Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Cerita Tabatabaei House

Cerita Tabatabaei House

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
  • visibility 92
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Di Iran ada sebuah rumah yang sangat megah. Sebuah rumah yang mengandung nilai sejarah dan dibangun dengan keringat cinta dan kasih sayang. Afifah Ahmad, penulis asal Indonesia yang tinggal di Iran, suatu ketika mengunjungi rumah tersebut. Dia bercerita bahwa di balik kemegahan rumah itu, tersimpan cerita menarik. Konon, rumah tersebut dibangun sebagai prasyarat untuk bisa menikahi seorang putri bangsawan. Siang-malam calon pengantin pria bekerja keras untuk dapat menyelesaikannya.[1]

Begitulah barangkali wujud cinta. Orang dapat melakukan apa saja demi cinta. Orang yang jatuh cinta tiba-tiba dirinya menjadi puitis. Dia bisa menulis puisi, menulis surat, dan membuat sesuatu yang tadinya mustahil bisa dilakukannya. Bahkan dalam sebuah lelucon dikatakan untuk lari tengah malam saja orang akan berani melakukannya demi meraih cinta seseorang. Kalau tidak gila itu bukan cinta. Itu barangkali gambaran orang yang sedang dilanda cinta.

Dengan pengorbanan itu pula kita dapat melengkapi kebutuhan orang yang kita cintai. Seorang suami mencintai istrinya, dia akan berkorban demi kebutuhan istri (dan anaknya). Begitu juga sebaliknya, sang istri akan berkorban demi kebutuhan sang suami (dan anaknya). Itulah pengorbanan atas nama cinta. Sebuah pengorbanan yang sangat indah karena disertai kesadaran, panggilan, dan bukan keterpaksaan. Ada orang mengibaratkan dua orang saling mencintai itu ibarat dua orang saing berjauhan dalam kegalapan. Seorang laki-laki membawa lilin menuju yang dikasihinya, namun lilin itu makin pendek karena jarak yang cukup jauh. Satu-satunya cara adalah orang yang dicintainya itu harus pula bergerak mendekatinya. Mereka akan bertemu di tengah-tengah lilin yang mulai habis dan mati apinya. 

Pengorbanan dalam mencinta begitu kompleks. Ada yang mengorbankan ego, emosi, harta, waktu, pikiran, tenaga, dan yang lainnya. Bahkan keselamatan jiwanya. Kalau tidak “gila” itu bukan cinta. Kalau tidak ada pengorbananan itu bukan sang pencinta. Berkorban dalam cinta adalah keniscayaan. Tentu saja ini berlaku bagi siapa saja yang merasa mencintai, entah itu orangtua, kekasih, sahabat, bahkan kesenangan terhadap sesuatu pun membutuhkan pengorbanan.

Saya kira contoh konkrit cinta yang membutuhkan pengorbanan adalah cinta kedua orangtua terhadap anaknya. Semuanya mereka akan korbankan demi cinta sang buah hati. Bukan cuma harta, tenaga, dan waktu saja yang mereka korbankan, tetapi nyawapun akan suka rela mereka korbankan. Jadi, jika tidak ada pengorbanan maka bukan dikatakan cinta, melainkan hanya permainan belaka.

Yang namanya berkorban tentu ia akan mengutamakan orang yang dicintainya. Kebahagiaan yang dicintainya adalah kebahagiaan dirinya, dan kesedihan yang dicintainya adalah kesedihan dirinya juga. Untuk itu, dengan ada orang yang rela berkorban untuk dirinya, maka orang yang dicintainya akan merasa bahagia, ada yang memerhatikan, dan melindunginya. Dengan begitu dia pula akan berkorban kepada yang mencintainya. Intinya, pengorbanan akan membuat mereka kuat dan berdaya.

 Ada yang mengatakan bahwa cinta dan pengorbanan itu ibarat dua sahabat yang tak pernah terpisahkan. Selalu berjalan bersama. Bagaikan dua sisi mata uang. Tamsil itu seperti hendak mengatakan  tak ada cinta tanpa pengorbanan. Jadi, jangan pernah mengaku cinta tapi tak pernah berkorban untuk sesuatu atau seseorang yang kita cintai. Pengorbanan adalah bukti nyata adanya cinta. Dengan pengorbanan akan terlihat kesungguhannya. Ada sebuahaa usaha dan ikhtiar yang besar demi yang dicintainya.  

Pengorbanan juga menjadi ukuran seberapa besar cinta seseorang terhadap yang dicintainya. Tentu sulit kita mengukur kadar cinta, tapi dengan pengorbanan setidaknya kita bisa melihatnya, semakin besar pengorbanannya maka semakin besar juga cintanya. Seorang ibu, misalnya, tampak jelas pengorbanan terhadap anaknya yang begitu besar. Sejak dalam kandungan hingga besar anaknya terus diperhatikan dan dirawat dengan baik. Penderitaan anak adalah penderitaan dirinya juga. Cinta yang besar terdapat pengorbanan yang begitu besar.

Namun, ada yang harus diwaspadai dalam soal ini, bahwa pengorbanan tidak selalu berarti cinta. Ada kepalsuan-kepalsuan yang harus diwaspadai. Ada penumpang-penumpang gelap yang menggelayut dalam nama “pengorbanan”. Tak lain itu berupa kepentingan yang mengatasnamakan cinta. Kepentingan itu bisa berupa motif ekonomi, hasrat kekuasaan, nafsu, dan lain-lain. Cinta mereka palsu. Lain di bibir lain di hati. Tindakan mereka hanyalah kepura-puraan saja.       

Dalam literatur keislaman diceritakan, suatu ketika ada serombongan orang mengunjungi seorang sahabat bernama Asy-Syubali ra. Dia berkata, “Siapa kalian semua?”

“Kami adalah orang-orang yang mencintaimu.”

Asy-Syubali mendekati mereka sambil membawa batu. Dia bermaksud hendak melempari mereka. Melihat Asy-Syubali melakukan demikian, merekapun lari.

Asy-Syubali berkata, “Mengapa kamu lari dariku? Andai kamu betul-betul mencintai aku, pasti tidak lari dari percobaanku. Orang-orang yang punya rasa cinta terhadap Allah akan mereguk minuman dari gelas cintanya, dan bagi mereka bumi amatlah sempit. Mereka minum dan tenggelam dalam tautan rindu kepada-Nya, dan mereka merasakan kenikmatan bermunajat kepada-Nya.”[]


                [1] Cerita lebih detailnya bisa dibaca dalam buku Afifah Ahmad berjudul The Road to Persia; Menelusuri Keindahan Iran yang Belum Terungkap (Yogyakarta: Bunyan), 2013.  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Haidan

    Haji dan Transformasi Manajemen Kerumunan Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Oleh : Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag. _Rektor UIN Walisongo Semarang_ Haji merupakan ibadah multidimensional, dan multisektoral. Secara multidimensional, haji merupakan ibadah yang utuh, melibatkan hati dalam menata niat, emosi, dan spiritual; optimalisasi fisik dalam ibadah yang membutuhkan mobilitas seperti tawaf, sai,  mabit dan jumrah. Dalam perkembangannya, dimensi ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan tiga […]

  • FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    FKPT Jateng Sukseskan Rakornas FKPT se-Indonesia

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.197
    • 0Komentar

      Semarang — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut menyukseskan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) FKPT ke-VIII yang diikuti pengurus FKPT dari 36 provinsi se-Indonesia, Selasa (23/12/2025). Kegiatan nasional ini dilaksanakan secara hybrid, terpusat di Jakarta dan diikuti daerah secara daring maupun luring. Di Jawa Tengah, Rakornas FKPT dipusatkan di Kantor Badan Kesatuan […]

  • PCNU-PATI

    Lazisnu Pati Berbagi Fidyah Kepada Korban Banjir

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati melakukan penyaluran fidyah kepada korban banjir di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus Kabupaten Pati, Senin (23/01). Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC NU Gabus beserta beberapa relawan wilayah lokasi tersebut. Penyaluran fidyah ini dilakukan dengan memberikan nasi siap saji sejumlah 300 paket. […]

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMA’ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiya’), Karang Taruna Panji Satria […]

  • SMK Cordova Bentuk Komisariat IPNU-IPPNU

    SMK Cordova Bentuk Komisariat IPNU-IPPNU

    • calendar_month Jum, 27 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Pati. SMK Cordova Margoyoso Pati mendeklarasikan pembentukan Komisariat IPNU/IPPNU, dengan mengambil tema“Membangun Kader yang Berkompeten dalam Berorganisasi”23/09/kemarin. Acara bertempat di Masjid SMK Cordova deklarasi dimulai dengan tahlil yang dipimpin Kepala SMK Cordova Muhammad Niam Sutaman, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan  Indonesia Raya, Mars Sybbanul Watan,  Mars Cordova dan Mars IPNU/IPPNU. Muhammad Niam, menegaskan bahwa sekolah […]

  • Redaktur LTN NU Didaulat Pimpin Pemuda Lahar

    Redaktur LTN NU Didaulat Pimpin Pemuda Lahar

    • calendar_month Ming, 13 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Angga Saputra (kiri) menerima mandat sebagai ketua Karang Taruna Desa Lahar TLOGOWUNGU – Pengurus Karang Taruna Manunggaling Pemuda Lahar (Mandala) resmi dilantik. Pelantikan di selenggarakan di Aula Balai Desa Lahar, Sabtu (12/2) malam.   Pelantikan tersebut dihadiri oleh kepala desa setempat beserta perangkat, serta pengurus karang truna Kecamatan Tlogowungu.  Ketua Karang Taruna Manda, Angga Saputra, […]

expand_less