Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lesbumi PCNU Pati Gelar Ngaji Budaya di Pasucen

Lesbumi PCNU Pati Gelar Ngaji Budaya di Pasucen

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
  • visibility 467
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id – Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati berkerjasama dengan Jemaah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen menggelar acara Ngaji Budaya bertajuk “Jawa Njawani, Lesbumi Ngrukti”.

Acara yang berlangsung di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, pada Ahad (21/9/2025) malam itu digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Lesbumi dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU), Lembaga Dakwah NU (LDNU) PCNU Kabupaten Pati, serta Ranting NU Desa Pasucen.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua Lesbumi PBNU Anis Sholeh Ba’asyin, Ketua PCNU Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim, hingga Ki Abdullah Markonyik dari LDNU PCNU Pati.

Terbang Jawan Klasik Pasucen dan seni bela diri Gong Cik Singo Padi Pasucen juga turut memeriahkan araca tersebut. Bahkan, Lesbumi PCNU Kabupaten Pati memberikan penghargaan kepada 10 penggiat dan pelestari budaya dari berbagai daerah di Pati.

Ketua Lesbumi PCNU Pati, Arif Khilwa, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi keagamaan, tapi juga warisan budaya bangsa.

“Islam masuk ke Indonesia melalui dialog dan komunikasi budaya, termasuk tradisi seni lokal. Tidak ada penghancuran tradisi lama, melainkan akulturasi yang kuat. Terbang Jawan dan Gong Cik adalah media penyebaran Islam sekaligus warisan budaya yang wajib dilestarikan,” ujar dia.

Sementara itu ketua PCNU Pati, KH Yusuf Hasyim, menyampaikan apresiasi kepada Lesbumi dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Pati yang telah bekerja sama menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat dan penuh makna ini.

“Terimakasih masyarakat Pasucen, ini luar biasa, kita bisa nguri-uri lagi tradisi dan adat istiadat Islam Jawa. Malam ini, peringatan Maulid Nabi menyatukan kita melalui tradisi yang dulu dijadikan media dakwah oleh Walisongo. Kita lestarikan ini. Dengan hadirnya Lesbumi, kita harapkan orang Jawa bisa lebih ‘nJawani’, yaitu betul-betul menghayati adat istiadat dan budaya Jawa yang Islam,” terang dia.

Kiai Yusuf menjelaskan, bahwa Jawa telah menjadi bagian dari penyebaran Islam sejak abad ke-7. Ia pun mengajak masyarakat bersyukur lantaran dapat menjadi bagian dari umat Islam meskipun tidak bertemu dengan Rasulullah secara langsung.

“Maka kita patut berbahagia sebagai orang Jawa yang meskipun jauh dari lahirnya Islam di Arab, kita termasuk orang yang beruntung karena kita beriman dan berislam meskipun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah. Jika kita melihat adat istiadat leluhur, kita akan lihat bahwa tradisi di Jawa sangat dekat dengan ajaran Islam. Sopan santun, unggah-ungguh, gotong royong, ini luar biasa, termasuk kepedulian terhadap lingkungan hidup,” ungkap dia. (Angga/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    PCNU Pati Konsolidasi Ke MWCNU Tayu

    • calendar_month Rab, 27 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Tayu. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati bersilaturahmi ke MWCNU Kecamatan Tayu,bertempat diSekretariat MWC NU Tayu Jl Ratu Kalinyamat Tayu Wetan, Rabu 22/7 kemarin. “Dalam penguatan organisasi kita harus mengoptimalkan, simpul simpul penting yaitu ranting, sebab apabila ranting berjalan maka dengan sendirinya MWCNU dan PCNU ikut berjalan,” jelas Maskan selaku Sekretaris PCNU Kab Pati […]

  • Perjuangan Setengah Dekade Lebih Akhirnya Berbuah Manis, Ini Hadiah Prabowo Buat Pesantren

    Perjuangan Setengah Dekade Lebih Akhirnya Berbuah Manis, Ini Hadiah Prabowo Buat Pesantren

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.600
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Hari Santri 22 Oktober 2025 menjadi salah satu momen paling membahagiakan bagi Menteri Agama dan kalangan pesantren. Sebab pada Rabu (22/10), Menag Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subiyanto telah resmi menyetujui Direktorat Jendral (Ditjen) Pesantren.   Hal ini juga diamini oleh Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama. Dirinya mengaku mendengar kabar […]

  • PCNU-PATI

    Inilah Pesan Pembina PK IPNU IPPNU IPMAFA

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Margoyoso- Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah mengadakan sowan dan silaturahmi kepada para pembina Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah  Senin, 01 Mei 2023. Dalam silaturahmi dan sowan di hari […]

  • Lazisnu Ajak Warga Peduli Kekeringan

    Lazisnu Ajak Warga Peduli Kekeringan

    • calendar_month Sen, 16 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    WINONG-LAZISNU, LKKNU  dan LPBINU tak henti-henti melancarkan distribusi air bersih bagi warga Kabupaten Pati yang membutuhkan. Hal ini mengingat matinya sumber air di beberapa daerah. Terhitung sejak Minggu (15/9) sudah lebih dari 80.000 liter air didistribusikan untuk warga.  “Kami akan terus bergerak demi tersalurnya air bersih untuk saudara-saudara kita” tutur Edi Fitrianto, pengurus cabang LPBI […]

  • LAZISNU PATI BERBAGI

    LAZISNU PATI BERBAGI

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    LAZISNU.Ahad 12 Juli 2015 di gedung PCNU lt, 3  LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama’) Kabupaten Pati untuk yang ketiga kalinya di tahun yang ketiga telah kembali sukses melaksanakan Program Santunan Yatama dan Dhuafa’. Sebanyak 100 orang yang terdiri Yatama dan Dhuafa’. Sebagaimana pada Program Santunan Yatama dan Dhuafa’ tahun sebelumnya program […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid Memakmurkan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.560
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Saya dulu sempat jengkel karena mau salat, tapi masjid digembok. Hal itulah yang melatarbelakangi saya menulis Ketika Masjid Digembok pada Alif.id terbit Kamis 17 Mei 2018. Pada 9 Juni 2018, sebenarnya saya juga sudah nulis di Islami.co berjudul Saatnya Masjid Memakmurkan Masyarakat. Pada tulisan kali ini bukan mengulang, tapi mencoba mengulik dari […]

expand_less