Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 127
  • comment 0 komentar

Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme.

Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung

Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Temanggung KH. Furqon Masyhuri mengatakan bahwa JRA Temanggung harus melakukan beberapa langkah. “Langkah JRA Temanggung harus menyinkronkan dengan kepengurusan NU, strukturalisasi JRA dengan NU,” katanya.

Jadikan pengurus Ranting NU sebagai Praktisi JRA katanya, dan nyatakan JRA yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pengasuh PP Tajul Haq Ngimbrang KH Maftuch saat menyampaikan materi persuwukan, mengatakan bahwapraktika harus menghargai keilmuwan para sesepuh. “Jadilah Praktisi yang menghargai keilmuan para sesepuh. Jadilah praktisi yang menjaga muru’ah demi kepercayaan masyarakat terhadap JRA. Allah SWT menjadikan tumbuhan dan yang lainnya sebagai Obat saja bisa, apalagi Alquran kalamullah tentunya sangat bisa diyakini untuk pengobatan yang pertama dan utama,” katanya.

Sementara Bendahara PWNU Jateng KH Kholison juga menegaskan bahwa suwuk menjadi bagian dari gerakan nasionalisme. ”Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tokoh Islam saat massa penjajah adalah gerakan nasionalisme yang sangat cinta terhadap Nusantara.  Gerakan kita adalah gerakan yang benar-benar militan mengalahkan para militer asing,” beber Instruktur Nasional PKPNU tersebut.

Sekretaris PWNU jateng Gus Hudalloh Ridwan juga menyampaikan eksistensi JRA sangat bisa masuk dalam berbagai bidang di jamiyyah NU antara LDNU dan LKM. “Semaraknya JRA adalah tohokan yang luar biasa terhadap kaum aqliyah rasional, karena pengobatan kedokteran yang rasional saja masih banyak yang dilarikan ke pengobatan alternatif,” katanya.

Menurutnya, JRA adalah perjuangan ideologi yang menyatukan rasional dan nas Alquran. “Praktisi seharusnya tidak terjebak hanya pada dunia Ruqyah saja tapi juga manhaj-manhaj annahdliyah dan lajnah syar’iyyahnya. Sebab, syariat yang lemah rentan terhadap kesesatan,” kata Gus Huda.(yon/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PGMI UIN Walisongo Gelar Seminar Internasional, Prof Muslih : Agama Tanpa Ilmu Pengetahuan itu Buta

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGMI menggelar seminar internasional bertajuk “The Role of Religions and Technology in Growing Character in The Digital Era” pada Selasa (4/4/2023) yang bertempat di Gedung Teater ISDB FITK Kampus […]

  • RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pamflet Kompetisi Santri 4.0  buah Kerja sama RMI NU dan Amazon Web Service. JAKARTA- Robithoh Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan lembaga di bawah payung NU yang menaungi pesantren-pesantren NU di Indonesia. Baru-baru ini, RMI NU menyelenggarakan program yang cukup mengesankan.  Dengan menggandeng Amazon Web Service (AWS) anak perusahaan teknologi multinasional asal Amerika, Amazon Inc., […]

  • PCNU-PATI Photo by Jordan Harrison

    Dakwah ‘Salah Server’

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Seorang putra wali (yang juga wali) diberangkatkan haji oleh ayahnya. Namun setiba di Pasai, ia bersama temannya malah memilih ‘sekolah’ disana. Tentunya langkah ini diambil untuk memperdalam agama yang sudah diajarkan oleh sang ayah sebelumnya. Pulang ke jawa, tanah kelahirannya, si putra wali ini mengawali debut dakwah di Kediri. Waktu itu, […]

  • Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

    Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 106
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-UIN Sunan Kalijaga mengadakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) Senin (26/8) hingga Rabu (28/8) malam ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tahunan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada kampusnya. 3.856 mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyanyikan Mars Syubbanul Wathon di Gedung Dr. Amin Abdullah  “Selama tiga hari, mahasiswa baru diberikan edukasi seputar kampus […]

  • MI Walisongo Kalangan Sukoharjo Gelar Market Day

    Market Day, Cara MI Walisongo Ajarkan Jiwa Wirausaha Islami

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Setelah absen beberapa tahun, MI Walisongo Kalangan Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo kembali menggelar kegiatan Market Day pada Jum’at, 21 Februari 2024 kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengajarkan konsep berwirausaha yang islami dan mengembangkan kreativitas siswa. Market Day sebagai salah satu kegiatan implementasi dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila […]

  • Masa Pandemi, Lazisnu Penambuhan Tetap Gerakkan Kegiatan Sosial

    Masa Pandemi, Lazisnu Penambuhan Tetap Gerakkan Kegiatan Sosial

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Masa pandemi tidak menghalangi Unit Pengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh (UPZIS) Lazisnu Ranting Penambuhan, Kecamatan Margorejo untuk terus melakukan kegiatan sosial. Bekerja sama dengan warga sekitar dan jama’ah sholawat Nurussalam, Upzis-LAZISNU Penambuhan menyantuni 14 anak yatim di desa setempat.  Pengurus Ranting NU Desa Penambuhan, Margorejo dan Pengurus Upzis-LAZISNU Desa Prnambuhan melakukan foto bersama usai santuni […]

expand_less