Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
  • visibility 484
  • comment 0 komentar

Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA*

Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung secara matematis.

وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ 

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya”.(QS. Ibrahim, 14: 34).

Mensyukuri nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita, merupakan aktifitas yang sangat terpuji. Mereka yang bersyukur itu akan dapat memahami nikmat yang kita peroleh, sehingga dapat diarahkan pada yang lebih baik da terpuji. Manusia atau bangsa yang pandai bersyukur terhadap karunia Tuhan, akan memperoleh nikmat-Nya dengan karunia yang berlipat ganda. Sebaliknya bila kelompok umat manusia atau suatu bangsa tidak pandai mensyukuri nikmat Tuhan, akan menderita kerugian dan kerusakan.

Mensyukuri nikmat kemerdekaan, kita lakukan dengan memuji dan beribadah kepada Allah. Memanfaatkan karunia yang agung itu untuk diisi dengan berbagai kegiatan dan amal yang saleh yang dapat mendatangkan manfaat secara umum. Kita harus mengisi kemerdekaan dengan kerja keras dan terpola dengan baik. Dengan demikian dapat melahirkan karya-karya besar yang hasilnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang atau generasi yang akan datang. Manusia Indonesia harus terus berjuang dengan penuh keprihatinan, berhemat, menghindari sikap hedonistik dan pola hidup konsumtif yang bisa membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kemerdekaan dan kebebasan yang telah kita rasakan selama tuju puluh enam tahun, hendaknya kita fahami dengan baik misi dari perjuangan para pahlawan terdahulu. Misi perjuangan mereka harus terus hidup dalam jiwa generasi baru Indonesia, sehingga mereka bisa memahami dengan baik hakekat kemerdekaan. Kemerdekaan itu telah diperjuangkan  Bangsa Indonesia menuju tegaknya hak-hak asasi manusia, persamaan hak, dan perdamaian dunia.

Dalam al-Qur’an dijelaskan berbagai tuntunan mengenai hak asasi manusia, keadilan, persaudaraan sesama umat manusia, tanpa memandang perbedaan warna kulit, ras, suku atau kebangsaan mereka. Dalam surat al-Hujurat disebutkan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ  

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakanmu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikanmu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantaramu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujurat, 49: 13).

Diciptakannya beraneka macam bangsa dan suku yang meramaikan kehidupan dunia ini, bukanlah untuk saling menjajah atau saling kalah mengalahkan, tetapi untuk saling tolong menolong, saling mengenal sehingga terwujudlah perdamaian dunia. Ajaran Islam menjamin adanya hak asasi manusia, baik secara individu ataupun kelompok bahkan hak asasi antar bangsa. Sebagai contoh, khalifah Umar bin Khatab telah menegur dengan keras terhadap Gubernurnya yang ditugaskan di Mesir bernama Amr bin Ash. Sampai berita kepada Umar bahwa gubernur Amr bin Ash melakukan tindakan yang tidak adil terhadap salah seorang rakyatnya. Umar bin Khatab memperingatkan dengan kalimat yang sangat keras: 

مَتَى اسْتَعْبَدْتُمُ النَّاسَ وَقَدْ وَلَدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ أَحْرَارًا

”Sejak kapan kamu memperbudak manusia, sedang ibu mereka telah melahirkan mereka dalam keadaan bebas dan merdeka”.

Mengenai persamaan derajat manusia, al-Qur’an menyebutkan dalam berbagai ayatnya, bahwa semua manusia itu bersumber dari asal yang sama, ia berasal dari tanah, kemudian dari satu sel air mani yang renik, kemudian menyatu dengan ovum dan menjadilah segumpal darah kemudian berproses menjadi embrio dalam rahim.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِي رَيۡبٖ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن تُرَابٖ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٖ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٖ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٖ مُّخَلَّقَةٖ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٖ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡۚ وَنُقِرُّ فِي ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلٗا ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّكُمۡۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِكَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٖ شَيْئًا وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةٗ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن كُلِّ زَوۡجِۢ بَهِيجٖ  

 “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantaramu ada yang diwafatkan dan (adapula) diantaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah”. (QS. Al-Hajj, 22: 5).

Dalam ayat lain dijelaskan bahwa:

فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ خُلِقَ خُلِقَ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَالتَّرَائِبِ

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”. (QS. Al-Thariq, 86: 5-7).

Ayat tersebut mengarahkan kepada kita untuk menyadari bahwa sebetulnya manusia itu sama, dari nenek moyang yang sama dan dari kejadian yang sama pula. Sungguh tidak wajar apabila manusia dalam berbagai ras dan bangsanya saling bermusuhan atau saling menganiaya satu sama lain.

Dengan memperingati H.U.T. kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai, marilah kita mensyukuri nikmat kemerdekaan itu dengan melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Kegiatan itu bisa berupa kegiatan keagamaan seperti melakukan sujud syukur atau kegiatan yang bersifat umum seperti ceramah dan pengarahan kepada generasi muda, dan berbagai kegiatan lain yang langsung ataupun tidak langsung dapat membentuk generasi muda yang berkualitas.

*Syuriyah PBNU

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Bangun Kader Jurnalis, Lembaga Pers IPNU IPPNU Pati Bentuk Tim Instuktur

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- PATI – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) melalui Lembaga Pers dan Jurnalistik menginisiasi pembentukan Tim Instruktur dan Pelatih. Direktur Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU Pati Abdul Ghofur mengatakan, pembentukan tim instruktur ini sebagai upaya meningkatkan pengkaderan pelajar NU di bidang jurnalistik. “Terkait teknis dan […]

  • Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    PATI-Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari Pantura, sangat identik dengan seni musik seperti dangdut koplo, ketoprak ludruk dan hiburan-hiburan lainnya. Setiap hajatan, hampir seluruh masyarakat Pati mendatangkan orkes dangdut atau ketoprak untuk mengisi acara mereka. Pekalongan Bersholawat dalam rangka walimatul urusy bersama Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Marzuqi Abbas, Selasa (20/8) Namun jika kita […]

  • Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    K. Sholikhin (Ketua MWC NU Gembong) membuka Konferensi PAC Fatayat NU Gembong GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong menyelenggarakan konferensi pada Minggu (31/10). Kegiatan ini dilangsungkan di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Pembukaan Konferensi dimulai pada pukul 09.00 WIB. Dalam agenda tersebut, hadir Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. Dalam sambutannya, Asmonah memberikan wejangan kepada […]

  • PCNU-PATI

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Gelar Lakmud, Ada Bazar dan Pertunjukan Musik

    • calendar_month Sab, 31 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- DUKUHSETI – Bertepatan dengan momentum pergantian tahun, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Dukuhseti mengadakan Latihan Kader Muda (Lakmud). Kegiatan ini digelar di SMK Manahijul Huda Ngagel, Dukuhseti, Pati, pada 29 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023. Ketua PAC IPNU Dukuhseti, Muhammad Lailun Najih […]

  • Memburu Lailatul Qodar. Photo by Kym MacKinnon on Unsplash.

    Memburu Lailatul Qodar

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dilengkapi fitur canggih, lailatul qadr. Satu malam pada lailatul qadr, bernilai setara atau bahkan lebih dari seribu bulan. Artinya–menurut sebagian ulama–shalat satu rakaat pada malam ini, berpeluang memdapat jackpot keutamaan shalat satu rakaat selama seribu bulan atau 83 tahun penuh. Hanya saja, Allah tidak memberi bocoran […]

  • IPNU/IPPNU Kawedanan Tayu Kedatangan Tamu dari LTN-NU

    IPNU/IPPNU Kawedanan Tayu Kedatangan Tamu dari LTN-NU

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    DUKUHSETI-Rumat Literasi yang digagas oleh PC IPNU/IPPNU Kabupaten Pati mendarat di Kawedanan Tayu. Berlokasi di Gedung Haji Kecamatan Dukuhseti, IPNU dan IPPNU menggandeng LTN NU Pati demi melancarkan agenda ini. “Kami mengundang LTN-NU Pati sebagai fasilitator. Ini adalah salah satu bentuk kerjasama IPNU/IPPNU dengan Lembaga-lembaga NU.” Tutur Mukhoyyaroh, Dorektur Lembaga Pers dan Jurnalistik IPPNU Pati. […]

expand_less