Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Embun yang Hinggap di Dedaunan

Embun yang Hinggap di Dedaunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Mar 2023
  • visibility 150
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan…

Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye berjudul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya. Indah sekali. Terutama, di saat mendengarnya sambil minum kopi dan memandang persawahan. Hmm, sungguh indah.

Menyesap lagu ini dengan pelan-pelan membawaku pada perenungan bahwa seringkali saya lupa dengan karunia indah dari Tuhan. Tuhan memberi alam ini untuk kita, sebagai khalifah di muka bumi. Embun pagi, dedaunan hijau, kicauan burung, dan matahari yang bersinar, itu semua untuk kita. Oh, malunya diri ini apabila masih juga tidak bersyukur. Oh, betapa tidak tahu dirinya diri ini apabila masih saja mengeluh.

Tak aneh apabila Tuhan begitu sering menyindir kita dengan kata-kata Afala tatafakkarun? Tidakkah kamu berpikir? Fabi’ayyi ala’i rabbikuma tukadziban? Maka nikmat Tuhan mana lagi yang hendak kaudustakan? Oh, Tuhan telah menohok diriku.

Setiap ada kesempatan, saya mengajak Aghza, anakku, yang masih berusia 4 tahun pergi ke sawah. Dan tampaknya cocok kalau kami berdua kelak menyanyikan lagu tersebut pada saat kami di sawah. Baiklah, terlebih dahulu saya harus menghafalkan dan menghayatinya.

Tiba-tiba saya teringat dengan kata-kata Thich Nhat Hanh, seorang Buddhis, yang mengatakan, “Orang-orang seringkali menganggap berjalan di atas air atau udara adalah suatu keajaiban. Padahal, keajaiban yang sesungguhnya adalah dapat berjalan di atas bumi. Setiap hari kita bersentuhan dengan keajaiban yang tidak kita sadari: langit biru, awan putih, daun-daun hijau, warna hitam, keindahan dari mata anak-anak – kedua bola mata kita. Semua itu adalah keajaiban.” Aduhai indah sekali pernyataan Thich Nhat Hanh tersebut.

Rutinitas aktivitas kadangkala menjadikan kita lupa untuk menyadari keindahan-keindahan yang ada di sekitar kita. Banyak hal tidak kita perhatikan secara seksama. Misalnya saja bunga yang bermekaran di halaman rumah. Kalau kita perhatikan dengan detail dan hikmat, bunga yang sejatinya makhluk hidup itu sedang tersenyum kepada kita, karena dapat hidup berdampingan dengan anggun. Dedaunan yang bergoyang saat diterpa angin, suara-suara bebek dan ayam bersahut-sahutan, bahkan suara jangkrik di gelap malam, memberi nuansa alam ini begitu indah nan syahdu.

Tanpa pernah saya sadari sebelumnya, saat memandikan Aghza juga rupanya memberikan keindahan tiada terkira. Sungguh betapa indah rasanya dia mencium pipiku saat kugendong menuju kamar mandi, saat mengguyur sekujur badannya dengan air hangat maupun dingin. Saat kuusap badannya dengan sabun, sembari bercanda ria. Saat kubedaki punggung dan dadanya sembari kesana kemari tak mau diam. Saat kupakaikan baju dan celana pilihannya sendiri. Saat kusisir rambutnya yang susah diatur. Sungguh itu merupakan keindahan yang tak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Belum lagi ketika saya mengajaknya jalan-jalan sore maupun pagi. Dalam perjalanan kami bernyanyi bersama. Seperti yang pernah kami lakukan di suatu minggu sore kami bernyanyi bersama di perjalanan saat menuju alun-alun kecamatan. Kami menyanyikan lagu Garuda di Dadaku dengan penuh semangat. Di saat pulang dari alun-alun, kami berdebat hebat. Dia ingin dibelikan jeruk (entah apa namanya, jeruk yang jenisnya kecil-kecil). Kukatakan, “Ngapain beli jeruk, wong di rumah lagi banyak mangga. Paling gak dimakan jeruknya.” Dia tetap keukeuh. “Emoh, pokoknya beli, beli, beli…” ujarnya dengan nada kesal.

Aku tetap ngotot untuk tidak mau membelikannya, dengan berbagai argumentasi. Dia pun makin keukeuh dan mulai menangis. Aku pun mengalah. Aku pun membelikannya. Jeruk itu memang kesukaannya. Mengingatnya membuatku geli sendiri.   

Mengenang semua itu rupanya begitu indah. Hal-hal remeh yang tampak biasa, ternyata tidak kalah indah dengan hal-hal yang tampak besar. Hal ini senada dengan Melvy Yendra, seorang penulis dan editor, yang menulis status di dinding fesbuknya. Dia mengatakan:

“Saya berbahagia dan menikmati setiap momen saat saya menjalani peran sebagai ayah bagi Aisha (3,5): memandikannya, memakaikan bajunya, memasang pita rambutnya, mengantarnya pipis di malam hari, membersihkan bekas ompolnya, membujuknya makan, merayunya saat ngambek, membereskan mainannya, mendongenginya kalau dia ingin, dan lain sebagainya, karena kelak, ketika dia sudah besar dan bisa melakukan semuanya sendiri, saya akan sangat merindukan semua momen-momen kecil yang terjadi hari ini…”

Saya mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari peristiwa-peristiwa keseharian. Saya berusaha untuk menghargai setiap momen hidup saya entah dimanapun dan dengan siapapun, dengan penuh makna dan sadar. Karena boleh jadi momen itu tidak akan terulang lagi. Karena boleh jadi, detik itu adalah detik terakhir yang kumiliki.[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by dendoktoor

    Kemampuan yang Berbeda

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu saya mengajak kekasih pada sebuah tempat. Disana kita sedang menunggu sebuah antrian untuk menanyakan perihal sesuatu pada ahlinya. Kebetulan saya baru pertama kali menghadapi hal semacam ini. Sehingga saya memintanya untuk menemani. Pada saat menunggu, dia memberi saya masukan perihal apa saja yang harus saya katakan. “Pokoknya […]

  • Pelajar NU Gandeng Pagar Nusa Ajari Silat

    Pelajar NU Gandeng Pagar Nusa Ajari Silat

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

      Para pelajar NU Pagerharjo, Wedarijaksa sedang belajar jurus pencak silat yang diajarkan oleh pendekar dari Pagar Nusa setempat. WEDARIJAKSA – Pelajar NU Pagerharjo berkolaborasi dengan sejumlah organisasi mengadakan acara pelatihan pencak silat. Kegiatan inj dilaksanakan di halaman Masjid Al-Mabrur, Senin (6/9) malam. Dalam agenda tersebut IPNU dan IPPNU Ranting Pagerharjo sengaja menggandeng  Ikatan Pencak […]

  • PCNU - PATI

    Empat Basis Buruh Sarbumusi Pati Didaftarkan ke Disnaker

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    PATI – Empat basis dari Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati telah didaftarkan ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pati, Rabu (3/8/2022) siang. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarbumusi Kabupaten Pati, Husaini mengatakan, pihaknya telah mendaftarkan empat basis atau kelompok itu antara lain  kelompok petani dari Jekenan, kelompok guru TPQ dari Pucakwangi, kelompok sopir […]

  • KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

    KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 0Komentar

    PATI – Dalam membina masyarakat perlu adanya kerjasama yang baik antara umara dan ulama. Demikian disampaikan oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pati, KH. M. Aniq Muhammadun, saat memberikan tausyiah dalam acara Gema Pati Bersholawat 2019. Acara Gema Pati Bersholawat 2019 Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf sendiri digelar di komplek Alun-Alun Pati pada Selasa malam, […]

  • PCNU PATI - PCNU Warga Nahdliyin Punya Hak Fasilitas dari Pemerintah.

    PCNU: Warga Nahdliyin Punya Hak Fasilitas dari Pemerintah

    • calendar_month Sab, 28 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim mengungkapkan bahwa warga NU dinilai memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal yang diadakan oleh PCNU Kabupaten Pati pada Selasa (24/5/2022) di lantai 3 Gedung PCNU setempat. Acara tersebut dihadiri oleh segenap pengurus PCNU, lembaga, Badan […]

  • Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    Gus Nadir : Pemuda Harus Kaya Literasi

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA-Tokoh kontroversial, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) hadir di Yogyakarta, Sabtu (28/9) malam. Dosen Monash Institute, Australia tersebut, merupakam salah satu tokoh NU yang dianggap liberal oleh khalayak. Hal ini tak lepas dari aktivitas Gus Nadir di media sosial yang cukup intens dan memancing reaksi kaum radikalis. Gus Nadir saat merespon pertanyaan hadirin Malam ini, Gus […]

expand_less