Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Logo Konfercab Pelajar NU Tuai Pujian

Logo Konfercab Pelajar NU Tuai Pujian

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
  • visibility 175
  • comment 0 komentar

Logo dan makna logo yang direncanakan akan menjadi maskot Konferancab IPNU-IPPNU Kab. Pati tahun 2021

DOWNLOAD LOGO KONFERCAB PC IPNU IPPNU PATI

KOTA-Garda depan pelajar NU Pati hendak menyelenggarakan hajat besar. IPNU dan IPPNU Cabang Pati dalam waktu dekat ini akan menghelat Konferensi Cabang. 


“Belum ditentukan tanggalnya, tapi kita tunggu sampai situasi memungkinkan” tutur M. Salman, ketua cabang IPNU Kabupaten Pati. 

Munculnya informasi seputar Konferensi pelajar nahdliyin Pati ini ditengarai beredarnya logo Konferancab di media sosial. Beberapa pengurus IPNU maupun IPPNU membenarkan hal ini. 

Bukan hanya muncul di medsos, logo yang akan menjadi maskot Konferancab IPNU IPPNU Pati ini juga banyak menuai pujian. Gabungan nilai estetika dan makna yang terkandung dalam logo tersebut membuat beberapa pihak terkagum. 

“Perpaduan warnanya keren, maknanya juga dalam. Sejalan dengan tujuan IPNU.” tutur Saifuddin, salah satu Pengurus Anak Cabang IPNU Kecamatan Gembong. 

Pujian juga muncul dari elemen-elemen NU lain, seperti Pengurus Cabang NU, KPNU hingga beberapa Pengurus Banom juga mengacungi jempol. Mereka bahkan bertanya-tanya, apakah pembuatan logo Konferancab IPNU-IPPNU disayembarakan. 

“Kita punya kader di yang bisa dibilang ekspert di beberapa bidang, salah satunya desain grafis. Jadi kita berdayakan kader kita.” Ungkap Mukhoyyaroh, pengurus IPPNU Cabang Pati menanggapi pertanyaan seputar logo Konferancab. 

Kreator Logo

Asroni, Akmal Muthohar dan Alfan Tamimi adalah trio sosok kreatif dibalik Logo Konfercab yang viral di kalangan Nahdliyin tersebut. Mereka adalah kader IPNU Pati yang bergerak di bidang pers dan jurnalistik. 

Ketiganya mengaku inspirasinya dalam membuat logo tersebut adalah berdasarkan kondisi di lapangan. Mulai dari tujuan IPNU-IPPNU, visi dan misi hingga segala sesuatu yang menjadi latar belakang IPNU Cabang, yaitu Kota Pati. 

“Saya gabungkan antara IPNU dan Pati. Maka jadilah logo seperti yang beredar ini.” Ungkap Asroni. 

Sementara, ketua cabang IPNU saat ini, M. Salman berharap, Konferensi mendatang bukan hanya mendapat pujian dari segi maskotnya saja. Namun kinerja dan perjuangan pengurus IPNU-IPPNU yang akan terpilih juga harus banyak menuai pujian. 

“Tentu kami tidak memburu pujian, tapi kalau kinerja kami dipuji, artinya ada kebermanfaatan. Semoga tidak hanya berhenti pada logo, akan tetapi filosofi yang tertuang dari tema besar Konfercab itu bisa diilhami oleh setiap kader IPNU IPPNU di Kabupaten Pati. Serta menjadi gerakan yang masif menuju peradaban Kabupaten Pati yang berliterasi dan berbudaya”.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKG Ke-NU-an MI Tancap Gas Jalankan Proker

    KKG Ke-NU-an MI Tancap Gas Jalankan Proker

    • calendar_month Sab, 9 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Adib Al Arif, Ketua LP Ma’arif Kabupaten Pati sedang menyampaikan gagasannya dalm rapat koordinasi KKG MI untuk Mapel Ke-NU-an di Gedung PCNU Pati, Sabtu (9/10) PATI – Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah pelajaran Ke-NU-an Kabupaten Pati melakukan rapat koordinasi dengan Guru Ke-NU-an se-Kabupaten Pati. Rapat koordinasi dihadiri oleh Ketua LP Ma’arif Kabupaten Pati, Adib […]

  • PCNU-PATI

    Piagam Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 11 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Dengan demikian keterlibatan warga NU dengan partai politik yang adabersifat individual, tidak atas nama organisasi, karena NU telah kembalimenjadi organisiasi sosial keagamaan yang mengurusi masalah sosial,pendidikan dan dakwah. Namun demikian NU mengimbau pada warganyaagar melakukan politik secara benar dan bertanggung jawab dan dengan citacita menegakkan akhlaqul karimah dan dijalankan dengan proses yang selaluberpegang pada prinsi […]

  • PTM Madrasah Tertunda Lagi

    PTM Madrasah Tertunda Lagi

    • calendar_month Sen, 20 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

      Ilustrasi PTM di madrasah (sumber : NU Online) PATI – Keinginan Madrasah di Kabupaten Pati untuk kembali melangsungkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tampaknya harus ditunda terlebih dahulu. Pasalnya Bupati Pati Haryanto mengaku belum memberikan izin kepada madrasah yang ada di wilayahnya untuk menggelar uji coba atau simulasi (PTM).  Menanggapi hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang […]

  • a close up of a book with writing on it

    Kitab Kuning Zamani

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.337
    • 0Komentar

      Oleh: Dr. Jamal Makmur Asmani, M.A.* Identitas utama pesantren adalah pengajian kitab kuning. “Jika tidak ada pengajian kitab kuning, maka esensi pesantren hilang”, tegas Jamal Ma’mur Asmani, Pengamat Kepesantrenan dan penulis sejumlah buku dalam Talkshow Hari Santri Nasional tahun 2025 dengan tema “Kitab Kuning Sebagai Identitas Utama Santri” yang diadakan Masjid Sirojul Anam Wonokerto […]

  • Mempertahankan Tradisi Nilai. Photo by Aditya Nara on Unsplash.

    Mempertahankan Tradisi Nilai

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin Ngumbah keris atau gaman (mencuci benda pusaka) menjadi tradisi malam 1 Muharrom di Pulau Jawa. Ritual ini digunakan sebagai ajang untuk menyambung ‘silaturrahim’ antara pemilik keris dan benda keramatnya setidaknya setahun sekali. Hanya saja, kultur yang telah melegenda ini, terancam punah akibat pengkultusan terhadap benda-benda semacam itu sudah mulai langka. Benda […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

expand_less