Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

Melihat Proses Kreatif Penyair Nuyang Jaimee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 5 Des 2023
  • visibility 492
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 3/12/2023,- Ketika memilih ruang puisi, sepenuhnya ia sadar bahwa dirinya telah masuk ke dalam ruang yang begitu sunyi.

“Puisi yang telah saya pilih, yang telah anda pilih, yang telah teman-teman semua pilih, yang telah kita semua pilih, adalah sebuah keniscayaan dari hati paling sepi, langkah paling sunyi dan kata tanpa suara paling hakiki. Namun begitu puisi memberi keriuhan pada pikiran-pikiran saya serupa aksara-aksara yang bebas berterbangan di kepala dan saling bertubrukan lincah menciptakan serangkaian paragraf-paragraf yang memiliki kekuatan metafisis dan memberi kesadaran baru menggugah hati dan jiwa saya,” ujar Penyair Perempuan Berbakat, Nuyang Jaimee ketika menjawab pertanyaan dari beberapa peserta yang hadir dalam peluncuran dan bedah buku antologi puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya di PDS.HB.Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Jumat (1/12/2023)

Pada peluncuran buku antologi puisi tersebut, juga diadakan diskusi sastra dengan nara sumber Prof.Dr.Wahyu Wibowo dan Tatan Daniel, moderator Rita Sri Hastuti.Sedangkan MC Santined dan Nanang R Supriyatin.

Dikatakan lagi oleh Nuyang Jaimee -penyair kelahiran Jakarta 31 Maret 1977 ini- menulis puisi bukan sekedar mengenai proses mengungkapkan pikiran dan isi kepala saja.

“Tetapi juga menjadi tempat untuk bicara semua kegelisahan dan pergolakan bathin yang dalam, di mana semua ekspresi bebas keluar tanpa batas. Saya bisa teriak, melolong, menangis, tertawa, marah, protes tanpa mengumpat dan memaki semua kecamuk dalam hati dan pikiran, tempat di mana saya menemukan makna dan kebijaksanaan yang menghantarkan saya dalam perenungan yang lebih mengerucut pada sebuah pemahaman yang lebih universal,” kata penyair yang mulai menekuni dunia teater dan sastra sejak awal tahun 2000-an.

Seperti sebuah kesadaran kosmik yang teramat dalam, seperti ruang kedap suara yang steril yang membersihkan kotoran-kotoran pemikiran, energi negatif dan daya-daya rendah di luar kosmiknya, puisi tetap mampu menembus semua hal di alam semesta manusia dan seluruh isinya karena sifatnya yang tak terbatas menyentuh apa saja di sekeliling dirinya.

Karena sifatnya yang mampu mensterilisasi tersebut sehingga bagi saya puisi menjadi sebuah ruang tempat tumpahnya seluruh perasaan, imajinasi, sekaligus pemikiran yang teramat sakral.

Dan karena puisi adalah sebuah kesadaran yang senantiasa bergerak dinamis, berputar dengan sendirinya sesuai kesadaran diri manusia, itu yang menjadikan keberadaan puisi menjadi sangat khas dan tidak bisa digantikan oleh karya sastra jenis lainnya.

Buku kumpulan puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya ini sebenarnya bukan kumpulan puisi pertama.

“Sebelumnya kumpulan puisi saya berjudul “Surat” sudah pernah hampir saya terbitkan, berisi hampir lebih dari tujuh puluh puisi pilihan. Namun karena beberapa faktor, takdir mengantarkan buku puisi Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya  yang berisi dua puluh puisi pilihan ini menjadi puisi pertama yang saya terbitkan. Beberapa puisi di dalam buku ini, sudah dimuat di beberapa media sastra offline dan online atau kumpulan antologi puisi bersama,” ucap Nuyang Jaimee yang pada tahun 2004 pentas teater keliling ke-13 kota di Jawa dan berakhir di Bali dalam event Jakarta Art Festival 2004.

 

Puisi-puisi dalam buku ini sebagian besar ditulisnya dari hasil pergulatan dirinya di Forum Seniman Peduli TIM (FSP-TIM), dengan gerakan bernama #SaveTIM di akhir tahun 2019 sampai sekarang, meski selebihnya diambil dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tadinya saya ingin berbangga diri dengan puisi-puisi perlawanan diri kepada kawan-kawan seperjuangan bahwa saya tetap berjuang tidak dengan senjata atau maju di garis depan menjadi tokoh-tokoh perlawanan, tapi saya berjuang dengan karya, dengan puisi ruang kesunyian yang sangat subtil dan mampu menohok bathin lebih tajam dari ribuan pedang perang apapun. Dengan tulisan dan raungan perih yang akan terus tercatat dalam sejarah, ia tetap hiudp tak akan mati sampai kapanpun meski saya sudah pergi berkalang bumi, tapi sepertinya keperihan saya menjadi berlipat ganda, karna kelahiran puisi ini sungguh, tidak dalam kebahagiaan yang sesungguhnya sebab ada yang saya rindukan dari Forum Seniman Peduli TIM dan proses perjuangan #SaveTIM ini adalah sebuah kebersamaan dan cinta kasih yang hilang,” kilah Nuyang Jaimee yang pada tahun 2005 mulai menjadi kontributor berita untuk seni dan budaya pada Harian Umum MADINA, dan majalah bulanan Bulettin WARTA PDS.HB.Jassin.

Namun begitu dirinya patut berbangga hati bahwa hari ini  (Jumat, 1 Desember 2023) sejak awal proses kreatif karya ini Nuyang selalu di damping oleh abangda , guru pergerakan , “Puitic Resistance”  yang selalu mensupport  dalam terus berjuang dan berkarya.

” Dengan segala hormat saya, dia adalah Bapak Tatan Daniel dan Bapak Mujib Hermani.Pada akhirnya, Proses kreatif  terhadap Pendoa Yang Lupa Nama Tuhannya ini menuntun  pada pemahaman tentang arti sebuah perjuangan dan keikhlasan dengan cara yang begitu sangat sederhana.Ketika saya serahkan puisi-puisi ini ke para guru-guru saya yang kini duduk di tengah-tengah kita sebagai pembicara, hati saya berdebar-debar, seperti sebuah ujian kelulusan dimana saya akan dibantai dalam persidangan tesis S2. Saya sadar semua energi yang dikeluarkan dalam menulis puisi-puisi ini hanyalah sebagian kecil saja yang dicuri dari mereka secara diam-diam yang menurut saya satu-satunya kasus pencurian yang dihalalkan, namun demikian tetap tak sanggup saya melampaui kebajikan dan kebijaksanaan mereka. Karnanya dengan berpura-pura merelakan diri dalam “pembantaian kreatif” pada hari ini saya bersyukur apapun dan bagaimanapun puisi ini sudah dilahirkan dan sejak saat ini dia sudah memiliki takdirnya sendiri di ruang public _”Para Pecinta Kesunyian dan Puitic Perlawanan”,” ucap Nuyang yang pada Juli 2004 mendirikan lembaga Cakra Budaya Indonesia (CBI) dan pada April 2017 menggagas gerakan komunitas Keluarga Besar Penyair Seksih (KBPS), dan September 2019 mendirikan Kelompok Teaterikal Puisi Penyair Seksih (KTPPS).Selanjutnya Juli 2020 mendirikan Teater Cakra, dan Januari 2023 membentuk Komunitas Kampung Seni Jakarta (KSJ).

Sejak Srptember 2019 hingga sekarang, Nuyang Jaimee ikut dalam gerakan #SaveTIM, bersama kawan-kawan seniman Taman Ismail Marzuki lainnya terkait Revitalisasi TIM.

“Semoga buku kumpulan puisi ini bisa memberi sumbangsih dan peranan penting dalam mewarnai khazanah perpuisian di Indonesia khususnya dan perjalanan Kesusasteraan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (***)

Kontributor : Lasman Simanjuntak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

    Pelantikan Fatayat NU Gembong, MWC : Pemudi Harus Melek Politik

    • calendar_month Ming, 12 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Para pengurus baru PAC Fatayat NU Gembong yang baru saja dilantik, tampak bersemangat untuk mewujudkan program-program kerja mereka GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong baru saja melangsungkan pelantikan pengurus pada Minggu (12/12) pagi tadi. Pelaksanaan kegiatan pengukuhan pengurus hasil konferensi Oktober lalu ini dilaksanakan di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’.  Sederet tokoh agama […]

  • Photo by Panatagama

    Pernikahan Kritis Part I

    • calendar_month Ming, 17 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Jujur, Dek Jila. Kamu udah berzina sama bule Kanada itu?” “Astaghfirullah … Mas, hati-hati kalau ngomong.” “Ah ya, ummi memang benar. Lelaki bule pasti lebih memesona dibanding aku. Aku tahu kamu sakit hati aku menikah lagi. Tapi kamu kan tahu aku terpaksa.” “Mas … tolong jangan telan mentah-mentah fitnah keji itu. […]

  • PCNU-PATI

    Muallaf Dapat Bantuan Dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PC Lazisnu Pati kembali menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada warga Desa Mojo Kecamatan Cluwak, Selasa (29/08).  Sebelumnya pihak Lazisnu Pati mendapat informasi tersebut dari salah satu pengurus Lazisnu MWC Cluwak yang mengabarkan bahwa salah satu warganya sangat membutuhkan pertolongan untuk kebutuhan sehari-hari.  Syaiful Huda selaku manajer fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya dan […]

  • Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    Puncak Haul Mbah Mutamakkin Kajen Berlangsung Malam Ini

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 655
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Puncak haul Syaikh Ahmad Mutamakin Kajen berlangsung malam ini, Kamis (27/7). Sedikitnya tiga ribu tamu undangan memadati area makam. Sementara, enam ribu undangan lainnya ditempatkan di Masjid Kajen. Sedangkan untuk jama’ah umum, diperkenankan untuk menduduki pos-pos yang telah ditentukan panitia. Strategi ini dilakukan untuk memecah titik kerumunan. Sebab, diperkirakan, pada malam ini ada […]

  • Jelang Harlah, PBNU Instruksikan Pasang 102 Juta Bendera NU

    Jelang Harlah, PBNU Instruksikan Pasang 102 Juta Bendera NU

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU semakin delat. Menurut kalender hijriyah, tepat 16 Rajab 1446 H. atau bertepatan dengan 16 Januari 2025 M., Nahdlatul Ulama genap berusia 102 tahun. Untuk memperingati usia ke-102 ini, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk memasang bendera NU. Targetnya, ada 102 juta bendera NU […]

  • LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, adakan temu penulis dan sastrawan terpilih, serta memberikan penghargaan kepada sejumlah media massa. Kegiatan bertema “Bahagia dalam berliterasi” itu digelar selama dua hari, yakni pada 9 dan 10 September 2023 di Hotel Muria, Kota Semarang. Panitia kegiatan, Hamidulloh Ibda, mengatakan, terdapat empat […]

expand_less