Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mempertahankan Tradisi Nilai

Mempertahankan Tradisi Nilai

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
  • visibility 550
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin

Ngumbah keris atau gaman (mencuci benda pusaka) menjadi tradisi malam 1 Muharrom di Pulau Jawa. Ritual ini digunakan sebagai ajang untuk menyambung ‘silaturrahim’ antara pemilik keris dan benda keramatnya setidaknya setahun sekali.

Hanya saja, kultur yang telah melegenda ini, terancam punah akibat pengkultusan terhadap benda-benda semacam itu sudah mulai langka. Benda pusaka hanya dianggap sebagai besi tua dengan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Padahal, bagi Orang Jawa, keris adalah partner of life, bisa dikatakan isteri ke dua setelah isteri sungguhan. Maka pengkormatan terhadap keris murni dilakukan atas dasar cinta.

Meski seperti penulis katakan tadi, tradisi ini secara praktis sudah mulai memudar, namun kita masih bisa mempertahankan nilai yang ada dalam ngumbah keris. Salah satunya ya, dengan mengubah mindset.

Caranya begini, katanlah keris adalah sesuatu yang memiliki tugas penting dalam hidup kita. Dia juga menjadi simbol strata sosial. Maka, tinggal analogikan saja, apa ‘keris’ kita di era modern ini. Apakah objek yang kita keris-kan memang layak mendapat posisi itu? Atau kita hanya mengeriskan sesuatu yang omong kosong?

Pertama, tentukan dulu keris kita. Misalnya, keris itu adalah pemikiran kita, maka kedua, berikanlah penghormatan padanya meski hanya satu tahun sekali. Rehatkanlah dia, manjakanlah dia dengan liburan atau jalan-jalan.

Jika keris itu berupa iman, berilah somethings spesial padanya meski setahun sekali. Hilangkan tendensi dunia barang sehari untuk mendekat pada-Nya. Yang ada hanya Dia, tanpa ada yang lain.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Peringati Maulid Nabi, Pramuka Mathaliul Falah Kajen Gelar Bakti Sosial

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, kembali melaksanakan kegiatan pramuka setelah sempat terhenti selama dua tahun sejak pandemi. Kegiatan kepramukaan itu dilakukan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini berlangsung pada Kamis (06/10/2022) di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Kegiatan itu diikuti 1.633 peserta yang terdiri […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid Memakmurkan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.582
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Saya dulu sempat jengkel karena mau salat, tapi masjid digembok. Hal itulah yang melatarbelakangi saya menulis Ketika Masjid Digembok pada Alif.id terbit Kamis 17 Mei 2018. Pada 9 Juni 2018, sebenarnya saya juga sudah nulis di Islami.co berjudul Saatnya Masjid Memakmurkan Masyarakat. Pada tulisan kali ini bukan mengulang, tapi mencoba mengulik dari […]

  • adn

    Ad Maiora Natus Sum

    • calendar_month Sen, 29 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Di tengah-tengah kota Bandung, yang ramai dengan hiruk pikuk kehidupan modern, terdapat sebuah oasis keheningan dan warisan sejarah yang kaya, yaitu SMA Santo Aloysius. Didirikan pada tanggal 21 Juni 1930, sekolah Katolik ini merupakan saksi bisu perkembangan kota Bandung dari masa ke masa. Berdiri megah dengan arsitektur yang merefleksikan keanggunan masa […]

  • PCNU - PATI

    Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    NU merupakan organisasi sosial keagamaan yang unik. Didirikan olehulama pesantren tahun 1926 di Surabaya. Memiliki jaringan strukturkelembagaan organisasi mulai dari pusat sampai desa. Sebagaiorganisasi ulama, kedudukan mereka dalam NU sangat penting.Tetapi peran mereka sebagai pemimpin yang berpengaruh padakomunitas mereka sendiri telah membentuk pranata lain, sehinggakeberadaan mereka di dalam NU juga mewakili “kepentingan” pranatamereka. Akibatnya struktur […]

  • Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 663
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA-Salah satu tokoh NU kembali menghadap Ilahi. Kabar duka ini datang dari Wedarijaksa. KH. Ali Mahmudan, salah satu Mustasyar PCNU Pati tutup usia Sabtu (31/8) pukul 15.30 WIB. KH. Ali Mahmudan Jenazah rencananya akan dimakamkan Sabtu (31/8) pukul 20.00 WIB malam nanti. Dikonfirmasi dari Pengurus Cabang NU Pati, jenazah akan dikebumikan di Makam Ngrames, Sukoharjo, […]

  • ​'Nyanyian Pesisir': Warisan 194 Puisi Aloeth Pathi yang Tak Lekang Oleh Zaman

    ​’Nyanyian Pesisir’: Warisan 194 Puisi Aloeth Pathi yang Tak Lekang Oleh Zaman

    • calendar_month Ming, 13 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.686
    • 0Komentar

    ATI — Ratusan kenangan tentang penyair Aloeth Pathi kembali dihidupkan melalui doa, puisi, musik, dan buku. Memperingati 100 hari wafatnya almarhum, Gandrung Sastra Pati menggelar doa bersama sekaligus meluncurkan buku kumpulan puisi bertajuk Nyanyian Pesisir di Rumah Gandrung Sastra, Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Sabtu (13/9/2026) malam. ​Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga […]

expand_less