Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
  • visibility 887
  • comment 0 komentar

Oleh. Natasya Avnal Maulida

Siapakah KH Sirodj

Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen.

Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah binti R. Danum bin Toyyibah binti Muhammad Hendro Kusumo bin Ahmad Mutamakkin, sedangkan ibunya bernama Saimah adalah keturunan Kiai Haji Ahmad Mutamakkin dari Nyai Alfiah (Mbah Godek).[1]

Kiai Haji Ahmad Mutamakkin adalah seorang kiai yang diyakini sebagai waliyullah yang tinggal di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati. Beliau juga dipercaya sebagai penyebar Islam di daerah ini.

Dari beliaulah terlahir para kiai besar di daerah Kajen dan sekitarnya, seperti Kiai Haji Sirodj mendirikan pondok pesantren Wetan Banon, KH. Nawawi putra dari KH. Abdullah mendirikan Pondok Kulon Banon yang kemudian bernama Taman Pendidikan Islam Indonesia (TPII), dan KH. Abdussalam (Mbah Salam) mendirikan Pondok Pesantren Polgarut yang dikemudian hari bernama Pondok pesantren Maslakul Huda Polgarut Utara.[2]

Keturunan KH. Sirodj

Sirodj menikah dengan Nyai Hajah Khadijah dari Juana. Beliau memiliki dua orang putra dan dua orang putri. Putra beliau adalah KH. Baidlowie, dan KH. Hambali, sedangkan dua putri beliau adalah Nyai Halimah dan Nyai Fatimah. Kedua putra beliaulah yang kemudian meneruskan perjuangan beliau dalam mengelola pondok pesantren Wetan Banon.

Geneologi KH. Sirodj

Terlahir dari seorang elit kiai dan dibesarkan di lingkungan santri tentulah KH. Sirodj memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan tidak hanya ilmu tentang agama namun beliau juga memiliki kecerdasan tentang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu Kimia. Hal ini terkonfirmasi dari hasil penuturan cicitnya yaitu Kiai Faturrahman pengasuh pondok pesantren Salafiyah Kajen 1, bahwa Kiai Faqih yaitu putra dari Kiai Baedlowi menuturkan jika Kiai Haji Sirodj sanggup membuat zat senyawa baru untuk mendukung usaha niaganya. Namun sayangnya senyawa kimia ini tidak terbukukan sehingga tidak dapat dilacak lagi penemuan tersebut.

Sirodj juga seorang yang alim, dimana tanda kealimannya ini dipercaya ketika beliau bermimpi meminum air sumur peninggalan KH. Ahmad Mutamakkin hingga airnya habis bahkan kekurangan.

Sirodj menceritakan mimpinya tersebut pada KH. Abdussalam, dan beliau menganjurkan kepada KH. Sirodj untuk bersyukur karena menurut beliau KH. Sirodj akan mendapatkan hidayah dan keistimewaan dalam hal keilmuan dari Allah SWT.

Hal tersebut benar adanya, sebagaimana yang disampaikan oleh Zainul Milal Bizawi yaitu salah satu cicit beliau, bahwa KH. Sirodj mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa proses pembelajaran yang sering disebut sebagai ilmu Ladunni.

Sirodj sering mengikuti pengajian dan musyawarah di Pondok Pesantren Kajen Tengah yang diasuh oleh Kiai Ismail, sekalipun KH. Sirodj belum pernah membaca bahkan membuka kitab tersebut namun beliau bisa mengkoreksi dan membandingkan dengan kitab lain bahkan disebutkan dalil dan nomor serta baris kitab tersebut. Beberapa orang meyakini bahwa KH. Sirodj juga memiliki kemampuan supranatural. Beliau mengetahui isi hati orang lain yang sedang berbicara atau berhadapan dengannya.

Pendiri Pondok Pesantren Wetan Banon

Sirodj sebelum akhirnya mendirikan pondok pesantren Wetan Banon adalah seorang saudagar yang cukup kaya raya, memiliki harta yang melimpah dan tanah yang luas. Bahkan beliau juga sering membantu orang-orang yang meminta saran serta pendapat ataupun solusi atas masalah mereka, bisa dikatakan KH, Sirodj layaknya seorang advokad.

Namun pada saatnya beliau mengalami kebangkrutan yang sangat besar, hingga membuat harta kekayaannya semakin menyusut. Dari kejadian ini, KH. Sirodj mengambil sebuah hikmah bahwa harta maupun jabatan atau kekuasaan tidaklah berharga dibandingkan dengan amal kebaikan. Hal inilah yang selalu diajarkan beliau kepada anak cucunya.

Pada tanggal 12 Mei 1902 KH. Sirodj mendirikan Pondok Pesantren Wetan Banon, yang menjadi embrio dari Pondok Pesantren Salafiyah Kajen dan Lembaga Pendidikan formal mulai dari PAUD, MI, MTs, MA dan SMK Salafiyah Kajen saat ini.

Pondok Pesantren Wetan Banon lahir ketika dunia Islam mulai bangkit, salah satu pemicu kenapa beliau mendirikan pondok tersebut adalah karena kondisi pada saat itu, telah berkembang gerakan-gerakan modernisasi seperti Wahabi, yang mana menurut beliau harus dilakukan tindakan defensive untuk meredam gejolak perkembangan wahabiah dan semakin bengisnya penjajahan kolonial Belanda.

Pondok Wetan Banon didirikan di sekitar 100 meter di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin. Beliau membuat mushola dan pesantren yang sangat sederhana. Beliau mulai mengadakan pengajian rutin yang membahas tentang masalah keagamaan dan kemasyarakatan.

Pondok pesantren tersebut diasuh langsung oleh KH. Sirodj hingga akhir hayatnya bersama putra-putranya dan dibantu Mbah Abdul Aziz. Bahkan beliau mengijinkan KH. Baedlowie untuk mengenyam pendidikan di Makkah.

Beberapa ulama besar yang pernah menjadi santri KH. Sirodj adalah KH. Bisri Syamsyuri, Pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH. Hambali Waturoyo dan KH. Soleh Tayu, selain itu juga ada banyak santri menyebar mulai dari Pati, Rembang dan Demak.

Wafatnya KH.Sirodj

  1. Sirodj wafat dalam usia 63 tahun, tepatnya pada hari Kamis tanggal 20 Rabiul Awal 1347/1928. Beliaudimakamkan di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin.
  2. Sirodj adalah sosok yang sangat menghormati leluhurnya, hingga beliau membangun pasujudan yang pada masa KH. Ahmad Muttamakin sering digunakan untuk sholat dhuha. Hal tersebut dilakukan oleh KH Sirodj agar tempat tersebut terawatt dan terjaga dengan baik.
  3. Sirodj telah banyak memberikan teladan bagi kita santri yang hidup di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimana dunia semakin global, membuat manusia semakin hedonis, banyak yang kufur nikmat, haus kekayaan dan kekuasaan, agar kita tidak termasuk orang-orang tersebut, dengan selalu menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam menegakkan kebenaran agama Allah.

* Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    IPNU/IPPNU Galakkan Sambung Silaturrohim Alumni

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengurus Cabang IPNU/IPPBU melakukan kegiatan sambung silaturrohim alumni. Acara ini dimaksudkan agar hubungan antara pengurus dengan para alumni IPNU/IPPNU senantiasa terhubung. Foto bersama PC IPNU/IPPNU Pati dengan Ummi Nadziroh, salah satu alumni IPPNU Hal ini sangat penting untuk memahami jejak pergerakan organisasi dari masa ke masa. Selain itu, agenda ini bertujuan agar para kader IPNU/IPPNU […]

  • Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

    Hikmah Guru Sekumpul, Bukan Sekadar Sunnah Fashion

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 931
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Haul Guru Sekumpul atau KH. Zaini Abdul Ghani menjadi momok dunia perulama’an. Bukan hanya jumlah jama’ah haul yang tembus empat juta kepala, namun terlepas dari itu, Guru Sekumpul masih tergolong ulama’ ‘belia’, akantetapi haulnya mampu membagongkan dunia. Sebagai catatan, 5 Rajab kemarin, beliau baru 20 kali dihauli. Hal ini jelas […]

  • PCNU-PATI

    LBH Ansor Pati Gelar Road Show Hukum untuk Pelajar dan Santri

    • calendar_month Sab, 10 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Pati adakan safari penyuluhan hukum ke sembilan sekolah/madrasah dan pesantren di Kabupaten Pati. Hal ini dilakukan untuk membekali para siswa tentang kesadaran hukum. Sehingga siswa adapat menghindari tindakan kriminal, salah satunya bullying atau perundungan. Ketua LBH Ansor Pati, Luqmanul Hakim mengungkapkan, penyadaran hukum memang harus masif […]

  • Hujan Siang, dengan Mendung Pekat. Photo by Lyndon Li on Unsplash.

    Hujan Siang, dengan Mendung Pekat

    • calendar_month Ming, 24 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Mendung pekat siang ini. Cuaca panas tak dirasakan lagi. Tiap kali awan pekat datang terkadang hanya sekedar lewat saja. Sedang sungai-sungai telah mengering. Sumur-sumur sudah kehabisan sumbernya. Masyarakat mulai mencari bantuan. Hujan siang ini begitu membawa harapan. Halaman depan rumah dan seluruh kota merasakan kesejukan. Sejuknya seperti lama tak jumpa. Derasnya […]

  • Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    Ini Tahapan Pendirian Lembaga Pers Siswa Menurut Hamidulloh Ibda

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 820
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Bertempat di Gedung WTC Kampus 2 UNWAHAS Semarang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda menjadi narasumber Training of Trainers (TOT) dan Diklat Pembina Komisariat yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah […]

  • PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perekonomian PCNU Kabupaten Pati Kemarin ( Minggu, 04/10/2020) mensosialisasikan konsep ritel modern Kios Warga NU (WarNU) di gedung PCNU Pati Lantai 3 yang dihadiri oleh ketua PCNU Pati K. Yusuf Hasyim, S.Ag, M.Si dan calon-calon mitra Kios WarNU Se-Kabupaten Pati. Yusuf Hasyim menyebutkan usaha ritel sebagai salah satu usaha yang paling diminati di […]

expand_less