Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tahlilan Wah Ala Kampung

Tahlilan Wah Ala Kampung

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
  • visibility 630
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin* 

Mengejutkan! Kata pertama yang terlontar saat mendengar bahwa ada sebuah desa yang mungkin belum dijamah Google Street View, biaya kematiannya begitu mahal. Bahkan bisa lebih mahal daripada di kota-kota besar. 

Cerita ini bermula saat penulis mengantar seorang ustadz untuk mengisi ceramah dalam acara tujuh hari kematian. Tentu cuma orang NU yang mengamalkan upacara ini. 

Setelah sampai lokasi, memang tidak ada yang aneh. Hanya sebuah rumah yang teramat sangat sederhana dengan tenda kematian di depannya yang berisi kurang lebih 300-an bapak-bapak. 

Kejanggalan mulai terasa jelang pulang, tepatnya saat berkatan tiba. Seperti umumnya di pantura timur, berkat tujuh hari berisi sebungkus mie instan, sedikit gula, sedikit beras dan juga teh celup. 

Namun yang mengherankan adalah, di atas berkatan itu ada sebuah sarung merk sitting elephant (gajah lungguh) yang–penulis tau–harganya cukup mahal. Sampai di mobil, si Ustadz ternyata juga merasakan kejanggalan itu. “Rumahnya sederhana, tapi berkatnya mewah banget, ya, kang”. 

Karena penasaran, kami memutuskan untuk mampir  ke sebuah warung demi mendapatkan informasi lebih. Bak main detektif-detektifan, kami berpura-pura membeli rokok sambil bincang basa basi dengan empunya warung, sampai tak terasa obrolan mulai menjurus ke tema yang berputar-putar di otak kami sejak tadi. “Sudah jadi tradisi sini, pak”, kata pemilik warung. 

“Ibu-ibu dapat kain sama kerudung, bapak-bapak dapat sarung”, si ahli warung melanjutkan uraiannya, kami semakin ternganga. 

Satu hal yang lebih mengguncang sanubari kami, pemilik warung itu juga bilang kalau Shohibul Mushibah yang kami datangi tadi, menjual sebidang tanah satu-satunya demi membiayai kebutuhan tahlil 7 hari. 

Ngeri-ngeri sedap, sang ustadz segera mengajak penulis mengembalikan amplop yang sudah diterima, namun penulis menolaknya. Alih-alih diterima baik-baik, bagaimana kalau si empunya marah, dikira menghina dan lain sebagainya. 

Kasus ini bukan sebatas gengsi saja lho ya. Justru fenomena ini adalah domino effect dari sifat dasar masyarakat desa yang serba pekewuh (baca: sungkan). “Sebenarnya saya ngga suka budaya ini, tapi kami terlanjur menerima sarung je. Kalau kami memutus adat, apa kata tetangga,” begitu kira-kira. 

Runyam kan? Kalau boleh usul, tradisi ini seharusnya dihapuskan. Bukan tahlilannya, tapi berkatan yang wah itu lho yang perlu ditinjau kembali. Mengingat kekuatan ekonomi masyarakat sangat hetero alias beda-beda. 

Pun pihak terkait seperti tokoh agama dan pemerintah saatnya ambil peran. Kalau biasanya warga yang demo ‘turunkan harga BBM’, giliran pemerintah menyuarakan ‘turunkan harga tahlilan’. Agar apa? Agar tahlilan tak menjadi beban. 

Sebab jika dibiarkan efek dominonya bisa meluber kemana-mana. Tradisi kena, NU pun kena. 

Padahal standar minimal suguhannya nabi sudah jelas, walaw bi syurbi maa’in, seteguk air minum. Ya minimal secangkir kopi lah bisa ndak ngisin-ngisini banget. 

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus PAC Fatayat dan Ansor Tlogowungu Resmi Dilantik

    Pengurus PAC Fatayat dan Ansor Tlogowungu Resmi Dilantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-  Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Tlogowungu beserta Pengurus Ranting (PR) Fatayat NU se-Kecamatan Tlogowungu dan PAC Ansor resmi dilantik.  Pelantikan itu bertempat di Aula Balai Desa Lahar, Ahad (1/1/2023) siang. Kegiatan itu dihadiri oleh ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim, Ketua PC Ansor Pati Abdullah Syafiq, Ketua PC Fatayat NU Pati […]

  • PCNU-PATI

    Ihya’ Ulum, Al- Din

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 707
    • 0Komentar

    Ilmu merupakan pengetahuan secara mendalam atas hasil usaha ijtihad dar ilmuwan muslim (‘ulama’/mujtahid) atas persoalan-persoalan duniawi dan ukhrawi dengan bersumber kepada wahyu Allah. Kitab Ihya’ Ulumuddin mampu menggabungkan antara syariat, akidah dan akhlak. “Kitab Ihya’ Ulumuddin merupakan salah satu kitab yang termasuk yang luar biasa, dikaji para ulama’ sepanjang masa,” ungkapnya. Sejak Imam Ghazali menulis […]

  • Angkat Tema Seni, PAC IPPNU Kayen Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

    Angkat Tema Seni, PAC IPPNU Kayen Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

      Para peserta pelatihan kerajinan tangan yang digagas oleh PAC IPPNU Kayen  KAYEN – PAC IPPNU Kecamatan Kayen baru saja mengadakan acara ‘Rekanita Talk’ di TPQ Al-Hidayah Dukuh Mbuloh Desa kayen. Kegiatan tersebut berupa pelatihan kerajinan tangan dalam bentuk pembuatan Bros cantik, Sabtu (4/9). Sri Wahyuni, Waka Departemen OSB PAC IPPNU Kayen mengungkapkan, tema yang […]

  • Terjangkit Penyakit, Calon Jemaah Haji Asal Pati Dipulangkan

    Terjangkit Penyakit, Calon Jemaah Haji Asal Pati Dipulangkan

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.674
    • 0Komentar

      Pati – Seorang calon jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah terpaksa dipulangkan dan gagal berangkat ke tanah suci pada tahun 2026 ini. Pasalnya, jemaah haji asal Kecamatan Sukolilo tersebut mengidap hepatitis. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pati atau Kemenhaj Pati, Rahardian Yunianto memaparkan calon jemaah haji tersebut […]

  • Adzan Dengan Pengeras Suara

    Adzan Dengan Pengeras Suara

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang banyak kita jumpai di masjid-masjid yang adzannya menggunakan pengeras suara .padahal ada hadis yang seperti tertera di bawah ini : أن النبى صلى الله عليه وسلم : اهتمّ للصلاة كيف يجمع لها الناس فذكر له البوق فلم يعجبه ذلك أى ام يحتسنه ولم يرضه بل يكرهه وينكره . Nabi SAW.  Pernah memikirkan […]

  • Dindikpora Dapuk Dosen INISNU Temanggung Jadi Juri Jambore Pemuda

    Dindikpora Dapuk Dosen INISNU Temanggung Jadi Juri Jambore Pemuda

    • calendar_month Jum, 28 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Temanggung – Dalam rangka pengiriman peserta pada Jambore Pemuda Jawa Tengah Tahun 2023 dengan tema “Semangat Muda Dalam Menjaga dan Melestarikan Budaya dan Keunggulan Daerah” yang akan dilaksanakan di Kota Surakarta pada tanggal 18 sampai 21 September 2023 mendatang, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung mengadakan rapat koordinasi dewan juri dalam rangkaian seleksi […]

expand_less