanggung, Kamis (18/9/2025). Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala madrasah dan sekolah di lingkungan LP Ma’arif NU se-Kabupaten Temanggung. ‎Ketua LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Temanggung, […]

expand_less