Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
  • visibility 372
  • comment 0 komentar

Foto : NU online

Filsafat mengajari tentang beberapa aliran, salah satunya empirisme. Aliran yang mengandalkan empiris-inderawi atau pengalaman langsung sebagai dasar kebenarannya. Contohnya api diakui kalau panas tatkala indera kita terkena api dan terasa benar-benar panas.

Kali ini saya tidak akan membahas filsafat, tetapi tentang bagaimana pandangan empiris itu menjadi bagian penting pengambilan keputusan dan konklusi sebuah kebenaran. Tentu bukan satu-satunya kebenaran karena kebenaran filsafat dan inderawi itu relatif, jika tidak mau dikatakan kamuflase. Ditambah lagi subjektivitas dari manusia yang mengalami kejadian tersebut.

Hanya saja, dalam konteks beragama, kami tidak akan bicara soal siapa yang paling benar atau golongan apa yang paling cinta dengan Islam. Namun lebih menyoal ajaran utama agama Islam, yakni Tauhid, ke-Esa-an Allah (meski ada anggapan bahwa Esa tidak sama dengan tunggal).

Sebelum masuk lebih jauh, ada baiknya kita menyatukan presepsi tentang tauhid. Dalam bahasa sederhana, ajaran Tauhid adalah tidak menyekutukan Allah. Hanya Allah Tuhan satu-satunya, tiada Tuhan Selain Allah. Kalimat ini begitu sakral karena melandasi semua aktivitas manusia, baik jasmani maupun rohani, material serta spiritual.

Tauhid menempati urutan pertama dan utama dalam Islam, maka rukun Islam yang pertama adalah Syahadat Tauhid dan Syahadat Rasul. Tanpa ini, amal perbuatan manusia tidak akan diterima sebagai amal shaleh muslim karena belum dianggap beriman dan muslim seseorang hingga ia menerima dan mengamalkan ajaran Tauhid.

Tauhid begitu sakral dan kesakralannya tak terbantahkan, diamini semua aliran dalam Islam. Saking cintanya terhadap Islam dan tauhid bahkan ada beberapa kelompok yang mencetaknya dalam bentuk bendera, topi, atau kaligrafi. Satu hal yang perlu diketahui ialah, pencantuman Tauhid dalam berbagai media tersebut akan mereduksi Kesakralan Tauhid sesuai media yang dipakai.

Sebagai contoh, kalimat Tauhid yang ditulis pada topi kesakralannya akan berkurang mengikuti fungsi topi itu sendiri. Dipakai untuk menutupi kepala atau melindungi dari panas matahari. Jika tidak dipakai ia bisa ditaruh di mana saja, di meja, kursi, panggung, lemari, atau jika dijual dan belum laku maka akan berada dalam tumpukan gudang bersama barang lainnya.

Penulis berani mengatakan demikian, sebab penulis memiliki pengalaman ‘menyedihkan’ tersebut. Seseorang telah meninggalkan topi tauhid di atas lantai sebuah tempat bermain anak-anak. Sayang sekali, kenyataan ini benar-benar telah terjadi tanpa kita sadari. Akhirnya, oleh istri penulis, topi tersebut dipungut dan diamankan ke tempat yang lebih tinggi, di rak paling atas. Ini cara kami memuliakan substansi kalimat tauhid.

Kejadian ini memberi banyak pelajaran bagi kita. Satu poin yang paling menohok yakni kalimat tauhid bisa lenyap nilai dan kesakralannya hanya karena kelalaian menaruh topi.

Tentu akan lebih bijak jika tulisan kalimat Tauhid dan Syahadat Rasul itu tertanam kuat dalam hati, bukan ditulis di berbagai media seperti topi, baju, atau bendera dan media-media yang tidak semua orang mudah menjaganya. Argunen ini bukan lantas menunjukkan bahwa penulis alergi dengan kalimat Tauhid, namun langkah tersebut justru lebih memuliakan substansi dari Tauhid itu sendiri.

Topi, benedera atau baju jika kotor tentu akan dicuci, entah dengan mesin cuci atau dikucek pakai tangan, diperas kemudian ditumpuk bersama pakaian lainnya. Menjadi tidak sakral bukan?

Mari jaga Kesakralan Tauhid dengan menanamnya di hati, menunjukkannya dalam akhlak mulia, dan menjaganya tetap suci. Wallahu a’lam bisshowab

M. Shofyan Al Nashr
(Aktivis literasi NU dan dosen IPMAFA)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Rekontruksi Sejarah Al -Quran

    • calendar_month Sel, 6 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Buku ini berupaya merekonstruksi perjalanan historis Al-Qur’an yang diharapkan dapat bertahan terhadap kritik sejarah sekaligus bisa berhadapan dengan berbagai prasangka “ilmiah” Barat. Masalah-masalah utama dalam pewahyuan Al-Qur’an serta pengumpulan dan stabilisasi teksnya menjadi fokus kajian dalam buku ini. Dengan demikian, objek studi ini mencakup keseluruhan etape perjalanan kesejarahan Al-Qur’an, dan hasilnya diharapkan memberikan kontribusi signifikan […]

  • Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    Perayaan HSN se-Kabupaten Pati Berlangsung Semarak, Ini Agendanya

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    PATI-Semarak Hari Santri Nasional (HSN) 2019 sudah mulai tercium. Perayaan yang puncaknya dihelat pada 22 Oktober ini, telah dirayakan oleh sebagian warga sebelum tanggal tersebut. Pengurus Besar PBNU Mengintruksikan untuk membaca sholawat nariyah untuk warga nahdliyin dalam skala nasional. PBNU menargetkan akan adanya 1 miliyar sholawat untuk keselamatan negeri dalam memperingati HSN tahun ini. Salah […]

  • PCNU-PATI

    Menumbuhkan Ghirah Akademik Mahasiswa Melalui Diskusi

    • calendar_month Kam, 16 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka menumbuhkan iklim akademik mahasiswa yang dirasa mengalami kemunduruan, para mahasiswa Program Studi Pengembengan Masyarakat Islam (PMI) Isntitut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati mengadakan diskusi bertempat di kantin IPMAFA, Rabu (15/030/23). Diskusi ini dilakukan tidak lain untuk menumbuhkan ghirah mahasiswa agar tidak pudar dan kembali pada jalur yang benar, yakni mahasiswa […]

  • Bedah Rumah di Tayu, Pemilik Rumah Terharu

    Bedah Rumah di Tayu, Pemilik Rumah Terharu

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Doa jelang peletakan batu pertama bedah rumah di Desa Purwokerto, Kecamatan Tayu, Minggu (7/6) pagi TAYU-Minggu (7/6) kemarin Lazisnu Pati bersama Baznas melakukan bedah rumah. Dalam pelaksanaanya, dua lembaga amil zakat ini juga menggandeng PC LPBI-NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) Cabang Pati. Sebuah rumah yang dibedah merupakan tempat tinggal Sholihin, warga […]

  • Photo by Mufid Majnun

    NU sebagai Pilar Utama dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 811
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang telah lama menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan negara. Sejak berdiri pada tahun 1926, NU tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di Indonesia. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai moderasi, […]

  • Tips Sukses Samsung

    Tips Sukses Samsung

    • calendar_month Sab, 19 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

      Perusahaan Samsung didirikan oleh Lee Byung-Chul pada 1948. Pada masa awal pendiriannya, Samsung hanyalah perusahaan kelas teri dan produk-produknya kurang laku di pasaran. Bahkan, Samsung pernah terancam bangkrut karena manajemen yang buruk. Kejayaan Samsung menjadi perusahaan global terkemuka baru tercapai pada masa kepemimpinan Lee Kun Hee, putra dari Lee Byung-Chul. Sebagai anak bungsu di […]

expand_less