Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
  • visibility 387
  • comment 0 komentar

Oleh :  Muhammad Rofiq

Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara sendiri merupakan salah satu penyair terkenal dari kalangan Khawarij pada masanya. Lalu seperti apakah kisah mereka berdua.

Alkisah, pada suatu hari Qaba’sara dan beberapa temannya sedang bercengkerama santai di kebun anggur. Mereka pun membahas berbagai hal tentang kehidupan mereka, sampai ketika salah satu temannya membahas tentang perilaku Hajjaj bin yusuf. Seketika itu Qaba’sara menimpali percakapannya seraya  berdoa, “ Ya Allah, Hitamkanlah wajahnya, Penggallah kepalanya dan berilah saya minuman dari darahnya,”. Namun saat itu Qaba’sara tidak tahu bahwa ada seseorang yang diam-diam yang melaporkan doanya ke Hajjaj bin yusuf. Sehingga doanya itu memancing amarah Hajjaj bin yusuf. Setelah berita itu sampai ke telinga Qaba’sara, Hajjaj memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap dan memenjarakan Qaba’sara. Sampai ketika Hajjaj ingin menyiksanya, Hajjaj berkata kepada Qaba’sara, “ Apakah kau, orang yang berdoa seperti yang ceritakan oleh prajuritku ? ”

Qaba’sara pun menjawab, “ Benar, memang akulah yang berdoa seperti itu. Tetapi yang aku kehendaki dari doa itu adalah perasan anggur bukan dirimu,”

Mendengar jawaban Qaba’sara, Hajjaj pun sudah tahu bahwa Qaba’sara hanya pura-pura memalingkan arti doanya itu agar ia tidak terkena hukuman darinya.

Lalu Hajjaj berkata,” Kalau begitu, akan kuikat kau dengan adham,”

Hajjaj menghendaki arti dari “ adham ” adalah tali besi yang sangat hitam. Namun Qaba’sara mencoba memalingkan arti “ adham ” dengan arti kuda hitam dan kuda putih

Qaba’sara pun menjawab ancaman Hajjaj bin yusuf dengan santai,“Kau baik sekali kepadaku, memang biasanya seorang pemimpin sepertiku akan diberi kendaraan berupa  kuda hitam dan kuda putih.

Hajjaj pun geram dengan permainan kata-kata Qaba’sara, Lalu dengan nada emosi Hajjaj berkata, “ Bukan adham yang seperti itu yang ku kehendaki. Namun “adham” yang berupa “hadid” yaitu rantai besi. Lagi-lagi dengan kecerdikan dalam memainkan kata-kata, Qaba’sara memalingkan arti “hadid” kemakna yang lain.Qaba’sara pun menjawaba ancaman Hajjaj, “Memang benar, memang kuda yang cepat larinya lebih bagus daripada kuda yang lambat larinya.

Hajjaj bingung mengahadapi Qaba’sara yang cerdik dalam memainkan kata-kata. Namun ia pun tahu bahwa itu semua hanya tipu muslihat dari Qaba’sara agar ia terbebas dari hukumannya. Hingga akhirnya Hajjaj memerintahkan prajuritnya agar tetap  membelenggu Qaaba’sara. Namun ketika prajutnya ingin membelunggunya Qaba’sara tiba-tiba ia berkata, “ Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya “

Lalu Hajjaj memerintahkan prajuritnya untuk melepaskan dan menghempaskan Qaba’sara ke tanah. Lagi-lagi ketika hendak dilepaskan,  Qaba’sara berkata lagi, “ Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu”. Melihat tingkah laku Qaba’sara, akhirnya Hajjaj pun memutuskan untuk mengampuni Qaba’sara. Setelah kejadian itu, terlihat bahwa Hajja bersikap baik kepada Qaba’sara.[i]


[i] Syekh Yasin Fadani, Husnu Syiyaghoh, (Rembang: Maktabah Al-Anwariyah, Th) hal, 129.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedah Buku  “Menatap Massa Depan NU “

    Bedah Buku “Menatap Massa Depan NU “

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 233
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati hari jadi Ormas Islam Nahdlatul Ulama yang ke-90, LTN PCNU Kabupaten Pati bekerjasama dengan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), organisasi kemahasiswaan Library Coner serta BEM-Pro PMI Institut Pesantren Mathali’ul Falah menyelenggarakan event launching dan bedah buku “Menatap Masa Depan NU : Membangkitkan Spirit Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan, dan Nahdlatut Tujjar” Karya Dr. […]

  • Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati memaparkan secara garis besar tentang program program selama lima tahun mendatang pada Ahad (7/7/2019) dalam musyawarah kerja cabang. Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim mengemukakan bahwa jamaah dan jam’iyyah dalam NU harus bersinergi.”Kenapa Jamaah jamaah kita diajak bergerak kok susah, ketika kita bertanya kepada jamaah, lha pengurus […]

  • Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Deni Dadawuk, pelatih pencak silat NU Pagar Nusa bersama murid bulenya, Nedeljka Mileusnic. (Foto : Gasmi) KUNINGAN – Seni bela diri memang memilik daya tarik tersendiri di mata penikmatnya. Tidak terkecuali pencak silat, seni bela diri asli Indonesia.  Baru-baru ini jagat persilatan nusantara digegerkan oleh seorang wanita berusia 27 tahun asal Siberia, Rusia. Dia adalah […]

  • Kiai Minanurrohman Tegaskan Kunci Kebahagiaan di Depan 120 Pemudi

    Kiai Minanurrohman Tegaskan Kunci Kebahagiaan di Depan 120 Pemudi

    • calendar_month Jum, 6 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Pertemuan Rutin PAC Fatayat NU Dukuhseti edisi Januari, dilaksanakan pada Jumat (6/1). Kali ini, Ranting Fatayat NU Kembang yang ketiban jatah menjadi tuan rumah. Dalam rutinan tersebut, pengurus mengundang KH. Minanurrohman untuk menyampaikan mauidhah hasanah. Bukan hanya menuturi 120-an pemudi Dukuhseti, Kiai Minan juga menjadi narasumber dialog interaktif dalam agenda itu. “Memang agenda […]

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

  • Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

      IPNU IPPNU Triguno dan peserta KKN UIN Walisongo Semarang bersama dengan para peserta lomba PUCAKWANGI – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN), Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 107 bersama IPNU IPPNU Triguno mengadakan sejumlah lomba pada Rabu (20/10). Lomba tersebut, diantaranya lomba adzan, menulis huruf hijaiyah, hafalan asmaul […]

expand_less