Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
  • visibility 973
  • comment 0 komentar

Oleh. Natasya Avnal Maulida

Siapakah KH Sirodj

Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen.

Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah binti R. Danum bin Toyyibah binti Muhammad Hendro Kusumo bin Ahmad Mutamakkin, sedangkan ibunya bernama Saimah adalah keturunan Kiai Haji Ahmad Mutamakkin dari Nyai Alfiah (Mbah Godek).[1]

Kiai Haji Ahmad Mutamakkin adalah seorang kiai yang diyakini sebagai waliyullah yang tinggal di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati. Beliau juga dipercaya sebagai penyebar Islam di daerah ini.

Dari beliaulah terlahir para kiai besar di daerah Kajen dan sekitarnya, seperti Kiai Haji Sirodj mendirikan pondok pesantren Wetan Banon, KH. Nawawi putra dari KH. Abdullah mendirikan Pondok Kulon Banon yang kemudian bernama Taman Pendidikan Islam Indonesia (TPII), dan KH. Abdussalam (Mbah Salam) mendirikan Pondok Pesantren Polgarut yang dikemudian hari bernama Pondok pesantren Maslakul Huda Polgarut Utara.[2]

Keturunan KH. Sirodj

Sirodj menikah dengan Nyai Hajah Khadijah dari Juana. Beliau memiliki dua orang putra dan dua orang putri. Putra beliau adalah KH. Baidlowie, dan KH. Hambali, sedangkan dua putri beliau adalah Nyai Halimah dan Nyai Fatimah. Kedua putra beliaulah yang kemudian meneruskan perjuangan beliau dalam mengelola pondok pesantren Wetan Banon.

Geneologi KH. Sirodj

Terlahir dari seorang elit kiai dan dibesarkan di lingkungan santri tentulah KH. Sirodj memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan tidak hanya ilmu tentang agama namun beliau juga memiliki kecerdasan tentang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu Kimia. Hal ini terkonfirmasi dari hasil penuturan cicitnya yaitu Kiai Faturrahman pengasuh pondok pesantren Salafiyah Kajen 1, bahwa Kiai Faqih yaitu putra dari Kiai Baedlowi menuturkan jika Kiai Haji Sirodj sanggup membuat zat senyawa baru untuk mendukung usaha niaganya. Namun sayangnya senyawa kimia ini tidak terbukukan sehingga tidak dapat dilacak lagi penemuan tersebut.

Sirodj juga seorang yang alim, dimana tanda kealimannya ini dipercaya ketika beliau bermimpi meminum air sumur peninggalan KH. Ahmad Mutamakkin hingga airnya habis bahkan kekurangan.

Sirodj menceritakan mimpinya tersebut pada KH. Abdussalam, dan beliau menganjurkan kepada KH. Sirodj untuk bersyukur karena menurut beliau KH. Sirodj akan mendapatkan hidayah dan keistimewaan dalam hal keilmuan dari Allah SWT.

Hal tersebut benar adanya, sebagaimana yang disampaikan oleh Zainul Milal Bizawi yaitu salah satu cicit beliau, bahwa KH. Sirodj mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa proses pembelajaran yang sering disebut sebagai ilmu Ladunni.

Sirodj sering mengikuti pengajian dan musyawarah di Pondok Pesantren Kajen Tengah yang diasuh oleh Kiai Ismail, sekalipun KH. Sirodj belum pernah membaca bahkan membuka kitab tersebut namun beliau bisa mengkoreksi dan membandingkan dengan kitab lain bahkan disebutkan dalil dan nomor serta baris kitab tersebut. Beberapa orang meyakini bahwa KH. Sirodj juga memiliki kemampuan supranatural. Beliau mengetahui isi hati orang lain yang sedang berbicara atau berhadapan dengannya.

Pendiri Pondok Pesantren Wetan Banon

Sirodj sebelum akhirnya mendirikan pondok pesantren Wetan Banon adalah seorang saudagar yang cukup kaya raya, memiliki harta yang melimpah dan tanah yang luas. Bahkan beliau juga sering membantu orang-orang yang meminta saran serta pendapat ataupun solusi atas masalah mereka, bisa dikatakan KH, Sirodj layaknya seorang advokad.

Namun pada saatnya beliau mengalami kebangkrutan yang sangat besar, hingga membuat harta kekayaannya semakin menyusut. Dari kejadian ini, KH. Sirodj mengambil sebuah hikmah bahwa harta maupun jabatan atau kekuasaan tidaklah berharga dibandingkan dengan amal kebaikan. Hal inilah yang selalu diajarkan beliau kepada anak cucunya.

Pada tanggal 12 Mei 1902 KH. Sirodj mendirikan Pondok Pesantren Wetan Banon, yang menjadi embrio dari Pondok Pesantren Salafiyah Kajen dan Lembaga Pendidikan formal mulai dari PAUD, MI, MTs, MA dan SMK Salafiyah Kajen saat ini.

Pondok Pesantren Wetan Banon lahir ketika dunia Islam mulai bangkit, salah satu pemicu kenapa beliau mendirikan pondok tersebut adalah karena kondisi pada saat itu, telah berkembang gerakan-gerakan modernisasi seperti Wahabi, yang mana menurut beliau harus dilakukan tindakan defensive untuk meredam gejolak perkembangan wahabiah dan semakin bengisnya penjajahan kolonial Belanda.

Pondok Wetan Banon didirikan di sekitar 100 meter di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin. Beliau membuat mushola dan pesantren yang sangat sederhana. Beliau mulai mengadakan pengajian rutin yang membahas tentang masalah keagamaan dan kemasyarakatan.

Pondok pesantren tersebut diasuh langsung oleh KH. Sirodj hingga akhir hayatnya bersama putra-putranya dan dibantu Mbah Abdul Aziz. Bahkan beliau mengijinkan KH. Baedlowie untuk mengenyam pendidikan di Makkah.

Beberapa ulama besar yang pernah menjadi santri KH. Sirodj adalah KH. Bisri Syamsyuri, Pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH. Hambali Waturoyo dan KH. Soleh Tayu, selain itu juga ada banyak santri menyebar mulai dari Pati, Rembang dan Demak.

Wafatnya KH.Sirodj

  1. Sirodj wafat dalam usia 63 tahun, tepatnya pada hari Kamis tanggal 20 Rabiul Awal 1347/1928. Beliaudimakamkan di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin.
  2. Sirodj adalah sosok yang sangat menghormati leluhurnya, hingga beliau membangun pasujudan yang pada masa KH. Ahmad Muttamakin sering digunakan untuk sholat dhuha. Hal tersebut dilakukan oleh KH Sirodj agar tempat tersebut terawatt dan terjaga dengan baik.
  3. Sirodj telah banyak memberikan teladan bagi kita santri yang hidup di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimana dunia semakin global, membuat manusia semakin hedonis, banyak yang kufur nikmat, haus kekayaan dan kekuasaan, agar kita tidak termasuk orang-orang tersebut, dengan selalu menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam menegakkan kebenaran agama Allah.

* Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 620
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus untuk memberikan beasiswa kepada santri dan ustaz pondok pesantren untuk kuliah di lima program studi keagamaan Islam. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas santri dan menciptakan keilmuan yang kuat di kalangan Nahdlatul Ulama. “Kami selaku RMI PCNU Pati menyambut […]

  • Hewan Pun Berpuasa

    Hewan Pun Berpuasa

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Jika definisi puasa sekadar tidak makan dan tidak minum, maka saya menyebut hewan pun berpuasa: sapi, kerbau, ayam, bebek, semua berpuasa meski durasinya tidak seperti manusia. Ini juga dipertegas oleh Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) yang menulis buku Tuhan Pun “Berpuasa” (1997). Jika Tuhan saja berpuasa, masak hewan ya ora puasa? Puasa […]

  • PCNU-PATi

    PAC Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkal masa khidmat 2022-2023, Resmi dilantik

    • calendar_month Sen, 20 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkan, resmi dilantik pada Jumat, 17/2 bertempat di gedung Haji Kecamatan Gunungwungkal. Dalam kegiatan tersebut yang hadir meliputi, PCFNU (Hj. Alfi Hidayah, S. Pd.I WK Ketua dan lilik Khoni’ah,SE (Sekretaris umum), Muspika (Camat,polsek,koramil), Hj. Muntamah (Dewan kehormatan Fatayat NU Kab. Pati dan DPRD Pati),MWC NU dan banom-banomnya dan […]

  • IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    IPNU IPPNU Jateng Ajak Anggota Jadi Enterpreneur Muda

    • calendar_month Rab, 24 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

      Suasana Economy Creative Student Expo (ECSE) yang diselenggarakan oleh PW IPNU & IPPNU Jawa Tengah, Rabu (24/11).  Dalam rangka meningkatkan kemandirian organisasi Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah ajak anggota untuk jadi enterpreneurship muda.  Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua PW IPNU Jawa […]

  • Edaran PWNU Jateng Tentang Sholat Eid 2020

    Edaran PWNU Jateng Tentang Sholat Eid 2020

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah, telah menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan Sholat Eid (Idul Fitri) Tahun 2020. Surat edaran ini dibuat untuk menyikapi pandemi Covid-19 dan ketentuan darurat wilayah provinsi Jawa Tengah. Surat edaran bernomor PW.11/360/C/V/2020 tertanggal 14 Mei 2020 yang ditujukan kepada PCNU, Pengurus MWCNU, dan Pengurus Ranting NU se-Jawa Tengah ini […]

  • Ilustrasi Dakwah Islam Nusantara Melalui Kebudayaan - PCNU PATI. Photo by Openverse.

    Dakwah Islam Nusantara Melalui Kebudayaan

    • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    (Aku tidak utus engkau Muhammad kecuali untuk mengasihi alam semesta) Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menjunjung dan menebarkan cinta sebagai sumber bagi ekspresi-ekspresi etika, rahman, rahim dan kemanusiaan universal kepada seluruh makhluknya tanpa kecuali. Sehingga, esensi dari rahmatan lil alamin adalah memberikan bentuk kelembutan dalam bergaul dan menyayangi […]

expand_less