Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Malam yang Aneh

Malam yang Aneh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
  • visibility 217
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Pukul sembilan malam aku keluar dari kamar hotel. Aku bergegas menuju kafe Sunny Story yang tak jauh dari alun-alun. Sesampainya di kafe, kucari tempat duduk di pojok yang agak sepi di halaman kafe. Hanya beberapa orang saja yang ada di situ, berpasang-pasangan, di mejanya masing-masing. Hanya aku yang sendirian.

Jika malam sebelumnya aku pesan kopi Americano, maka malam ini aku pesan kopi Vietnam Drip. Aku mendongakan kepala, melihat bintang-bintang sedang berkelap-kelip. Aih, indah nian. Udara malam begitu dingin pada saat menerpa badanku. Aku tidak bisa segera menghalaunya, karena kopi ala Vietnam ini menetes ke dalam gelas, sedikit demi sedikit. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa memenuhi gelas. Aku non-aktfikan HP-ku, biar lebih khusyuk menikmati suasana malam. Ah, aku benar-benar bersyukur dengan segala kesempatan itu. Siapa sangka aku bisa menginjakkan kaki di kota Wonogiri. Seumur-umur baru kali itu aku singgah dan bermalam di kota ini.

Wonogiri termasuk pantai selatan, berbatasan dengan Gunung Kidul. Tapi kotanya yang di kaki bukit berkapur jauh dari pantai. Kotanya mungil dan tidak terlalu ramai. Alun-alunnya juga kecil untuk ukuran kabupaten (hanya sedikit lebih besar dari alun-alun kecamatan Tayu kabupaten Pati). Tapi justru aku menyukainya. Aku tidak terlalu suka keramaian. Ini adalah malam kedua di kota Wonogiri. Aku ke sini dalam rangka memberi pelatihan menulis untuk para guru. Dalam pelatihan ini semua peserta wajib menulis buku dan akan dibimbing selama tiga bulan.

Besok adalah hari terakhir, jadi aku harus memanfaatkan dengan baik malam ini hingga esok hari. Aku sudah merencanakan esok pagi, selepas subuh aku akan jalan kaki menyusuri jalan-jalan yang ada di kota ini, mulai dari pasar hingga alun-alun. Dan di depan pasar aku akan membeli serabi yang masih hangat, kemudian bergegas ke alun-alun. Di alun-alun aku akan pesan kopi di angkringan sembari makan serabi sambil menikmati suasana. Ah, sempurna.

“Halo Mas, boleh duduk di sini?” ujar seorang lakilaki yang tiba-tiba saja berada di depanku. Aku sedikit kaget.

“Oh iya, silakan, Mas,” jawab aku.

“Sendirian saja, Mas, seperti kemarin?” tanyanya.

Aku sedikit terhenyak.“Iya, Mas. Berarti Masnya kemarin ada di kafe ini dong, sehingga tahu aku di sini?” ujar aku balik bertanya.

“Iya, Mas,” jawabnya singkat.

Kuperhatikan wajah, badan, maupun bahasa tubuhnya, mirip sekali denganku. Aku merasa menemukan kembaranku di Wonogiri. Ah, tidak mungkin.

            “Kenapa, Mas, ada yang aneh dengan saya?” tiba-tiba ia bertanya.

            Aku terperanjat.

            “Eh, gak apa-apa.”

            Laki-laki itu tersenyum.

            “Tadi siang, saya rasa Masnya cukup baik menyampaikan materinya. Semoga besok lancar juga ya!”ujar laki-laki itu.

            Aku sedikit terperangah.

            “Materi apa mas?” tanyaku.

            “Lha, materi workshop menulis lah!” jawabnya.

            “Lha, kok Masnya tahu? Salah satu peserta ya?” tanyaku lagi.

            “Hehe, bukan.”

            “Lha, kok tahu dari mana kalau saya mengisi workshop menulis?”

            Lelaki itu tertawa. “Sudah, gak usah dibahas, gak penting. Yang jelas saya tahu. Semoga besok lancar juga ya!”

            “Amin. Terima kasih, Mas!” ujar aku dengan masih menyimpan penasaran.

            “Kalau kemarin Masnya pesan kopi Americano dan sekarang Vietnam Drip, mana yang paling enak?” tanya lelaki itu. Sialan. Dia tahu juga kopi yang aku pesan kemarin.

            “Ya, semuanya enak, tergantung suasana hati dan pikiran,” jawabku sekenanya.

            “Tepat, sudah kuduga. Masnya pasti akan menjawab seperti itu.”

            Aneh juga nih orang. Tapi, biarkan sajalah. Nikmati saja kemisteriusannya.

            “Masnya belum nonton film Filosofi Kopi 2. Akui saja…”

            Aku cuma nyengir, sotoy banget nih orang, tapi benar juga sih. Mau nonton gak pernah kesampaian.

            “Di film itu,” lanjutnya, “ada dua tokoh, yaitu Ben dan Jody. Nah, seandainya Masnya menggantikan peran mereka, mau pilih jadi Ben atau Jody?”

            Aku sudah mau menjawabnya, tiba-tiba dia langsung menyela.

            “Gak usah dijawab, Masnya pasti pilih Jody. Karena sejak lama ingin punya kedai kopi, bukan?”

            Kampret. Sok tahu banget nih orang. Tapi, anehnya, betul juga tebakannya.

            “Hehe… iya. Tebakanmu betul.”

            “Ngomong-ngomong, makna kopi bagi Masnya apa sih?” tanyanya lagi.

            Aku tidak akan menjawabnya.

            “Tidak usah dijawab, karena saya sudah tahu juga jawabannya. Bagi Masnya kopi itu bermakna kebahagiaan. Rasa pahit dan manisnya kopi melebur jadi satu adalah simbol bahwa susah dan senangnya hidup harus tetap dinikmati dan disyukuri. Kita tidak bisa mengelak dari rasa sedih, tetapi juga tidak bisa memilih hidup untuk tetap senang. Bukan begitu, Mas?”

            Ya ampun, orang ini benar-benar tahu apa yang aku pikirkan. Aku dibikin mati gaya.

            “Mas, dari tadi jawabannya tepat terus. Anda tahu persis semua pikiranku. Tahu dari mana? Siapa sih sebenarnya  sampean?” kuutarakan saja semua rasa penasaranku.

            “Haha…. jangankan itu. Hidup Masnya dari kecil hingga saat ini saya tahu semua. Tidak ada yang bisa

            Masnya sembunyikan dari saya. Tahu kenapa?”

            “Serius, Mas, kamu tahu semua tentang saya?”

            Aku mulai ketakutan.

            “Haha… tahu kenapa, saya tahu semuanya tentang Masnya?”

            Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Anehnya tidak ada satu pun orang terganggu dengan tertawanya. Mereka seakan tidak mendengarnya. Benar-benar aneh.

            “Saya tidak tahu, Mas,” jawabku dengan keringat dingin di sekujur badan.

            “Ayo kembali ke hotel, nanti bangunmu kesiangan, lho. Bukannya besok pagi mau jalan-jalan ke pasar dan terus ke alun-alun? Haha…”

            Lelaki itu pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendekar se-Kabupaten Serbu Juwana

    Pendekar se-Kabupaten Serbu Juwana

    • calendar_month Sab, 27 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    JUWANA-Para pendekar se-Kabupaten Pati berkumpul di Juana. Pasalnya, perhelatan pencak silat khas NU, Pagar Nusa Kembali di Gelar. Kali ini Pagar Nusa Pati menggelar kompetisi pencak silat tingkat Kabupaten di SMA 1 Juana. Kategori yang dipertandingkan pun sangat beragam, mulai dari seni hingga sambung dilombakan dalam gelanggang. Tak kurang, sebanyak 300 pendekar mengikuti perhelatan ini. […]

  • PCNU-PATI

    Halal Bihalal Dosen dan Mahasiswa Piaud Stainu Purworejo

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Purworejo- PIAUD STAINU Purworejo melaksanakan silaturrahim/Halal Bihalal bersama yang dihadiri oleh Dosen dan mahasiswa PIAUD STAINU Purworejo. Dilanjutkan dengan pembukaan acara dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selasa 02 Mei 2023 “Dapat bersilaturahim untuk halal bihalal, kami mewakili segenap dosen prodi PIAUD STAINU Purworejo terimakasih telah meluangkan waktunya untuk hadir. Dan terimakasih untuk teman teman […]

  • Haul Sesepuh Al Ma'arif Gembong Berbarengan dengan Hari Santri

    Haul Sesepuh Al Ma’arif Gembong Berbarengan dengan Hari Santri

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    GEMBONG – Haul KH. Muhammad Karim yang berlangsung sejak Kamis (20/10) lalu baru saja usai. Acara pamungkas kegiatan tahunan keluarga Yayasan Al Ma’arif Gembong ini tepat pada saat peringatan Hari Santri, Sabtu (22/10) pagi. “Tepat Hari Santri, acara Haul ke-38 Mbah Muhammad Karim,” terang Kiai Sholikhin, Wakil Ketua Yayasan Al Ma’arif Gembong. Pada penutup acara […]

  • LP Ma'arif NU Pati Gelar Rakerda dan Tanyakuran Harlah ke-96

    LP Ma’arif NU Pati Gelar Rakerda dan Tasyakuran Harlah ke-96

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati, mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diikuti oleh kepala madrasah tingkat MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK, di Hotel New Merdeka, Rabu (17/9/2025). Kegiatan tersebut juga dalam rangka tasyakuran dan peringatan Hari Lahir (Harlah) LP Ma’arif NU yang ke-96 tahun, dengan tema “bermutu dalam ilmu, […]

  • INDONESIA BUTUH NU

    INDONESIA BUTUH NU

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    NU merupakan satu organisasi sosial keagamaan yang—bisa dibilang—unik. Keunikan ini sebenarnya lahir dari berbagai aktivitas keorganisasian yang lebih bersifat kultural. Tradisionalisme yang melekat pada organisasi ini, merupakan satu bagian yang sering menjadi buah bibir khalayak. Secara struktural, organisasi NU telah cukup maju dalam penataan kepengurusannya. Hanya saja, esensi yang ‘duduk’ di dalamnya masih sarat dengan […]

  • LPBI NU Kab. Pati Berikan Bantuan Kursi Roda Diakhir Tahun Islam

    LPBI NU Kab. Pati Berikan Bantuan Kursi Roda Diakhir Tahun Islam

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    PATI – LPBI NU Kabupaten Pati terus berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan meski di tengah pandemi covid-19, salah satunya program bantuan kursi roda. “Ini merupakan program baru kami untuk selalu hadir  ditengah masyarakat. Program bantuan kursi roda bertujuan untuk membantu masyarakat bawah yang benar-benar membutuhkan. Dikarenakan lumpuh ataupun terkena stroke,” ujar sekretaris LPBI NU […]

expand_less