Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Kabar Pernikahan Terviral

Kabar Pernikahan Terviral

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
  • visibility 610
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

“Kasihan, lulus jadi dokter bedah langsung disuruh nikah sama kakek-kakek.”

“Rupanya dokter cantik itu jadi tumbal orang tuanya sendiri. Ck… ck… ck….”

“Kalau aku sih mau aja. Kan konglomerat itu udah aki-aki. Bentar lagi dipanggil Yang Maha Kuasa. Warisan yang gak bakal habis dimakan tujuh turunan akan jatuh di tangan. Haha.”

“Demi mewujudkan mimpi anaknya jadi dokter, orang tuanya rela berhutang. Miris.”

“Si aki konglomerat itu darimana sih?

“Siapa nama dokter viral itu? Jadi kepo.”

Cuitan-cuitan itu menghiasi berbagai kolom media sosial. Berawal dari sebuah konten video yang menayangkan seorang dokter muda berparas cantik dan lelaki berumur sekitar tujuh puluhan dengan caption “Pernikahan Tak Biasa,” menjadi trending topik dan ramai diperbincangkan.

Video yang awalnya hanya viral di tik tok merambah ke media sosial lain seperti Facebook, Instagram, twitter, whatsapp dan telegram melalui share berantai dan mendulang ribuan bahkan ratusan ribu komentar.

Entah bagaimana mula kabar itu berhembus. Yang pasti dari satu mulut ke mulut yang lain, berita itu merembet cepat dan tersebar dengan berbagai versi. Mereka asyik membicarakan dokter muda dan sang konglomerat tanpa peduli dengan dampak negatif yang bisa timbul.

Bukankah sudah banyak insiden bunuh diri bahkan di kalangan artis yang terkena dampak dari media sosial? Mereka tak kuat meredam gosip berantai tentang dirinya yang merusak status sosial serta harga diri mereka.

——

Gadis itu menarik napas dalam. Kedua kelopak matanya terbuka dan menatap wajah frustasi itu di cermin. Tangannya menggenggam sebuah ponsel yang baru saja menayangkan video viral dokter cantik dan seorang konglomerat. Tangan itu terlihat gemetaran. Pikirannya carut marut. Jantungnya berguncang. Gaun pengantin yang melilit tubuhnya sejak tiga puluh menit lalu berubah menjadi jubah kematian. Sebuah suara menggema di telinganya.

“Selamat, anda diterima bekerja di rumah sakit Albana.”

Kabar bahagia itu seketika menjadi kabar duka ketika sang ibu mengungkap sebuah rahasia. Rahasia yang membuat dirinya bagai terhempas ke dasar jurang. Rahasia yang membuat mimpinya hancur berantakan.

Netranya bergerak menatap jas putih yang bertengger rapi di dinding. Ia kembali mengangkat ponsel setelah mengetuk sebuah kontak dengan nama Lovely Doctor.

“Angkat teleponmu, Sam. Please.”

Ia semakin kesal setelah panggilan yang ke dua puluh tak juga menuai respon. Ia kembali menarik napas. Sejenak ia tatap daun pintu dengan sorot tajam. Sebelum ibunya kembali Ia harus membuat keputusan. Ia bukan robot yang bisa seenaknya diatur dan dikontrol. Ini juga sudah bukan zaman Siti Nurbaya dan Laila Majnun.

“Kenapa aku yang harus bertanggung jawab. Salah sendiri tidak bicara dari awal. Baiklah kalau itu mau kalian,” geramnya dongkol.

Ia bergerak cepat meninggalkan ruangan setelah menyambar kunci mobil. Sebuah teriakan tak ia hiraukan. Tak ada yang sanggup menghentikan langkahnya. Seperti tak ada satupun pula yang bisa menghancurkan mimpi-mimpinya. Sebab saat ini ia sendiri yang akan menghancurkan mimpi itu sendiri.

——

Dan disinilah ia berada. Di bawah naungan langit Pengapon yang tampak kelabu. Awan bergulung-gulung di atas sana. Menciptakan suasana kelam dan suram. Sesuram wajahnya saat berjalan di atas kerikil tajam.

Gadis itu tampak lesu, bibirnya pucat, matanya menyorot tajam. Kaca-kaca di matanya hampir saja tumpah kalau ia tak berusaha kuat menahannya.

“Sialan! Selama ini aku ditipu. Dijadikan tumbal demi lunasnya hutang. Klise! Selamanya aku nggak sudi menikah dengan lelaki tua bangka itu,” rutuk gadis yang kini berjalan menuju rel. Ya, melihat dan bertemu sekedar ta’aruf saja tak sudi apalagi menikah. Hatinya sudah tertambat pada pengeran lain. Sebuah nama telah lama menjajah singgasana hatinya.

 Sebenarnya ia terlalu cepat menyimpulkan semuanya, sampai-sampai ia tak tahu ada dua orang yang berjasa membesarkannya jauh lebih terpuruk. Perjanjian untuk mengikat erat tali persahabatan melalui pernikahan hancur. Semua karena putrinya kabur, tak becus membalas budi.

“Ya ya kamu hebat, Ibu, Ayah. Sukses membiayai anakmu hingga jadi dokter. Lalu menyuruhnya membayar hutang. Hahaha.”

Ia tertawa sumbang.

Gadis itu terus berjalan tanpa arah. Lurus saja menuju rel besi memanjang di depannya. Tepat ketika suara bising dari arah depan begitu memekakkan telinga. Keputusasaan telah merenggut jiwa. Tatapannya kosong dan hampa, tapi penuh sandiwara.

“Mari kita lihat siapa yang akan menang,” geramnya dengan wajah merah padam. Ada bara api pada kedua matanya.

Ia biarkan angin mempermainkan rambut panjangnya serta gaun putih yang membalut tubuh rampingnya. Kedua tangan sepucat mayat itu menggenggam erat. Kedua kakinya kini menjejak rel. Seolah hendak menantang makhluk besi terpanjang yang sedang berlari kencang. Dua ribu langkah darinya. Meski begitu dalam hitungan menit siap menghantam. Dari suaranya saja seperti suara sangkakala malaikat pencabut nyawa.

Gadis berbalut gaun pengantin itu tak tahu ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasinya–di balik jendela kaca di sebuah bangungan bertingkat tak jauh dari rel.

 Mata seperti telaga itu. Mulanya datar, menyipit, lalu membeliak. Menit kemudian teriakan panik tak terelakkan.

“Woiii, stop! Apa kau sudah gila? Jangan bunuh diri! Stop! Astaghfirullah!”

Pemuda berkemeja coklat muda itu reflek berlari kencang. Saking paniknya sampai lupa tak memakai sandal.

Tak ia pedulikan kerikil-kerikil tajam di sepanjang rel menusuk-nusuk telapak kakinya. Juga beberapa wajah polos yang menatapnya penuh khawatir sambil berteriak, “Kak Faris, hati-hati.”

Dalam hitungan detik ia menjelma seperti pelari maraton dan berada di arena sirkuit yang ia tonton dengan para mitranya. Ia harus cepat sampai rel dan menghentikan perbuatan hina dan mengerikan yang sebentar lagi akan terjadi.

“Woi, stop! Ya Allah.”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah vakum selama kurang lebih dua dekade, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Bermi mulai menata kembali langkah. Sebagai permulaan, para pengurusnya sowan guna memohon doa restu kepada para ulama dan masyayikh setempat. Sejak Selasa (5/7), Pimpinan Ranting GP Ansor Bermi telah menyowani beberapa kiai. Di antaranya, KH. Masruron, KH. Abdul Mu’in, Gus […]

  • MWCNU Margorejo Adakan Konferensi

    MWCNU Margorejo Adakan Konferensi

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Pada akhir tahun kemarin MWCNU Kec Margorejo mengadakan konferensi pergantian pengurus dengan harapan melalui pergantian pengurus ini MWCNU Kec Margorejo akan berkembang menjadi Majlis Wakil Cabang terbaik Se Kab Pati. Sebab kedepannya lembaga pendidikan milik NU akan di bangun di Kecamatan Margorejo.             “Konferensi kali ini menggunakan sistem Ahwa seperti MWCNU lainnya. Karena dengan pertimbangan […]

  • PCNU-PATI

    Epistemologi Tafsir Kontemporer

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 865
    • 0Komentar

    Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuat ajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, al-Qur’an diyakini tidak akan lekang dan lapuk dimakan zaman. Akan tetapi dalam kenyataannya, teks al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan […]

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar

    Ketua PCNU Buka-Bukaan, Beberkan Program Segar (bagian 1)

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pemilihan pengurus baru PCNU Pati telah dilangsungkan melalui Konfercab, Ahad (23/6) lalu. Hasilnya, KH. Yusuf Hasyim kembali memimpin NU lima tahun ke depan. Dalam wawancara dengan pcnupati.or.id, Selasa (25/6), Ketua PCNU tiga periode ini menjelaskan program-programnya ke depan. “Tentunya ada penyegaran, tapi kita tetap berpegang pada kaidah fikih, menjaga tradisi lama yang […]

  • Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    Beasiswa untuk Santri: RMI PCNU Pati dan UIN Sunan Kudus Jalin Kerja Sama

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus untuk memberikan beasiswa kepada santri dan ustaz pondok pesantren untuk kuliah di lima program studi keagamaan Islam. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas santri dan menciptakan keilmuan yang kuat di kalangan Nahdlatul Ulama. “Kami selaku RMI PCNU Pati menyambut […]

expand_less