Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme.

Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Temanggung KH. Furqon Masyhuri mengatakan bahwa JRA Temanggung harus melakukan beberapa langkah. “Langkah JRA Temanggung harus menyinkronkan dengan kepengurusan NU, strukturalisasi JRA dengan NU,” katanya.

Jadikan pengurus Ranting NU sebagai Praktisi JRA katanya, dan nyatakan JRA yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh PP Tajul Haq Ngimbrang KH Maftuch saat menyampaikan materi persuwukan, mengatakan bahwapraktika harus menghargai keilmuwan para sesepuh. “Jadilah Praktisi yang menghargai keilmuan para sesepuh. Jadilah praktisi yang menjaga muru’ah demi kepercayaan masyarakat terhadap JRA. Allah SWT menjadikan tumbuhan dan yang lainnya sebagai Obat saja bisa, apalagi Alquran kalamullah tentunya sangat bisa diyakini untuk pengobatan yang pertama dan utama,” katanya.

Sementara Bendahara PWNU Jateng KH Kholison juga menegaskan bahwa suwuk menjadi bagian dari gerakan nasionalisme. ”Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tokoh Islam saat massa penjajah adalah gerakan nasionalisme yang sangat cinta terhadap Nusantara.  Gerakan kita adalah gerakan yang benar-benar militan mengalahkan para militer asing,” beber Instruktur Nasional PKPNU tersebut.

Sekretaris PWNU jateng Gus Hudalloh Ridwan juga menyampaikan eksistensi JRA sangat bisa masuk dalam berbagai bidang di jamiyyah NU antara LDNU dan LKM. “Semaraknya JRA adalah tohokan yang luar biasa terhadap kaum aqliyah rasional, karena pengobatan kedokteran yang rasional saja masih banyak yang dilarikan ke pengobatan alternatif,” katanya.

Menurutnya, JRA adalah perjuangan ideologi yang menyatukan rasional dan nas Alquran. “Praktisi seharusnya tidak terjebak hanya pada dunia Ruqyah saja tapi juga manhaj-manhaj annahdliyah dan lajnah syar’iyyahnya. Sebab, syariat yang lemah rentan terhadap kesesatan,” kata Gus Huda.(yon/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa  KONGRES XVII I  IPPNU

    Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa KONGRES XVII I IPPNU

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Negara-negara berkembang hanya menjadi penonton bagi masuk dan berkembangnya nilai-nilai negara maju yang dianggap nilai-nilai global ke wilayah negaranya. Bagi Indonesia, merasuknya nilai-nilai Barat yang menumpang arus globalisasi ke kalangan masyarakat Indonesia merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas khas daerah di negeri ini. Kesenian-kesenian daerah seperti wayang, gamelan, dan tari menghadapi ancaman serius […]

  • Peluncuran Koin Muktamar NU

    Peluncuran Koin Muktamar NU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menegaskan dukungannya atas pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).   Itu ditandai dengan peluncuran Koin Muktamar saat acara Tasyakuran Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama di gedung PCNU Pati, Minggu (2/2/2020).   “Kemandirian NU menjadi harapan semua nahdliyin. Koin Mukmatar menjadi bagian gerakan kemandirian itu,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Kiai […]

  • Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 1.142
    • 0Komentar

    Warta Fatayat. Pengurus Cabang Fatayat NU Kab. Pati pada hari ini (Sabtu, 21 Maret 2015) menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bertempat di Aula PCNU Kab. Pati. Latihan Kader Lanjutan yang diikuti oleh kader-kader pilihan sebanyak 100 kader utusan dari 20 Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kab. Pati kali ini mengambil tema :”Bersama Fatayat NU […]

  • PCNU-PATI

    Pendidikan Islam sebagai Fondasi Pendidikan Karakter

    • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pendidikan di Indonesia hingga sekarang masih menyisakan banyak persoalan, baik dari kurikulum, manajemen, maupun para pelaku dan pengguna pendidikan. Kegagalan pendidikan nasional  disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar atau dengan kata lain telah mengabaikan dengan pendidikan moral. Pendidikan seharusnya tidak saja mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi diarahkan […]

  • PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Gelar Seminar ASWAJA di

    PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Gelar Seminar ASWAJA di

    • calendar_month Sen, 26 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

     di Tengah Arus Ideologi Radikal dan Liberal” tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Seminar yang dilaksanakan di Aula MA Salafiyah Kajen tersebut diikuti oleh 90 anggota PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Kajen dan dihadiri oleh pembina PK IPNU IPPNU MA Salafiyah Kajen, KPS, KPPS, ET-Diversity, Pramuka, serta tamu undangan dari luar yaitu PAC IPNU-IPPNU Margoyoso, […]

  • Pelantikan PK IPNU-IPPNU, Fery Setiawan: Wujudkan Aksi, Bukan Teori

    Pelantikan PK IPNU-IPPNU, Fery Setiawan: Wujudkan Aksi, Bukan Teori

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 219
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU Kampus Ipmafa Pati resmi dilantik. Pelantikan ini digelar pada Rabu (26/2) pagi hingga siang di Aula lantai 2 Ipmafa. Beberapa tokoh penting tampak memadati barisan kursi depan untuk menyaksikab agenda penobatan itu. Di antaranya, Ketua MWC NU Margoyoso KH. Samuin Wage, Pembina PK IPNU-IPPNU Ipmafa Adib Latif, Ketua […]

expand_less