Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

Mbah Arwani Amin Kudus Sang Penjaga Ilmu Qiraat Sab’ah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
  • visibility 570
  • comment 0 komentar

“Sesungguhnya Alquran diturunkan dalam tujuh huruf,

Maka bacalah apa yang mudah darinya menurutmu.”

(al-Hadits)

Diskursus tentang ragam membaca Alquran tentunya banyak sekali jenisnya. Hal ini tentunya sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Sebagaimana lazimnya diskursus ragam membaca Alquran sudah disepakti oleh para jumhur ulama yang jumlahnya ada tujuh ragam bacaan. Hal ini juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad Saw bahwa, Alquran diturunkan dalam tujuh ragam (sab’at ahruf), maka ilmu qiraat secara khusus bertugas mengidentifikasi ragam-ragam bacaan Alquran mana yang masuk dalam kategori sab’at ahruf dan mana yang tidak.

Adapun ragam bacaan Alquran yang telah disepakati kesahihannya dan diriwayatkan oleh banyak ulama disebut qiraat mutawatirah, yang bersumber dari tujuh imam, yaitu: Imam Nafi’ (qari’ madinah), Imam Ibn Katsir (qari’ mekkah), Imam Abu ‘Amr (qari’ bashrah), Imam Ibn ‘Amir (qari’ syam), Imam ‘Ashim (qari’ kufah), Imam Hamzah (qari’ kufah), dan Imam ‘Ali al-Kisai (qari’ kufah).

Meskipun para jumhur ulama sudah menyepakati cara membaca Alquran ada tujuh huruf, akan tetapi justru kurang diminati oleh masyarakat Indonesia yang jumlah muslimnya terbesar di dunia. Dan rata-rata masyarakat Indonesia hanya minat dalam menghafal Alquran saja, sedangkan yang mengkaji ragam bacaannya hanya sedikit sekali. Hal ini tidak lepas karena pemahaman mereka hanya tertuju pada pemahaman menghayati dan menghafal. Sedangkan ragam bacaannya sedikit sekali yang diminati. Bahkan menurut sebagian yang lain beranggapan bahwa ilmu qiraat tidak terlalu penting karena hanya membahas tentang pelafalan Alquran, sehingga tidak memiliki kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

Oleh sebab itu, untuk mempermudah agar ragam bacaan yang sudah disepakati jumlahnya ada tujuh huruf, maka Simbah KH. Muhammad Arwani Amin  atau yang lebih akrab dipanggil dengan Mbah Arwani. Beliau merupakan sosok kiai kharismatik yang terkenal ‘alim dan ‘amil dalam mengamalkan Alquran. Beliau juga terkenal dengan ilmu qira’at sab’ah. Dari beliaulah qira’at sab’ah terkenal dan mulai diminati serta dikaji oleh masyarakat Indonesia yang sedang nyantri di berbagai pesantren di Nusantara.

Ilmu qira’at sab’ah yang dicetuskan oleh Mbah Arwani ini terdiri dari tiga jilid yang terkenal dengan nama Faidh al-Barakat. Kitab ini merupakan catatan Mbah Arwani selama mengaji (talaqqi) ilmu qiraat dengan berpedoman kitab Hirz al-Amani karya Imam Syathibi kepada Simbah KH Muhammad Munawwir Krapyak Yogyakarta yang telah diringkas dan disempurnakan agar mudah dipahami dan dipraktikkan semua kalangan.

Sedangkan selama Mbah Arwani hidup, kitab ini tidak pernah dipublikasikan. Jika ada murid beliau yang ingin talaqqi qiraat, maka beliau akan meminjamkan kitab ini yang masih berupa catatan untuk ditulis ulang para murid kemudian dikembalikan lagi.

Beliau juga menerapkan hal ini kepada Mbah Abdullah Salam dari Kajen Pati. Di mana saat Mbah Dullah ingin talaqqi qira’at kepada Mbah Arwani sekalipun beliau adalah besannya sendiri. Hal ini Mbah Arwani lakukan untuk membangun budaya literasi di kalangan santri, sebagaimana yang disinggung dalam mukaddimah Faidh al-Barakat, bahwa “ilmu adalah hewan buruan sedangkan tulisan adalah tali kekang, ikatlah buruan-buruanmu dengan tali yang kencang.” Dengan demikian, setelah beliau wafat, catatan beliau tentang tata cara talaqqi qira’at secara mudah dan cepat akhirnya dipublikasikan dan dicetak oleh penerbit Mubarakatan Thoyyibah milik Yayasan Arwaniyyah Kudus. Atas jerih payah beliau inilah, kini ilmu qiraat sab’ah menjadi lebih praktis dan mudah dipahami, sehingga tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengkhatamkan talaqqi qira’at kepada seorang guru. Dan sekarang, kitab Faidh al-Barakat ini menjadi kitab pegangan pokok sebagian besar santri yang mengaji dan talaqqi qira’at kepada guru di Nusantara.(Siswanto, Penulis Lepas)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAZISNU Pati Luncurkan Program Berzakat untuk Mengurangi Penghasilan Wajib Pajak

    LAZISNU Pati Luncurkan Program Berzakat untuk Mengurangi Penghasilan Wajib Pajak

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 614
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (Lazisnu) Pati, Edi Kiswanto, mengumumkan peluncuran Program Berzakat di LAZISNU Kabupaten Pati yang dapat mengurangi penghasilan wajib pajak. Menurut Edi, program ini dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang memiliki kewajiban zakat dan pajak. “Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memberikan fasilitas pengurangan pajak dari sumbangan […]

  • Bersyukur Ketika Gagal

    Bersyukur Ketika Gagal

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

      Banyak orang ingin menjadi yang pertama dalam hal apa saja. Bahkan tak sedikit orang  ingin menjdi “ter..” baik terkaya, terkeren, tersehat, tertampan maupun “ter..” yang lain. Meski demikian, di zaman seperti zaman sekarang ini, belum tentu kita berhasil menjadi yang “ter..” di antara sekian banyak manusia yang ada di dunia. Itulah sebabnya kita harus […]

  • Masjid Sebagai Center of Literasi. Photo by Dhru J on Unsplash.

    Masjid Sebagai Center of Literasi

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Setiap kali mendengar kata “masjid”, biasanya nalar pikir kita langsung tertuju pada sebentuk bangunan yang mempunyai ciri khas tersendiri dengan mihrab yang menonjol ke depan dan kubah yang menjulang tinggi ke atas. Sebuah bangunan unik yang menjadi salah satu ciri utama dan pertama Islam sekaligus sebagai wahana penggodokan umatnya. Selain itu, masjid juga […]

  • PC NU Pati Jelaskan 3 Prasyarat untuk Pengurus Baru

    PC NU Pati Jelaskan 3 Prasyarat untuk Pengurus Baru

    • calendar_month Sel, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

      K. Yusuf Hasyim (ketua PC NU Pati) sedang memberikan sambutan dalam acara Pelantikan XIV dan Raketcab I PC IPNU-IPPNU Pati. PATI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati, Kyai Yusuf Hasyim menjelaskan tiga prasyarat yang harus dimiliki oleh pengurus baru PC Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPNU IPPNU) […]

  • Sugianto, Banser yang Mengocak Perut Rombongan PCNU Pati

    Sugianto, Banser yang Mengocak Perut Rombongan PCNU Pati

    • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    DEMAK – Istighotsah PWNU dalam menyambut 1 abad Nahdlatul Ulama yang dilangsungkan di Masjid Agung Demak, menyisakan cerita yang cukup menggelikan bagi undangan dari PCNU Pati. Setibanya di lokasi, pada Hari Sabtu (30/7), pukul 03.30 WIB, rombongan dari Pati tersebut diminta lurus ke barat menuju gedung PCNU Demak. “Kita diminta menyelesaikan administrasi sekalian ambil konsumsi,” […]

  • Lewat Lazisnu Pati, Mr. X Berikan Donasi untuk Pengobatan Sugiati

    Lewat Lazisnu Pati, Mr. X Berikan Donasi untuk Pengobatan Sugiati

    • calendar_month Sen, 3 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Agus Arif Mustofa (kiri), Manajer Penyaluran Lazisnu Pati memberikan donasi dari Mr. X kepada keluarga Sugiati, korban kecelakan lalu lintas yang membituhkan penanganan medis.  PATI – PC Lazisnu Pati kembali memberikan bantuan kesehatan kepada Sugiati, warga desa Bleber kecamatan Cluwak Kabupaten Pati, Sabtu (01/01). Sebelumnya pada Minggu (12/12/21) PC Lazisnu Pati dengan berkoordinasi dengan pengurus […]

expand_less