Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Imam Qusyairi

Imam Qusyairi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Okt 2023
  • visibility 913
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Harir

Keagungan Persia tanpa sufisme ibarat seekor burung tanpa pita suara. Tak bersiul. Kalaupun punya, ricauanya paling banter hanya ceracau biasa. Ajaran sufisme yang mana memuat nilai kearifan dan hikmah, kicaunya hingga kini senantiasa menelusup di gendang-gendang telinga dan relung-relung hati setiap manusia. Teladannya yang sejuk begitu menghaluskan hati dan makin masyhur bila mana dikisahkan terus menerus.

Persia dikenal memiliki peradaban yang unggul dan maju. Kerajaan yang wilayahnya meliputi kawasan Iran modern, Irak, Suriah, Pakistan, Asia Tengah, Lebanon dan wilayah Arab ini telah melahirkan banyak sufi kesohor yang tidak ada bandingannya. Bagi pengkaji tasawuf, siapa saja akan peka ketika saya menyebutkan sederetan nama laiknya Fudhail bin Iyadh, Ibrahim bin Adham, Abu Yazid al Busthomi, Ma’ruf al Kharki, Imam al Ghazali, al Muhasibi, Abu Qosim al Junaidi, Sufyan ats-Sauri  dan Imam al Qusyairi.

Dan mengenai nama terakhir inilah saya akan coba suguhkan ihwal sirah singkat hidupnya.

Imam al Qusyairi bernama lengkap Abdul Karim Hawazin (sebagian menyebut Hawazan) bin Abdul Mulk bin Thalhah bin Muhammad al-Khurosani an-Naisabur. Tentang sandangan al-Qusyairi sendiri adalah bentuk nisbat  yang disandarkan kepada Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin Amir bin Sa’sa’ah al Qusyair al Ab as-Silmi al-Um,  kabilah besar yang telah menurunkan banyak ulama di tanah Khurosan.

Berlaqob Jamal al Din. Oleh Imam as-Subkiy, Imam al Qusyairi juga dijuluki sebagai Zainul Islam. Kiprah hidupnya dikenal sebagai seorang sufi, ulama yang cerdik pandai, seorang penceramah, sastrawan, penulis prosa dan sekaligus seorang  penyair. Ia dilahirkan pada bulan Rabiulawal tahun 376 H/986 M di Ustu; sebuah desa kecil bagian Khurosan yang berdekatan dengan kota Naisabur.

Berangkat dari keluarga yang terpandang secara keilmuan dan berpunya secara ekonomi. Sedari kecil, ia menerima pendidikan yang baik dan tak kurang-kurang dari segi pendanaan. Ketertarikannya dengan berbagai keilmuan telah nampak pada masa mudanya, sehingga  ia terpilih sebagai salah satu delegasi dari desa menuntut ilmu ke daerah Naisabur.

Sejarah menuliskan, Imam al Qusyairi banyak mendatangi halaqah-halaqah dari mulai disiplin ilmu hadis, fikih, sastra dan kalam yang diampu oleh ulama-ulama besar. Di kota tersebut ia berguru kepada seorang teolog sunni, Abu Ishaq al-Asfarayini. Semenjak itu, ia menganut madzab akidah asy-‘Ariyah. Sedangkan di bidang tasawuf, ia pertama kali menimba ilmu kepada penggede sufi  Abu Ali ad-Daqaq, yang kemudian menjadi guru spiritualnya.

Imam al-Qusyairi juga pernah nyantri kepada Abu Abdurrahman Muhammad ibn al-Husin ibn Muhammad al-Azdi al-Sulami al-Naisaburi,  Abu Bakar Muhammad ibn al-Husain ibn Furak al-Anshari al-Ashbahani,  dan Abu Manshur Aliah Abdur Qahir ibn Muhammad al-Baghdadi al-Tamimi al-Asfarayaini.

Perihal bertulis karya, Imam al Qusyairi terbilang sebagai ulama yang amat produktif menelurkan kitab dengan tema tema yang beragam. Kitab ar-Risalah ialah salah satu kitab monumental bernafaskan tasawuf yang sangat berandil besar terhadap kesufian ulama dan tokoh-tokoh setelahnya.

Di antara karya-karyanya yang lain ada Ahkam al-Syar’i, Adab al-Shufiyah, Al-Arba’un fi al-Hadits, Istifadhah al-Muradat, Balaghah al-Maqashid fi al-Tasawuf, At-Tahbir fi Tadzkir, Tartib al-Suluk, fi Thariqillahi Ta’ala, Al-Tauhid al-Nabawi, At-Taisir fi ‘Ilmi al-Tafsir, Al-Jawahir, dan al-Dalil ila Thariq al-Shalah, Diwan al-Syi’ri, Al-Dzikr wa al-Dzakir, Al-Risalah al-Qusyairiyah fi ‘Ilmi al-Tasawuf, Sirat al-Masayikh,  Syarâh Asma al-Husna,, Uyun al-Ajwibah fi Ushul al-Asilah, Lathaif al-Isyarat, Al-Fushul fi al-Ushul, Al-Luma’ fi al-I’tiqad, Majalis Abi Ali al-Hasan al-Daqaq, Al-Mi’raj, Al-Munajah, dan masih banyak lagi.

Ada fakta menarik tentang Imam al Qusyairi yang jarang diketahui oleh orang banyak. Buah karyanya yang berjudul Nahwul Qulub (Gramatika Hati) menggoda untuk disimak kepada pembaca sekalian. Kitab yang telah dikodifikasi menjadi Nahwul Qulub al Kabir dan Nahwul Qulub as-Shagir menunjukan kepakaranya dalam bidang kenahwuan.

Ditopang kepiawaiannya di bidang kesusasteraan, kitab itu disajikan dengan gaya penulisan yang ciamik dan sederhana. Dalam buku itu, ia membeberkan secara runtut lagi detail interkoneksi antara term-term kenahwuan dengan pembahasan mistik kesufian.

Nahwu yang bagi banyak orang dianggap sebagai ilmu zahir belaka, dengan kecerdasaanya Imam al Qusyairi mengkonversinya menjadi tema-tema mengagungkan Allah melalui kaidah-kaidah nahwu. Lahirnya kitab itu  memperkuat pandangan bahwa setiap ulama besar tidak mungkin mengabaikan urgensi disiplin keilmuan bahasa arab (Nahwu, Shorof dan Balaghoh).

Kisah asmara Imam al Qusyairi juga nggak neko-neko, berjalan mudah tanpa kendala yang berarti. Diambil sebagai menantu idaman oleh gurunya sendiri, Abu Ali ad-Daqaq. Pernikahanya dengan Fatimah dikaruniai enam putra dan seorang putri yang kesemuanya menjadi orang-orang alim lagi saleh. Adapun mereka adalah Abu Sa’ad Abdullah, Abu Fattah Ubaidillah, Abu Said Abdul Wahid, Abu Mansour Abdur Rahman, Abu Nasr Abdur Rahim, dan Abul Mudzaffar Abdul Mun’im. Sedangkan seorang putrinya, bernama Amatul Karim.

Imam al-Qusyairi wafat di kota Naisabur pada hari ahad Rabiulakhir tahun 460 H/1072 M di usianya yang ke 87. Pusaranya dimakamkan di dekat gurunya, Abu Ali ad-Daqaq. Di kisahkan, sebelum kemangkatanya ke hadirat Allah Swt. di tengah kondisinya yang sakit Imam al-Qusyairi bersikukuh enggan duduk ketika menunaikan sholat dan lebih memilih berdiri.Allahu Yarham

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manajemen Eksekutif Lazisnu Pati Mulai Magang di UPZIS Winong

    Manajemen Eksekutif Lazisnu Pati Mulai Magang di UPZIS Winong

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 673
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id, Pati – Manajemen eksekutif baru di LazisNU PCNU Pati mengikuti magang di UPZIS MWCNU Winong. Proses magang ini bagian dari rangkaian masa training selama sebulan kedepan menjadi karyawan di LAZISNU Pati. Ketua LazisNU PCNU Pati, Edi Kiswanto mengatakan magang ini bertujuan untuk pengenalan dan membekali skil karyawan dalam mengelola dan menjalankan visi, misi […]

  • Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Pati. Setiap orang dalam menikah tentu sangat berbahagia. Sebab pernikahan adalah momen sakral yang di harapkan seumur hidup sekali saja. Maka dari itu, untuk menentukan calon pendamping harus, se iman, seidiologi dan seperjuangan yang mampu di ajak berdakwah dalam menjalankan panji-panji islam ahlus sunah waljma’ah.             Sebagai kader penggerak Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong, dalam pernikahan […]

  • Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    Kontingen Kabupaten Pati Diberangkatkan Pj Bupati untuk Mengikuti Porsema Tingkat Jawa Tengah 

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, melepas keberangkatan Kontingen Kabupaten Pati yang akan mengikuti Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) ke-12 tingkat Jawa Tengah Tahun 2023. Kontingen diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (9/2/2023). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua dan Pengurus […]

  • Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    Kunci Langgengnya Ikatan Pernikahan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id. – Angka perceraian di Pati tergolong tinggi. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Pati,  terdapat 2.247 kasus selama tahun 2024. Angka perceraian tersebut didominasi oleh cerai gugat (diajukan istri) daripada cerai talak (diajukan suami). Rinciannya, cerai talak 538 kasus dan cerai gugat sebanyak 1.709 kasus. Adapun penyebab perceraian dikarenakan beberapa […]

  • Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    Twibon Harlah Fatayat NU Ke 71

    • calendar_month Kam, 25 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

       Meriahkan harlah Fatayat NU Pati Ke 71 dengan Twibons Klik Linik       https://twb.nz/hutfatayatnuke71 Cara Memasang Foto Di Frame Twibons Harlah Fatayat NU Ke 71 1. Klik Link https://twb.nz/hutfatayatnuke71 2. Klik Pilih Foto 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas  4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons 5. Twibons sudah jadi

  • PCNU-PATI

    PGMI UIN Walisongo Gelar Seminar Internasional, Prof Muslih : Agama Tanpa Ilmu Pengetahuan itu Buta

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGMI menggelar seminar internasional bertajuk “The Role of Religions and Technology in Growing Character in The Digital Era” pada Selasa (4/4/2023) yang bertempat di Gedung Teater ISDB FITK Kampus […]

expand_less