Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Meneguhkan Khittah NU

Meneguhkan Khittah NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
  • visibility 539
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Khittah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan sebuah landasan berfikir, bertindak, dan berjuang sesuai dengan nilai-nilai NU. Khittah NU ini dirumuskan pada Muktamar ke- 27 di Situbondo tahun 1984. Khittah NU juga merupakan hasil dari gerakan kembali  ke khittah yang dalam sejarahnya telah disuarakan sejak tahun 1959.

Khittah NU, meski baru dirumuskan secara tertulis pada Muktamar NU di Situbondo, tetapi sejatinya menurut KH. Achmad Siddiq di dalam karyanya “Khittah Nahdliyah” menurut Nur Khaliq Ridwan dalam bukunya Ensiklopedia Khittah NU jilid l disebutkan bahwa,  intisarinya sudah ada dalam bentuk tindakan dan uraian-uraian lisan dari masa ke masa di dalam tradisi NU.    

Di dalam Khittah NU disebutkan bahwa landasan yang dipakai  oleh NU adalah Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang diterapkan sesuai dengan kondisi di lingkungan masyarakat. Landasan ini meliputi, dasar-dasar amal keagamaan sosial kemasyarakatan. Adapun sumber-sumber yang diapakai dalam mendasarkan paham keagamaan meliputi, Alquran, sunnah, ijma’ dan qiyas.

Dalam menafsirkan Islam dari sumber-sumber di atas, NU mengikuti Aswaja dan menggunakan pendekatan mazhab. Sedangkan dalam akidah mengikuti paham yang dipelapori oleh Imam Abu hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Dan dalam fiqh mengikuti salah satu mazhab fiqh empat mazhab yaitu (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali). Sedangkan dalam ranah tasawuf mengikuti Imam Junaidi al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali, termasuk juga para imam sufi lain di kalangan Aswaja.

Sementara itu, dalam rangka mengimplementasikan dimensi sosial-kemasyarakatan dengan paham keagamaan yang dianutnya,  NU berupaya menumbuhkan sikap tawasuth (sikap moderat), tasamuh (toleran dalam perbedaan pandangan), tawazun (seimbang), i’tidal (menegakkan keadilan), dan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah keburukan).

Dari beberapa ciri-ciri sikap di atas, diharapakan mampu membentuk individu dan organisasi yang menjunjung tinggi norma-norma dalam Islam yaitu; mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, menjunjung tinggi sikap dan sifat keikhlasan dalam berkhidmah dan berjuang, dan menjunjung tinggi kesetiaan pada agama, negara, dan bangsa.

Dalam hal ini, perjuangan mengimplementasikan nilai-nilai Khittah NU adalah perjuangan yang mengharuskan sikap keikhlasan, serta perbaikan-perbaikan yang diperlukan, dan upaya-upaya memperbaiki keadaan yang sudah ada di tengah masyarakat. Hal ini juga membawa pengertian bahwa nilai-nilai yang tidak membawa maslahat, kebaikan bersama dan jam’iyah Nu dengan sendirinya dilihat dalam kerangka penggantian terhadap nilai-nilai demikian dengan cara bil-ma’ruf. Sedangkan dalam nilai-nilai yang baik dan membawa maslahah, harus tetap dijaga dan dilestarikan.

Arah perjuangan yang demikian, menghendaki kenyataan seperti disebutkan dalam Khittah NU, “sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia, NU senantiasa menyatakan diri dengan perjuangan nasional bangsa Indonesia.” Oleh karena itu, perjuangannya harus senantiasa berdimensi menyelaraskan perjuangan NU, Islam, dan bangsa.  

Selain itu, Khittah NU juga menegaskan bahwa NU secara sadar mengambil posisi yang aktif dalam proses perjuangan bangsa untuk mencapai dan mempertahankan kemerdekaan. Oleh karenanya, setiap warga NU diharapkan menjadi warga negara yang senantiasa menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 45.

Dengan cara demikian itulah, Khittah NU akan tetap hidup mempengaruhi kehidupan, dan menjadi hidup masyarakat Indonesia. Sehingga nilai-nilai yang ada dalam Khittah NU akan menjadi kultur di tengah-tengah masyarakat. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikhtiar Hadapi Kemarau, Warga Binaan Lapas Pati Gelar Salat Istisqa

    Ikhtiar Hadapi Kemarau, Warga Binaan Lapas Pati Gelar Salat Istisqa

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.770
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati memfasilitasi pelaksanaan Salat Istisqa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama dalam menyikapi musim kemarau panjang yang melanda wilayah Bumi Mina Tani. ​Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Pati, M. Ahsin, mengungkapkan […]

  • Meski Padat, Pengurus Ma'arif Gelar Bincang Pendidikan Bahas Sakoma dan Kemah Internasional

    Meski Padat, Pengurus Ma’arif Gelar Bincang Pendidikan Bahas Sakoma dan Kemah Internasional

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Wonosobo – Di tengah padatnya agenda Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII tahun 2025 di Kabupaten Wonosobo, pengurus Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jateng tetap menyempatkan diri menggelar Bincang Pendidikan yang membahas perkembangan Satuan Komunitas (Sakoma) Ma’arif NU dan persiapan Kemah Internasional untuk Perdamaian dan Kemanusiaan di Eagle Hotel Wonosobo pada Kamis (11/9/2025). […]

  • GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di Alun-Alun Juwana dan Pati

    GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di Alun-Alun Juwana dan Pati

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati membuka Posko Mudik di Alun-Alun Juwana, tepatnya di samping Masjid Al Mukarromah, dan di Alun-Alun Simpanglima Pati, tepatnya di depan Masjid Agung Baitunnur. Ketua PC GP Ansor Pati Abdullah Syafiq mengatakan, posko mudik dibuka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat yang tengah dalam perjalanan. Pelayanan […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU se-Korda Pati Sepakat Pertahankan PKPT

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    PC IPNU se-Korda Pati yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, Grobogan, Blora, Rembang dan Lasem sepakat mempertahankan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) masuk dalam struktural IPNU. Keputusan itu diambil dalam pertemuan Ketua PC IPNU se-Korda Pati yang dilaksanakan di Kudus pada Rabu (27/7) malam. Pertemuan ini juga dihadiri oleh PC IPNU Demak. Pertemuan tersebut membahas isu-isu […]

  • Tebasan padi

    Tebasan padi

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Sering kita dengar praktek penjualan padi yang masih ada di sawah dengan sistem tebasan (borongan) pada saat musim panen tiba, hal itu dilakukan karena para petani tidak mau mengambil resiko ongkos panen yang cukup besar. Pertanyaan : Bolehkah praktek jual beli secara tebasan tersebut ? Jawaban : Tafsil : Ø Boleh bila belum mencapai nishob, Tidak boleh […]

  • PCNU-PATI

    Ciptakan Aplikasi Saka Instant, Siswa MA Salafiyah Kajen Raih Prestasi Internasional

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Dua siswa Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, ciptakan sebuah aplikasi untuk mempermudah para siswa berbelanja di kantin sekolah. Bahkan, aplikasi yang diberi nama Saka Instant itu menghantarkan mereka meraih prestasi tingkat internasional.  Dua siswa itu adalah Dalla Noor Khoirussalaman dan Irkham Shaifi Cahyo Sasono. Keduanya berinisiatif menciptakan sebuah aplikasi tersebut […]

expand_less