Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Malam yang Aneh

Malam yang Aneh

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
  • visibility 255
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Pukul sembilan malam aku keluar dari kamar hotel. Aku bergegas menuju kafe Sunny Story yang tak jauh dari alun-alun. Sesampainya di kafe, kucari tempat duduk di pojok yang agak sepi di halaman kafe. Hanya beberapa orang saja yang ada di situ, berpasang-pasangan, di mejanya masing-masing. Hanya aku yang sendirian.

Jika malam sebelumnya aku pesan kopi Americano, maka malam ini aku pesan kopi Vietnam Drip. Aku mendongakan kepala, melihat bintang-bintang sedang berkelap-kelip. Aih, indah nian. Udara malam begitu dingin pada saat menerpa badanku. Aku tidak bisa segera menghalaunya, karena kopi ala Vietnam ini menetes ke dalam gelas, sedikit demi sedikit. Butuh waktu beberapa menit untuk bisa memenuhi gelas. Aku non-aktfikan HP-ku, biar lebih khusyuk menikmati suasana malam. Ah, aku benar-benar bersyukur dengan segala kesempatan itu. Siapa sangka aku bisa menginjakkan kaki di kota Wonogiri. Seumur-umur baru kali itu aku singgah dan bermalam di kota ini.

Wonogiri termasuk pantai selatan, berbatasan dengan Gunung Kidul. Tapi kotanya yang di kaki bukit berkapur jauh dari pantai. Kotanya mungil dan tidak terlalu ramai. Alun-alunnya juga kecil untuk ukuran kabupaten (hanya sedikit lebih besar dari alun-alun kecamatan Tayu kabupaten Pati). Tapi justru aku menyukainya. Aku tidak terlalu suka keramaian. Ini adalah malam kedua di kota Wonogiri. Aku ke sini dalam rangka memberi pelatihan menulis untuk para guru. Dalam pelatihan ini semua peserta wajib menulis buku dan akan dibimbing selama tiga bulan.

Besok adalah hari terakhir, jadi aku harus memanfaatkan dengan baik malam ini hingga esok hari. Aku sudah merencanakan esok pagi, selepas subuh aku akan jalan kaki menyusuri jalan-jalan yang ada di kota ini, mulai dari pasar hingga alun-alun. Dan di depan pasar aku akan membeli serabi yang masih hangat, kemudian bergegas ke alun-alun. Di alun-alun aku akan pesan kopi di angkringan sembari makan serabi sambil menikmati suasana. Ah, sempurna.

“Halo Mas, boleh duduk di sini?” ujar seorang lakilaki yang tiba-tiba saja berada di depanku. Aku sedikit kaget.

“Oh iya, silakan, Mas,” jawab aku.

“Sendirian saja, Mas, seperti kemarin?” tanyanya.

Aku sedikit terhenyak.“Iya, Mas. Berarti Masnya kemarin ada di kafe ini dong, sehingga tahu aku di sini?” ujar aku balik bertanya.

“Iya, Mas,” jawabnya singkat.

Kuperhatikan wajah, badan, maupun bahasa tubuhnya, mirip sekali denganku. Aku merasa menemukan kembaranku di Wonogiri. Ah, tidak mungkin.

            “Kenapa, Mas, ada yang aneh dengan saya?” tiba-tiba ia bertanya.

            Aku terperanjat.

            “Eh, gak apa-apa.”

            Laki-laki itu tersenyum.

            “Tadi siang, saya rasa Masnya cukup baik menyampaikan materinya. Semoga besok lancar juga ya!”ujar laki-laki itu.

            Aku sedikit terperangah.

            “Materi apa mas?” tanyaku.

            “Lha, materi workshop menulis lah!” jawabnya.

            “Lha, kok Masnya tahu? Salah satu peserta ya?” tanyaku lagi.

            “Hehe, bukan.”

            “Lha, kok tahu dari mana kalau saya mengisi workshop menulis?”

            Lelaki itu tertawa. “Sudah, gak usah dibahas, gak penting. Yang jelas saya tahu. Semoga besok lancar juga ya!”

            “Amin. Terima kasih, Mas!” ujar aku dengan masih menyimpan penasaran.

            “Kalau kemarin Masnya pesan kopi Americano dan sekarang Vietnam Drip, mana yang paling enak?” tanya lelaki itu. Sialan. Dia tahu juga kopi yang aku pesan kemarin.

            “Ya, semuanya enak, tergantung suasana hati dan pikiran,” jawabku sekenanya.

            “Tepat, sudah kuduga. Masnya pasti akan menjawab seperti itu.”

            Aneh juga nih orang. Tapi, biarkan sajalah. Nikmati saja kemisteriusannya.

            “Masnya belum nonton film Filosofi Kopi 2. Akui saja…”

            Aku cuma nyengir, sotoy banget nih orang, tapi benar juga sih. Mau nonton gak pernah kesampaian.

            “Di film itu,” lanjutnya, “ada dua tokoh, yaitu Ben dan Jody. Nah, seandainya Masnya menggantikan peran mereka, mau pilih jadi Ben atau Jody?”

            Aku sudah mau menjawabnya, tiba-tiba dia langsung menyela.

            “Gak usah dijawab, Masnya pasti pilih Jody. Karena sejak lama ingin punya kedai kopi, bukan?”

            Kampret. Sok tahu banget nih orang. Tapi, anehnya, betul juga tebakannya.

            “Hehe… iya. Tebakanmu betul.”

            “Ngomong-ngomong, makna kopi bagi Masnya apa sih?” tanyanya lagi.

            Aku tidak akan menjawabnya.

            “Tidak usah dijawab, karena saya sudah tahu juga jawabannya. Bagi Masnya kopi itu bermakna kebahagiaan. Rasa pahit dan manisnya kopi melebur jadi satu adalah simbol bahwa susah dan senangnya hidup harus tetap dinikmati dan disyukuri. Kita tidak bisa mengelak dari rasa sedih, tetapi juga tidak bisa memilih hidup untuk tetap senang. Bukan begitu, Mas?”

            Ya ampun, orang ini benar-benar tahu apa yang aku pikirkan. Aku dibikin mati gaya.

            “Mas, dari tadi jawabannya tepat terus. Anda tahu persis semua pikiranku. Tahu dari mana? Siapa sih sebenarnya  sampean?” kuutarakan saja semua rasa penasaranku.

            “Haha…. jangankan itu. Hidup Masnya dari kecil hingga saat ini saya tahu semua. Tidak ada yang bisa

            Masnya sembunyikan dari saya. Tahu kenapa?”

            “Serius, Mas, kamu tahu semua tentang saya?”

            Aku mulai ketakutan.

            “Haha… tahu kenapa, saya tahu semuanya tentang Masnya?”

            Lelaki itu tertawa terbahak-bahak. Anehnya tidak ada satu pun orang terganggu dengan tertawanya. Mereka seakan tidak mendengarnya. Benar-benar aneh.

            “Saya tidak tahu, Mas,” jawabku dengan keringat dingin di sekujur badan.

            “Ayo kembali ke hotel, nanti bangunmu kesiangan, lho. Bukannya besok pagi mau jalan-jalan ke pasar dan terus ke alun-alun? Haha…”

            Lelaki itu pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Hari Ibu, Hari Pengabdian

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Mary, Maria atau Maryam, wanita suci nan tangguh. Bahkan oleh umat nasrani namanya diabadikan untuk peringatan hari raya, Mary Christmas, yang secara bahasa kurang lebih, Maria dan Christ yang diutus. Christ dalam beberapa ‘rawi’ disandarkan kepada Jesus atau Isa. Hmm, tapi, paragraf pertama ini sekadar pengantar saja. Alih-alih nyemplung dalam perdebatan […]

  • IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

      Para pemgurus IPNU dan IPPNU Ranting Bumiayu usai dilantik pada Selasa (2/11) WEDARIJAKSA – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Bumiayu Bapoh Resmi Dilantik Di Gedung TPQ Raudathul Mujawidin, Selasa (02/11) Acara Tersebut Dihadiri oleh Bapak Muhadi, Bapak Heru Budi Cahyono selaku Pembina IPNU IPPNU Ranting Bumiayu, Ibu Miryati selaku ketua Muslimat Desa Bumiayu, Bu […]

  • PCNU-PATI

    Expo Pasar Murah MA Assyafi’iyah Talun Diserbu Pengunjung

    • calendar_month Sel, 25 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    KAYEN – MA Assyafi’iyyah Talun, Kecamatan Kayen sukses menyelenggarakan Ekspo Bazar Madrasah pada Selasa (25/10). Kegiatan ini merupakan Ekspo perdana yang diselenggarakan oleh pihak madrasah.  Menurut sumber yang diterima pcnupati.or.id, agenda ini merupakan  tugas akhir praktikun mata pelajaran Prakarya dan kewirausahaan kelas X sampai XII MA Assyafi’iyyah Talun. Hal ini disampaikan oleh Tatik Kusniah, guru pengampu […]

  • bgunn-jpeg-3

    Buruh Pembangunan Gereja

    • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

      1.       Ada orang bekerja membangun tempat ibadah orang kristen (gereja) dan yang melakukan pekerjaan itu orang Islam.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukumnya melakukan pekerjaan itu ?   Jawaban :Hukumnya diharamkan,karena termasuk muharromah.   Referensi : &  Qulyûbi, vol. 3 hal. 70  

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

  • Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Deni Dadawuk, pelatih pencak silat NU Pagar Nusa bersama murid bulenya, Nedeljka Mileusnic. (Foto : Gasmi) KUNINGAN – Seni bela diri memang memilik daya tarik tersendiri di mata penikmatnya. Tidak terkecuali pencak silat, seni bela diri asli Indonesia.  Baru-baru ini jagat persilatan nusantara digegerkan oleh seorang wanita berusia 27 tahun asal Siberia, Rusia. Dia adalah […]

expand_less