Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

Rabiah al-Adawiyah Sang Sufi Pecinta Sejati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 30 Jul 2022
  • visibility 694
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto

Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita yang terkenal dengan kesucian dan kecintaannya kepada Allah. Ia dikenal sebagai seorang sufi yang zuhud dan hanya menghabiskan waktunya untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah. Sehingga tidak mengherankan apabila di kemudian hari, ia tumbuh menjadi seorang sufi yang begitu dikenal, disegani, dan dihormati pada masanya.

Rabiah al-Adawiyah juga dianggap sebagai sufi perempuan yang telah berhasil menjelaskan konsep cinta Ilahi. Cinta itu, ia jelaskan melalui satu kerangka kehidupan yang penuh perjuangan dan pengorbanan.

Melalui perjalanan cinta dan zuhudnya inilah, Rabiah al-Adawiyah mewariskan pelajaran yang sangat berharga, yakni berupa sketsa keteladanan laku ritual yang sempurna jalan untuk menuju kekasih sejati. 

Bagi Rabiah al-Adawiyah kehidupan zuhud  seorang sufi telah dipilihnya dan dia secara tegas memaknai sebagai proses perjalanan spiritual sebagai sebuah kondisi yang harus dibebaskan sepenuhnya dari ketergantungan kehidupan dunia. Terlebih dalam pengalaman konsep zuhud yang selama ini banyak dipahami orang sebagai cara pengendalian diri dari pengaruh hingar-bingar kehidupan dunia. Maka, Rabiah al-Adawiyah melakukan hidup menyendiri hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karena itu, berangkat dari pengendalian diri dalam menjalankan konsep zuhudnya. Maka, seorang zahid lebih mengutamakan untuk mengejar kehidupan akhirat yang kekal dan abadi daripada mengejar kehidupan dunia  fana yang hanya sepintas saja. Demikian pula, dengan Rabiah al-Adawiyah yang bertekad dengan keimanan dan kecintaannya, memaknai sikap hidup zuhud sebagai pengendalian diri sekaligus sebagai salah satu pembuktian dari rasa mahabbah-nya kepada Allah.

Selain itu dalam perjalanan spiritualitasnya, Rabiah al-Adawiyah lebih menghabiskan waktunya untuk menjalani hidup zuhud dan meninggalkan hiruk-pikuk kehidupan dunia. Itu semua dia lakukan hanya semata untuk mengharap dan mendapatkan ridho Allah.

Maka dalam hal ini, Rabiah al-Adawiyah telah mengenalkan kepada umat Nabi Muhammad, bahwa cinta adalah tanda spiritual semua insan. Sebab, iman dalam Islam ditegakkan di atas cinta dan rahmat (kasih sayang).

Dengan demikian, Rabiah al-Adawiyah telah bertekad kuat untuk hadir di tengah-tengah umat Nabi Muhammad dengan membawa cerita tentang cinta, kehidupan yang penuh cinta, dan warisan semerbak wangi cinta yang secara keseluruhan keindahannya dapat kita petik dari kisah-kisahnya yang mulia. Berikut kisah-kisah seputar Rabiah al-Adawiyah:

Dikisahkan, suatu hari Rabiah al-Adawiyah berdiskusi dengan beberapa darwis dan melontarkan pertanyaan kepada mereka:

“Kalian beribadah kepada Allah dan mengharap balasan surga, serta takut kepada neraka, bagaimana seandainya kelak tidak ada surga dan neraka? Untuk apa ibadah kalian?

Mereka menjawab dengan balik bertanya, “Dan kau, wahai Rabiah, kenapa engkau menyembah Allah?”

Dia menjawab, “Aku menyembah hanya untuk Zat-Nya. Apakah tidak cukup bagiku untuk bersyukur atas nikmat yang telah diberikan-Nya, kepadaku, dengan Allah menyuruhku beribadah kepada-Nya?”

Dan pertanyaan lain juga dilontarkan, ketika Rabiah al-Adawiyah ditanya tentang pandangannya terkait dengan surga, ia menjawab; “al-Jaar tsumma al-Daar.” Maksudnya dalam ibadah hendaknya kita mendahulukan sembahan kepada Zat-Nya, baru kemudia berharap surga.”

 Demikianlah cara Rabiah al-Adawiyah untuk  menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para darwis dan beberapa ulama lainnya. Sehingga mereka terbuat terkagum-kagum atas semua jawaban yang diberikan oleh Rabiah al-Adawiyah.

Oleh karena itu, semua kisah dan rekaman langkah perjalanan hidup Rabiah al-Adawiyah harus kita catat dan kita pahami. Sebagai perjalanan hidup dan bagian dari perjalan mahabbah kita kepada Allah. Terlebih kita tengah berada pada tekad besar untuk menemukan sesuatu yang amat berharga, dari kehidupan Rabiah al-Adawiyah yang  selanjutnya dapat dijadikan sebagai pedoman hidup, serta dapat menghantarkan kita untuk mencapai kesuksesan dunia dan akhirat.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Pesat Temanggung Diajak Dakwah Lewat Media Massa

    Santri Pesat Temanggung Diajak Dakwah Lewat Media Massa

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di Pondok Pesantren Salafiyah Tawangsari (PESAT) dan SMP PESAT Kabupaten Temanggung, dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa santri Pesantren Pesat harus berdakwah melalui media massa. “Selain penyebaran informasi, mengasah kemampuan literasi menulis, membangun kepedulian sosial, menjadi duta pesantren, berlatih kritis dan analisis, […]

  • Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil hikmahnya datang dari seorang kyai Arwani (alm. Allahummaghfirullah).Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang terkenal dengan hafalan Qur’annya. Pesantren yang diasuhnya adalah Yanbuul Qur’an di Kudus, merupakan salah satu pesantren yang menjadi kiblat para hafidz dan hafidzah di Indonesia. Suatu hari, beliau bepergian bersama santrinya. Ketika beliau sampai di […]

  • NU sebagai Civil Society

    NU sebagai Civil Society

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Sejak didirikan pada 1926, NU memiliki peran yang sangat signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sosial, politik, dan budaya. Sebagai organisasi yang berbasis pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah, NU tidak hanya berfokus pada pengembangan agama, tetapi […]

  • Drama Konferensi: Menang Aklamasi, Kiai Sarwo Nyaris Menolak jadi Ketua Lagi

    Drama Konferensi: Menang Aklamasi, Kiai Sarwo Nyaris Menolak jadi Ketua Lagi

    • calendar_month Sab, 28 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Konferensi MWC NU Kecamatan Tayu yang berlangsung di MTs Miftahul Huda, Jumat (27/12) kemarin diwarnai dengan aksi tarik ulur kesanggupan. Hal ini lantaran Kiai Ahmad Sarwo, petahana Ketua MWC NU Tayu 2019-2024 yang merasa sudah saatnya undur dari jabatannya itu, terpilih kembali via jalur aklamasi. Sebelumnya, dalam konferensi bertajuk ‘Meneguhkan Khidmah Jam’iyyah untuk Ummat’ […]

  • NU Pati Hadir Setiap Jumat

    NU Pati Hadir Setiap Jumat

    • calendar_month Kam, 17 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Kabar NU. Pengurus Cabang Nadlatul Ulama Kabupaten Pati telah bekerjasama dengan Pati Pos untuk menyuarakan kegiatan-kegiatan warga Nahdliyin seluruh Kabupaten Pati. Pati Pos termasuk Jawa Pos Group. Silahkan di nikmati di setiap hari Jumatnya.

  • brown wooden 9-piece office table and chairs

    Jabatan dan dampak positif keberlanjutan

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.255
    • 0Komentar

      Karir Jabatan sering kali menjadi sebuah kontestasi yang bikin hiruk piruk dunia, baik dunia media sosial danbriin kehidupanya, Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar […]

expand_less