Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
  • visibility 904
  • comment 0 komentar

Oleh. Natasya Avnal Maulida

Siapakah KH Sirodj

Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen.

Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah binti R. Danum bin Toyyibah binti Muhammad Hendro Kusumo bin Ahmad Mutamakkin, sedangkan ibunya bernama Saimah adalah keturunan Kiai Haji Ahmad Mutamakkin dari Nyai Alfiah (Mbah Godek).[1]

Kiai Haji Ahmad Mutamakkin adalah seorang kiai yang diyakini sebagai waliyullah yang tinggal di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati. Beliau juga dipercaya sebagai penyebar Islam di daerah ini.

Dari beliaulah terlahir para kiai besar di daerah Kajen dan sekitarnya, seperti Kiai Haji Sirodj mendirikan pondok pesantren Wetan Banon, KH. Nawawi putra dari KH. Abdullah mendirikan Pondok Kulon Banon yang kemudian bernama Taman Pendidikan Islam Indonesia (TPII), dan KH. Abdussalam (Mbah Salam) mendirikan Pondok Pesantren Polgarut yang dikemudian hari bernama Pondok pesantren Maslakul Huda Polgarut Utara.[2]

Keturunan KH. Sirodj

Sirodj menikah dengan Nyai Hajah Khadijah dari Juana. Beliau memiliki dua orang putra dan dua orang putri. Putra beliau adalah KH. Baidlowie, dan KH. Hambali, sedangkan dua putri beliau adalah Nyai Halimah dan Nyai Fatimah. Kedua putra beliaulah yang kemudian meneruskan perjuangan beliau dalam mengelola pondok pesantren Wetan Banon.

Geneologi KH. Sirodj

Terlahir dari seorang elit kiai dan dibesarkan di lingkungan santri tentulah KH. Sirodj memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan tidak hanya ilmu tentang agama namun beliau juga memiliki kecerdasan tentang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu Kimia. Hal ini terkonfirmasi dari hasil penuturan cicitnya yaitu Kiai Faturrahman pengasuh pondok pesantren Salafiyah Kajen 1, bahwa Kiai Faqih yaitu putra dari Kiai Baedlowi menuturkan jika Kiai Haji Sirodj sanggup membuat zat senyawa baru untuk mendukung usaha niaganya. Namun sayangnya senyawa kimia ini tidak terbukukan sehingga tidak dapat dilacak lagi penemuan tersebut.

Sirodj juga seorang yang alim, dimana tanda kealimannya ini dipercaya ketika beliau bermimpi meminum air sumur peninggalan KH. Ahmad Mutamakkin hingga airnya habis bahkan kekurangan.

Sirodj menceritakan mimpinya tersebut pada KH. Abdussalam, dan beliau menganjurkan kepada KH. Sirodj untuk bersyukur karena menurut beliau KH. Sirodj akan mendapatkan hidayah dan keistimewaan dalam hal keilmuan dari Allah SWT.

Hal tersebut benar adanya, sebagaimana yang disampaikan oleh Zainul Milal Bizawi yaitu salah satu cicit beliau, bahwa KH. Sirodj mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa proses pembelajaran yang sering disebut sebagai ilmu Ladunni.

Sirodj sering mengikuti pengajian dan musyawarah di Pondok Pesantren Kajen Tengah yang diasuh oleh Kiai Ismail, sekalipun KH. Sirodj belum pernah membaca bahkan membuka kitab tersebut namun beliau bisa mengkoreksi dan membandingkan dengan kitab lain bahkan disebutkan dalil dan nomor serta baris kitab tersebut. Beberapa orang meyakini bahwa KH. Sirodj juga memiliki kemampuan supranatural. Beliau mengetahui isi hati orang lain yang sedang berbicara atau berhadapan dengannya.

Pendiri Pondok Pesantren Wetan Banon

Sirodj sebelum akhirnya mendirikan pondok pesantren Wetan Banon adalah seorang saudagar yang cukup kaya raya, memiliki harta yang melimpah dan tanah yang luas. Bahkan beliau juga sering membantu orang-orang yang meminta saran serta pendapat ataupun solusi atas masalah mereka, bisa dikatakan KH, Sirodj layaknya seorang advokad.

Namun pada saatnya beliau mengalami kebangkrutan yang sangat besar, hingga membuat harta kekayaannya semakin menyusut. Dari kejadian ini, KH. Sirodj mengambil sebuah hikmah bahwa harta maupun jabatan atau kekuasaan tidaklah berharga dibandingkan dengan amal kebaikan. Hal inilah yang selalu diajarkan beliau kepada anak cucunya.

Pada tanggal 12 Mei 1902 KH. Sirodj mendirikan Pondok Pesantren Wetan Banon, yang menjadi embrio dari Pondok Pesantren Salafiyah Kajen dan Lembaga Pendidikan formal mulai dari PAUD, MI, MTs, MA dan SMK Salafiyah Kajen saat ini.

Pondok Pesantren Wetan Banon lahir ketika dunia Islam mulai bangkit, salah satu pemicu kenapa beliau mendirikan pondok tersebut adalah karena kondisi pada saat itu, telah berkembang gerakan-gerakan modernisasi seperti Wahabi, yang mana menurut beliau harus dilakukan tindakan defensive untuk meredam gejolak perkembangan wahabiah dan semakin bengisnya penjajahan kolonial Belanda.

Pondok Wetan Banon didirikan di sekitar 100 meter di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin. Beliau membuat mushola dan pesantren yang sangat sederhana. Beliau mulai mengadakan pengajian rutin yang membahas tentang masalah keagamaan dan kemasyarakatan.

Pondok pesantren tersebut diasuh langsung oleh KH. Sirodj hingga akhir hayatnya bersama putra-putranya dan dibantu Mbah Abdul Aziz. Bahkan beliau mengijinkan KH. Baedlowie untuk mengenyam pendidikan di Makkah.

Beberapa ulama besar yang pernah menjadi santri KH. Sirodj adalah KH. Bisri Syamsyuri, Pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH. Hambali Waturoyo dan KH. Soleh Tayu, selain itu juga ada banyak santri menyebar mulai dari Pati, Rembang dan Demak.

Wafatnya KH.Sirodj

  1. Sirodj wafat dalam usia 63 tahun, tepatnya pada hari Kamis tanggal 20 Rabiul Awal 1347/1928. Beliaudimakamkan di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin.
  2. Sirodj adalah sosok yang sangat menghormati leluhurnya, hingga beliau membangun pasujudan yang pada masa KH. Ahmad Muttamakin sering digunakan untuk sholat dhuha. Hal tersebut dilakukan oleh KH Sirodj agar tempat tersebut terawatt dan terjaga dengan baik.
  3. Sirodj telah banyak memberikan teladan bagi kita santri yang hidup di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimana dunia semakin global, membuat manusia semakin hedonis, banyak yang kufur nikmat, haus kekayaan dan kekuasaan, agar kita tidak termasuk orang-orang tersebut, dengan selalu menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam menegakkan kebenaran agama Allah.

* Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peduli Yatim, Lazisnu Pati Beri Bantuan Pengobatan

    Peduli Yatim, Lazisnu Pati Beri Bantuan Pengobatan

    • calendar_month Sab, 9 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati beri bantuan pengobatan kepada Teguh Prasetyo, warga Growong Kidul Kecamatan Juwana Kabupaten Pati kamis (07/12) lalu. Pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh salah satu pengurus dan manajerial turut serta menggandeng Lazisnu MWC Juwana selaku wilayah tempat penyaluran donasi. Teguh Prasetyo merupakan anak tunggal dari pasangan Sarinah dan suami. Teguh mengalami […]

  • Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    Nyala Comunity Adakan Diskusi Santai, Pematerinya Dua Kader NU Pati

    • calendar_month Rab, 25 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Chicken Soup Discussion dengan tema ‘Merdeka Sejak Muda’ via Live Instagram yang dipandu oleh Founder Nyala Comunity, Dewi Furusin Marfu’ah (atas), menghadirkan dua pemateri, Maulana Luthfi Karim (kiri) dan Faqih Hilal Mukarrom PATI – Dua pengurus LTN-NU Pati menjadi pemateri dalam Chicken Soup Discussion bertajuk ‘Merdeka Sejak Muda’, Selasa (24/8) kemarin. Mereka adalah Maulana Luthfi […]

  • Buka Bersama  dan Mempersiapkan Materi Audiensi dengan Forkompinda

    Buka Bersama dan Mempersiapkan Materi Audiensi dengan Forkompinda

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Kabar NU. Kamis 25 Juni 2015, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan Ansor, Banser mengadakan buka bersama di rumah Makan Runting serta membahas agenda Audiensi dengan Forkominda Sabtu 27 Juni mendatang. “ Pada tanggal 2 Juni kemarin sebelum Puasa kami dari PCNU sudah memberikan surat permohan waktu untuk penjadwalan Audiensi, akan tetapi dari pihak Pemkab belum […]

  • NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    NU Pati Bagikan Takjil Selama Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 16 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

      Ratusan takjil dibagikan kepada Pengguna jalan yang melintas di depan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati selama Ramadhan. Aksi sosial itu bagian dari program NU Peduli yang selama ini gencar menyentuh kalangan kurang beruntung. “Sebelum Ramadhan setiap Jumat kami membagikan nasi bungkus. Kami bagikan kepada warga kurang mampu yang sedang berada di pinggir […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Pribadi Telaten KH. Muhammad Asmu’i Hasan

    • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Oleh: Yumna Ulayya Ainun Nafidz KH. Muhammad Asmu’i Hasan merupakan salah satu ulama yang dikenal pandai dalam bidang kajian kitab kuning di desa Kajen Pati, menjadi sosok pemimpin setiap kali bahtsul masail diadakan. Garis nasab Kiai Asmu’i jika ditarik ke atas, segaris lurus akan bertemu dengan nasab Kiai Khumaidi, Pundenrejo Pule Tayu, Pati. KH. Muhammad […]

  • PCNU-PATI

    Fragmen-fragmen Muktamar NU dari Era Kolonial hingga Milenial

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Muktamar secara rutin diagendakan selama lima tahun sekali, namun pada masa awal-awal NU berdiri, muktamar pertama sampai ketujuh diselenggarakan setiap tahun pada bulan Rabiuts Tsani. Ada periode ketika agenda muktamar tidak pasti, sampai kemudian sejak 1979, ketika Indonesia semakin stabil, penyelenggaraan muktamar semakin tertata. Pada masa lalu, untuk menyelenggarakan muktamar dibutuhkan perjuangan yang berat mengingat […]

expand_less