Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Maimun Zubair Sarang

Mbah Maimun Zubair Sarang

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
  • visibility 298
  • comment 0 komentar
PCNU Kab Pati, [Cerita dalam Cerita…] #Mbah Maimun Zubair, Sarang.  Belum lama ini saya terlibat perbincangan dengan sodara saya di Kauman, Surakarta. Sambil menunggu tokonya, kami terhanyut dalam pembicaraan begitu hangat. Tiba-tiba, entah arah pembicaraannya kemana, lalu sodara saya ini bercerita tentang sosok Mbah Maimun Zubair, Sarang. Sodara saya mengatakan begini,  “Dulu ana sering bolak-balik ke Bandung, ke tempatnya Habib Abdulloh Zaky al Kaf. Nah, suatu ketika Habib Zaky ini bercerita ke ana saat dirinya ini hendak mondok ke Mbah Maimun Zubair. Waktu sebelum berangkat ke pondok, Habib Zaky dikasih tau oleh Ammi-nya. “Nanti kalau sudah disana, jangan kasih tau Mbah Maimun kalau ente ini masih Zhuriyyah yak?!” Sesampainya disana, Habib Zaky sowan ke Mbah Maimun Zubair. Kemudian, ia di tanya oleh Mbah Maimun, “Nama kamu siapa?! Nama saya Zaky?!”. Sengaja memang Habib Zaky ini menutup-nutupi jati dirinya. Sudah begitu wajahnya saja, tidak begitu “kemarab”. Walhasil, saat perkenalan para santri usai, aktifitas seperti biasanya, lalu semua kembali ke kamar masing-masing untuk tidur dan beristirahat.”  Singkat cerita, saat waktu tengah malam. Kamarnya Habib Zaky ini digedor-gedor. Kaget semua, ternyata yang menggedor-gedor pintu kamar adalah Mbah Maimun Zubair.  “Mana yg namanya Zaky?! Kamu gak ngaku ya, kalau kamu masih Zhuriyyah Nabi?! Saya barusan didatengi Rasululloh di dalam mimpi. Lalu, Rasululloh berpesan kepada saya untuk nitip cucunya?! Masya Alloh…” Kemudian, Mbah Maiumun Zubair melanjutkan, “Kalau kamu masih gak ngaku juga Zuriyyah Nabi pilih mana, mondok di tempat saya atau keluar dari pondok saya?!” Subhanalloh…  Saat sodara saya bercerita ini, saya langsung tersenyum sumeringah. Sambil menggelengkan kepala, Masya Alloh. Kemudian juga, sodara saya berpesan. Sekarang ini sudah semakin jarang, ada Kyai/Ustadz yang “Muhibbin/Cinta Kepada Habaib”. Ente sin tau gak kenapa gitu?! Itu sebab penyakit hati, ada juga yang takut tersaingi?! Sudah jarang juga ada Kyai/Ustadz yang mengajak orang untuk “Muhibbin/Cinta Kepada Habaib”. Disamping dirinya Muhibbin, dirinya juga mengajak orang untuk Muhibbin. Allohu Yarham, semoga kita semua dapat “berkaca” pada kisah singkat ini.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Philip Oroni

    Demi Waktu

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Oleh M. Iqbal Dawami Hari berganti menjadi penanda bahwa waktu bergulir tak pernah berhenti. Kita bisa menghentikan aktivitas dan menunda-nunda hal yang mesti kita lakukan, tapi waktu tak bisa ditunda. Waktu sekarang ya sekarang. Hari ini ya hari ini, bukan hari yang kemarin. Waktu yang sudah kita lewati menjadi masa lalu, tak bisa dikembalikan. Belum […]

  • Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 236
    • 0Komentar

    PATI-Ajang Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tingkat Provinsi telah berlalu. Sekarang saatnya para juara untuk mempersiapkan diri menghadapi Porsema tingkat nasional.  Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pati Drs. H Adib Al Arif, M.Ag., didampingi Kepala Madrasah MA Manahijul Huda (batik putih) dan sekretaris LP Ma’arif Pati Drs. Ahmad Mustaghfiri (batik hitam) Dalam ajang […]

  • Memburu Lailatul Qodar. Photo by Kym MacKinnon on Unsplash.

    Memburu Lailatul Qodar

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dilengkapi fitur canggih, lailatul qadr. Satu malam pada lailatul qadr, bernilai setara atau bahkan lebih dari seribu bulan. Artinya–menurut sebagian ulama–shalat satu rakaat pada malam ini, berpeluang memdapat jackpot keutamaan shalat satu rakaat selama seribu bulan atau 83 tahun penuh. Hanya saja, Allah tidak memberi bocoran […]

  • PMII Joyo Kesumo Gelar Pelatihan Penyususnan Makalah, Tekankan Anti Plagiat

    PMII Joyo Kesumo Gelar Pelatihan Penyususnan Makalah, Tekankan Anti Plagiat

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Sejumlah mahasiswa baru Staip antusias mengikuti pelatihan penulisan makalah yang digelar oleh PMII Komisariat Joyo Kesumo di SMK NU Pati, Sabtu (2/10) PATI – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo, Stai Pati menggelar pelatihan untuk mahasiswa baru. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (2/10) sore tersebut dihadiri sedikitnya lima puluh mahasiswa Baru Staip.  Mendatangkan Maulana […]

  • Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    Saifuddin-Na’ma Lengser, Najib-Hayati Naik Takhta

    • calendar_month Sel, 19 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Serah terima jabatan : Ketua PAC IPNU Gembong demisioner Ahmad Saifuddin (tengah kanan) secara simbolik menyerahkan plakat sebagai simbol penyerahan tongkat estafet jabatan kepada Najib Arsya Ayatullah (tengah kiri).  GEMBONG – Pelajar NU yang tergabung dalam PAC IPNU IPPNU Gembong baru saja menyelesaikan hajat rutinnya. Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang dihelat di Gedung Haji Gembong, […]

  • Warga Winong Pati Laksanakan Salat Idul Adha di Teras Gereja

    Warga Winong Pati Laksanakan Salat Idul Adha di Teras Gereja

    • calendar_month Kam, 29 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Warga Desa Winong, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, laksanakan salat Iduladha di teras Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI), Kamis (29/6/2023) pagi.  Hal itu bukan suasana baru bagi warga desa setempat. Sudah puluhan tahun warga di sana hidup dengan penuh toleransi. Di sana, bagunan gereja GKMI dengan Masjid Al-Muqorrobin, saling berhadapan. Bahkan, kedua tempat ibadah […]

expand_less