Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Malam yang Aneh

Malam yang Aneh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
  • visibility 311
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Pukul sembilan malam aku keluar dari kamar hotel. Aku bergegas menuju kafe Sunny Story yang tak jauh dari alun-alun. Sesampainya di kafe, kucari tempat duduk di pojok yang agak sepi di halaman kafe. Hanya beberapa orang saja yang ada di situ, berpasang-pasangan, di mejanya masing-masing. Hanya aku yang sendirian.

Jika malam sebelumnya aku pesan kopi Americano, maka malam ini aku pesan kopi Vietnam Drip. Aku mendongakan kepala, melihat bintang-bintang sedang berkelap-kelip. Aih, indah nian. Udara malam begitu dingin pada saat menerpa badanku. Aku tidak bisa segera menghalaunya, karena kopi ala Vietnam ini menetes ke dalam gelas, sedikit demi sedikit. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa memenuhi gelas. Aku non-aktfikan HP-ku, biar lebih khusyuk menikmati suasana malam. Ah, aku benar-benar bersyukur dengan segala kesempatan itu. Siapa sangka aku bisa menginjakkan kaki di kota Wonogiri. Seumur-umur baru kali itu aku singgah dan bermalam di kota ini.

Wonogiri termasuk pantai selatan, berbatasan dengan Gunung Kidul. Tapi kotanya yang di kaki bukit berkapur jauh dari pantai. Kotanya mungil dan tidak terlalu ramai. Alun-alunnya juga kecil untuk ukuran kabupaten (hanya sedikit lebih besar dari alun-alun kecamatan Tayu kabupaten Pati). Tapi justru aku menyukainya. Aku tidak terlalu suka keramaian. Ini adalah malam kedua di kota Wonogiri. Aku ke sini dalam rangka memberi pelatihan menulis untuk para guru. Dalam pelatihan ini semua peserta wajib menulis buku dan akan dibimbing selama tiga bulan.

Besok adalah hari terakhir, jadi aku harus memanfaatkan dengan baik malam ini hingga esok hari. Aku sudah merencanakan esok pagi, selepas subuh aku akan jalan kaki menyusuri jalan-jalan yang ada di kota ini, mulai dari pasar hingga alun-alun. Dan di depan pasar aku akan membeli serabi yang masih hangat, kemudian bergegas ke alun-alun. Di alun-alun aku akan pesan kopi di angkringan sembari makan serabi sambil menikmati suasana. Ah, sempurna.

“Halo Mas, boleh duduk di sini?” ujar seorang lakilaki yang tiba-tiba saja berada di depanku. Aku sedikit kaget.

“Oh iya, silakan, Mas,” jawab aku.

“Sendirian saja, Mas, seperti kemarin?” tanyanya.

Aku sedikit terhenyak.“Iya, Mas. Berarti Masnya kemarin ada di kafe ini dong, sehingga tahu aku di sini?” ujar aku balik bertanya.

“Iya, Mas,” jawabnya singkat.

Kuperhatikan wajah, badan, maupun bahasa tubuhnya, mirip sekali denganku. Aku merasa menemukan kembaranku di Wonogiri. Ah, tidak mungkin.

            “Kenapa, Mas, ada yang aneh dengan saya?” tiba-tiba ia bertanya.

            Aku terperanjat.

            “Eh, gak apa-apa.”

            Laki-laki itu tersenyum.

            “Tadi siang, saya rasa Masnya cukup baik menyampaikan materinya. Semoga besok lancar juga ya!”ujar laki-laki itu.

            Aku sedikit terperangah.

            “Materi apa mas?” tanyaku.

            “Lha, materi workshop menulis lah!” jawabnya.

            “Lha, kok Masnya tahu? Salah satu peserta ya?” tanyaku lagi.

            “Hehe, bukan.”

            “Lha, kok tahu dari mana kalau saya mengisi workshop menulis?”

            Lelaki itu tertawa. “Sudah, gak usah dibahas, gak penting. Yang jelas saya tahu. Semoga besok lancar juga ya!”

            “Amin. Terima kasih, Mas!” ujar aku dengan masih menyimpan penasaran.

            “Kalau kemarin Masnya pesan kopi Americano dan sekarang Vietnam Drip, mana yang paling enak?” tanya lelaki itu. Sialan. Dia tahu juga kopi yang aku pesan kemarin.

            “Ya, semuanya enak, tergantung suasana hati dan pikiran,” jawabku sekenanya.

            “Tepat, sudah kuduga. Masnya pasti akan menjawab seperti itu.”

            Aneh juga nih orang. Tapi, biarkan sajalah. Nikmati saja kemisteriusannya.

            “Masnya belum nonton film Filosofi Kopi 2. Akui saja…”

            Aku cuma nyengir, sotoy banget nih orang, tapi benar juga sih. Mau nonton gak pernah kesampaian.

            “Di film itu,” lanjutnya, “ada dua tokoh, yaitu Ben dan Jody. Nah, seandainya Masnya menggantikan peran mereka, mau pilih jadi Ben atau Jody?”

            Aku sudah mau menjawabnya, tiba-tiba dia langsung menyela.

            “Gak usah dijawab, Masnya pasti pilih Jody. Karena sejak lama ingin punya kedai kopi, bukan?”

            Kampret. Sok tahu banget nih orang. Tapi, anehnya, betul juga tebakannya.

            “Hehe… iya. Tebakanmu betul.”

            “Ngomong-ngomong, makna kopi bagi Masnya apa sih?” tanyanya lagi.

            Aku tidak akan menjawabnya.

            “Tidak usah dijawab, karena saya sudah tahu juga jawabannya. Bagi Masnya kopi itu bermakna kebahagiaan. Rasa pahit dan manisnya kopi melebur jadi satu adalah simbol bahwa susah dan senangnya hidup harus tetap dinikmati dan disyukuri. Kita tidak bisa mengelak dari rasa sedih, tetapi juga tidak bisa memilih hidup untuk tetap senang. Bukan begitu, Mas?”

            Ya ampun, orang ini benar-benar tahu apa yang aku pikirkan. Aku dibikin mati gaya.

            “Mas, dari tadi jawabannya tepat terus. Anda tahu persis semua pikiranku. Tahu dari mana? Siapa sih sebenarnya  sampean?” kuutarakan saja semua rasa penasaranku.

            “Haha…. jangankan itu. Hidup Masnya dari kecil hingga saat ini saya tahu semua. Tidak ada yang bisa

            Masnya sembunyikan dari saya. Tahu kenapa?”

            “Serius, Mas, kamu tahu semua tentang saya?”

            Aku mulai ketakutan.

            “Haha… tahu kenapa, saya tahu semuanya tentang Masnya?”

            Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Anehnya tidak ada satu pun orang terganggu dengan tertawanya. Mereka seakan tidak mendengarnya. Benar-benar aneh.

            “Saya tidak tahu, Mas,” jawabku dengan keringat dingin di sekujur badan.

            “Ayo kembali ke hotel, nanti bangunmu kesiangan, lho. Bukannya besok pagi mau jalan-jalan ke pasar dan terus ke alun-alun? Haha…”

            Lelaki itu pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Peluncuran dan Bedah Novel PRASA dan KELIR Karya Yon Bayu Wahyono di PDS.HB.Jassin

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 31/10/2023. Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023). Untuk novel  PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga […]

  • Kejurkab Pagar Nusa Pati

    Kejurkab Pagar Nusa Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Pati. Pagar Nusa Kabupaten Pati mengadakan Kejuaraan Kabupaten yang berlangsung di Gor Margoyoso Pati, 28-29 Oktober 2017 kemarin. “ Dalam acara Kejurkan ini kami melibatkan seluruh kader-keder muda Pagar Nusa se Kabupaten Pati, dengan di ikuti sekitar 290 atlit dari masing- masing perwakilan dari anak Cabang maupun sekolah, “jelas Edi Suyono, S.Pd.I Pada kejuaraan tahun […]

  • PCNU Pati Berangkatkan Puluhan Santri Kembali ke Pesantren Lirboyo

    PCNU Pati Berangkatkan Puluhan Santri Kembali ke Pesantren Lirboyo

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.510
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Puluhan santri asal Kabupaten Pati kembali menuju Pondok Pesantren Lirboyo pada Ahad (5/4/2026) pagi. Keberangkatan para santri ini difasilitasi oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pati dari Pendopo Kabupaten Pati. ​Para santri diberangkatkan menggunakan dua armada bus dengan dukungan penuh dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pati. […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

    Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Para pengurus baru PAC Fatayat NU Gembong yang baru saja dilantik, tampak bersemangat untuk mewujudkan program-program kerja mereka GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong baru saja melangsungkan pelantikan pengurus pada Minggu (12/12) pagi tadi. Pelaksanaan kegiatan pengukuhan pengurus hasil konferensi Oktober lalu ini dilaksanakan di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’.  Sederet tokoh agama […]

  • Rapimancab Pelajar NU Wedarijaksa Berjalan Mulus

    Rapimancab Pelajar NU Wedarijaksa Berjalan Mulus

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

      Suasana Rapimancab IPNU IPPNU Wedarijaksa WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang IPNU IPPNU Wedarijaksa sukses menggelar Rapat Pimpinan Anak Cabang (Rapimancab) dengan tema ‘Satukan Visi, Perkuat Sinergi’, Jum’at (18/3) lalu. Ketua Panitia Rapimancab, Reno Panggalih menyebut bahwa tujuan utama dihelatnya acara tersebut adalah untuk memperkuat sinergitas. Masih menurut Reno, forum Rapimancab merupakan tempat berkumpulnya para […]

expand_less