Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
  • visibility 565
  • comment 0 komentar

“Sesungguhnya Alquran diturunkan dalam tujuh huruf,

Maka bacalah apa yang mudah darinya menurutmu.”

(al-Hadits)

Diskursus tentang ragam membaca Alquran tentunya banyak sekali jenisnya. Hal ini tentunya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sebagaimana lazimnya diskursus ragam membaca Alquran sudah disepakti oleh para jumhur ulama yang jumlahnya ada tujuh ragam bacaan. Hal ini juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa, Alquran diturunkan dalam tujuh ragam (sab’at ahruf), maka ilmu qiraat secara khusus bertugas mengidentifikasi ragam-ragam bacaan Alquran mana yang masuk dalam kategori sab’at ahruf dan mana yang tidak.

Adapun ragam bacaan Alquran yang telah disepakati kesahihannya dan diriwayatkan oleh banyak ulama disebut qiraat mutawatirah, yang bersumber dari tujuh imam, yaitu: Imam Nafi’ (qari’ madinah), Imam Ibn Katsir (qari’ mekkah), Imam Abu ‘Amr (qari’ bashrah), Imam Ibn ‘Amir (qari’ syam), Imam ‘Ashim (qari’ kufah), Imam Hamzah (qari’ kufah), dan Imam ‘Ali al-Kisai (qari’ kufah).

Meskipun para jumhur ulama sudah menyepakati cara membaca Alquran ada tujuh huruf, akan tetapi justru kurang diminati oleh masyarakat Indonesia yang jumlah muslimnya terbesar di dunia. Dan rata-rata masyarakat Indonesia hanya minat dalam menghafal Alquran saja, sedangkan yang mengkaji ragam bacaannya hanya sedikit sekali. Hal ini tidak lepas karena pemahaman mereka hanya tertuju pada pemahaman menghayati dan menghafal. Sedangkan ragam bacaannya sedikit sekali yang diminati. Bahkan menurut sebagian yang lain beranggapan bahwa ilmu qiraat tidak terlalu penting karena hanya membahas tentang pelafalan Alquran, sehingga tidak memiliki kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, untuk mempermudah agar ragam bacaan yang sudah disepakati jumlahnya ada tujuh huruf, maka Simbah KH. Muhammad Arwani Amin  atau yang lebih akrab dipanggil dengan Mbah Arwani. Beliau merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan ‘amil dalam mengamalkan Alquran. Beliau juga terkenal dengan ilmu qira’at sab’ah. Dari beliaulah qira’at sab’ah terkenal dan mulai diminati serta dikaji oleh masyarakat Indonesia yang sedang nyantri di berbagai pesantren di Nusantara.

Ilmu qira’at sab’ah yang dicetuskan oleh Mbah Arwani ini terdiri dari tiga jilid yang terkenal dengan nama Faidh al-Barakat. Kitab ini merupakan catatan Mbah Arwani selama mengaji (talaqqi) ilmu qiraat dengan berpedoman kitab Hirz al-Amani karya Imam Syathibi kepada Simbah KH Muhammad Munawwir Krapyak Yogyakarta yang telah diringkas dan disempurnakan agar mudah dipahami dan dipraktikkan semua kalangan.

Sedangkan selama Mbah Arwani hidup, kitab ini tidak pernah dipublikasikan. Jika ada murid beliau yang ingin talaqqi qiraat, maka beliau akan meminjamkan kitab ini yang masih berupa catatan untuk ditulis ulang para murid kemudian dikembalikan lagi.

Beliau juga menerapkan hal ini kepada Mbah Abdullah Salam dari Kajen Pati. Di mana saat Mbah Dullah ingin talaqqi qira’at kepada Mbah Arwani sekalipun beliau adalah besannya sendiri. Hal ini Mbah Arwani lakukan untuk membangun budaya literasi di kalangan santri, sebagaimana yang disinggung dalam mukaddimah Faidh al-Barakat, bahwa “ilmu adalah hewan buruan sedangkan tulisan adalah tali kekang, ikatlah buruan-buruanmu dengan tali yang kencang.” Dengan demikian, setelah beliau wafat, catatan beliau tentang tata cara talaqqi qira’at secara mudah dan cepat akhirnya dipublikasikan dan dicetak oleh penerbit Mubarakatan Thoyyibah milik Yayasan Arwaniyyah Kudus. Atas jerih payah beliau inilah, kini ilmu qiraat sab’ah menjadi lebih praktis dan mudah dipahami, sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengkhatamkan talaqqi qira’at kepada seorang guru. Dan sekarang, kitab Faidh al-Barakat ini menjadi kitab pegangan pokok sebagian besar santri yang mengaji dan talaqqi qira’at kepada guru di Nusantara.(Siswanto, Penulis Lepas)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus untuk memberikan beasiswa kepada santri dan ustaz pondok pesantren untuk kuliah di lima program studi keagamaan Islam. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas santri dan menciptakan keilmuan yang kuat di kalangan Nahdlatul Ulama. “Kami selaku RMI PCNU Pati menyambut […]

  • Dipulangkan, Sejumlah Calon Jemaah Haji Asal Pati Gagal Terbang

    Dipulangkan, Sejumlah Calon Jemaah Haji Asal Pati Gagal Terbang

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Sejumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Pati gagal terbang ke tanah suci Makkah. Mereka dipulangkan lantaran tak lolos tes kesehatan menjelang penerbangan. Total enam calon jemaah dipulangkan dari Embarkasi Solo. Sebenarnya, mereka sudah diberangkatkan dari Halaman Pendapa Kabupaten Pati ke Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali pada Jumat (16/5/2025) dan Sabtu (17/5/2025) […]

  • IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

    IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

      KH. Ilham Supriyanto sedang mengisi ngaji budaya di Juwana dengan gaya uniknya, yaitu dakwah menggunakan wayang JUWANA- Hari Pahlawan menjadi momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia. 10 November diperingati sebagai bentuk rasa hormat atas jasa para Pahlawan yang telah gugur dan berkorban demi Negara. Inilah yang disampaikan oleh KH  Ilham Supriyanto, ketu LDNU Pati.  ungkapan […]

  • NU Pati Tawarkan Lumbung Nahdliyin, Ini Konsepnya

    NU Pati Tawarkan Lumbung Nahdliyin, Ini Konsepnya

    • calendar_month Sab, 17 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Kantor PCNU Pati, organisasi sosial keagamaan terbesar yang saat ini menawarkab konsep lumbung nahdliyin untuk kemaslahatan ummat PATI-Dalam masa pandemi seperti ini, gotong-royong dan saling membantu menjadi keharusan. Berangkat dari alasan ini, Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati berencana akan membuat lumbung nahdliyin. Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim mengatakan, lumbung nahdliyin ini sebenarnya sudah ada sejak […]

  • Buka Diklat Kamad Ma'arif Jateng, Prof. Ali Ramdhani Analogikan Pemimpin Sebagai Jantung

    Buka Diklat Kamad Ma’arif Jateng, Prof. Ali Ramdhani Analogikan Pemimpin Sebagai Jantung

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang* – Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T. menganalogikan pemimpin sebagai organ jantung dalam tubuh, hal tersebut ia sampaikan saat membuka Diklat Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah Tahap 1 Tahun 2025 di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Banyumanik, Senin (10/3/2025). Menurutnya, organ […]

  • Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Jika melihat berdirinya NU dari segi sisi ekonomi yaitu bisa dilihat dari lahirnya Nahdatut tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) pada tahun 1918. Gagasan ini berawal dari kecerdasan seorang KH. Wahab Chasbulah karena melihat NU akan bisa maju dan mempunyai kemandirian Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi. Masing-masing bergerak dalam bidang yang berbeda, Nahdlatut Tujjar pada […]

expand_less