Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pelajaran Penting dari Ronaldo

Pelajaran Penting dari Ronaldo

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 12 Jan 2023
  • visibility 173
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Bintang itu bernama Ronaldo. Paska piala dunia, dirinya bak tebu yang sepahnya dibuang  secara hina setelah manisnya habis dihisap Real Madrid dan Juventus.

Akibat kualitas permainannya jauh dari ekspektasi fans (yang tentunya banyak faktor yang berkontribusi), citra Ronaldo semakin terjun bebas paska pulang dari hajatan piala dunua. Tenggelamnya nama besar bintang Portugal ini tambah dalam akibat adanya pembanding, Lionel Messi yang pada ujungnya memenangi Piala Dunia bersama Argentina.

Selama beberapa saat, hari-hari Messi penuh kegembiraan. Diarak dan dipuja-puja bak Dewa. Sedangkan Ronaldo seratus delapan puluh derajat, dihujat di sana-sini.

Akan tetapi, setelah puas memintal pujian, Messi harus kembali merantau ke PSG di Perancis. Di sana, sambutan terhadap kapten Argentina terasa dingin, hambar dan biasa saja. Mega bintang yang baru saja menyelesaikan misi terbesar, menjawarai World Cup Championship, pulang ke negeri perantauan dengan sambutan yang, yah layaknya pemain biasa.

Tak ada pesta meriah atau setidaknya upacara bakar-bakar bebek. Hanya beberapa fans dan wartawan olah raga yang menyorotnya dengan suasana datar. Kalaupun ada kegembiraan, levelnya masih medium. Njomplang sekali rasanya, usai panen pujian di negeri sendiri, Messi harus menghadapi situasi yang tidak menginterpretasikan dirinya sebagai juara.

Hal ini mungkin karena yang dia kalahkan dalam final Piala Dunia adalah negeri perantauannya, Perancis. Jadi masih ada rasa  nggonduk di hati masyarakat Paris.

Beda dengan Ronaldo yang justru setelah menerima hujatan, semakin kesini namanya malah kian moncer. Al Nassr lah yang membuatnya bersinar kembali. Club padang pasir yang meminangnya, sekaligus mencabut label pengangguran Ronaldo yang tak punya pekerjaan tetap sehabis say good bye dengan MU.

Tak cuma itu, Ronaldo juga sukses memecahkan rekor pemain termahal. Follower Sosmed al Nassr naik drastis bi barkati Ronaldo. Padahal dirinya belum boleh main akibat sanksi Fifa. Sambutan masyarakat bola juga gegap gempita padahal mereka bukan sanak kadang Ronaldo.


Penulis pernah menemui seorang yang bacaan qur’annya terbata-bata serta makhroj huruf hijaiyyahnya sama sekali tidak fasih. Namun dia sangat dihormati sebagai ulama, sebab di daerah tersebut, hanya ada seorang saja yang bisa ngaji, meskipun masih jauh dari standar yanbu’a pun qiro’atu

Di lain sisi, ada seorang gus yang alim, hidup di lingkungan pesantren, namun karirnya tak se moncer bapak-bapak yang terbata baca qur’annya tadi. Jangankan menjadi khotib, ngimami sholat dan mimpin tahlil pun, tak laku akibat kebanyakan orang alim di lingkungan tempat tinggalnya.

Komparasi Messi dan Ronaldo hampir ekuivalen dengan gus dan bapak-bapak tadi. Bedanya, antara Bintang Portugal dan Argentina tersebut sama-sama alim soal urusan mengulik bola.

Messi merantau ke negeri yang dihuni banyak ulama bola, sehingga pijar sinarnya tak terlalu berarti. Sementara Ronaldo hijrah ke Negeri Arab, yang tandus atlet berprestasi (kalaupun ada pasti sudah merantau ke Eropa). Sehingga, di sana, eksistensi Ronaldo benar-benar ‘dianggap’.

Penulis (tanpa mengurangi rasa hormat) lebih mengapresiasi kalau gus-gus yang ngalim itu hijrah dari pondok abahnya menuju lokasi lain yang islamnya masih mentah, biar eksistensinya keluar, sama seperti Ronaldo. Biarlah estafet pesantren dipegang oleh satu atau dua orang saja, yang lain sila hijrah.

Ini bukan urusan pansos, namun ‘dianggap ada’ dalam arti memberi manfaat yang lebih besar juga bagus buat kesehatan mental. Toh masyarakat perlu ulama yang benar-benar alim ditengah dahaga spiritual.

Jia demikian, endingnya, cahaya ilmu plus paket barokah kiai bisa didistribusikan bukan hanya di satu titik pesantren, namun bisa menjalar ke daerah-daerah ‘gersang’, syukur bisa mendirikan pesantren di sana. Bukankah dulu Mbah Hasyim juga melakukan hal semacam ini?.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Masjid Pogung Dalangan

    Nur Sa’id Sosok Kyai Penebar Manfaat

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Oleh : Zahra Aulia Nifatun Khasanah/Faiz Fikril Abror, M.Hum KH. Nur Sa’id adalah tokoh agama masyarakat dan Ulama di daerah Pati Kidul. Sosok yang dikenal di masyarakat, terutama masyarakat Mojolawaran dan Kuryokalangan. Beliau lahir pada tahun 1936 di Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen Kabupaten Pati dari pasangan Bapak Sujono dan Ibu Muzariah. Beliau memiliki 6 saudara […]

  • Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    Meriahnya Kenduri Kupatan di Wonosekar Gembong

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ribuan ketupat dan lepet diarak warga Wonosekar, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Rabu (17/4/2024) siang. Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) Wonosekar agar anak-anak muda tertarik dan tidak meninggalkan budaya syawalan. Sebagaimana diketahui, masyarakat Muslim Jawa punya tradisi lebaran ketupat yang dirayakan sepekan setelah Idulfitri. Acara bertajuk Kenduri Seribu Ketupat ini sudah dua tahun […]

  • LAZISNU PATI BERBAGI

    LAZISNU PATI BERBAGI

    • calendar_month Sen, 13 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 206
    • 0Komentar

    LAZISNU.Ahad 12 Juli 2015 di gedung PCNU lt, 3  LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama’) Kabupaten Pati untuk yang ketiga kalinya di tahun yang ketiga telah kembali sukses melaksanakan Program Santunan Yatama dan Dhuafa’. Sebanyak 100 orang yang terdiri Yatama dan Dhuafa’. Sebagaimana pada Program Santunan Yatama dan Dhuafa’ tahun sebelumnya program […]

  • PCNU-PATI

    IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal, Munculkan Kader NU untuk Maju Pilbup

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Pcnupati- Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Pati menyatakan dukungan terhadap Muh Zen untuk maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024. Sosok Muh Zen dianggap ideal untuk mempimpin kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani ini. Dukungan terhadap pria yang merupakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah ini muncul saat acara Halalbihalal IKA […]

  • PCNU - PATI Photo by Pexels

    Perayaan Ulang Tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Dikalangan masyarakat umum (awam), bila bertetapan dengan hari kelahirannya, biasanya diadakan perayaan hari ulang tahun, acaranya pun digelar semeriah mungkin, mulai acara potong tumpeng, ucapan selamat, musik-musikan dan lain-lain. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya merayakan hari ulang tahun sebagaimana yang terjadi selama ini ? Jawaban : Hukumnya bid’ah hasanah, apabila terdapat umûrun hasanatun. Referensi : Mukhtashor […]

  • Inilah Struktur Pengurus FKPT Jateng Periode 2025-2027

    Inilah Struktur Pengurus FKPT Jateng Periode 2025-2027

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Jakarta – Pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah periode 2025-2027 secara resmi dilantik oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia Komjen. Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., pada Rabu (23/4/2025) di Hotel Vasaka Jakarta. Pelantikan itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ke-XII […]

expand_less