Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Kabar Pernikahan Terviral

Kabar Pernikahan Terviral

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
  • visibility 535
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

“Kasihan, lulus jadi dokter bedah langsung disuruh nikah sama kakek-kakek.”

“Rupanya dokter cantik itu jadi tumbal orang tuanya sendiri. Ck… ck… ck….”

“Kalau aku sih mau aja. Kan konglomerat itu udah aki-aki. Bentar lagi dipanggil Yang Maha Kuasa. Warisan yang gak bakal habis dimakan tujuh turunan akan jatuh di tangan. Haha.”

“Demi mewujudkan mimpi anaknya jadi dokter, orang tuanya rela berhutang. Miris.”

“Si aki konglomerat itu darimana sih?

“Siapa nama dokter viral itu? Jadi kepo.”

Cuitan-cuitan itu menghiasi berbagai kolom media sosial. Berawal dari sebuah konten video yang menayangkan seorang dokter muda berparas cantik dan lelaki berumur sekitar tujuh puluhan dengan caption “Pernikahan Tak Biasa,” menjadi trending topik dan ramai diperbincangkan.

Video yang awalnya hanya viral di tik tok merambah ke media sosial lain seperti Facebook, Instagram, twitter, whatsapp dan telegram melalui share berantai dan mendulang ribuan bahkan ratusan ribu komentar.

Entah bagaimana mula kabar itu berhembus. Yang pasti dari satu mulut ke mulut yang lain, berita itu merembet cepat dan tersebar dengan berbagai versi. Mereka asyik membicarakan dokter muda dan sang konglomerat tanpa peduli dengan dampak negatif yang bisa timbul.

Bukankah sudah banyak insiden bunuh diri bahkan di kalangan artis yang terkena dampak dari media sosial? Mereka tak kuat meredam gosip berantai tentang dirinya yang merusak status sosial serta harga diri mereka.

——

Gadis itu menarik napas dalam. Kedua kelopak matanya terbuka dan menatap wajah frustasi itu di cermin. Tangannya menggenggam sebuah ponsel yang baru saja menayangkan video viral dokter cantik dan seorang konglomerat. Tangan itu terlihat gemetaran. Pikirannya carut marut. Jantungnya berguncang. Gaun pengantin yang melilit tubuhnya sejak tiga puluh menit lalu berubah menjadi jubah kematian. Sebuah suara menggema di telinganya.

“Selamat, anda diterima bekerja di rumah sakit Albana.”

Kabar bahagia itu seketika menjadi kabar duka ketika sang ibu mengungkap sebuah rahasia. Rahasia yang membuat dirinya bagai terhempas ke dasar jurang. Rahasia yang membuat mimpinya hancur berantakan.

Netranya bergerak menatap jas putih yang bertengger rapi di dinding. Ia kembali mengangkat ponsel setelah mengetuk sebuah kontak dengan nama Lovely Doctor.

“Angkat teleponmu, Sam. Please.”

Ia semakin kesal setelah panggilan yang ke dua puluh tak juga menuai respon. Ia kembali menarik napas. Sejenak ia tatap daun pintu dengan sorot tajam. Sebelum ibunya kembali Ia harus membuat keputusan. Ia bukan robot yang bisa seenaknya diatur dan dikontrol. Ini juga sudah bukan zaman Siti Nurbaya dan Laila Majnun.

“Kenapa aku yang harus bertanggung jawab. Salah sendiri tidak bicara dari awal. Baiklah kalau itu mau kalian,” geramnya dongkol.

Ia bergerak cepat meninggalkan ruangan setelah menyambar kunci mobil. Sebuah teriakan tak ia hiraukan. Tak ada yang sanggup menghentikan langkahnya. Seperti tak ada satupun pula yang bisa menghancurkan mimpi-mimpinya. Sebab saat ini ia sendiri yang akan menghancurkan mimpi itu sendiri.

——

Dan disinilah ia berada. Di bawah naungan langit Pengapon yang tampak kelabu. Awan bergulung-gulung di atas sana. Menciptakan suasana kelam dan suram. Sesuram wajahnya saat berjalan di atas kerikil tajam.

Gadis itu tampak lesu, bibirnya pucat, matanya menyorot tajam. Kaca-kaca di matanya hampir saja tumpah kalau ia tak berusaha kuat menahannya.

“Sialan! Selama ini aku ditipu. Dijadikan tumbal demi lunasnya hutang. Klise! Selamanya aku nggak sudi menikah dengan lelaki tua bangka itu,” rutuk gadis yang kini berjalan menuju rel. Ya, melihat dan bertemu sekedar ta’aruf saja tak sudi apalagi menikah. Hatinya sudah tertambat pada pengeran lain. Sebuah nama telah lama menjajah singgasana hatinya.

 Sebenarnya ia terlalu cepat menyimpulkan semuanya, sampai-sampai ia tak tahu ada dua orang yang berjasa membesarkannya jauh lebih terpuruk. Perjanjian untuk mengikat erat tali persahabatan melalui pernikahan hancur. Semua karena putrinya kabur, tak becus membalas budi.

“Ya ya kamu hebat, Ibu, Ayah. Sukses membiayai anakmu hingga jadi dokter. Lalu menyuruhnya membayar hutang. Hahaha.”

Ia tertawa sumbang.

Gadis itu terus berjalan tanpa arah. Lurus saja menuju rel besi memanjang di depannya. Tepat ketika suara bising dari arah depan begitu memekakkan telinga. Keputusasaan telah merenggut jiwa. Tatapannya kosong dan hampa, tapi penuh sandiwara.

“Mari kita lihat siapa yang akan menang,” geramnya dengan wajah merah padam. Ada bara api pada kedua matanya.

Ia biarkan angin mempermainkan rambut panjangnya serta gaun putih yang membalut tubuh rampingnya. Kedua tangan sepucat mayat itu menggenggam erat. Kedua kakinya kini menjejak rel. Seolah hendak menantang makhluk besi terpanjang yang sedang berlari kencang. Dua ribu langkah darinya. Meski begitu dalam hitungan menit siap menghantam. Dari suaranya saja seperti suara sangkakala malaikat pencabut nyawa.

Gadis berbalut gaun pengantin itu tak tahu ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasinya–di balik jendela kaca di sebuah bangungan bertingkat tak jauh dari rel.

 Mata seperti telaga itu. Mulanya datar, menyipit, lalu membeliak. Menit kemudian teriakan panik tak terelakkan.

“Woiii, stop! Apa kau sudah gila? Jangan bunuh diri! Stop! Astaghfirullah!”

Pemuda berkemeja coklat muda itu reflek berlari kencang. Saking paniknya sampai lupa tak memakai sandal.

Tak ia pedulikan kerikil-kerikil tajam di sepanjang rel menusuk-nusuk telapak kakinya. Juga beberapa wajah polos yang menatapnya penuh khawatir sambil berteriak, “Kak Faris, hati-hati.”

Dalam hitungan detik ia menjelma seperti pelari maraton dan berada di arena sirkuit yang ia tonton dengan para mitranya. Ia harus cepat sampai rel dan menghentikan perbuatan hina dan mengerikan yang sebentar lagi akan terjadi.

“Woi, stop! Ya Allah.”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Magelang – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Magelang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding yang dilakukan oleh madrasah dan sekolah Ma’arif bukan sekadar untuk promosi namun lebih pada ideologisasi. “Kalau promosi bisa lewat iklan, advertorial, testimoni, tapi branding itu satu kesatuan gerakan untuk ideologisasi Aswaja melalui media massa, […]

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • Saifullah Kembali Pimpin MWC NU Gabus

    Saifullah Kembali Pimpin MWC NU Gabus

    • calendar_month Sen, 25 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 630
    • 0Komentar

    Jumat malam 15 Januari 2016, kemarin. Bertempat di Masjid Al-Iman desa Plumbungan Kecamatan Gabus, berlangsung acara pelantikan Pengurus MWC NU Gabus sekaligus maudhoh khasanah dari KH. M Aniq Muhammadun Rois Syuriah PCNU Pati.             “Setelah pelantikan ini, saya sebagai ketua akan berusaha membawa MWC NU menjadi lebih baik dari periode sebelumnya, meskipun periode sebelumnya saya […]

  • Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah […]

  • Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

    Panggung Muharram Cup Ponpes Bunyanun Marsush Bulumanis Kidul Suguhkan Pentas Teater Edukatif Santri

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.986
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id- Suasana malam penganugerahan Muharram Cup Pondok Pesantren Bunyanun Marsush, Bulumanis Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (19/6/2026), terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain penampilan kreasi santri seperti pembacaan puisi, khitobah bahasa Arab dan Inggris, rebana, serta pengumuman para juara, panggung tahun ini menghadirkan suguhan istimewa berupa pertunjukan teater dari Madrasatul Qur’an Salafiyah (MQ). Kelompok Teater […]

  • PCNU - PATI

    Dari NU Untuk Kebangkitan Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    NU (Nahdlatul Ulama), dikenal sebagai organisasi yang berhaluan“tradisional” yang dilawankan dengan “modernis”. Disebut demikian, karena NUmemang bertujuan untuk mempertahankan atau memelihara tradisi Islam yangdisebut paham “ahlussunnah wa al jamaah” (aswaja). Tradisi ini sebenarnya adalahsebuah konsensus besar di bidang teologi dan fikih. Di bidang teologi, NU mengikutialiran kalam Asyariah dan Maturidiyah. Di bidang fikih, mengikuti empat […]

expand_less