Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

Kemenangan Politik ‘Ngalah’-nya Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Okt 2022
  • visibility 291
  • comment 0 komentar

Oleh : Maulana Karim Sholikhin*

Dalam agama islam, Nabi Muhammad menjadi sosok suci yang sarat teladan. Kehebatan plus kecerdasannya yang multidimensi pun diiyakan banyak kalangan, baik oleh ummatnya sendiri maupun non Islam.

Sebut saja Mahatma Gandhi dan Craig Considine yang bahkan mengagungkan nabinya Ummat Islam lewat pendapat lisan maupun karya tulis dan postingan-postingan di Twitter. Luar biasa memang nabi kita Muhammad bin Abdillah itu.

Tentunya, ini bukan statemen untuk mengglorifikasi idola dari seorang fans (atau katakanlah ummat). Namun nabi yang identik dengan urusan agama beserta pernak perniknya, ternyata memiliki kapabilitas dalam konteks-konteks yang notabenenya ‘di luar’ agama. Ya, bisa kita tilik langkah-langkah cerdik Nabi Muhammad di bidang ekonomi, sosial bahkan politik.

Penulis ambil satu sampel supaya tidak kepanjangan, yakni langkah hebat nabi saat Perjanjian Hudaibiyah. Inilah perjanjian perdana antara Ummat Islam dan kaum kafir Quraisy Makkah setelah sekian lama tidak pernah akur.

Memang, literally isi perjanjian ini menguntungkan si Kafir. Namun  jauh lebih dalam, sebenarnya Ummat Islam memperoleh laba besar dari politik ‘ngalah’-nya nabi dalam peristiwa di Lembah Hudaibiyah tersebut.

Di awal perjanjian, Ali bin Abi Thalib yang diminta untuk menulis perjanjian itu, menyematkan basmallah sebagai pembuka dan menyebut “Muhammad Rasulullah.” Saat disodorkan ke pihak Kafir Quraisy, hal ini pun ditolak mentah-mentah oleh Suhail bin Amr.

Ya, Kafir memang tidak mengakui ketuhanan Allah dan kerasulan Muhammad. Itulah sebabnya mereka disebut Kafir.

Mereka pun menuntut paksa untuk merevisi basmalah menjadi bismika allahumma dan mengganti tulisan Muhammad Rasulullah dengan Muhammad bin Abdillah saja. Tak di sangka, Nabi Muhammad malah sepakat. Heran!.

Umar yang masyhur dengan ‘senggol bacok’-nya hampir meradang. Untunglah Abu Bakar yang memang faham betul karakter nabi, segera mendinginkan dada Umar. Bahkan Ali bin Abi Thalib, sepupu dan menantu kesayangan, menolak perintah nabi untuk mengganti menghapus tulisan “Rasulullah”. Namun Sang Nabi sendiri yang akhirnya menghapusnya.

Kerugian Ummat Islam belum selesai. Isi perjanjian yang mendiskreditkan Muhammad beserta pengikutnya menjadi momok bagi Muslimin. Banyak Kaum Muslimin sendiri yang merasa terhina dengan isi dan proses Perjanjian Hudaibiyah. Hanya saja, mereka nggak berani wadul ke Nabi. Cuma Umar bin Khotthob yang berani, namun toh akhirnya mengikuti nabi. Sebab, dibalik itu semua, dengan langkah ini, nabi telah menaikkan level ummat islam secara politis.

Dalam arRahiq alMakhtum, Syaikh Mubarakfuriy menilai Perjanjian Hudaibiyah sekaligus menjadi bukti pengakuan Kafir Quraisy terhadap kekuatan Muslim. Bahkan Perjanjian ini lahir karena kekhawatiran Khalid bin Walid CS yang khawatir tidak mampu menandingi kekuatan ummat islam sehingga memilih jalur islah, membuat perjanjian.

Dengan demikian pula, Ummat Islam yang selalu dimarginalkan, kini memiliki kedudukan sama dengan Kaum Quraisy. Luar biasa bukan politik nabi?. Tindakan patriotis macam ini, mana mungkin dilakukan oleh seorang yang tidak memiliki kecerdasan politis. Tampak sedikit mengalah, padahal sejatinya, ia melihat potensi kemenangan besar bagi kubunya.[ ]

*Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemindahan Kuburan Karena Ada Proyek Pelebaran Jalan

    Pemindahan Kuburan Karena Ada Proyek Pelebaran Jalan

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Ada area kuburan waqaf/makam orang Islam (musabbal), yang mana makam tersebut terkena proyek pelebaran jalan raya, sehingga mayat yang dikubur terpaksa harus diambil terlebih dahulu dan dipindahkan.   Pertanyaan :   Bagaimana hukumnya pelebaran jalan raya tersebut, dan apa status jalan raya tersebut ?   Jawaban : ü  Hukum pelebaran tersebut adalah haram (tidak diperbolehkan). Karena […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.277
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

  • Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    GEMBONG-Ada yang berbeda di kantor Polsek dan Koramil Gembong, Senin (22/7) pagi. Gelak tawa anak-anak menghiasi dua kantor yang lokasinya bersebelahan ini. Mereka adalah peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong yang sengaja dikenalkan dengan ‘Pak Polisi’ dan ‘Pak Tentara’. Potret kebahagiaan peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong bersama Polisi Cilik (Pocil) […]

  • Santri Tlogowungu Ini Luncurkan Buku Mushaf Nusantara

    Santri Tlogowungu Ini Luncurkan Buku Mushaf Nusantara

    • calendar_month Sen, 5 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Zainal Abidin Sueb bersama buku Mushaf Nusantara yang baru saja ia luncurkan TLOGOWUNGU-Di tengah pandemi Covid-19, berbagai  aktivitas masyarakat serba dibatasi. Meski demikian, kondisi yang terbatas justru memicu Zainal Abidin Sueb untuk menulis buku. Sabtu (26/6) lalu ia telah meluncurkan sebuah buku dengan judul Mushaf Nusantara: Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya.   Pemuda kelahiran Pati, 24 […]

  • Sidang Komisi PC IPNU-IPPNU Digelar secara Virtual

    Sidang Komisi PC IPNU-IPPNU Digelar secara Virtual

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

      Seorang pengurus IPNU sedang mengikuti sidang komisi IPNU IPPNU secara virtual PATI-PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati menggelar sidang komisi secara virtual pada Minggu (18/7) siang. Kegiatan ini dipusatkan di lantai 3 gedung PC NU Kabupaten Pati. Muhammad Balya Malkan, Ketua SC Panitia Konfercab IPNU IPPNU Kabupaten Pati menuturkan bahwa sidang komisi ini merupakan rangkaian […]

  • Proses Panjang, PBNU Lantik Hamidulloh Ibda Pimpin INISNU Temanggung

    Proses Panjang, PBNU Lantik Hamidulloh Ibda Pimpin INISNU Temanggung

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.728
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Jakarta — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi melantik Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., sebagai Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung untuk masa jabatan 2025–2029 berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 4776/PB.01/A.II.01.22/99/11/2025 Tentang: Pengangkatan Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Masa Khidmat 2025-2029 tertanggal 7 November 2025. Prosesi pelantikan digelar […]

expand_less