Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
  • visibility 219
  • comment 0 komentar
KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU

KOTA-Masa pandemi yang telah mencapai satu tahun lebih, membuat sebagian kalangan masyarakat mulai jenuh. Salah satu wujud kejenuhan mereka adalah dengan mengabaikan protokol kesehatan. 

Beberapa warga mulai tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Padahal pandemi corona masih mengintai masyarakat luas. 

Peraturan yang ketat dan tepat sudah selayaknya digalakkan. Dengan demikian, rantai penyebaran Covid-19 dapat terpangkas. 

Namun ketatnya peraturan terkait Protokol Kesehatan (Prokes) dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) juga menuai pro dan kontra. Untuk itulah NU hadir memberikan gambaran dan solusi terkait hukum menaati anjuran pemerintah tersebut. 

Dikutip dari akun resmi Instagram Hubhul Wathon Minal Iman (HWMI), KH. Afifuddin Muhajir selaku Ro’is Syuriyah PBNU turut angkat bicara terkait hukum menaati Prokes dan PPKM. Dalam hal ini, KH. Afifuddin menjawab pertanyaan apakah menaati Prokes itu wajib karena pemerintah, ataukah wajib karena hukum syari’at. 

Ia tidak memberikan jawaban langsung, namun melalui beberapa analogi. Menurutnya, untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan tiga analogi. 

Pertama, sesuatu yang secara syariat hukumnya wajib kemudian diwajibkan oleh pemerintah, maka hukumnya wajib. Kedua, sesuatu yang secara syariat hukumnya sunnah kemudian diwajibkan oleh pemerintah, maka hukumnya wajib. Ketiga, sesuatu yang hukumnya mubah (boleh) kemudian diwajibkab oleh pemerintah, maka hukumnya menjadi wajib dengan catatan mendatangkan kemaslahatan umum. 

Menaggapi ungkapan ini, Pengurus Cabang (PC) NU Pati berharap agar masyarakat bisa berfikir kritis dan cerdas. Terlebih di masa pandemi ini, banyak aturan pemerintah yang mewajibkan berbagai hal seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan. 

PCNU mengimbau kepada seluruh Nahdliyyin untuk tetap mengedepankan kemaslahatan umum, sejalan dengan yang disampaikan oleh KH. Afifuddin Muhajir tersebut. Pihak NU Pati juga berharap, semua warga NU tetap bersabar dan tawakkal dalam menghadapi pandemi ini.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    Belajar Nasionalisme Dengan Para Ulama

    • calendar_month Sel, 30 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Pati. Berdirinya NU tidak bisa lepas dari peran ulama sebagai pendiri, penggerak, dan pengembang organisasi. Kader-kader muda NU harus belajar kepada para ulama NU supaya mampu mengembangkan NU di masa depan. Demikian paparan KH. Abdul Majid, Wakil Rais Syuriyah MWC NU Trangkil dan Ustadz Muhammad Hambali, alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, dalam acara Orientasi Aswaja […]

  • PCNU- PATI Photo by geralt

    “Wuih Kompak Amat”

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Cerita lucu ini berawal ketika menjelang Isya beberapa warga bergegas ke masjid untuk azan. Belum lagi sampai masjid terlihat seorang pemuda dengan tampang klimis dan dihiasi jenggot sedang menyapu di lantai masjid. Azan dimulai, jamaah pun berdatangan dan siap mendirikan shalat Isya berjamaah. Sang pemuda yang tadi menyapu segera saja […]

  • Tebasan padi

    Tebasan padi

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Sering kita dengar praktek penjualan padi yang masih ada di sawah dengan sistem tebasan (borongan) pada saat musim panen tiba, hal itu dilakukan karena para petani tidak mau mengambil resiko ongkos panen yang cukup besar. Pertanyaan : Bolehkah praktek jual beli secara tebasan tersebut ? Jawaban : Tafsil : Ø Boleh bila belum mencapai nishob, Tidak boleh […]

  • Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Apresiasi   Darul Hadlanah

    Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Apresiasi Darul Hadlanah

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan tahun baru Hijriyah Panti Asuhan Darul Hadlanah yang berada di desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, kedatangan tim monitoring dan evaluasi dari pimpinan Muslimat NU Jawa tengah, Sabtu, (17/10). Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui program kerja dan kegiatan yang ada di Panti Asuhan Darul Hadlanah, mulai dari aspek pendidikan, ketrampilan, sistem pembelajaran, administrasi […]

  • Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 251
    • 0Komentar

    PATI-Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari Pantura, sangat identik dengan seni musik seperti dangdut koplo, ketoprak ludruk dan hiburan-hiburan lainnya. Setiap hajatan, hampir seluruh masyarakat Pati mendatangkan orkes dangdut atau ketoprak untuk mengisi acara mereka. Pekalongan Bersholawat dalam rangka walimatul urusy bersama Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Marzuqi Abbas, Selasa (20/8) Namun jika kita […]

  • PCNU-PATI Photo by Gabor Kozmon

    Ketika Ernest Hemingway “Berpuasa”

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Setiap tahun kaum muslim melakukan ibadah puasa wajib satu bulan penuh di bulan ramadhan. Bulan ramadhan memang bulan yang istimewa, bulan yang suasananya begitu berbeda. Kebersamaan dalam keluarga, kebersamaan dalam masyarakat begitu melekat. Misalnya, buka puasa bersama, tarawih bersama, dan sahur bersama. Dan, bulan puasa juga diawali dengan rame-rame hiruk-pikuk […]

expand_less