Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

KH. Sirodj: Sosok Cerdas Pencetus Pondok Pesantren Wetan Banon

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Mei 2024
  • visibility 917
  • comment 0 komentar

Oleh. Natasya Avnal Maulida

Siapakah KH Sirodj

Sosok Kiai Haji Sirodj merupakan salah satu kiai besar di desa Kajen, kecamatan Margoyoso, kabupaten Pati, beliau adalah pendiri sekaligus pengasuh di pondok pesantren Wetan Banon yang kini lebih dikenal sebagai pondok pesantren Salafiyah Kajen.

Beliau terlahir pada tahun 1865 di desa Kajen. Ayahnya bernama Ishaq bin Sawijah binti R. Danum bin Toyyibah binti Muhammad Hendro Kusumo bin Ahmad Mutamakkin, sedangkan ibunya bernama Saimah adalah keturunan Kiai Haji Ahmad Mutamakkin dari Nyai Alfiah (Mbah Godek).[1]

Kiai Haji Ahmad Mutamakkin adalah seorang kiai yang diyakini sebagai waliyullah yang tinggal di desa Kajen kecamatan Margoyoso kabupaten Pati. Beliau juga dipercaya sebagai penyebar Islam di daerah ini.

Dari beliaulah terlahir para kiai besar di daerah Kajen dan sekitarnya, seperti Kiai Haji Sirodj mendirikan pondok pesantren Wetan Banon, KH. Nawawi putra dari KH. Abdullah mendirikan Pondok Kulon Banon yang kemudian bernama Taman Pendidikan Islam Indonesia (TPII), dan KH. Abdussalam (Mbah Salam) mendirikan Pondok Pesantren Polgarut yang dikemudian hari bernama Pondok pesantren Maslakul Huda Polgarut Utara.[2]

Keturunan KH. Sirodj

Sirodj menikah dengan Nyai Hajah Khadijah dari Juana. Beliau memiliki dua orang putra dan dua orang putri. Putra beliau adalah KH. Baidlowie, dan KH. Hambali, sedangkan dua putri beliau adalah Nyai Halimah dan Nyai Fatimah. Kedua putra beliaulah yang kemudian meneruskan perjuangan beliau dalam mengelola pondok pesantren Wetan Banon.

Geneologi KH. Sirodj

Terlahir dari seorang elit kiai dan dibesarkan di lingkungan santri tentulah KH. Sirodj memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan tidak hanya ilmu tentang agama namun beliau juga memiliki kecerdasan tentang ilmu pengetahuan lain seperti ilmu Kimia. Hal ini terkonfirmasi dari hasil penuturan cicitnya yaitu Kiai Faturrahman pengasuh pondok pesantren Salafiyah Kajen 1, bahwa Kiai Faqih yaitu putra dari Kiai Baedlowi menuturkan jika Kiai Haji Sirodj sanggup membuat zat senyawa baru untuk mendukung usaha niaganya. Namun sayangnya senyawa kimia ini tidak terbukukan sehingga tidak dapat dilacak lagi penemuan tersebut.

Sirodj juga seorang yang alim, dimana tanda kealimannya ini dipercaya ketika beliau bermimpi meminum air sumur peninggalan KH. Ahmad Mutamakkin hingga airnya habis bahkan kekurangan.

Sirodj menceritakan mimpinya tersebut pada KH. Abdussalam, dan beliau menganjurkan kepada KH. Sirodj untuk bersyukur karena menurut beliau KH. Sirodj akan mendapatkan hidayah dan keistimewaan dalam hal keilmuan dari Allah SWT.

Hal tersebut benar adanya, sebagaimana yang disampaikan oleh Zainul Milal Bizawi yaitu salah satu cicit beliau, bahwa KH. Sirodj mendapatkan ilmu pengetahuan tanpa proses pembelajaran yang sering disebut sebagai ilmu Ladunni.

Sirodj sering mengikuti pengajian dan musyawarah di Pondok Pesantren Kajen Tengah yang diasuh oleh Kiai Ismail, sekalipun KH. Sirodj belum pernah membaca bahkan membuka kitab tersebut namun beliau bisa mengkoreksi dan membandingkan dengan kitab lain bahkan disebutkan dalil dan nomor serta baris kitab tersebut. Beberapa orang meyakini bahwa KH. Sirodj juga memiliki kemampuan supranatural. Beliau mengetahui isi hati orang lain yang sedang berbicara atau berhadapan dengannya.

Pendiri Pondok Pesantren Wetan Banon

Sirodj sebelum akhirnya mendirikan pondok pesantren Wetan Banon adalah seorang saudagar yang cukup kaya raya, memiliki harta yang melimpah dan tanah yang luas. Bahkan beliau juga sering membantu orang-orang yang meminta saran serta pendapat ataupun solusi atas masalah mereka, bisa dikatakan KH, Sirodj layaknya seorang advokad.

Namun pada saatnya beliau mengalami kebangkrutan yang sangat besar, hingga membuat harta kekayaannya semakin menyusut. Dari kejadian ini, KH. Sirodj mengambil sebuah hikmah bahwa harta maupun jabatan atau kekuasaan tidaklah berharga dibandingkan dengan amal kebaikan. Hal inilah yang selalu diajarkan beliau kepada anak cucunya.

Pada tanggal 12 Mei 1902 KH. Sirodj mendirikan Pondok Pesantren Wetan Banon, yang menjadi embrio dari Pondok Pesantren Salafiyah Kajen dan Lembaga Pendidikan formal mulai dari PAUD, MI, MTs, MA dan SMK Salafiyah Kajen saat ini.

Pondok Pesantren Wetan Banon lahir ketika dunia Islam mulai bangkit, salah satu pemicu kenapa beliau mendirikan pondok tersebut adalah karena kondisi pada saat itu, telah berkembang gerakan-gerakan modernisasi seperti Wahabi, yang mana menurut beliau harus dilakukan tindakan defensive untuk meredam gejolak perkembangan wahabiah dan semakin bengisnya penjajahan kolonial Belanda.

Pondok Wetan Banon didirikan di sekitar 100 meter di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin. Beliau membuat mushola dan pesantren yang sangat sederhana. Beliau mulai mengadakan pengajian rutin yang membahas tentang masalah keagamaan dan kemasyarakatan.

Pondok pesantren tersebut diasuh langsung oleh KH. Sirodj hingga akhir hayatnya bersama putra-putranya dan dibantu Mbah Abdul Aziz. Bahkan beliau mengijinkan KH. Baedlowie untuk mengenyam pendidikan di Makkah.

Beberapa ulama besar yang pernah menjadi santri KH. Sirodj adalah KH. Bisri Syamsyuri, Pendiri Pesantren Denanyar Jombang, KH. Hambali Waturoyo dan KH. Soleh Tayu, selain itu juga ada banyak santri menyebar mulai dari Pati, Rembang dan Demak.

Wafatnya KH.Sirodj

  1. Sirodj wafat dalam usia 63 tahun, tepatnya pada hari Kamis tanggal 20 Rabiul Awal 1347/1928. Beliaudimakamkan di sebelah Timur makam KH. Ahmad Mutamakkin.
  2. Sirodj adalah sosok yang sangat menghormati leluhurnya, hingga beliau membangun pasujudan yang pada masa KH. Ahmad Muttamakin sering digunakan untuk sholat dhuha. Hal tersebut dilakukan oleh KH Sirodj agar tempat tersebut terawatt dan terjaga dengan baik.
  3. Sirodj telah banyak memberikan teladan bagi kita santri yang hidup di era revolusi industri 4.0 bahkan 5.0 dimana dunia semakin global, membuat manusia semakin hedonis, banyak yang kufur nikmat, haus kekayaan dan kekuasaan, agar kita tidak termasuk orang-orang tersebut, dengan selalu menanamkan nilai-nilai keikhlasan dalam menegakkan kebenaran agama Allah.

* Naskah ini di ikutkan dalam Lomba Menulis Biografi Kiai Lokal  Porsema XII PC LP Maarif Pati

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Allec Gomes

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Rasa Tak Pernah Tumbuh malam mengurung perasaan yang sudah layu membelenggunya hingga sekarat tidak membiarkannya tumbuh, hanya mendesaknya untuk tetap utuh 15 September 2022 Bayangmu Menghilang terlunta-lunta aku mengejar bayangmu di bawah guyuran hujan dalam cengkaraman pagi yang menggigil tapi kamu terus berlari, meninggalkan jejak dan terhapus akannya 15 Oktober 2022  Lupakan Aku berhenti mengeja […]

  • Awas… Bahaya Laten HTI

    Awas… Bahaya Laten HTI

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Di antara keistimewaan syari’at Islam dari agama lainnya ialah adanya sanad atau mata rantai yang berkesinambungan hingga pembawa syari’at itu sendiri; Rasulullah. Karena itulah munculnya faham-faham menyimpang yang dapat menyesatkan umat Islam sangat kecil kemungkinannya untuk tidak terdeteksi. Sanad inilah yang kemudian menjadi tradisi di kalangan Ahlussunnah untuk selalu d ilestarikan, karena dengan terus membudayakannya […]

  • PCNU - PATI

    Dari Rumah Ke Rumah

    • calendar_month Rab, 24 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Tiga Minggu telah berlalu. Kegiatan pengajian akbar dengan tema santunan dengan para Yatama telah berlalu. Dan setiap bulan Muharram kegiatan tersebut telah menjadi sebuah rutinitas lazim dan lumrah. Agenda pengajian santunan yang abadi. Rutinan tahunan dengan berburu pahala dengan janji surga. Melalui iming iming surga dan berlimpah pahala. Memburu baik […]

  • PCNU-PATI Photo by Artur Stanulevich

    Pak Bon

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Di perusahaan dimana saya pimpin. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan pendidikan dan jasa keagamaan yang selalu ramai dengan berbagai aneka macam kegiatan. Baik kegiatan sederhana atau pun yang formal dan non formal hampir setiap minggunya selalu ada. Ketika akan melaksanakan kegiatan tersebut tentu tak lain harus menggunakan jasa […]

  • Urgensitas Ushul Fiqih di Era Kontemporer

    Urgensitas Ushul Fiqih di Era Kontemporer

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Ushul fiqh merupakan warisan berharga ulama klasik yang berfungsi sebagai metode dalam menggali suatu hukum (istinbatu al-Ahkam). Berabad-abad ushul fiqh telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia hukum Islam. Berjuta-juta kitab dan berbagai produk hukum telah dihasilkan, mulai hukum yang berkaitan dengan ibadah, mu’amalah, pernikahan dan rumah tangga, kriminalitas, hukum pidana dan perdata, ekonomi, politik, […]

  • Kaffarot (Denda) Orang yang Sudah Tua

    Kaffarot (Denda) Orang yang Sudah Tua

    • calendar_month Rab, 28 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

      Ilustrasi : Pixabay Pertanyaan : Zainab mempunyai kakek yang usianya sudah tua dan juga sudah pikun. Karena pikunnya sudah agak parah, kakeknya sering lupa terhadap kesibukannya, kewajiban-kewajibannya, bahkan anak cucunya. Bolehkah kewajiban yang ditinggalkan kakek Zainab  diganti bayar kaffârot ? Jawaban : Jika kewajiban yang ditinggal berupa sholat maka sholatnya tidak bisa diganti dengan kaffârot jika […]

expand_less