Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Air

Air

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
  • visibility 166
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Air adalah penghidupan. Air untuk hidup dan kehidupan. Air adalah elemen penting dalam sebuah hidup dan kehidupan. Sebab dalam tubuh Saya dan Anda hampir separuh lebih terdiri dari air. Bisa dikatakan apabila jika sangat tergantung pada air. Dan air pula dapat menimbulkan anugrah dan musibah. Tinggal bagaimana saya dan Anda bersikap terhadap air.

Air adalah salah satu elemen dalam kehidupan dan kita sebagai manusia tak dapat menciptakan air. Air adalah bentuk penghidupan terhadap semua mahluk hidup di dunia.  Maka dari itu saya dan Anda tak dapat mencipta air tentu tugasnya yaitu merawat dan menjaganya jangan sampai air pergi tak ingin kembali lagi.

Meskipun dunia ini adalah panggun sandiwara seperti yang di dengungnkan Nike Ardila Dunia ini panggung sandiwara, Ceritanya mudah berubah, Kisah Mahabrata, Atau tragedi dari Yunani, Setiap kita dapat satu peranan, Yang harus kita mainkan, Ada peran wajar, Dan ada peran berpura-pura, Mengapa kita bersandiwara?, Mengapa kita bersandiwara?, Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak, Peran bercinta bikin orang mabuk kepayang, Dunia ini penuh peranan, Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan, Mengapa kita bersandiwara?

Air bisa saja menjadi anugerah untuk saya dan Anda, diantaranya bisa menghilangkan dahaga, bisa menumbuhkan pohon-pohon, bisa untuk mandi dan bisa juga untuk eksploitasi dengan mengemasnya di botol-botol plastik dengan di labeli merk-merk tertentu. Dengan satu tujuan dan satu ke sepakatan yaitu meraih ke untungan dari sumber daya alam yaitu air; tanpa merawat dan menjaga air agar tak hilang dari peredarannya.

Padahal untuk merawat air sederhana saja. Saya dan Anda harus mengurangi keinginan, menebang pohon, membuat galian A-B dan C di tanah dan tak menyedot atau mengeskploitasi air secara berlebih-lebihan. Jika saya dan Anda melakukan itu tentu air akan menjadi sebuah anugerah dalam hidup dan kehidupan kita.

Berbeda lagi apabila saya dan Anda tak mengindahkan norma-norma dalam elemen per-Airan tentu tinggal menunggu waktu air akan menjadi sebuah musibah yang teramat sangat membahayakan bagi kehidupan. Banjir dimana-mana, tanah tak bisa menyerap air dan longsor menjadi pelengkap. Sudah. Apabila sudah begitu saya dan Anda harus bagaimana? Dan berbuat apa? Mari tanyakan pada rumput yang kebanjiran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Bangun Kader Jurnalis, Lembaga Pers IPNU IPPNU Pati Bentuk Tim Instuktur

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 210
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- PATI – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) melalui Lembaga Pers dan Jurnalistik menginisiasi pembentukan Tim Instruktur dan Pelatih. Direktur Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU Pati Abdul Ghofur mengatakan, pembentukan tim instruktur ini sebagai upaya meningkatkan pengkaderan pelajar NU di bidang jurnalistik. “Terkait teknis dan […]

  • Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Deni Dadawuk, pelatih pencak silat NU Pagar Nusa bersama murid bulenya, Nedeljka Mileusnic. (Foto : Gasmi) KUNINGAN – Seni bela diri memang memilik daya tarik tersendiri di mata penikmatnya. Tidak terkecuali pencak silat, seni bela diri asli Indonesia.  Baru-baru ini jagat persilatan nusantara digegerkan oleh seorang wanita berusia 27 tahun asal Siberia, Rusia. Dia adalah […]

  • PCNU-PATI Photo by Mark mc neill

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 6

    • calendar_month Ming, 1 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Salman baru saja selesai menggulung ujung atas sarung ketika ponselnya berdering. Tampak foto lelaki mengenakan suit and tie dengan ekspresi dingin memenuhi layar. Ia berdecak sebelum mengangkat telepon atas nama “Kak Eugene” itu—lelaki yang seratus persen berhasil menduplikat Daddy-nya. Mungkin Salman perlu mempertemukan Kang Awan dengan Kakaknya. Barangkali mereka akan cocok […]

  • 5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    5.000 Santri Ramaikan Kirab HSN

    • calendar_month Sen, 23 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Pati. Perayaan  Kirab Hari Santri Nasional di Pati tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena di sebabkan  diikuti ribuan warga lintas agama. Mereka mulai berjalan dari depan Markas Kodim 0718/Pati di Jalan P Sudirman menuju Alun-alun, Minggu, 22/10. Jamal Makmur mengatakan, Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari santri, […]

  • Desa Bakaran Wetan Resmikan Museum Batik

    Desa Bakaran Wetan Resmikan Museum Batik

    • calendar_month Sel, 11 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pemerintah  Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Pati, telah meresmikan Museum Batik, pada Minggu 9 Oktober 2022, malam.  Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo mengatakan, pembuatan museum batik ini sebagai tindak lanjut atas ditetapkannya batik tulis Bakaran sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2021 lalu. Maka salah satu cara Pemdes setempat untuk terus […]

  • Photo by The Cleveland Museum of Art

    Crush Never Ending

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Pertanyaannya masih sama. Kenapa aku belum bisa bergerak untuk membuka hati. Sedang kamu sudah punya kebahagiaan baru. Aku masih mempertanyakan kenapa perasaanku masih begitu lekatnya. Sedang kamu sepertinya sudah hilang beban dan melepasku tanpa arah. Aku tak pernah ingin tahu kehidupanmu sekarang. Entah siapa istrimu, entah bagaimana anakmu. I don’t care. […]

expand_less