Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Kabar Pernikahan Terviral

Kabar Pernikahan Terviral

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
  • visibility 512
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

“Kasihan, lulus jadi dokter bedah langsung disuruh nikah sama kakek-kakek.”

“Rupanya dokter cantik itu jadi tumbal orang tuanya sendiri. Ck… ck… ck….”

“Kalau aku sih mau aja. Kan konglomerat itu udah aki-aki. Bentar lagi dipanggil Yang Maha Kuasa. Warisan yang gak bakal habis dimakan tujuh turunan akan jatuh di tangan. Haha.”

“Demi mewujudkan mimpi anaknya jadi dokter, orang tuanya rela berhutang. Miris.”

“Si aki konglomerat itu darimana sih?

“Siapa nama dokter viral itu? Jadi kepo.”

Cuitan-cuitan itu menghiasi berbagai kolom media sosial. Berawal dari sebuah konten video yang menayangkan seorang dokter muda berparas cantik dan lelaki berumur sekitar tujuh puluhan dengan caption “Pernikahan Tak Biasa,” menjadi trending topik dan ramai diperbincangkan.

Video yang awalnya hanya viral di tik tok merambah ke media sosial lain seperti Facebook, Instagram, twitter, whatsapp dan telegram melalui share berantai dan mendulang ribuan bahkan ratusan ribu komentar.

Entah bagaimana mula kabar itu berhembus. Yang pasti dari satu mulut ke mulut yang lain, berita itu merembet cepat dan tersebar dengan berbagai versi. Mereka asyik membicarakan dokter muda dan sang konglomerat tanpa peduli dengan dampak negatif yang bisa timbul.

Bukankah sudah banyak insiden bunuh diri bahkan di kalangan artis yang terkena dampak dari media sosial? Mereka tak kuat meredam gosip berantai tentang dirinya yang merusak status sosial serta harga diri mereka.

——

Gadis itu menarik napas dalam. Kedua kelopak matanya terbuka dan menatap wajah frustasi itu di cermin. Tangannya menggenggam sebuah ponsel yang baru saja menayangkan video viral dokter cantik dan seorang konglomerat. Tangan itu terlihat gemetaran. Pikirannya carut marut. Jantungnya berguncang. Gaun pengantin yang melilit tubuhnya sejak tiga puluh menit lalu berubah menjadi jubah kematian. Sebuah suara menggema di telinganya.

“Selamat, anda diterima bekerja di rumah sakit Albana.”

Kabar bahagia itu seketika menjadi kabar duka ketika sang ibu mengungkap sebuah rahasia. Rahasia yang membuat dirinya bagai terhempas ke dasar jurang. Rahasia yang membuat mimpinya hancur berantakan.

Netranya bergerak menatap jas putih yang bertengger rapi di dinding. Ia kembali mengangkat ponsel setelah mengetuk sebuah kontak dengan nama Lovely Doctor.

“Angkat teleponmu, Sam. Please.”

Ia semakin kesal setelah panggilan yang ke dua puluh tak juga menuai respon. Ia kembali menarik napas. Sejenak ia tatap daun pintu dengan sorot tajam. Sebelum ibunya kembali Ia harus membuat keputusan. Ia bukan robot yang bisa seenaknya diatur dan dikontrol. Ini juga sudah bukan zaman Siti Nurbaya dan Laila Majnun.

“Kenapa aku yang harus bertanggung jawab. Salah sendiri tidak bicara dari awal. Baiklah kalau itu mau kalian,” geramnya dongkol.

Ia bergerak cepat meninggalkan ruangan setelah menyambar kunci mobil. Sebuah teriakan tak ia hiraukan. Tak ada yang sanggup menghentikan langkahnya. Seperti tak ada satupun pula yang bisa menghancurkan mimpi-mimpinya. Sebab saat ini ia sendiri yang akan menghancurkan mimpi itu sendiri.

——

Dan disinilah ia berada. Di bawah naungan langit Pengapon yang tampak kelabu. Awan bergulung-gulung di atas sana. Menciptakan suasana kelam dan suram. Sesuram wajahnya saat berjalan di atas kerikil tajam.

Gadis itu tampak lesu, bibirnya pucat, matanya menyorot tajam. Kaca-kaca di matanya hampir saja tumpah kalau ia tak berusaha kuat menahannya.

“Sialan! Selama ini aku ditipu. Dijadikan tumbal demi lunasnya hutang. Klise! Selamanya aku nggak sudi menikah dengan lelaki tua bangka itu,” rutuk gadis yang kini berjalan menuju rel. Ya, melihat dan bertemu sekedar ta’aruf saja tak sudi apalagi menikah. Hatinya sudah tertambat pada pengeran lain. Sebuah nama telah lama menjajah singgasana hatinya.

 Sebenarnya ia terlalu cepat menyimpulkan semuanya, sampai-sampai ia tak tahu ada dua orang yang berjasa membesarkannya jauh lebih terpuruk. Perjanjian untuk mengikat erat tali persahabatan melalui pernikahan hancur. Semua karena putrinya kabur, tak becus membalas budi.

“Ya ya kamu hebat, Ibu, Ayah. Sukses membiayai anakmu hingga jadi dokter. Lalu menyuruhnya membayar hutang. Hahaha.”

Ia tertawa sumbang.

Gadis itu terus berjalan tanpa arah. Lurus saja menuju rel besi memanjang di depannya. Tepat ketika suara bising dari arah depan begitu memekakkan telinga. Keputusasaan telah merenggut jiwa. Tatapannya kosong dan hampa, tapi penuh sandiwara.

“Mari kita lihat siapa yang akan menang,” geramnya dengan wajah merah padam. Ada bara api pada kedua matanya.

Ia biarkan angin mempermainkan rambut panjangnya serta gaun putih yang membalut tubuh rampingnya. Kedua tangan sepucat mayat itu menggenggam erat. Kedua kakinya kini menjejak rel. Seolah hendak menantang makhluk besi terpanjang yang sedang berlari kencang. Dua ribu langkah darinya. Meski begitu dalam hitungan menit siap menghantam. Dari suaranya saja seperti suara sangkakala malaikat pencabut nyawa.

Gadis berbalut gaun pengantin itu tak tahu ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasinya–di balik jendela kaca di sebuah bangungan bertingkat tak jauh dari rel.

 Mata seperti telaga itu. Mulanya datar, menyipit, lalu membeliak. Menit kemudian teriakan panik tak terelakkan.

“Woiii, stop! Apa kau sudah gila? Jangan bunuh diri! Stop! Astaghfirullah!”

Pemuda berkemeja coklat muda itu reflek berlari kencang. Saking paniknya sampai lupa tak memakai sandal.

Tak ia pedulikan kerikil-kerikil tajam di sepanjang rel menusuk-nusuk telapak kakinya. Juga beberapa wajah polos yang menatapnya penuh khawatir sambil berteriak, “Kak Faris, hati-hati.”

Dalam hitungan detik ia menjelma seperti pelari maraton dan berada di arena sirkuit yang ia tonton dengan para mitranya. Ia harus cepat sampai rel dan menghentikan perbuatan hina dan mengerikan yang sebentar lagi akan terjadi.

“Woi, stop! Ya Allah.”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menuju Masjid Mandiri

    Menuju Masjid Mandiri

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Masjid mengemban banyak fungsi. Tidak hanya sebagai tempat ibadah, masjid juga berfungsi untuk menggalakkan  kaderisasi, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi ummat. Selama ini fungsi sebagai tempat ibadah, pendidikan dan kaderisasi sudah bisa berjalan. Namun, fungsi masjid sebagai tempat pemberdayaan umat belum begitu optimal. Untuk itu, takmir masjid dan stakeholder harus memiliki jiwa entrepreneur (wirausaha) agar bisa […]

  • Sah Jadi Ketua, Mudrikah Nekad Majukan Fatayat NU Sukolilo

    Sah Jadi Ketua, Mudrikah Nekad Majukan Fatayat NU Sukolilo

    • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Mudrikah (kiri) menerima jabatan PAC Fatayat NU Sukolilo dari ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah (kanan). SUKOLILO – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Sukolilo baru saja meresmikan ketua barunya. Dalam acara pelantikan PAC Fatayat yang berlangsung di gedung MWC NU Sukolilo, Minggu (10/10) pagi tadi, secara sah Mudrikah memimpin para pemudi nahdliyyin di kecamatannya […]

  • PCNU PATI - Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    Majelis an Nuronniyyah Gelar Maulid di Pinggir Waduk Gembong

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Maulid an-Nuronniyyah Posono, Klakahkasihan, Kecamatan Gembong kembali membuat gebrakan antimainstream. Setelah bulan lalu meramaikan tempat wisata Bukit Kayangan, Sabtu (6/8) kemarin, majelis dibawah bimbingan Gus Mahmud Al A’shom Muhammad ini kembali membikin geger. Belokasi di tempat wisata Waduk Poncodan, Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Majelis an Nuronniyyah lagi-lagi menggelar maulid dibawah langit Waduk […]

  • NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

    NU – Pemkab Pati Mengadakan Sholat Istisqo’

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati membuat krisis air di Bumi Mina Tani semakin parah. Kecamatan Pati yang selama ini jarang terkena imbas kekeringan, tahun ini juga terkena dampaknya. Kondisi ini membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Pati bersama warga Pati  melakukan sholat Istisqo’ di alun-alun Pati,Senin (9/11/205) kemarin. “Kami sangat prihatin dengan […]

  • Berikan Dukungan Penuh, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein Apresiasi Penyelenggaraan PORSEMA XIII Wonosobo

    Berikan Dukungan Penuh, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein Apresiasi Penyelenggaraan PORSEMA XIII Wonosobo

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Wonosobo – Kegiatan Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII 2025 pada 10-13 September -2025 telah selesai. Berbagai apresiasi kesuksesan disampaikan oleh berbagia pihak di antaranya disampaikan oleh Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein. “Saya bersyukur Wonosobo dipercaya menjadi tuan rumah Porsema XIII. Alhamdulillah, kegiatan ini mampu menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kunjungan wisata. Semoga Wonosobo […]

  • Mahasiswa IPMAFA, PPL di LAZISNU Pati

    Mahasiswa IPMAFA, PPL di LAZISNU Pati

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pati, Kamis 13 Oktober 2022 Dalam progam pendidikan lapangan (PPL), sebagai ranah menciptakan mahasiswa unggul dalam bidangnya yaitu Manajemen Zakat & Wakaf, khususnya bidang Zakat maka untuk itu berkerjasama dengan lembaga  LAZISNU Kabupaten Pati agar mempersiapkan kader amil yang bisa memberikan kontribusi nyata. Dari KAPRODI Manajemen Zakat & Wakaf (Umar Faruq, S. Ikom., M. Pd.) […]

expand_less