Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Ber (makan)an

Ber (makan)an

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Jun 2022
  • visibility 382
  • comment 0 komentar

Syawal adalah musim halal. Dalam hal ini banyak orang mengadakan hajatan, nikahan, tasyakuran dan lainnya. Banyak yang percaya jika mengadakan tasyakuran baik pernikahan atau pun sunatan di bulan syawal penuh keberkahan. Penuh keberkahan bagi yang mengadakan, akan tetapi lain lagi buat tetangga dan saudara; syawal adalah bulan nyumbang dan nikah secara nasional.

Saya mengamini hal tersebut, kemarin saat saya bertemu teman lama di sebuah kedai kopi ia bercerita banyak hal, apabila bulan ini pengeluarannya banyak sekali. Karena menghadiri undangan tasyakuran dari tetangga, saudara dan kolega.

“Coba kau bayangkan, coba kau pikirkan, coba kau renungkan dalam satu bulan ada tiga puluh hari, lha saya dapat undangan sampai empat puluh tempat. Jika undangannya hanya sebatas selembar kertas atau via pesan whatsapp tak apa, lha ini undanganya ada roti dan bingkisan lainnya yang dikirimkan kerumah. Apabila tak menghadiri undangannya sudah dinikmati. Jadi saya posisi seperti makan buah belimbing wuluh, tak di makan pengen; di makan asamnya tak bisa diantisipasi” celetuk teman saya tersebut.

Itu seklumit cerita perihal kisah nyumbang dan uleman yang dialami teman saya tersebut. Akan tetapi disini saya akan ngunduh rasa, bukan ngunduh mantu lho ya… terkait makan dan makanan yang tersaji dalam acara resepsi atau pesta pesta lainya.

Kemarin saat menghadiri undangan acara pernikahan saya satu meja dengan seorang, sebut saja Bandir bukan nama samaran; dia orang dipandang dalam lingkungannya, tokoh yang di masyarakatkan; setiap dia lagi berbicara lagi menasehati, berpetuah, banyak yang mendengarkan meski tanpa menjalankan. Malam ini saya berkesempatan satu meja dengan Bandir, antara sungkan dan kerikuhan bertabrakan.

Sudah menjadi ilmu pasti; apabila acara pernikahan, tasyakuran. Makan adalah  kewajiban yang tak dapat di tinggalkan atau hindarkan. Setiap meja telah ada menu makan disiapkan, akan tetapi nasi ambil sendiri. Prasmanan kebanyakan orang bilang. Tinggal pilih sesuai selera dan keyakinan sendiri. Saya mengambil sesuai porsi saya, begitu pula dengan Bandir di samping saya. Sesaat kemudian porsi makan saya sudah habis. Dan orang di samping saya tak menghabiskan porsinya.

“Lho kok tak di habiskan makannya Pak? ” tanya saya

Dengan sigap dan cepat dia menjawab dengan enteng dan percaya diri.

“Sudah kenyang Mas”

Mendengar jawaban tersebut saya heran bukan kepalang. Membatin tanpa ada suara yang saya lontarkan. Dia ambil sendiri nasinya, lauknya ambil sendiri, kenapa pada akhirnya tak dihabiskan? Jika pada akhirnya tak dihabiskan kenapa ambilnya banyak? Atau apabila masih kenyang tak usah ambil sekalian. Apakah memang sifat aslinya manusia seperti itu? Pengen yang banyak akan tetapi pada akhirnya dimubandirkan.

Malam itu, sepulang dari acara pernikahan sesampai dirumah. Sambil ditemani secangkir kopi saya merenungkan dan menerka nerka perihal kejadian tadi. Disaat diluar sana banyak orang yang kekurangan makan, mencari sesuap nasi saja bisa siang malam, dan malam dibuat siang. Namun kenapa disini masih saja ada manusia yang menyia-nyiakan rejeki, yaitu rejeki bisa makan.

Belum selesai saya melamun dan menerka kejadian tersebut saya mendapatkan link berita dari kompas.id yang menjelaskan dan menerangkan secara gamblang apabila Indonesia negara tercinta ini dengan beraneka ragam corak dan warnanya, adalah penyumbang sampah makanan terbesar di dunia. Dibuang orang di cari orang buat makan. Sungguh tragis dan ironis sekali bukan. Setiap orang Indonesia rata-rata membuang makanan setara Rp 2,1 juta pertahun. Hasil analisis “Kompas” menemukan, nilai sampah makanan di Indonesia mencapai Rp 330 triliun pertahun. Sungguh tragis dan menangis. Sekarang kembali pada diri sendiri, masihkah saat kita makan ingin menyisakan?

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lima Hari Sekolah di Pati Resmi Dibatalkan, PCNU Bergembira

    Lima Hari Sekolah di Pati Resmi Dibatalkan, PCNU Bergembira

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 769
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati resmi membatalkan kebijakan lima hari sekolah, Jumat (8/8/2025). Alasan pembatalan kebijakan yang telah berjalan sebulan ini pun terungkap saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati menyerahkan SK ke PCNU Pati. Keputusan ini tertuang dalam surat keputusan (SK) perihal penyesuaian hari sekolah dan penguatan karakter anak melalui kegiatan […]

  • PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    PC IPNU Sowan ke MWC-NU Gembong

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Pati secara masif menggalang keaktifan ditingkat bawah. Program utamanya adalah pembentukan pengurus sampai di tingkat ranting. Dari total 21 PAC di Kabupaten Pati, hanya Kecamatan Gembong yang belum memiliki Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU. Koordinasi PC IPNU/IPPNU Pati dengan MWC-NU Gembong Oleh sebab itu, Selasa (23/7) sore, Pengurus Cabang IPNU/IPPNU melakukan silaturrohim di […]

  • PCNU-PATI

    Tetes Darah Perjuangan dalam Buku Laskar Ulama-Santri

    • calendar_month Sab, 14 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Salah satu aspek penting dari Nahdlatul Ulama yang wajib diketahui adalah sejarah perjuangan ulama-santrinya. Bukan sejarah arus utama yang kerap dibenturkan kepentingan kelompok tertentu; bukan pula yang ditulis para generasi nasionalis, yang menonjolkan figur utama sejarah sehingga detail sejarah dan tokoh-tokoh lain yang perannya sangat besar nihil disebutkan. Tulisan ini mencoba menerangkan sisi lain sejarah […]

  • PCNU-PATI Photo by anaterate

    Wacana

    • calendar_month Rab, 26 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kemarin disaat hujan rintik dan panas terik, pada sebuah group WhatsApp ada sebuah wacana menarik dan unik untuk dibahas, perihal fasilitas, perihal komunitas dan perihal sesuatu yang belum tuntas. Sebenarnya sederhana saja, tentu saya dan Anda pernah mendengar istilah logika tanpa logistik tak pernah jalan. Saya mengamini akan hal itu, […]

  • Kembali Dibuka, English Capacity Building Program Ma’arif dan RMI NU Jateng

    Kembali Dibuka, English Capacity Building Program Ma’arif dan RMI NU Jateng

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 562
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah kembali membuka kesempatan bagi para guru dan ustadz untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris melalui program NES English Capacity Building Batch 3. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara LP […]

  • Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI-Dalam Perhelatan Satu Abad NU di Kabupaten Pati, hadir banyak tokoh dari berbagai level. Mulai dari tingkat domestik, seperti para Ketua MWC NU, hingga tokoh-tokoh Nasional. Beberapa pejabat pun turut hadir, terutama jajaran Forkoppimda Pati. Namun, PJ Bupati Pati, Henggar yang sedianya turut dalam agenda tersebut absen. Ia mewakilkan kepada salah seorang pejabat kabupaten, […]

expand_less