Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 492
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA*

Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung secara matematis.

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”.(QS. Ibrahim, 14: 34).

Mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, merupakan aktifitas yang sangat terpuji. Mereka yang bersyukur itu akan dapat memahami nikmat yang kita peroleh, sehingga dapat diarahkan pada yang lebih baik da terpuji. Manusia atau bangsa yang pandai bersyukur terhadap karunia Tuhan, akan memperoleh nikmat-Nya dengan karunia yang berlipat ganda. Sebaliknya bila kelompok umat manusia atau suatu bangsa tidak pandai mensyukuri nikmat Tuhan, akan menderita kerugian dan kerusakan.

Mensyukuri nikmat kemerdekaan, kita lakukan dengan memuji dan beribadah kepada Allah. Memanfaatkan karunia yang agung itu untuk diisi dengan berbagai kegiatan dan amal yang saleh yang dapat mendatangkan manfaat secara umum. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan terpola dengan baik. Dengan demikian dapat melahirkan karya-karya besar yang hasilnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang atau generasi yang akan datang. Manusia Indonesia harus terus berjuang dengan penuh keprihatinan, berhemat, menghindari sikap hedonistik dan pola hidup konsumtif yang bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemerdekaan dan kebebasan yang telah kita rasakan selama tuju puluh enam tahun, hendaknya kita fahami dengan baik misi dari perjuangan para pahlawan terdahulu. Misi perjuangan mereka harus terus hidup dalam jiwa generasi baru Indonesia, sehingga mereka bisa memahami dengan baik hakekat kemerdekaan. Kemerdekaan itu telah diperjuangkan  Bangsa Indonesia menuju tegaknya hak-hak asasi manusia, persamaan hak, dan perdamaian dunia.

Dalam al-Qur’an dijelaskan berbagai tuntunan mengenai hak asasi manusia, keadilan, persaudaraan sesama umat manusia, tanpa memandang perbedaan warna kulit, ras, suku atau kebangsaan mereka. Dalam surat al-Hujurat disebutkan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantaramu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat, 49: 13).

Diciptakannya beraneka macam bangsa dan suku yang meramaikan kehidupan dunia ini, bukanlah untuk saling menjajah atau saling kalah mengalahkan, tetapi untuk saling tolong menolong, saling mengenal sehingga terwujudlah perdamaian dunia. Ajaran Islam menjamin adanya hak asasi manusia, baik secara individu ataupun kelompok bahkan hak asasi antar bangsa. Sebagai contoh, khalifah Umar bin Khatab telah menegur dengan keras terhadap Gubernurnya yang ditugaskan di Mesir bernama Amr bin Ash. Sampai berita kepada Umar bahwa gubernur Amr bin Ash melakukan tindakan yang tidak adil terhadap salah seorang rakyatnya. Umar bin Khatab memperingatkan dengan kalimat yang sangat keras: 

مَتَى اسْتَعْبَدْتُمُ النَّاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا

”Sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedang ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan bebas dan merdeka”.

Mengenai persamaan derajat manusia, al-Qur’an menyebutkan dalam berbagai ayatnya, bahwa semua manusia itu bersumber dari asal yang sama, ia berasal dari tanah, kemudian dari satu sel air mani yang renik, kemudian menyatu dengan ovum dan menjadilah segumpal darah kemudian berproses menjadi embrio dalam rahim.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيْئًا وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ  

 “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantaramu ada yang diwafatkan dan (adapula) diantaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (QS. Al-Hajj, 22: 5).

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa:

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ خُلِقَ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَالتَّرَائِبِ

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”. (QS. Al-Thariq, 86: 5-7).

Ayat tersebut mengarahkan kepada kita untuk menyadari bahwa sebetulnya manusia itu sama, dari nenek moyang yang sama dan dari kejadian yang sama pula. Sungguh tidak wajar apabila manusia dalam berbagai ras dan bangsanya saling bermusuhan atau saling menganiaya satu sama lain.

Dengan memperingati H.U.T. kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai, marilah kita mensyukuri nikmat kemerdekaan itu dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan itu bisa berupa kegiatan keagamaan seperti melakukan sujud syukur atau kegiatan yang bersifat umum seperti ceramah dan pengarahan kepada generasi muda, dan berbagai kegiatan lain yang langsung ataupun tidak langsung dapat membentuk generasi muda yang berkualitas.

*Syuriyah PBNU

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

  • MI PIM Mujahidin Bageng Jadi Juara Umum Loksis se-Kecamatan Gembong

    MI PIM Mujahidin Bageng Jadi Juara Umum Loksis se-Kecamatan Gembong

    • calendar_month Rab, 15 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 649
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Perguruan Islam Monumen (PIM) Mujahidin, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, menjadi juara umum dalam Lomba Kompetensi Siswa (Loksis) tingkat MI se-Kecamatan tahun 2023. Pada kesempatan ini, PIM Mujahidin Bageng juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan Loksis tingkat MI Kecamatan Gembong yang dilaksanakan pada Rabu (15/11/2023). Kepala MI PIM Mujahidin Bageng, Sulkhan, mengatakan […]

  • Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

    Suluk Alif, Warisan Literasi Kritis Syekh Mutamakkin Kajen yang Memadukan Tauhid dan Budaya Jawa

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.752
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Tradisi manuskrip di wilayah Kajen, Pati, bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan cermin dari keberislaman masyarakat Jawa yang khas. Filolog Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Taufiq Hakim, mengungkapkan bahwa Islam di wilayah ini diresapi secara konvergen dan vernakular, menggabungkan ketauhidan yang kokoh dengan ekspresi rasa dan simbol budaya lokal. ​Poros dari peradaban Jawa-Muslim di […]

  • Kegiatan Ramadhan PAC Muslimat Dukuhseti Berakhir

    Kegiatan Ramadhan PAC Muslimat Dukuhseti Berakhir

    • calendar_month Sab, 1 Jun 2019
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    Pati, Kegiatan Romadlon tahun 2019 ini, Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan kajian kitab tafsir dan fiqih di desa Dumpil, Jumat (31/5/2019). “Alhamdulilah acara ini diikuti ibu-ibu muslimat dan Fatayat Dumpil,” kata Ketua PAC Muslimat NU Dukuhseti Faridatussaadah. Kegiatan itu bertempat di Masjid Dumpil. Acara […]

  • Warga Gandeng PMII Syekh Mutamakkin Tancapkan 8000 Bibit Mangrove

    Warga Gandeng PMII Syekh Mutamakkin Tancapkan 8000 Bibit Mangrove

    • calendar_month Sel, 3 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

    TAYU-Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Syekh Mutamakkin Pati melakukan gerakkan penanaman mangrove, Senin (2/12). Penanaman ini dilakukan bersama dengan para petani tambah dan nelayan Desa Dororejo, Tayu. Pengurus PMII Komisariat Syeh Mutamakkin bersama dengan warga dan TNI-Polri usai penanaman 8000 bibit mangrove di Desa Dororejo, Kecamatan Tayu, Senin (2/12). Sebanyak 8.000 bibit pohon […]

  • Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    Hahdirkan Karina Moudy, MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.458
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, menggelar training motivasi bertema “Membudayakan Literasi Digital dan Bijak Bermedia Sosial”, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan Karina Moudy, None Jakarta 2024, sebagai narasumber. Acara yang diikuti para siswa itu berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Kepala MA Salafiyah Kajen, Masrukhan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian […]

expand_less