Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Seekor Burung dengan Sayap Patah

Seekor Burung dengan Sayap Patah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
  • visibility 584
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu saya sangat antusias ingin mendengar ceramahnya. Jarang-jarang saya melihat Kang Jalal ceramah di televisi. Selama ini saya hanya tahu ceramahnya lewat buku-bukunya saja.

Dalam ceramahnya dia bercerita tentang Ibrahim bin Adham dan muridnya, Al-Balkhi. Ibrahim terkenal dengan kezuhudannya. Suatu hari, Al-Balkhi ditanya oleh Ibrahim, “Apa yang menyebabkanmu ingin mendalami sufi?”

Al-Balkhi pun mengisahkannya. Suatu ketika, dalam perjalanan bisnis, dirinya melihat seekor burung yang salah satu sayapnya patah, sehingga tidak bisa terbang. Melihat itu, ia bergumam dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimanakah kiranya burung ini bisa bertahan hidup sementara ia berada di tempat yang begitu jauh dari teman-temannya?

Tak lama kemudian ada seekor burung lain yang bersusah payah menghampirinya sambil membawa perbekalan makanan untuk burung yang cacat itu. Seharian penuh Al-Balkhi terus memerhatikan burung itu, ternyata burung itu tak pernah kekurangan makanan karena berulang kali dikirim makanan oleh burung lain yang sehat.

Al-Balkhi pun menarik sebuah kesimpulan bahwa Sang Pemberi rezeki telah memberi karunia seekor burung yang patah salah satu sayapnya dan jauh dari teman-temannya. Dan dengan kemurahan-Nya, Dia telah mencukupkan rezeki baginya. Dalam keyakinan Al-Balkhi, Allah tentu akan mencukupi rezekinya sekalipun ia tidak bekerja. Untuk itu, Al-Balkhi memutuskan akan fokus beribadah saja. 

Mendengar penuturan Al-Balkhi, Ibrahim bin Adham menanggapi, “Wahai Al-Balkhi, mengapa engkau tidak mencontoh burung yang satunya lagi, yang memberi pertolongan sahabatnya yang sayapnya patah?”

Dari kisah atas, Kang Jalal menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan burung pemberi makan itu sebenarnya sedang melakukan ibadah sosial. Dia menolong burung lain yang tidak mampu dengan membagi makanannya. Tentu kisah kebaikan burung tersebut harus ditiru oleh manusia.  Ibadah sosial berarti ibadah yang berimplikasi pada masyarakat, di mana apa yang dilakukannya terbukti membantu seseorang dalam hidupnya. 

Menjadi sufi bukan berarti meninggalkan soal keduniawian. Menjadi zuhud bukan berarti tidak berdagang, tidak mencari rezeki Tuhan. Bukan. Hidup zuhud bisa dilakukan dalam kehidupan keseharian kita. Sembari bekerja, bisnis, mengajar, kuliah, dan lain-lain, kita juga bisa melakukan hidup zuhud. Zuhud itu soal sikap. Salah satunya sikap kita terhadap harta dan benda-benda yang kita miliki. 

Saya bersyukur di awal tahun tersebut melihat ceramah Kang Jalal yang tidak disengaja itu. Boleh dikata, itu barangkali sudah setting-an Tuhan untuk saya. Tinggal bagaimana saya mau tidak mendatangi undangan Tuhan itu. Rasanya Tuhan hendak memberi pesan bahwa ke depannya saya harus banyak berbagi dengan siapa saja. Berbagi apa saja, sesuai kemampuan saya.

Berbagi sendiri bagi saya adalah kata lain dari ibadah sosial. Artinya, berbagi juga bisa dimasukkan dalam kategori ibadah. Dan ibadah ini mempunyai implikasi kepada masyarakat, sehingga bisa dinamakan sebagai ibadah sosial. Barangkali di tahun-tahun sebelumnya saya kurang berbagi dengan orang lain. Saya masih terlalu egois. Saya masih mementingkan diri saya sendiri. Kepentingan diri sendiri membuat lupa kepentingan orang lain.

Untuk itu saya harus segera memperbaiki diri dengan cara berbagi kepada orang lain. Saya bisa membagikan waktu untuk orang lain di masyarakat. Misalnya, ikut gotong royong, tahlilan, barzanzian, manakiban, kepanitiaan, pengajian, atau sekadar cakap-cakap dengan seseorang, dan mendengarkan curhat, keluh kesah, dan lain sebagainya.

Saya juga bisa membagikan pengetahuan kepada siapa saja dan lewat apa saja. Bisa lewat ceramah di masjid dan pengajian, mengajar di bangku akademik, menulis resensi di media cetak (koran dan majalah), maupun elektronik (blog, fesbuk, dan media online), bahkan menulis buku.

Saya harus selalu ingat dengan sabda Nabi Muhammad (Shalawat dan Salam selalu tercurah untuknya), “Khairunnas ‘anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).”[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎LP Ma’arif NU Jateng Targetkan 30 Ribu Eksemplar Majalah Mopdik untuk Penguatan IPNU-IPPNU di Sekolah dan Madrasah

    ‎LP Ma’arif NU Jateng Targetkan 30 Ribu Eksemplar Majalah Mopdik untuk Penguatan IPNU-IPPNU di Sekolah dan Madrasah

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.265
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menargetkan peningkatan produksi Majalah Mopdik hingga 30 ribu eksemplar pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai sekitar 18 ribu eksemplar. ‎ ‎Hal tersebut disampaikan Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Dr. Fakhruddin Karmani dalam rapat Redaksi Majalah Mopdik yang digelar […]

  • PCNU-PATI Photo by Mark mc neill

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 6

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Salman baru saja selesai menggulung ujung atas sarung ketika ponselnya berdering. Tampak foto lelaki mengenakan suit and tie dengan ekspresi dingin memenuhi layar. Ia berdecak sebelum mengangkat telepon atas nama “Kak Eugene” itu—lelaki yang seratus persen berhasil menduplikat Daddy-nya. Mungkin Salman perlu mempertemukan Kang Awan dengan Kakaknya. Barangkali mereka akan cocok […]

  • Kreatif, GP Ansor Desa Bermi Gelar Pelatihan Reparasi Lampu dan Kompor

    Kreatif, GP Ansor Desa Bermi Gelar Pelatihan Reparasi Lampu dan Kompor

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Dalam upaya memberdayakan pemuda dan masyarakat, Pimpinan Rabting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Desa Bermi, Kecamatan Gembong menggelar program inovatif pelatihan service lampu dan kompor gas. Rencananya, program ini bakal dilaksanakan secara rutin dan bertahap setiap malam Selasa pukul 19.30 WIB. Agenda tersebut merupakan bentuk komitmen GP Ansor Bermi dalam menciptakan sumber […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Semua akan NU pada Waktunya

    • calendar_month Kam, 15 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Dulu, dulu sekali, diceritakan bahwa Imam Syafi’i sudah mengajar di Masjidil Haram sebelum usianya genap 12 tahun. Santrinya bukan anak-anak yang masih belajar a-ba-ta, melainkan para syaikh, pemuka agama. Bukan main! Al kisah, di suatu hari di Bulan Ramadhan, Imam Syafi’i mengajar sejak pagi sampai siang bolong. Saat mencapai tengah […]

  • LP Ma’arif NU Banyumas Gelar Workshop Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

    LP Ma’arif NU Banyumas Gelar Workshop Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 476
    • 0Komentar

      Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Banyumas menggelar Workshop Optimalisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam Asesmen Pembelajaran bagi guru MTs Ma’arif NU se-Kabupaten Banyumas. Workshop yang diikuti oleh 64 guru perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran ini digelar di Purwokerto, Senin-Selasa, 4-5 Agustus 2025. Ketua LP Ma’arif NU PCNU Banyumas, Edi Sungkowo menjelaskan workshop ini untuk […]

  • Workshop Public Speaking “Suarasa Papringan” Hadir untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan

    Workshop Public Speaking “Suarasa Papringan” Hadir untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Remaja Pasar Papringan

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.677
    • 0Komentar

    Temanggung — Workshop Public Speaking Remaja Papringan bertajuk “Suarasa Papringan: Berani Bersuara, Berani Berkarya!” akan diselenggarakan pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08.00 WIB di Pasar Papringan. Kegiatan ini ditujukan bagi para remaja Pasar Papringan sebagai ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi publik sekaligus membangun rasa percaya diri dalam berinteraksi dengan masyarakat dan pengunjung. Workshop […]

expand_less