Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 548
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA*

Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung secara matematis.

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”.(QS. Ibrahim, 14: 34).

Mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, merupakan aktifitas yang sangat terpuji. Mereka yang bersyukur itu akan dapat memahami nikmat yang kita peroleh, sehingga dapat diarahkan pada yang lebih baik da terpuji. Manusia atau bangsa yang pandai bersyukur terhadap karunia Tuhan, akan memperoleh nikmat-Nya dengan karunia yang berlipat ganda. Sebaliknya bila kelompok umat manusia atau suatu bangsa tidak pandai mensyukuri nikmat Tuhan, akan menderita kerugian dan kerusakan.

Mensyukuri nikmat kemerdekaan, kita lakukan dengan memuji dan beribadah kepada Allah. Memanfaatkan karunia yang agung itu untuk diisi dengan berbagai kegiatan dan amal yang saleh yang dapat mendatangkan manfaat secara umum. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan terpola dengan baik. Dengan demikian dapat melahirkan karya-karya besar yang hasilnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang atau generasi yang akan datang. Manusia Indonesia harus terus berjuang dengan penuh keprihatinan, berhemat, menghindari sikap hedonistik dan pola hidup konsumtif yang bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemerdekaan dan kebebasan yang telah kita rasakan selama tuju puluh enam tahun, hendaknya kita fahami dengan baik misi dari perjuangan para pahlawan terdahulu. Misi perjuangan mereka harus terus hidup dalam jiwa generasi baru Indonesia, sehingga mereka bisa memahami dengan baik hakekat kemerdekaan. Kemerdekaan itu telah diperjuangkan  Bangsa Indonesia menuju tegaknya hak-hak asasi manusia, persamaan hak, dan perdamaian dunia.

Dalam al-Qur’an dijelaskan berbagai tuntunan mengenai hak asasi manusia, keadilan, persaudaraan sesama umat manusia, tanpa memandang perbedaan warna kulit, ras, suku atau kebangsaan mereka. Dalam surat al-Hujurat disebutkan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantaramu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat, 49: 13).

Diciptakannya beraneka macam bangsa dan suku yang meramaikan kehidupan dunia ini, bukanlah untuk saling menjajah atau saling kalah mengalahkan, tetapi untuk saling tolong menolong, saling mengenal sehingga terwujudlah perdamaian dunia. Ajaran Islam menjamin adanya hak asasi manusia, baik secara individu ataupun kelompok bahkan hak asasi antar bangsa. Sebagai contoh, khalifah Umar bin Khatab telah menegur dengan keras terhadap Gubernurnya yang ditugaskan di Mesir bernama Amr bin Ash. Sampai berita kepada Umar bahwa gubernur Amr bin Ash melakukan tindakan yang tidak adil terhadap salah seorang rakyatnya. Umar bin Khatab memperingatkan dengan kalimat yang sangat keras: 

مَتَى اسْتَعْبَدْتُمُ النَّاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا

”Sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedang ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan bebas dan merdeka”.

Mengenai persamaan derajat manusia, al-Qur’an menyebutkan dalam berbagai ayatnya, bahwa semua manusia itu bersumber dari asal yang sama, ia berasal dari tanah, kemudian dari satu sel air mani yang renik, kemudian menyatu dengan ovum dan menjadilah segumpal darah kemudian berproses menjadi embrio dalam rahim.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيْئًا وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ  

 “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantaramu ada yang diwafatkan dan (adapula) diantaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (QS. Al-Hajj, 22: 5).

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa:

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ خُلِقَ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَالتَّرَائِبِ

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”. (QS. Al-Thariq, 86: 5-7).

Ayat tersebut mengarahkan kepada kita untuk menyadari bahwa sebetulnya manusia itu sama, dari nenek moyang yang sama dan dari kejadian yang sama pula. Sungguh tidak wajar apabila manusia dalam berbagai ras dan bangsanya saling bermusuhan atau saling menganiaya satu sama lain.

Dengan memperingati H.U.T. kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai, marilah kita mensyukuri nikmat kemerdekaan itu dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan itu bisa berupa kegiatan keagamaan seperti melakukan sujud syukur atau kegiatan yang bersifat umum seperti ceramah dan pengarahan kepada generasi muda, dan berbagai kegiatan lain yang langsung ataupun tidak langsung dapat membentuk generasi muda yang berkualitas.

*Syuriyah PBNU

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWC NU – PAC Muslimat NU Winong Gelar Konferensi ‘Bersama’

    MWC NU – PAC Muslimat NU Winong Gelar Konferensi ‘Bersama’

    • calendar_month Ming, 8 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    WINONG – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Winong, Ahad (08/09) ini menggelar konferensi bersama-sama. Acara yang dilaksanakan secara bersama-sama di Gedung NU Winong ini hanya pada kegiatan opening ceremony saja. Opening ceremony Konferensi MWC NU dan Konferensi Anak Cabang Muslimat NU Kec. Winong yang dilaksanakan […]

  • Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

    Rintisan Kampung Moderasi Beragama di Kaloran Temanggung

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 664
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Temanggung – Penetapan Desa Getas sebagai Rintisan Kampung Moderasi Beragama (KMB) Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah disambut positif oleh Kepala Desa Getas, tokoh agama, sesepuh dan tokoh adat Desa Getas. Demikian ini tergambar dari forum sambung rasa lintas agama Desa Getas pada Senin (10/7/2023) kemarin di balai Desa Getas. Hadir pada kegiatan ini […]

  • NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Gempolsari, Kec. Gabus

    NU PEDULI Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Gempolsari, Kec. Gabus

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.009
    • 0Komentar

      NU Peduli Kabupaten Pati resmi mendirikan Posko Kesehatan di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, sebagai upaya membantu masyarakat terdampak banjir. Pembukaan posko dilaksanakan pada Sabtu, 24 Januari 2026, bertempat di ruko Posko MWCNU Gabus, Desa Gempolsari. Peresmian Posko Kesehatan dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Posko […]

  • a couple of people walking down a dirty street

    Islam, Perang dan Perdamaian

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.556
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Perang di Timur Tengah sejak Ramadlan 1447 H. menyita perhatian publik, baik di dunia nyata maupun online. Perang terjadi secara offline dan digital. Isu agama mencuat tajam. Pihak Iran menyebut ini ada perang agama sehingga umat Islam dunia harus mendukung Iran. Sedangkan Amerika lewat Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ini adalah perang […]

  • Muwadda'ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    Muwadda’ah MA Salafiyah Kajen: 107 Lulusan Lolos PTN Tanpa Tes

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14.115
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Suasana haru dan penuh kebersamaan menyelimuti acara Muwadda’ah siswa kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, tahun pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Ahad (10/5). Momentum ini menjadi seremoni perpisahan bagi para siswa setelah menuntaskan masa pendidikan selama tiga tahun di madrasah tersebut. ​Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Kepala Kantor Kementerian […]

  • Rembuk Merah Putih, FKPT Jateng Ajak Gelorakan Pendidikan Damai Cegah Radikalisme

    Rembuk Merah Putih, FKPT Jateng Ajak Gelorakan Pendidikan Damai Cegah Radikalisme

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar kegiatan Rembuk Merah Putih di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (1/10/2025). Dalam laporannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan bahwa kekerasan tidak bisa dilawan dan diselesaikan melalui kekerasan. “Beberapa waktu lalu, kita dihadapkan dengan […]

expand_less