Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Lahir untuk Sepakbola

Lahir untuk Sepakbola

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
  • visibility 119
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

“Saya dilahirkan untuk sepakbola, seperti Beethoven yang dilahirkan untuk musik atau Michelangelo yang dilahirkan untuk seni rupa,”kata Pele melalui situs resmi FIFA.

“Kalau begitu, saya adalah paduan Ron Wood, Keith Richards, dan Bono (ketiganya adalah musisi dunia). Sayalah wujud dari gairah sepak bola,” kata Maradona tak mau kalah.

Dua orang tersebut adalah legenda dalam sepakbola dunia. Sepakbola tidak bisa dipisahkan dari keduanya. Pele lahir di Brasil. Selama kariernya sebagai pemain, Pele berhasil membawa Brasil menjadi Juara Dunia Sepak bola sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Chili, dan tahun 1970 di Meksiko. Berkat keberhasilannya tersebut, Brasil berhak atas Piala Jules Rimet. Pelé mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja.

Di usianya yang ke-17, Pele memulai debut di Piala Dunia Swedia 1958. Dalam ajang yang sama juga Brasil untuk pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. Pele menjadi pemain termuda yang mampu menjaringkan 6 gol dalam ajang Piala Dunia. Dalam partai final pada Piala dunia 1970 Pele mampu melengkapi rekor gol ke-100 yang dijaringkan Brasil selama mengikuti Piala Dunia. Usai partai final Piala Dunia 1970 harian terkemuka Sunday Times dalam headline-nya mengangkat judul : “Bagaimana Anda mengeja Pele? G-O-D”.

Setiap tanggal 19 November para pendukung Santos merayakan “Pele Day” atau “Hari-nya Pele” untuk mengenang gol ke-1000 yang dicetak Pele di Stadion Maracana. Saat ini dia  menjadi duta untuk badan dunia PBB dan UNICEF. Pele adalah pemain paling jenius yang pernah terlahir di muka bumi.

Sedang Maradona adalah legenda dari Argentina. Dunia mengakui bahwa Maradona adalah makhluk dari planet bumi yang mempunyai tarian khas saat di lapangan. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-drible bola. Dia mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Dengan keahliannya ia mudah melewati para pemain lawan.

Hal ini dapat dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona di antaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, meski saat bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.

Ia pernah membawa Argentina menjuarai Piala Dunia dua kali, yakni tahun 1978 dan 1986. Pada Piala Dunia 1986 Maradona membuat gol terbaik sepanjang masa yaitu ketika Argentina bertemu Inggris di babak perempat final. Pada saat itu Maradona menggiring bola dari tengah lapangan, kemudian melewati 5 orang pemain Inggris dan menaklukkan kiper kenamaan Inggris, Peter Shilton. Pada partai tersebut pula, Maradona membuat gol dengan bantuan tangan, sehingga dari situ muncul istilah “Tangan Tuhan”.

Pada tahun 2001, ia dipilih FIFA sebagai “Pemain Terbaik Abad Ini” bersama dengan Pele. Golnya pada Piala Dunia 1986 terpilih sebagai “Gol Abad Ini” dalam voting yang dilakukan Fédération Internationale de Football Association.

Dari riwayat singkat di atas, tak aneh apabila keduanya dikenang hebat dalam sejarah sepak bola dunia. Hampir semua orang yang suka dengan dunia sepak bola pasti mengenalnya. Saya sendiri mendengar nama mereka ketika masih duduk di bangku MTs (setingkat SMP). Pada saat saya bermain sepak bola seringkali saya membayangkan saya adalah Maradona yang meliuk-liuk membawa bola, melewati lawan-lawan main saya. Sungguh indah rasanya. Kemampuan saya mendrible bola membuat saya bermimpi untuk menjadi pemain sepak bola profesional. Namun mimpi itu kandas pada saat saya harus pergi ke Ciamis untuk melanjutkan sekolah sambil mesantren.

Saya ingin kembali ke pernyataan Pele dan Maradona di atas. Sebagaimana halnya kedua pemain sepak bola tersebut bahwa kelahiran manusia di dunia sebenarnya mempunyai minat dan bakat yang lantas menjadi kemampuannya dalam bidang-bidang tertentu. Kemampuannya itu kemudian menjadi panggilan hidupnya. Mereka menekuninya di setiap waktu, sehingga secara tidak sadar itu menjadi pekerjaannya. Pekerjaannya itu membawa manfaat bagi banyak orang. Masing-masing orang saling mengisi satu sama lain dengan kemampuannya itu. Dengan begitu panggung kehidupan di dunia ini menjadi berjalan.

Lantas, Anda sendiri dilahirkan untuk menjadi apa? Ini sebenarnya sebuah pernyataan ketimbang pertanyaan bahwa kita hidup harus menjadi sesuatu. Tentu, sesuatu yang memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain. Tanpa menjadi sesuatu kita akan kehilangan makna. Makna dalam hidup adalah hal penting, karena kita akan menjadi berharga. Orang-orang yang putus asa dan bunuh diri adalah disebabkan kehilangan makna dan harga diri. 

Oleh karena itu, kita harus mempunyai makna hidup dan harga diri. Maksud harga diri di sini adalah bahwa keberadaan kita di dunia ini berharga bagi orang lain. Kita hidup ada artinya. Lantas bagaimana caranya agar kita memiliki makna hidup dan harga diri? Gampang saja, kita harus mempunyai misi. Dengan adanya misi kita akan mencari alasan keberadaan kita dalam hidup ini. Pencarian itu kemudian akan menemukan aktifitas apa yang dapat memenuhi misi kita.

Misi tersebut yang akan mengarahkannya hingga Anda merasa bermakna dan berharga. Misi juga yang akan memilah dan memilih mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak. Kalau sudah begitu Anda akan habis-habisan melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan. Begitu juga sebaliknya, Anda tidak tergoda untuk melakukan yang tidak boleh Anda lakukan.

Allah Swt. telah memberi misi bagi manusia yakni sebagai khalifah di muka bumi sekaligus sebagai hamba bagi-Nya. Kedua hal inilah yang harus kita pegang baik-baik. Dan Allah memberi kebebasan bagi hamba-Nya untuk “menerjemahkan” bentuk seperti apa peran khalifah manusia. Anda bisa menjadi pejabat, guru, ustadz, petani, driver, pengusaha, dan lain-lain. Intinya adalah Anda boleh menjadi apa saja sesuai kondisi yang tengah Anda tekuni. Itulah sebagian bentuk ekspresi khalifah di muka bumi.

Satu hal prinsip yang harus dipegang adalah sebagaimana sabda Nabi Saw: “Khairunnas anfa’uhum linnas—Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi lainnya.” Ya, tidak peduli apapun pekerjaan Anda, asalkan pekerjaan itu membawa manfaat bagi banyak orang. Jangan sampai pekerjaan tersebut membawa dampak negatif. Ini adalah prinsip yang harus dipegang sampai kapanpun. Ini menjadi barometer tatkala Anda hendak melakukan sesuatu.

Masing-masing manusia mempunyai misi dalam hidupnya. Misi itu pada akhirnya menghasilkan pertanyaan di akhir, Anda ingin dikenang menjadi apa? Oleh karena itu jangan sampai pertanyaan ini menjadi PR yang tidak bisa Anda jawab sampai kapan pun. Sebaliknya, semakin Anda cepat punya jawaban maka semakin Anda akan mantap dalam melakukan sesuatu. []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RAPIMWIL IPNU JATENG: Aturan Kongres Perlu Tinjauan Ulang

    RAPIMWIL IPNU JATENG: Aturan Kongres Perlu Tinjauan Ulang

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 113
    • 0Komentar

      Pemalang – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) dengan agenda persiapan menjelang Kongres IPNU yang bertempat di Gedung DPRD Kab. Pemalang (19/03). Forum ini dihadiri oleh Pimpinan Cabang (PC) IPNU Se-Jawa Tengah. Forum ini menghasilkan beberapa ide dan gagasan yang akan diusung oleh kader-kader […]

  • Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    Fatayat NU Cabang Pati manfaatkan libur Nyepi untuk Latihan Kader Lanjutan

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    Warta Fatayat. Pengurus Cabang Fatayat NU Kab. Pati pada hari ini (Sabtu, 21 Maret 2015) menyelenggarakan kegiatan Latihan Kader Lanjutan (LKL) bertempat di Aula PCNU Kab. Pati. Latihan Kader Lanjutan yang diikuti oleh kader-kader pilihan sebanyak 100 kader utusan dari 20 Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kab. Pati kali ini mengambil tema :”Bersama Fatayat NU […]

  • Pengurus PC Lazisnu Pati ditemui tokoh agama dan keluarga saat menyerahkan bantuan kepada untuk Warsito, korban kecelakaan lerja yang membutuhkan uluran tangan

    Lagi, Lazisnu Sumbangkan Dana untuk Warga Membutuhkan

    • calendar_month Sab, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 110
    • 0Komentar

    PATI – PC Lazisnu Pati menyalurkan bantuan kepada Warsito, warga desa Trangkil Kecamatan Trangkil beberapa waktu yang lalu. Warsito merupakan kepala rumah tangga yang menghidupi 1 orang anak dengan ekonomi yang pas-pasan dan kondisi kejiwaan yang sedikit terganggu. Sebelumnya PC Lazisnu Pati mendapatkan kabar bahwa ada warga yang sangat membutuhkan bantuan. Warga tersebut tak lain […]

  • Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman ‘MataAirMata Merdeka’ yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (16/8).

    Sangkan Paran Kemerdekaan

    • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman edisi ke- 164 yang digelar pada Sabtu (16/8) menjadi salah satu momen spesial. Pada momen yang bertepatan dengan malam tirakatan itu, masyarakat diajak memaknai kembali arti kemerdekaan. Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut banyak pengertian kemerdekaan yang harus dimaknai ulang. Terlebih setelah memasuki usia ke 80 Republik Indonesia. “Seperti kita […]

  • Merenungi Hakikat Aswaja dan Tanggung Jawab Generasi Muda

    Merenungi Hakikat Aswaja dan Tanggung Jawab Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini muncul kegelisahan dari masyarakat Aswaja. Kekewatiran tersebut berkaitan dengan banyaknya muncul gerakan radikalisme, ekstrimisme dan anarkisme dalam mendakwahkan Islam. Salah satu sasaran dakwahnya adalah kader pemuda yang masih lugu dan sedikit memiliki pengalaman keagamaan. Ajakan untuk bergabung dalam aliran tersebut biasanya melalui kampus, organisasi, di desa-desa dan dengan memberi berbagai iming-imingmateri yang menggiurkan. […]

  • PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

    PCNU Beberkan Makna Jargon Andalan NU

    • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 212
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati. PATI-Jargon ‘NKRI Harga Mati’ dan ‘Hubbul Waton Minal Iman‘ (cinta tanah air sebagian dari iman-red) yang sering digaungkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) ternyata bukan hanya sekadar isapan jempol. Makna yang terkandung di dalamnya sangatlah mendasar jika ditelaah lebih jauh. Motto penyemangat yang dirancang oleh para ulama terdahulu tersebut […]

expand_less