Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
  • visibility 418
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Dalam agama islam, Nabi Muhammad menjadi sosok suci yang sarat teladan. Kehebatan plus kecerdasannya yang multidimensi pun diiyakan banyak kalangan, baik oleh ummatnya sendiri maupun non Islam.

Sebut saja Mahatma Gandhi dan Craig Considine yang bahkan mengagungkan nabinya Ummat Islam lewat pendapat lisan maupun karya tulis dan postingan-postingan di Twitter. Luar biasa memang nabi kita Muhammad bin Abdillah itu.

Tentunya, ini bukan statemen untuk mengglorifikasi idola dari seorang fans (atau katakanlah ummat). Namun nabi yang identik dengan urusan agama beserta pernak perniknya, ternyata memiliki kapabilitas dalam konteks-konteks yang notabenenya ‘di luar’ agama. Ya, bisa kita tilik langkah-langkah cerdik Nabi Muhammad di bidang ekonomi, sosial bahkan politik.

Penulis ambil satu sampel supaya tidak kepanjangan, yakni langkah hebat nabi saat Perjanjian Hudaibiyah. Inilah perjanjian perdana antara Ummat Islam dan kaum kafir Quraisy Makkah setelah sekian lama tidak pernah akur.

Memang, literally isi perjanjian ini menguntungkan si Kafir. Namun  jauh lebih dalam, sebenarnya Ummat Islam memperoleh laba besar dari politik ‘ngalah’-nya nabi dalam peristiwa di Lembah Hudaibiyah tersebut.

Di awal perjanjian, Ali bin Abi Thalib yang diminta untuk menulis perjanjian itu, menyematkan basmallah sebagai pembuka dan menyebut “Muhammad Rasulullah.” Saat disodorkan ke pihak Kafir Quraisy, hal ini pun ditolak mentah-mentah oleh Suhail bin Amr.

Ya, Kafir memang tidak mengakui ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad. Itulah sebabnya mereka disebut Kafir.

Mereka pun menuntut paksa untuk merevisi basmalah menjadi bismika allahumma dan mengganti tulisan Muhammad Rasulullah dengan Muhammad bin Abdillah saja. Tak di sangka, Nabi Muhammad malah sepakat. Heran!.

Umar yang masyhur dengan ‘senggol bacok’-nya hampir meradang. Untunglah Abu Bakar yang memang faham betul karakter nabi, segera mendinginkan dada Umar. Bahkan Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu kesayangan, menolak perintah nabi untuk mengganti menghapus tulisan “Rasulullah”. Namun Sang Nabi sendiri yang akhirnya menghapusnya.

Kerugian Ummat Islam belum selesai. Isi perjanjian yang mendiskreditkan Muhammad beserta pengikutnya menjadi momok bagi Muslimin. Banyak Kaum Muslimin sendiri yang merasa terhina dengan isi dan proses Perjanjian Hudaibiyah. Hanya saja, mereka nggak berani wadul ke Nabi. Cuma Umar bin Khotthob yang berani, namun toh akhirnya mengikuti nabi. Sebab, dibalik itu semua, dengan langkah ini, nabi telah menaikkan level ummat islam secara politis.

Dalam arRahiq alMakhtum, Syaikh Mubarakfuriy menilai Perjanjian Hudaibiyah sekaligus menjadi bukti pengakuan Kafir Quraisy terhadap kekuatan Muslim. Bahkan Perjanjian ini lahir karena kekhawatiran Khalid bin Walid CS yang khawatir tidak mampu menandingi kekuatan ummat islam sehingga memilih jalur islah, membuat perjanjian.

Dengan demikian pula, Ummat Islam yang selalu dimarginalkan, kini memiliki kedudukan sama dengan Kaum Quraisy. Luar biasa bukan politik nabi?. Tindakan patriotis macam ini, mana mungkin dilakukan oleh seorang yang tidak memiliki kecerdasan politis. Tampak sedikit mengalah, padahal sejatinya, ia melihat potensi kemenangan besar bagi kubunya.[ ]

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Dosen INISNU Ajari Guru MI Buat Game GATEL

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-TEMANGGUNG – Bertempat di Ruang Rapat II Rektorat Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung Hamidulloh Ibda melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Kemampuan Guru MI dalam Mendesain Game GATEL melalui Program SAGU SAGA (Satu Guru Satu Game) pada Sabtu (18/3/2023). […]

  • Peringati Hari Pahlawan, Siswa MAN 1 Pati Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

    Peringati Hari Pahlawan, Siswa MAN 1 Pati Tampilkan Drama Kolosal Perjuangan

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.425
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Momen peringatan Hari Pahlawan 2025, siswa MAN 1 Pati tidak hanya melaksanakan Upacara Bendera, melainkan juga menampilkan drama kolosal perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah pada Senin, (10/112025). Pemeran drama diikuti sebanyak 70-an siswa-siswi MAN 1 Pati yang merupakan perwakilan seluruh kelas. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah di halaman madrasah dengan […]

  • NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Suasana Bahtsul masail MWCNU Trangkil di Masjid Sirojul Anam, Wonokerto, Pasucen TRANGKIL – MWC NU Kecamatan Trangkil melaksanakan Bahstul Masa’il, Jumat (1/10) siang tadi. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Sirojul Anam Wonokerto, Pasucen tersebut menghasilkan satu hukum fikih yang cukup bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya para penghafal al-Qur’an.  “Forum ilmiah ini menjadi rutinan kita,” […]

  • PCNU-PATI Photo by Microsoft 365

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 2 ————– “Bu Bidan, tolong istri saya! Dia kesakitan.” Keluar dari kamar Cempaka, lelaki berpostur tinggi besar itu tergopoh-gopoh  panik menuju tempat pendaftaran—dimana dua orang tengah sibuk melayani para ibu hamil yang sedang antri periksa. Tangan  mereka menggenggam buku KIA berwarna pink. “Oh ya, sebentar, Pak,” seru Tita. “Shanaya mana?” […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Masjid Memakmurkan Masyarakat

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.563
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Saya dulu sempat jengkel karena mau salat, tapi masjid digembok. Hal itulah yang melatarbelakangi saya menulis Ketika Masjid Digembok pada Alif.id terbit Kamis 17 Mei 2018. Pada 9 Juni 2018, sebenarnya saya juga sudah nulis di Islami.co berjudul Saatnya Masjid Memakmurkan Masyarakat. Pada tulisan kali ini bukan mengulang, tapi mencoba mengulik dari […]

  • PCNU - PATI

    Dari NU Untuk Kebangkitan Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    NU (Nahdlatul Ulama), dikenal sebagai organisasi yang berhaluan“tradisional” yang dilawankan dengan “modernis”. Disebut demikian, karena NUmemang bertujuan untuk mempertahankan atau memelihara tradisi Islam yangdisebut paham “ahlussunnah wa al jamaah” (aswaja). Tradisi ini sebenarnya adalahsebuah konsensus besar di bidang teologi dan fikih. Di bidang teologi, NU mengikutialiran kalam Asyariah dan Maturidiyah. Di bidang fikih, mengikuti empat […]

expand_less