Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

Haji; dari Ibadah Hingga Merasa Wah

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Jun 2022
  • visibility 372
  • comment 0 komentar

Senja masih seperti kemarin, ada guratan mega memerah. Mendung bergelantungan. Hujan tak datang. Mendung terus menghadang menemani perjalanan pulang dari rutinitas harian. Pergi pagi pulang sore hari. Maklum karyawan kantoran seperti yang dikatakan orang-orang.

Perjalanan masih panjang. Mendung masih menghadang. Notifikasi pesan masuk di whatshap berdatangan tak karuan. Sesekali panggilan masuk berurutan. Saya tak peduli karena masih menikmati perjalanan pulang. Menikmati mendung tak kunjung hujan datang.

“Ini orang tak sabaran, jika panggilan dua kali tak terjawab mbok yo nyadar bisa jadi yang bersangkutan sibuk, yang bersangkutan ada halangan” celetuk saya dengan hati dongkol.

Sampai di rumah, mandi, cuci kaki dan istirahat sambil menikmati secangkir kopi buatan istri. Saya mengambil handphone merk xiaomi keluaran terlama. Mengecek satu persatu pesan masuk dari whatshap.

“Mohon maaf koreksi, setahu saya orang tersebut belum Haji, kenapa di berita namanya di tulis gelar Haji?”

Saya menggerutu sejadi jadinya. Dari tadi telepon tanpa jeda, mengirim pesan secara berturut turut hanya komplain perihal penulisan gelar? Kok remeh dan receh sekali. Meskipun saya yang bertanggung jawab atas portal media online sepenuhnya terkait isi berita seringkali membuat hati terluka, dan artikel tak jarang membuat hati mangkel serta puisi lebih sering bikin orang berhalusinasi. Jadi wajar apabila komplain dan kritikan langsung kepada saya.

Portal media online yang saya dengan teman-teman kelola adalah sebuah media yang bergerak di bidang sosial keagamaan. Jadi tim redaksi bekerja dengan penuh sosial tanpa adanya gaji. Serta ruang lingkupnya pun terbatasi; tak diperbolehkan menulis sesuatu yang kontroversi, menimbulkan polemik. Beritanya standar saja.

Seketika setelah saya membaca pesan whatshap dari orang yang sudah ber Haji saya segera konfimasi ke teman redaksi yang menulis berita tersebut.

“Berita hari ini yang tayang di portal kita ada yang komplain terkait penulisan gelar pada salah satu tokoh, belum Haji di tulis Haji,”

Dengan santai tanpa beban, sesantai saat kita mengelola portal sosial ke agamaan ini. Dengan santai akan tetapi penuh kepastian.

“Sengaja saya menulis Haji dengan maksud dan tujuan sebagai doa, siapa tahu Tuhan memakbulkan doanya, dari sebuah tulisan di berita menjadi Haji beneran, jadi secara tak langsung kita juga mendapatkan pahala meskipun tanpa sengaja.”

Saya tak bisa menekan atau lainnya; lha wong kerja sosial non profit kok. Masih ada yang mau mengelolanya alhamdulillah sekali. Dari komplain sederhana tapi mengena, saya jadi berfikir nakal sekali, berfikir liar sekali; begitu sangat penting kah? penyematan gelar Haji bagi mereka sudah berhaji dan sangat tak diterima ketika ada orang  belum berhaji ditulis gelar Haji di depan namanya?

Temannya saya melanjutkan pembelaannya; bukankah Haji adalah ibadah; seperti halnya ibadah-ibadah lainnya. Ibadah Haji akan menjadi wajib  ketika seseorang mampu dan jika belum mampu tak mendapatkan kewajiban tersebut.

Dari kejadian salah tulis  gelar di berita tersebut saya beranggapan apabila antara orang yang sudah berhaji dan belum berhaji harus dibedakan, terutama dalam lingkungan masyarakat. Dan ketika ada kegiatan harus ada pembeda, ketika nulis surat undangan nikahan, undangan kondangan di depan namanya harus di tulis Haji.

“Mereka Haji modal mas, jadi wajar saja apabila ingin dihormati, ingin dimengerti, ingin dipahami. Bukankah modalnya juga banyak, dan penantiannya juga panjang dan lama tak secepat saat kita menunggu lampu traffic light nyala hijau setelah itu kita tinggalkan” celetuk teman saya.

Sambil menikmati kopi buatan istri. Dan mengiyakan apa yang dikatakan teman saya tersebut. Wajar saja jika ada orang tak terima ketika belum Haji di depan namanya di tulis Haji. Lha wong penantiannya panjang, modalnya juga puluhan juta, manusiawi sekali.

“Pak…Bapak…sampean saja belum Haji kok bergaya nulis tentang orang yang sudah berhaji mengkritisi tentang tingkah polahnya pula, lha mbok di jarke wae; toh Haji itu kan ibadah mau di pamerkan, mau di sombongkan itu haknya. Andaikan saja bapak sudah berhaji apa mau ada orang manggil tanpa menyebutkan Pak Kaji? ujar istri saya denga ketus

Dengan tanpa semangat saya menutup laptop dan menghabiskan secangkir kopi buatan istri meskipun pahit akan tetapi selalu menyisakan rasa nikmat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ramadhan Menggembirakan, LAZSINU Tayu Bagikan 750 Sembako

    • calendar_month Kam, 20 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Tayu- Program NU Natura for Humanity, UPZIS NU Care LAZISNU Kecamatan Tayu sukses menyalurkan 750 paket donasi sembako kepada dhuafa se-Kecamatan Tayu dalam rangkaian kegiatan “Ramadhan Menggembirakan”Ahad, 16 April 2023 kemarin. LAZISNU bersama Banom NU Kecamatan Tayu mengadakan kegiatan Ramadhan Menggembirakan, kegiatan ini merupakan program NU Natura for Humanity yang dirumuskan oleh NU Care […]

  • Malam Ini, Tiga Habib Satu Panggung

    Malam Ini, Tiga Habib Satu Panggung

    • calendar_month Rab, 6 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    GEMBONG-Maulid Nabi menjadi salah satu ajang bersuka cita bagi sebagian kaum muslimin. Kesemarakan dalam menyambut hari kelahiran junjungan Nabi Agung Muhammad menggema di mana-mana. Robi’ul Awwal yang merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW juga menjadi momentum emas bagi umat untuk meluapkan kecintaan kepada bagindanya tersebut. Di Kabupaten Pati, hampir seluruh masjid dan mushollah menggelar acara […]

  • RA. KH. Hasyim Asy’ari  Sukoharjo Gelar Parenting Ramadan

    RA. KH. Hasyim Asy’ari Sukoharjo Gelar Parenting Ramadan

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Sukoharjo – Raudhatul Athfal KH. Hasyim Asy’ari Sukoharjo mengadakan acara Buka Bersama, Kajian Ramadhan dan Parenting Bertemakan “Mengajarkan Anak Beribadah di Bulan Ramadhan Untuk Menanamkan Keimanan Sejak Dini”, dengan Nara Sumber Ustadz Syamsul Ashri, S.Pd. Dalam Kajian Ramadhan sekaligus Parenting, Ustadz Syamsul Ashri, S.Pd yang juga selaku Kepala MI Terpadu Riyadus Sholihin Kecamatan Nguter, […]

  • PC IPNU IPPNU Pati Gelar Orientasi Pengurus Harian

    PC IPNU IPPNU Pati Gelar Orientasi Pengurus Harian

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Suasana orientasi pengurus harian PC IPNU IPPNU Pati PATI – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar orientasi bagi pengurus harian di Sendang Sani, Kecamatan Tlogowungu, Sabtu-Minggu (2-3/10). Kegiatan ini dalam rangka merumuskan dan menata strategi organisasi selama satu periode. Ahmad Khoirul Anam Ketua Panitia Orientasi menuturkan, dalam kegiatan ini mengundang sejumlah alumni untuk memberikan pandangannya […]

  • PCNU-PATI Photo by JESUS ECA

    Empat Cara Bijak dalam Bermedia Sosial

    • calendar_month Sel, 15 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Oleh : Angga Saputra Pcnupati.or.id Media sosial seakan menjadi sebuah hal pokok di berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil hingga orang tua banyak yang berkecimpung di dalamanya. Dengan adanya Medsos, dunia seakan tanpa sekat jarak, ruang dan waktu. Semua peristiwa di belahan dunia bisa diketahui dengan cepat. Namun perlu diperhatikan, bahwa dalam bersosmed juga ada […]

  • MWCNU Gembong Gelar Pengajian Akbar

    MWCNU Gembong Gelar Pengajian Akbar

    • calendar_month Sab, 3 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Pati, Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong mengadakan Pengajian Akbar dalam Rangka Halal bi halal dan memperingati harlah NU ke 90, pengajian bertempat di MI Kendil desa Klakahkasian dengan pembicara KH. Imron Rosyadi dari Pati, Minggu 24/7 kemarin.             KH. Imam Sofwan sebagai wakil dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengemukakan untuk menjalin silaturahmi yang […]

expand_less