Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 517
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA*

Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung secara matematis.

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”.(QS. Ibrahim, 14: 34).

Mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, merupakan aktifitas yang sangat terpuji. Mereka yang bersyukur itu akan dapat memahami nikmat yang kita peroleh, sehingga dapat diarahkan pada yang lebih baik da terpuji. Manusia atau bangsa yang pandai bersyukur terhadap karunia Tuhan, akan memperoleh nikmat-Nya dengan karunia yang berlipat ganda. Sebaliknya bila kelompok umat manusia atau suatu bangsa tidak pandai mensyukuri nikmat Tuhan, akan menderita kerugian dan kerusakan.

Mensyukuri nikmat kemerdekaan, kita lakukan dengan memuji dan beribadah kepada Allah. Memanfaatkan karunia yang agung itu untuk diisi dengan berbagai kegiatan dan amal yang saleh yang dapat mendatangkan manfaat secara umum. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan terpola dengan baik. Dengan demikian dapat melahirkan karya-karya besar yang hasilnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang atau generasi yang akan datang. Manusia Indonesia harus terus berjuang dengan penuh keprihatinan, berhemat, menghindari sikap hedonistik dan pola hidup konsumtif yang bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemerdekaan dan kebebasan yang telah kita rasakan selama tuju puluh enam tahun, hendaknya kita fahami dengan baik misi dari perjuangan para pahlawan terdahulu. Misi perjuangan mereka harus terus hidup dalam jiwa generasi baru Indonesia, sehingga mereka bisa memahami dengan baik hakekat kemerdekaan. Kemerdekaan itu telah diperjuangkan  Bangsa Indonesia menuju tegaknya hak-hak asasi manusia, persamaan hak, dan perdamaian dunia.

Dalam al-Qur’an dijelaskan berbagai tuntunan mengenai hak asasi manusia, keadilan, persaudaraan sesama umat manusia, tanpa memandang perbedaan warna kulit, ras, suku atau kebangsaan mereka. Dalam surat al-Hujurat disebutkan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantaramu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat, 49: 13).

Diciptakannya beraneka macam bangsa dan suku yang meramaikan kehidupan dunia ini, bukanlah untuk saling menjajah atau saling kalah mengalahkan, tetapi untuk saling tolong menolong, saling mengenal sehingga terwujudlah perdamaian dunia. Ajaran Islam menjamin adanya hak asasi manusia, baik secara individu ataupun kelompok bahkan hak asasi antar bangsa. Sebagai contoh, khalifah Umar bin Khatab telah menegur dengan keras terhadap Gubernurnya yang ditugaskan di Mesir bernama Amr bin Ash. Sampai berita kepada Umar bahwa gubernur Amr bin Ash melakukan tindakan yang tidak adil terhadap salah seorang rakyatnya. Umar bin Khatab memperingatkan dengan kalimat yang sangat keras: 

مَتَى اسْتَعْبَدْتُمُ النَّاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا

”Sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedang ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan bebas dan merdeka”.

Mengenai persamaan derajat manusia, al-Qur’an menyebutkan dalam berbagai ayatnya, bahwa semua manusia itu bersumber dari asal yang sama, ia berasal dari tanah, kemudian dari satu sel air mani yang renik, kemudian menyatu dengan ovum dan menjadilah segumpal darah kemudian berproses menjadi embrio dalam rahim.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيْئًا وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ  

 “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantaramu ada yang diwafatkan dan (adapula) diantaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (QS. Al-Hajj, 22: 5).

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa:

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ خُلِقَ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَالتَّرَائِبِ

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”. (QS. Al-Thariq, 86: 5-7).

Ayat tersebut mengarahkan kepada kita untuk menyadari bahwa sebetulnya manusia itu sama, dari nenek moyang yang sama dan dari kejadian yang sama pula. Sungguh tidak wajar apabila manusia dalam berbagai ras dan bangsanya saling bermusuhan atau saling menganiaya satu sama lain.

Dengan memperingati H.U.T. kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai, marilah kita mensyukuri nikmat kemerdekaan itu dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan itu bisa berupa kegiatan keagamaan seperti melakukan sujud syukur atau kegiatan yang bersifat umum seperti ceramah dan pengarahan kepada generasi muda, dan berbagai kegiatan lain yang langsung ataupun tidak langsung dapat membentuk generasi muda yang berkualitas.

*Syuriyah PBNU

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Langkah Tegas Kemenag Terkait Masalah di Ponpes Ndholo Kusumo

    Ini Langkah Tegas Kemenag Terkait Masalah di Ponpes Ndholo Kusumo

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.622
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati merilis pengumuman resmi terkait rekomendasi tegas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati. ​ Langkah ini tertuang dalam Surat Dirjen Pendis Nomor: B-1319/DJ.I/PP.00.7/04/2026 tertanggal 28 April 2026. Dalam informasi resmi tersebut, Kemenag Pati menekankan pentingnya transparansi […]

  • NU Peduli Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Juwana

    NU Peduli Kabupaten Pati Dirikan Posko Kesehatan di Juwana

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.959
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- NU PEDULI Kabupaten Pati kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak banjir dengan mendirikan Posko Kesehatan di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Posko ini disiapkan untuk melayani warga yang mengalami berbagai keluhan kesehatan akibat banjir, seperti gatal-gatal, flu, demam, masuk angin, dan gangguan kesehatan lainnya. Peresmian Posko Kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua PCNU […]

  • PCNU-PATI

    Asosiasi P2MI Selenggarakan Diskusi Rutinan di UIN Mataram Secara Luring-Daring

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    Pati-Dalam membangun persepsi dan menambah wawasan keilmuan tentang Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Asosiasi Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) yang diselenggarakan di Civitas Akademik UIN Mataram Lombok berjalan dengan lancar. Senin, 30/10/23. Kegiatan diskusi P2MI yang mengangkat tema tentang “Curriculum and Employability: Standar Kompetensi PMI” bertujuan untuk menguatkan persepsi dan kesamaan dalam perkuliahan maupun kerjasama […]

  • PCNU-PATI

    Dosen INISNU Ajari Guru MI Buat Game GATEL

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-TEMANGGUNG – Bertempat di Ruang Rapat II Rektorat Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung Hamidulloh Ibda melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kemampuan Guru MI dalam Mendesain Game GATEL melalui Program SAGU SAGA (Satu Guru Satu Game) pada Sabtu (18/3/2023). […]

  • Gelar Rapimcab Perdana, PC IPNU IPPNU Pati Serap Aspirasi dan Evaluasi Kader

    Gelar Rapimcab Perdana, PC IPNU IPPNU Pati Serap Aspirasi dan Evaluasi Kader

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) perdana, Ahad (3/6). Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ini dihadiri oleh seluruh Ketua atau pengurus yang mewakili Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-kabupaten Pati. Rapimcab […]

  • PCNU-PAT

    70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 70 desa di Kabupaten Pati alami kekeringan. Akibatnya, lebih dari 106 ribu jiwa terdampak. Ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Adapun 70 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di 10 kecamatan. Antara lain Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.  Penjabat (Pj) Bupati […]

expand_less