Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
  • visibility 463
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Perkawinan adalah langkah membangun beradaban. Mengawinkan dua sijoli yang berbeda genre hingga latar belakang lingkungan akan menghasilkan generasi melalui proses romantisme dalam naungan gerimis malam-malam yang penuh kenikmatan. Semua karena di dasari cinta.

Maka, cinta adalah prinsip nomor dua. Sebab, prinsip pertamanya adalah perbedaan.

Kita dilarang menikah dengan sesama jenis, meski sama-sama cinta. Karena, hubungan semacam ini tak akan menghasilkan generasi penerus peradaban. Bisa di bilang, ini adalah prinsip berikutnya.

Namun, bukankah kita bisa memproduksi generasi tanpa pernikahan? Balik, apakah kita mau generasi penerus bangsa dicetak di kebun singkong yang sepi atau rumah pacar yang ditinggal bapak-ibunya?

Apa yang kita banggakan jika generasi penerus kita bikin lewat jalur gelap, menentang norma dan pastinya tanpa didahului doa, Allahumma jannibnaa assyaithaan??

Jadi jelas!, prinsip pernikahan adalah perbedaan, cinta, kesucian, melanggengkan eksistensi dan membawa kebahagiaan.

NU ‘Wali Nikah’ Budaya-Agama

Selama seratus tahun, NU telah menunjukkan kiprah organisasi. Namun jika berbicara kultur, nyatanya ulama-ulama model kiai NU sudah eksis di gelanggang dakwah Nusantara sejak zaman bahelak.

Mereka mengawinkan (lebih tepatnya mengakulturasi) kultur dengan agama. Selamatan yang sarat animisme, digubah dengan memasukkan nilai-nilai islami, macam doa, wirid, tahlil dan lainnya.

Pun ranah seni tak lepas dari tangan halus para wali. Pewayangan, hingga seni musik, semua bisa dijadikan media dakwah. Bahkan beberapa wali songo juga dikenal sebagai komposer, sutradara bahkan pencipta lagu.

Dengan pemdekatan ramah ini, dakwah telah kembali ke fitrahnya, mengajak, bukan membentak bahkan ‘memperkosa’ kehendak.

Bayangkan jika para pendakwah timur tengah dulu datang dan tiba-tiba bilang, “antum bi’ah, kafir, musyrik, neraka, jahannam!.” Bisa pulang dalam keadaan hidup saja sudah alhamdulillah.

Namun, para wali tidak melakukannya. Mereka mencintai perbedaan, melakukan ‘perkawinan’ budaya-agama dan melaksanakan misi islamisasi dengan tetap menjaga kesucian nilai.

Terpenting, para wali tersebut juga membawa kebahagiaan, hingga diteruskan oleh para pendiri NU, generasi hasil ‘hubungan sah’, suci nan harmonis antara agama dan Budaya Nusantara.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Sayangkan Wacana Kebijakan Peremajaan Usia

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ketua PAC IPNU Dukuhseti M. Lailun Najih tak mempermasalahkan, jika IPNU IPPNU fokus mengembangkan kaderisasi di sekolah. Namun, ia menyayangkan terkait wacana kebijakan peremajaan usia. Sehingga, membuat kader yang berusia mahasiswa kehilangan ruang di IPNU IPPNU, akibat kebijakan pemangkasan usia tersebut. “Saya sangat menyayangkan isu tersebut, sekarang lihat saja kader-kader senior yang sudah […]

  • PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

    PKL dan Susbalan Menciptakan Kader NU Masa Depan

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    PATI, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang bertempat di PP. Naqsabandiyah Kholidiyah Desa Srikaton Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Acara resmi dibuka oleh PW GP Ansor Jawa Tengah, Gus Fahsin M Faal, didampingi oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Itqonul Hakim, perwakilan Forkopimda, […]

  • PCNU-PATI

    Asosiasi P2MI Selenggarakan Diskusi Rutinan di UIN Mataram Secara Luring-Daring

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 663
    • 0Komentar

    Pati-Dalam membangun persepsi dan menambah wawasan keilmuan tentang Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Asosiasi Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) yang diselenggarakan di Civitas Akademik UIN Mataram Lombok berjalan dengan lancar. Senin, 30/10/23. Kegiatan diskusi P2MI yang mengangkat tema tentang “Curriculum and Employability: Standar Kompetensi PMI” bertujuan untuk menguatkan persepsi dan kesamaan dalam perkuliahan maupun kerjasama […]

  • PCNU-PATI

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 1 Lengkap sudah penderitaan Shanaya. Masalah yang datang seperti gulungan ombak yang saling bersusul-susulan menghantam kerikil dan karang-karang. Bertubi-tubi. Hanya surut sebentar lalu pasang lagi. Jika seorang perwira perlu bertahun-tahun meraih pangkat sebagai jenderal dengan bintang empat di kedua bahu baret hijaunya, maka ia hanya butuh sepuluh jam saja. Oh, […]

  • 114 Santri se-Nusantara Jalani Persiapan Keberangkatan Beasiswa LPDP

    114 Santri se-Nusantara Jalani Persiapan Keberangkatan Beasiswa LPDP

    • calendar_month Sab, 27 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    JAKARTA-Ada yang istimewa dari Persiapan Keberangkatan (PK) awardee beasiswa LPDP angkatan 144 kali ini. Para awardee LPDP yang merupakan para santri dari berbagai pelosok negeri menjadi keunikan tersendiri. Mereka adalah para penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Afirmasi Santri LPDP. Wajah-wajah semangat santri penerima beasiswa LPDP. Sumber gambar : IG @lpdp_ri Para santri yang nantinya akan […]

  • MTs Salafiyah Kajen Gelar Tes Tahfidz dan Kitab

    MTs Salafiyah Kajen Gelar Tes Tahfidz dan Kitab

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah  Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, adakan ujian tahfidz dan kitab kuning, Sabtu (9/3/2024) pagi. Sebagaimana diketahui, Salafiyah merupakan lembaga pendidikan formal berbasis pesantren yang memiliki Program Unggulan Tahfidz dan Kitab. Pada ujian yang digelar tahunan seperti ini, melibatkan seluruh siswa-siswi kelas 9. Kali ini, ujian diikuti sebanyak 440 […]

expand_less