Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Imam Qusyairi

Imam Qusyairi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
  • visibility 824
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Harir

Keagungan Persia tanpa sufisme ibarat seekor burung tanpa pita suara. Tak bersiul. Kalaupun punya, ricauanya paling banter hanya ceracau biasa. Ajaran sufisme yang mana memuat nilai kearifan dan hikmah, kicaunya hingga kini senantiasa menelusup di gendang-gendang telinga dan relung-relung hati setiap manusia. Teladannya yang sejuk begitu menghaluskan hati dan makin masyhur bila mana dikisahkan terus menerus.

Persia dikenal memiliki peradaban yang unggul dan maju. Kerajaan yang wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah, Lebanon dan wilayah Arab ini telah melahirkan banyak sufi kesohor yang tidak ada bandingannya. Bagi pengkaji tasawuf, siapa saja akan peka ketika saya menyebutkan sederetan nama laiknya Fudhail bin Iyadh, Ibrahim bin Adham, Abu Yazid al Busthomi, Ma’ruf al Kharki, Imam al Ghazali, al Muhasibi, Abu Qosim al Junaidi, Sufyan ats-Sauri  dan Imam al Qusyairi.

Dan mengenai nama terakhir inilah saya akan coba suguhkan ihwal sirah singkat hidupnya.

Imam al Qusyairi bernama lengkap Abdul Karim Hawazin (sebagian menyebut Hawazan) bin Abdul Mulk bin Thalhah bin Muhammad al-Khurosani an-Naisabur. Tentang sandangan al-Qusyairi sendiri adalah bentuk nisbat  yang disandarkan kepada Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin Amir bin Sa’sa’ah al Qusyair al Ab as-Silmi al-Um,  kabilah besar yang telah menurunkan banyak ulama di tanah Khurosan.

Berlaqob Jamal al Din. Oleh Imam as-Subkiy, Imam al Qusyairi juga dijuluki sebagai Zainul Islam. Kiprah hidupnya dikenal sebagai seorang sufi, ulama yang cerdik pandai, seorang penceramah, sastrawan, penulis prosa dan sekaligus seorang  penyair. Ia dilahirkan pada bulan Rabiulawal tahun 376 H/986 M di Ustu; sebuah desa kecil bagian Khurosan yang berdekatan dengan kota Naisabur.

Berangkat dari keluarga yang terpandang secara keilmuan dan berpunya secara ekonomi. Sedari kecil, ia menerima pendidikan yang baik dan tak kurang-kurang dari segi pendanaan. Ketertarikannya dengan berbagai keilmuan telah nampak pada masa mudanya, sehingga  ia terpilih sebagai salah satu delegasi dari desa menuntut ilmu ke daerah Naisabur.

Sejarah menuliskan, Imam al Qusyairi banyak mendatangi halaqah-halaqah dari mulai disiplin ilmu hadis, fikih, sastra dan kalam yang diampu oleh ulama-ulama besar. Di kota tersebut ia berguru kepada seorang teolog sunni, Abu Ishaq al-Asfarayini. Semenjak itu, ia menganut madzab akidah asy-‘Ariyah. Sedangkan di bidang tasawuf, ia pertama kali menimba ilmu kepada penggede sufi  Abu Ali ad-Daqaq, yang kemudian menjadi guru spiritualnya.

Imam al-Qusyairi juga pernah nyantri kepada Abu Abdurrahman Muhammad ibn al-Husin ibn Muhammad al-Azdi al-Sulami al-Naisaburi,  Abu Bakar Muhammad ibn al-Husain ibn Furak al-Anshari al-Ashbahani,  dan Abu Manshur Aliah Abdur Qahir ibn Muhammad al-Baghdadi al-Tamimi al-Asfarayaini.

Perihal bertulis karya, Imam al Qusyairi terbilang sebagai ulama yang amat produktif menelurkan kitab dengan tema tema yang beragam. Kitab ar-Risalah ialah salah satu kitab monumental bernafaskan tasawuf yang sangat berandil besar terhadap kesufian ulama dan tokoh-tokoh setelahnya.

Di antara karya-karyanya yang lain ada Ahkam al-Syar’i, Adab al-Shufiyah, Al-Arba’un fi al-Hadits, Istifadhah al-Muradat, Balaghah al-Maqashid fi al-Tasawuf, At-Tahbir fi Tadzkir, Tartib al-Suluk, fi Thariqillahi Ta’ala, Al-Tauhid al-Nabawi, At-Taisir fi ‘Ilmi al-Tafsir, Al-Jawahir, dan al-Dalil ila Thariq al-Shalah, Diwan al-Syi’ri, Al-Dzikr wa al-Dzakir, Al-Risalah al-Qusyairiyah fi ‘Ilmi al-Tasawuf, Sirat al-Masayikh,  Syarâh Asma al-Husna,, Uyun al-Ajwibah fi Ushul al-Asilah, Lathaif al-Isyarat, Al-Fushul fi al-Ushul, Al-Luma’ fi al-I’tiqad, Majalis Abi Ali al-Hasan al-Daqaq, Al-Mi’raj, Al-Munajah, dan masih banyak lagi.

Ada fakta menarik tentang Imam al Qusyairi yang jarang diketahui oleh orang banyak. Buah karyanya yang berjudul Nahwul Qulub (Gramatika Hati) menggoda untuk disimak kepada pembaca sekalian. Kitab yang telah dikodifikasi menjadi Nahwul Qulub al Kabir dan Nahwul Qulub as-Shagir menunjukan kepakaranya dalam bidang kenahwuan.

Ditopang kepiawaiannya di bidang kesusasteraan, kitab itu disajikan dengan gaya penulisan yang ciamik dan sederhana. Dalam buku itu, ia membeberkan secara runtut lagi detail interkoneksi antara term-term kenahwuan dengan pembahasan mistik kesufian.

Nahwu yang bagi banyak orang dianggap sebagai ilmu zahir belaka, dengan kecerdasaanya Imam al Qusyairi mengkonversinya menjadi tema-tema mengagungkan Allah melalui kaidah-kaidah nahwu. Lahirnya kitab itu  memperkuat pandangan bahwa setiap ulama besar tidak mungkin mengabaikan urgensi disiplin keilmuan bahasa arab (Nahwu, Shorof dan Balaghoh).

Kisah asmara Imam al Qusyairi juga nggak neko-neko, berjalan mudah tanpa kendala yang berarti. Diambil sebagai menantu idaman oleh gurunya sendiri, Abu Ali ad-Daqaq. Pernikahanya dengan Fatimah dikaruniai enam putra dan seorang putri yang kesemuanya menjadi orang-orang alim lagi saleh. Adapun mereka adalah Abu Sa’ad Abdullah, Abu Fattah Ubaidillah, Abu Said Abdul Wahid, Abu Mansour Abdur Rahman, Abu Nasr Abdur Rahim, dan Abul Mudzaffar Abdul Mun’im. Sedangkan seorang putrinya, bernama Amatul Karim.

Imam al-Qusyairi wafat di kota Naisabur pada hari ahad Rabiulakhir tahun 460 H/1072 M di usianya yang ke 87. Pusaranya dimakamkan di dekat gurunya, Abu Ali ad-Daqaq. Di kisahkan, sebelum kemangkatanya ke hadirat Allah Swt. di tengah kondisinya yang sakit Imam al-Qusyairi bersikukuh enggan duduk ketika menunaikan sholat dan lebih memilih berdiri.Allahu Yarham

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semua Sekolah/Madrasah Ma`arif NU Jawa Tengah Diwajibkan Inklusif

    Semua Sekolah/Madrasah Ma`arif NU Jawa Tengah Diwajibkan Inklusif

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Tengah melalui Pengawas Penggerak Maarif NU ingin mematikan bahwa semua Lembaga Pendidikan dibawah naungan Maarif baik Sekolah dan Madrasah tidak boleh menolak calon Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Hal itu disampaikan oleh Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah, R Andi Irawan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengawas Penggerak Maarif […]

  • Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Selasa 12 Januari 2015 bertempat di Pondok Pesantrean APIK Kajen Margoyoso Pati. Perpustakaan Mutamakkin mengadakan bedah buku Kuntul Nucuk  Bulan, sebuah Novel yang bercerita tentang dunia Pesantren, karya Sahal Japara. “Ini adalah salah satu program jangka pendek yang lakukan oleh Perpustakaan Mutamakkin, sebagai ajang motivasi terhadap para santri apabila santri pun mampu menulis sebuah buku, […]

  • Jelang Porsema, Kolaborasi Ma’arif dan Pagar Nusa Perkuat Kejurda

    Jelang Porsema, Kolaborasi Ma’arif dan Pagar Nusa Perkuat Kejurda

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Batang – Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah Arief Rohman mengatakan bahwa Pagar Nusa di setiap acara PORSEMA selalu memberi masukan dan mengingatkan perlunya sinergi sejak awal perencanaan. Di antara yang perlu disinergikan adalah penyusunan petunjuk teknis lomba olahgara khususnya pencak silat. Pagar Nusa, ujar Arief, selalu siap membantu penyelenggaraan […]

  • PCNU-PATI

    Kemenangan dan Keuntungan

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Sepekan lagi kita selesai menjalani ibadah puasa. Mengendalikan segala, memperbanyak ritual-ritual mulia dengan maksud dan tujuan agar saya dan Anda di ampuni segala dosa. Hampir sebulan penuh saya dan Anda berperang, melawan keinginan, mengedepankan kemuliaan dan memperbanyak berbagi rizki baik secara terang-terangan atau pun dengan sembunyi-sembunyi. Biasanya sepekan menuju kemenangan […]

  • PCNU Pati Bentuk  Relawan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Desa

    PCNU Pati Bentuk Relawan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Desa

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Warta PCNU, Menindaklanjuti surat edaran dari PBNU tentang Seleksi Relawan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Desa, PCNU Kab. Pati pada hari Jum’at, 20 Maret 2015 mengadakan Sosialisasi dan koordinasi dengan pengurus MWC NU se-Kab. Pati, Pengurus GP. Ansor Se-Kab. Pati dan Pengurus Fatayat NU se-Kab. Pati. Dalam kesempatan itu Rais Syuriyah PCNU Pati, KH. M. Aniq Muhammadun […]

  • PCNU-PATI

    Ilusi Negara Islam

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Buku ini dieditori oleh KH. Abdurrahman Wahid atau yang akrab kita sapa dengan sebutan Gus Dur. Buku ini berjudul lengkap “Ilusi Negara Islam – Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia”. Buku ini sepertinya dikerjakan secara urunan oleh beberapa peneliti yang tergabung dalam Gerakan Bhineka Tunggal Ika, the Wahid Institute, dan Maarif Institute dimana ketiga lembaga […]

expand_less