Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Logo Konfercab Pelajar NU Tuai Pujian

Logo Konfercab Pelajar NU Tuai Pujian

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
  • visibility 260
  • comment 0 komentar

Logo dan makna logo yang direncanakan akan menjadi maskot Konferancab IPNU-IPPNU Kab. Pati tahun 2021

DOWNLOAD LOGO KONFERCAB PC IPNU IPPNU PATI

KOTA-Garda depan pelajar NU Pati hendak menyelenggarakan hajat besar. IPNU dan IPPNU Cabang Pati dalam waktu dekat ini akan menghelat Konferensi Cabang. 


“Belum ditentukan tanggalnya, tapi kita tunggu sampai situasi memungkinkan” tutur M. Salman, ketua cabang IPNU Kabupaten Pati. 

Munculnya informasi seputar Konferensi pelajar nahdliyin Pati ini ditengarai beredarnya logo Konferancab di media sosial. Beberapa pengurus IPNU maupun IPPNU membenarkan hal ini. 

Bukan hanya muncul di medsos, logo yang akan menjadi maskot Konferancab IPNU IPPNU Pati ini juga banyak menuai pujian. Gabungan nilai estetika dan makna yang terkandung dalam logo tersebut membuat beberapa pihak terkagum. 

“Perpaduan warnanya keren, maknanya juga dalam. Sejalan dengan tujuan IPNU.” tutur Saifuddin, salah satu Pengurus Anak Cabang IPNU Kecamatan Gembong. 

Pujian juga muncul dari elemen-elemen NU lain, seperti Pengurus Cabang NU, KPNU hingga beberapa Pengurus Banom juga mengacungi jempol. Mereka bahkan bertanya-tanya, apakah pembuatan logo Konferancab IPNU-IPPNU disayembarakan. 

“Kita punya kader di yang bisa dibilang ekspert di beberapa bidang, salah satunya desain grafis. Jadi kita berdayakan kader kita.” Ungkap Mukhoyyaroh, pengurus IPPNU Cabang Pati menanggapi pertanyaan seputar logo Konferancab. 

Kreator Logo

Asroni, Akmal Muthohar dan Alfan Tamimi adalah trio sosok kreatif dibalik Logo Konfercab yang viral di kalangan Nahdliyin tersebut. Mereka adalah kader IPNU Pati yang bergerak di bidang pers dan jurnalistik. 

Ketiganya mengaku inspirasinya dalam membuat logo tersebut adalah berdasarkan kondisi di lapangan. Mulai dari tujuan IPNU-IPPNU, visi dan misi hingga segala sesuatu yang menjadi latar belakang IPNU Cabang, yaitu Kota Pati. 

“Saya gabungkan antara IPNU dan Pati. Maka jadilah logo seperti yang beredar ini.” Ungkap Asroni. 

Sementara, ketua cabang IPNU saat ini, M. Salman berharap, Konferensi mendatang bukan hanya mendapat pujian dari segi maskotnya saja. Namun kinerja dan perjuangan pengurus IPNU-IPPNU yang akan terpilih juga harus banyak menuai pujian. 

“Tentu kami tidak memburu pujian, tapi kalau kinerja kami dipuji, artinya ada kebermanfaatan. Semoga tidak hanya berhenti pada logo, akan tetapi filosofi yang tertuang dari tema besar Konfercab itu bisa diilhami oleh setiap kader IPNU IPPNU di Kabupaten Pati. Serta menjadi gerakan yang masif menuju peradaban Kabupaten Pati yang berliterasi dan berbudaya”.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • header-mozaik-kyai-sahal-tirto_ratio-16x9-jpg-2

    Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

      KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Sebuah desa yang […]

  • PCNU-PATI

    Ketika Cinta Bertasbih 2

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Setiap kali fajar itu merekah ia rasakan nuansanya takpernah sama. Setiap kali merekah selalu ada semburat yangbaru. Ada keindahan baru. Keindahan yang berbeda darifajar hari-hari yang telah lalu. Rasanya tak ada sastrawanyang mampu mendetilkan keindahan panorama itu denganbahasa pena. Tak ada pelukis yang mampu melukiskankeindahan itu dalam kanvasnya. Tak ada! Keindahan itu bisadirasakan, dinikmati dan […]

  • KH. M. Imamuddin : Guru Agama Harus Bersanad Sampai Rosulullah

    KH. M. Imamuddin : Guru Agama Harus Bersanad Sampai Rosulullah

    • calendar_month Rab, 14 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    CLUWAK-Ancaman generasi muda sekarang adalah narkoba dan radikalisme. Indonesia telah menjadi pasar terbesar narkoba di Asia Tenggara. Di sisi lain Radikalisme kini menyebar dengan massif, menembus batas sosial dan usia. Massifnya penyebaran ini dikarenakan kemajuan teknologi informasi sehingga siapapun termasuk generasi muda NU bisa mengakses segala informasi. KH. M. Imamuddin sedang menyampaikan pengajian dalam rangka […]

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • PCNU-PATI Photo by Luke Stackpoole

    Cerita Tabatabaei House

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ngaji Cloud Vs Ibadah Real Life

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.611
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Saya adalah di antara banyak orang yang percaya dan meyakini bahwa ngaji (belajar) itu bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa termasuk melalui sistem maya, digital, atau dalam awam (cloud). Hal ini juga sesuai pesan Ki Hajar Dewantara (1889-1959) yang menegaskan bahwa “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” […]

expand_less