Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

Bicara Pengendalian Diri, Buya Syakur Singgung Negara Agama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
  • visibility 232
  • comment 0 komentar
Buya Syakur Yasin saat membacakan Kita Roaitullah poin ke 16 sampai 20 yang tayang di kanal Youtube-nya, Minggu (5/9) kemarin

INDRAMAYU – Prof. KH. Syakur Yasin atau yang akrab disapa Buya Syakur, memang tidak se populer seperti Prof. Quraish Shihab atau Nur Cholis Madjid. Namun, bertahun-tahun silam, Gus Dur sempat menyejajarkan nama Buya Syakur dengan kedua tokoh fenomenal tersebut. 

“Di Indonesia, cuma ada tiga tokoh islam yang berfikir secata analitik, (yaitu) Quraish Shihab, Pak Syakur dan Cak Nur,” ungkap Gus Dur kala itu. 

Pak Syakur yang dimaksud oleh cucu pendiri NU tersebut adalah KH. Syakur Yasin, pengasuh Ponpes Cadangpinggan, Sukagumiwang, Indramayu Jawa Barat. Namanya tidak seviral ulama lainnya. Namun melalui kanal Youtube KH Buya Syakur Yasin dengan label Wamimma TV, dirinya eksis mengkaji beragam kitab kuning. 

Beberapa karya yang dikaji oleh kiai lukusan Cairo ini, diantaranya Kitab Fi Dhilalil Qur’an, Fathur Rabbani, Roaitullah dan beragam kitab lainnya. Kebanyakan kajian kiai dengan logat Sunda medok ini memang bercorak tasawuf. 

Pengendalian Diri

Pada Minggu (5/9) kemarin, melalui kanal Youtube-nya, Buya Syakur mengupas perihal pengendalian diri. Hal ini disampaikan dalam kajian Kitab Raitullah poin ke-16 sampai 20. 

Dalam pembahasan nafsu, kiai yang pernah kuliah di London, Inggris ini menyatakan bahwa nafsu bisa baik namun bisa pula majikan yang jahat jika tidak dikendalikan. 

“Membangun masjid juga yang nyuruh nafsu,” tegasnya. 

Asumsi ini menjelaskan bahwa kebaikan juga membutuhkan nafsu agar bisa berjalan. Namun pada ungkapan berikutnya, Buya Syakur meneruskan ceramahnya tentang akibat menuruti nafsu. 

“Ketika kau mengagumi nafsumu, maka engkau akan Ku serahkan kepada musuh-Ku, Kata Allah,” Lanjut Buya Syakur. 

Maka, imbuhnya, terciptalah setan-setan dalam bentuk manusia. Hal ini, terang Buya Syakur adalah akibat yang nyata dari perilaku terlalu membanggakan nafsu. 

Kunci utama dalam pengendalian diri, menurut Kiai yang ahli di bidang sastra dab linguistik ini adalah selalu mendekat kepada tuhan. Hal ini disampaikannya berdasarkan Kitab Roaitullah poin ke-19. 

“Jika engkau bersimpuh dihadapan-Ku dan selalu berada kehadirat-Ku, maka jika engkau bicara, Akulah sesungguhnya yang berucap. Jika engkau menjadi pemimpin pemerintahan, Akulah yang berkuasa,” tuturnya memberi penjelasan.

Dengan kata lain, lanjut Buya, jika seseorang selalu dekat dengan Tuhan, maka tuhan akan membimbing. Sehingga, kredibilitas dan kecintaan rakyat akan meningkat kepada orang tersebut. 

“Akan dibimbing (oleh Allah). Bukan malah menganggap bahwa segala keputusannya adalah keputusan Tuhan,” ungkapnya. 

Negara Agama

Berangkat dari pola yang berkembang saat ini, Buya Syakur agak khawatir dengan pengangkatan isyu negara berbasis agama. Menurutnya, masih bersambung dengan pengendalian diri, memaksa negara agama justru akan membentuk kepemimpinan yang diktator. 

“Kalau pemimpin bilang keputusanku adalah perintah tuhan, siapa yang berani lawan?,” tuturnya. 

Pada level berikutnya, Tuhan atau agama hanya akan digunakan sebagai tameng menentukan kebijakan yang menguntungkan pribadi atau golongan tertentu. Maka, lanjut Buya Syakur, orang Indonesia sangatlah beruntung sebab berdasarkan Pancasila, negara berketuhanan dan bukan negara agama.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. M. Aniq Muhammadun Menjawab Persoalan Fiqih Masjid

    KH. M. Aniq Muhammadun Menjawab Persoalan Fiqih Masjid

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 273
    • 0Komentar

    KAYEN – Selasa, 10 September 2019 pengurus Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) MWC Kayen menyelenggarakan Pelatihan Manajemen dan Fiqh Masjid. Hadir dalam acara tersebut KH. M. Aniq Muhammadun sebagai Rais Syuriah PCNU Pati. Beliau sekaligus memberikan banyak arahan kepada Ta’mir masjid se-kecamatan Kayen secara khusus, dan pengurus ranting NU pada umumnya. Rois PCNU Pati, KH. […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb Saya sering minum minuman yang didalamnya terdapat semut dan kadang – kadang lalat juga yang telah mati, kata teman saya jika bangkai itu kita menceburkannya ke minuman maka tidak boleh diminum. Apakah itu benar ? mohon penjelasannya pak. Wa’alaikum salam Wr Wb Bangkai semacam semut dan lalat dalam kitab fiqih dikatakan najis […]

  • Fatayat NU Pati Gelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan

    Fatayat NU Pati Gelar Seminar Pendidikan Politik Perempuan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Pati, 18/02/2020. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Pati kerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2K) menyelenggarakan Seminar Pendidikan Politik Perempuan bertempat di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pati. Ketua PC Fatayat NU Kab. Pati Asmonah, M. Pd menjelaskan tujuan diadakan seminar adalah memberikan pemahaman yang benar tentang pendidikan politik  […]

  • Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Anak Cabang Fatayat Kecamatan Gembong melakukan konsolidasi rutin bertempat di rumah sahabat Siti Nur Aisyah Desa semirejo, Ahad 5/6 kemarin “Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus PAC Gembong dan ketua Ranting sekretaris dan anggota Fatayat se kec. Gembong” jelas Munfarihah Ketua PAC Gembong Lanjutnya Kegiatan PAC Fatayat Gembong sudah berjalan ke sekian kalinya d […]

  • INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.561
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dan Memorandum of Agreement (MoA) atau Nota Kesepakatan dengan Global Interfaith University (GIU) USA serta delapan perguruan tinggi mitra nasional, yaitu AKPER Alkautsar Temanggung, UNUGHA Cilacap, STAI Wali Sembilan Semarang, UNDARIS Semarang, IIM Surakarta, STITMA Yogyakarta, […]

  • Fatayat Se-Kabupaten Pati Sepakati 5 Poin Babon

    Fatayat Se-Kabupaten Pati Sepakati 5 Poin Babon

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PATI-PC Fatayat NU Pati menggelar pertemuan rutin perdana dengan PAC-PAC yang ada, Minggu (29/9). Madrasah Manbauk Ulum, Sinoman Pati menjadi lokasi bertemunya puluhan pimpinan Anak Cabang Fatayat se-Kabupaten Pati tersebut. Pertemuan ini nantinya akan berjalan selama tiga bulan sekali. Lokasinya disebar di seluruh PAC. Untuk putaran pertama ini, jatuh pada PAC Pati Kota. Para Pengurus […]

expand_less