Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Seekor Burung dengan Sayap Patah

Seekor Burung dengan Sayap Patah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu saya sangat antusias ingin mendengar ceramahnya. Jarang-jarang saya melihat Kang Jalal ceramah di televisi. Selama ini saya hanya tahu ceramahnya lewat buku-bukunya saja.

Dalam ceramahnya dia bercerita tentang Ibrahim bin Adham dan muridnya, Al-Balkhi. Ibrahim terkenal dengan kezuhudannya. Suatu hari, Al-Balkhi ditanya oleh Ibrahim, “Apa yang menyebabkanmu ingin mendalami sufi?”

Al-Balkhi pun mengisahkannya. Suatu ketika, dalam perjalanan bisnis, dirinya melihat seekor burung yang salah satu sayapnya patah, sehingga tidak bisa terbang. Melihat itu, ia bergumam dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimanakah kiranya burung ini bisa bertahan hidup sementara ia berada di tempat yang begitu jauh dari teman-temannya?

Tak lama kemudian ada seekor burung lain yang bersusah payah menghampirinya sambil membawa perbekalan makanan untuk burung yang cacat itu. Seharian penuh Al-Balkhi terus memerhatikan burung itu, ternyata burung itu tak pernah kekurangan makanan karena berulang kali dikirim makanan oleh burung lain yang sehat.

Al-Balkhi pun menarik sebuah kesimpulan bahwa Sang Pemberi rezeki telah memberi karunia seekor burung yang patah salah satu sayapnya dan jauh dari teman-temannya. Dan dengan kemurahan-Nya, Dia telah mencukupkan rezeki baginya. Dalam keyakinan Al-Balkhi, Allah tentu akan mencukupi rezekinya sekalipun ia tidak bekerja. Untuk itu, Al-Balkhi memutuskan akan fokus beribadah saja. 

Mendengar penuturan Al-Balkhi, Ibrahim bin Adham menanggapi, “Wahai Al-Balkhi, mengapa engkau tidak mencontoh burung yang satunya lagi, yang memberi pertolongan sahabatnya yang sayapnya patah?”

Dari kisah atas, Kang Jalal menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan burung pemberi makan itu sebenarnya sedang melakukan ibadah sosial. Dia menolong burung lain yang tidak mampu dengan membagi makanannya. Tentu kisah kebaikan burung tersebut harus ditiru oleh manusia.  Ibadah sosial berarti ibadah yang berimplikasi pada masyarakat, di mana apa yang dilakukannya terbukti membantu seseorang dalam hidupnya. 

Menjadi sufi bukan berarti meninggalkan soal keduniawian. Menjadi zuhud bukan berarti tidak berdagang, tidak mencari rezeki Tuhan. Bukan. Hidup zuhud bisa dilakukan dalam kehidupan keseharian kita. Sembari bekerja, bisnis, mengajar, kuliah, dan lain-lain, kita juga bisa melakukan hidup zuhud. Zuhud itu soal sikap. Salah satunya sikap kita terhadap harta dan benda-benda yang kita miliki. 

Saya bersyukur di awal tahun tersebut melihat ceramah Kang Jalal yang tidak disengaja itu. Boleh dikata, itu barangkali sudah setting-an Tuhan untuk saya. Tinggal bagaimana saya mau tidak mendatangi undangan Tuhan itu. Rasanya Tuhan hendak memberi pesan bahwa ke depannya saya harus banyak berbagi dengan siapa saja. Berbagi apa saja, sesuai kemampuan saya.

Berbagi sendiri bagi saya adalah kata lain dari ibadah sosial. Artinya, berbagi juga bisa dimasukkan dalam kategori ibadah. Dan ibadah ini mempunyai implikasi kepada masyarakat, sehingga bisa dinamakan sebagai ibadah sosial. Barangkali di tahun-tahun sebelumnya saya kurang berbagi dengan orang lain. Saya masih terlalu egois. Saya masih mementingkan diri saya sendiri. Kepentingan diri sendiri membuat lupa kepentingan orang lain.

Untuk itu saya harus segera memperbaiki diri dengan cara berbagi kepada orang lain. Saya bisa membagikan waktu untuk orang lain di masyarakat. Misalnya, ikut gotong royong, tahlilan, barzanzian, manakiban, kepanitiaan, pengajian, atau sekadar cakap-cakap dengan seseorang, dan mendengarkan curhat, keluh kesah, dan lain sebagainya.

Saya juga bisa membagikan pengetahuan kepada siapa saja dan lewat apa saja. Bisa lewat ceramah di masjid dan pengajian, mengajar di bangku akademik, menulis resensi di media cetak (koran dan majalah), maupun elektronik (blog, fesbuk, dan media online), bahkan menulis buku.

Saya harus selalu ingat dengan sabda Nabi Muhammad (Shalawat dan Salam selalu tercurah untuknya), “Khairunnas ‘anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).”[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Pelantikan Cluwak, PC Fatayat Ajak Gunakan Aplikasi Menstruasi, OKY

    • calendar_month Sen, 28 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    CLUWAK – PAC Fatayat NU Cluwak baru saja melangsungkang Pelantikan 15 Ranting di Kecamatan ujung Utara Pati tersebut. Kegiatan akbar ini dilaksanakan pada Ahad (27/11) di Aula Balai Desa Cluwak.  Agenda ini juga sekaligus menjadi ajang pertemuan rutin triwulan PAC-PAC Fatayat NU se-Kabupaten Pati. Bahkan di dalamnya, PC Fatayat NU juga membagikan buku panduan Stunting […]

  • Pelantikan JQH, Bupati : Kita Rubah Image Pati menjadi Kota Qur’ani

    Pelantikan JQH, Bupati : Kita Rubah Image Pati menjadi Kota Qur’ani

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Kedatangan para Pengurus Wilayah JQH Jawa Tengah disambut oleh Bupati Pati  PATI – Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) NU Kabupaten Pati dilantik di Pendopo Kabupaten. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (29/1) siang kemarin.  Sedikitnya 70 peserta hadir dan menyimak sakralnya acara tersebut. Tak ketinggalan, Bupati Pati, H. Haryanto, sebagai tuan rumah pendopo kabupaten juga turut […]

  • PCNU-PATI Photo by Marcel Strauß

    Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai […]

  • KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

    KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen, Pati, Jawa Tengah dipanggil Yang Maha Kuasa. Menurut keluarga, beliau wafat di Turki pada hari ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H/19 Februari 2017. KH A. Nafi’ Abdillah adalah putra KH. Abdullah Zein Salam bin KH Abdussalam. Kakeknya KH Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal […]

  • PCNU-PATI

    Kerja Harian (di) Tirikan

    • calendar_month Rab, 12 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saya baru saja selesai minum kopi pada sebuah cafe di salah satu yang ada di bumi mina. Aktifitas minum kopi tersebut bukan tanpa maksud dan tujuan. Akan tetapi sebab ada berbagai hal, ada kisah cerita yang di curhat kan, ada sebuah halangan rintangan yang harus segera di selesaikan dan di […]

  • Total 20 Medali Diborong MTs Banin dalam Ajang Tingkat Nasional

    Total 20 Medali Diborong MTs Banin dalam Ajang Tingkat Nasional

    • calendar_month Sab, 20 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Para peserta didik MTs Tarbiyatul Banin yang sukses membawa pulang medali dalam ajang KSPI PATI – Para punggawa MTs Tarbiyatul Banin, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati kembali torehkan prestasi. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 20 medali berhasil diborong dalam satu kompetisi tingkat Nasional.  “Prestasi yang kami peroleh di bidang Sains ini menambah perolehan medali tingkat nasional dalam Kompetisi […]

expand_less