Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lakpesdam Torehkan Tinta Emas NU

Lakpesdam Torehkan Tinta Emas NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 15 Apr 2015
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

Batam, NU Online
Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyampaikan ceramah khusus dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau Lakpesdam NU di Asrama Haji Kota Batam, Selasa (14/4) malam.

Menurut As’ad, Lakpesdam yang dirintis oleh Ketua Umum PBNU Gus Dur waktu itu hadir sebagai trobosan yang dilakukan setelah NU Kembali ke Khittah 1926 yakni kembali menjadi organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan serta tidak lagi menjadi bagian dari partai politik.

“Lakpesdam NU telah menorehkan tinta emas NU. Lakpesdam telah menjadikan NU sangat dinamis. Di sini lahirlah generasi-generasi baru yang mengharumkan nama NU,” katanya dihadapan para pengurus Lakpesdam yang hadir dari berbagai daerah se-Indonesia.

Perubahan yang terjadi di tengah masyarakat menyusul perkembangan teknologi dan globalisasi yang terjadi secara cepat menuntut NU untuk terus melakukan trobosan-trobosan. Lakpesdam diharapkan menjadi lokomotif dalam menggerakkan NU, kata As’ad.

“Kita mempunyai kekayaan berupa tasamuh, tawasut, tawazun dan i’tidal. Itu tidak kita jadikan benda mati. Mari kita gunakan semua itu untuk membuat perubahan,” katanya.

Namun demikian, wakil ketua umum mengingatkan, Lakpesdam harus bisa berkomunikasi dengan baik dengan para kiai dalam menyampaikan gagasan-gagasannya.

“Jangan masuk ke terlalu jauh ke wilayah agama, biarlah itu urusan ulama. Jangan melakukan hal-hal yang dibenci oleh ulama, nanti kita dijauhi masyarakat. Tugas Lakpesdam adalah menyiapkan langkah dan trobosan di tengah situasi yang terus berubah,” katanya.

Ditambahkan, karakter NU sebagai jamaah yang mengandalkan semangat berkumpul dan gotong royong bisa menjadi kekuatan besar di era globalisasi. Berbagai potensi di bidang ekonomi bisa diakumulasi menjadi kekuatan besar yang didukung jaringan NU yang sangat luas di berbagai daerah dan luar negeri.

“Kita tidak perlu menjadi liberal. Kalau individualis kita akan kalah dengan yang besar-besar. Justru kebersamaan ini bisa kita jadikan sebagai kekuatan. Kita bisa menciptakan sentra-sentra Nahdlatut Tujjar (perkumpulan dagang, red), kita kuatkan basis produksi, managemen dagang dan nanti semua produk akan dijual bersama-sama dan dengan jaringan pasar bersama, ” katanya.

Tidak hanya dalam bidang ekonomi, menurut As’ad, kebersamaan dalam NU bisa dimanfaatkan dalam bidang politik, sosial dan budaya. Lakpesdam NU diharapkan terus menelorkan ide-ide baru dalam rangka mengatasi berbagai perkembangan zaman dan situasi. (A. Khoirul Anam)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • Sholatnya Orang yang Berada di Dalam Bus

    Sholatnya Orang yang Berada di Dalam Bus

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

     Pertanyaan : Seseorang yang berada di dalam bus dan waktu sholat akansegera habis.Apakah yang harus dilakukan ? Dikarenakankalau ia turun dari bus untuk melakukan sholat, ia akan ketinggalan bus, sedangkan kalau tetep di dalam bus, ia tidak bisa melakukan sholat. Jawaban :Jika memang seseorang tersebut khawatir ; kalau turun dari bus bisa ketinggalan, maka ia […]

  • Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pati Resmi Dikukuhkan

    Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Pati Resmi Dikukuhkan

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Kepengurusan Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati masa khidmah 2024-2029 resmi dikukuhkan di Joglo Omah Cabe Resto, Jl Kartini, Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu (4/1/2025). Hadir dalam pengukuhan tersebut para pengurus LP Ma’arif Kab Pati, yang dinahkodai Dr. H. Muhsin Moh Sholeh, Lc.M.A sebagai ketua, dan […]

  • Mantan Ketua LP Ma’arif Jateng Berpulang

    Mantan Ketua LP Ma’arif Jateng Berpulang

    • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    SEMARANG-Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Kabar duka kembali menyelimuti dunia pendididikan Jawa Tengah. H. Agus Sofwan Hadi, mantan Ketua Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa dikabarkan tutup usia, Selasa (27/8) pukul 22.30 WIB malam tadi. Informasi ini dilansir dari salah seorang staf di LP Ma’arif Jateng. H. Agus Sofwan Hadi bersama Menteri Agama RI […]

  • Pentingnya Mengawal Kader NU Sejak Usia Dini

    Pentingnya Mengawal Kader NU Sejak Usia Dini

    • calendar_month Rab, 17 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) MTs Bustanul Ulum bersama PAC IPNU Wedarijaksa WEDARIJAKSA-Mengenal NU sejak dini sangat penting apalagi bagi masyarakat sudah berdomisili di tengah-tengah warga yang mayoritas Nahdliyyin. Tentu, mau tidak mau, kesadaran untuk membiasakan diri menjadi NU harus ditanamkan sejak kecil. MTs Bustanul Ulum Wedarijaksa, Pati adalah salah satu lembaga pendidikan yang sadar […]

  • Belajar dari Jenderal Nobunaga

    Belajar dari Jenderal Nobunaga

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Jenderal Jepang yang sangat dikenal, Nobunaga, memutuskan untuk maju berperang meskipun jumlah prajuritnya hanya sepersepuluh dari pasukan musuh. Keyakinannya tak tergoyahkan, tapi wajar saja kalau para prajuritnya ragu. Di tengah perjalanan menuju medan perang, mereka berhenti di sebuah kuil Shinto. Setelah berdoa, Nobunaga keluar dengan wajah tenang dan berkata kepada prajuritnya: […]

expand_less