Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Dakwah Islam Nusantara Melalui Kebudayaan

Dakwah Islam Nusantara Melalui Kebudayaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 10 Apr 2022
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

(Aku tidak utus engkau Muhammad kecuali untuk mengasihi alam semesta)

Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menjunjung dan menebarkan cinta sebagai sumber bagi ekspresi-ekspresi etika, rahman, rahim dan kemanusiaan universal kepada seluruh makhluknya tanpa kecuali. Sehingga, esensi dari rahmatan lil alamin adalah memberikan bentuk kelembutan dalam bergaul dan menyayangi kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan latar belakang. Hal inilah yang menjadi kunci dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin tanpa ada paksaan dan intimidasi.

Nabi Muhammad diutus di muka bumi sebagai bukti kasih sayang Allah kepada umat manusia. Nabi Muhammad juga bertugas untuk mengubah manusia dari ketidakberdayaan menjadi berdaya, dari perilaku tidak etis menjadi etis, dan dari keterpurukan menjadi kesejahteraan.

Oleh sebab itu, Islam datang dengan membawa ajaran kebaikan bagi umat manusia di semesta alam. Islam juga dalam menyampaikan risalahnya dengan penuh kebijaksanaan  dan kasih sayang. Begitulah ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad untuk memberikan kedamaian dan keteduhan kepada umat manusia di seluruh alam semesta.

Sedangkan dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad bukanlah perkara yang mudah di tengah-tengah bangsa Arab yang pada waktu itu menyembah berhala, memiliki sukuisme yang tinggi, dan prostitusi di mana-mana. Sehingga beberapa kali Nabi Muhammad saat melakukan dakwah disiksa, dilecehkan, dilempari batu, dan bahkan akan dibunuh.

Akan tetapi dengan kerendahan hati dan ketulusannya dalam membawa risalah, beliau tidak melawan, justru beliau mendoakan agar mereka diberikan hidayah dan bahkan mendoakan agar anak cucunya kelak bisa masuk Islam. Inilah contoh dakwah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad dengan rasa penuh kasih sayang dan bijaksana (berakhlakul karimah).

Oleh karena itu, sangat jelas bahwa barometer dakwah dalam ragam bentuknya adalah berbingkai akhlak karimah untuk memanusiakan manusia dan menghormati orang lain, sekalipun ia ingkar kepada Allah Swt.

Hal ini juga dipraktekkan oleh  Wali Songo dalam menyebarkan agama Allah dengan cara penuh kasih sayang dan kedamaian. Sehingga, Islam bisa masuk ke Nusantara tidak menghancurkan seluruh kebudayaan masyarakat, melainkan Wali Songo mendakwahkan Islam dengan menggunakan strategi kebudayaan. Melalui  strategi kebudayaan  itulah Sunan Kalijaga menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah.

Dari wayang kulit di atas, ia memasukkan syahadat dalam dunia pewayangan. Ritual doa-doa, jampi-jampi, dan mantera-mantera yang biasa diucapkan oleh masyarakat Jawa kala itu, pelan-pelan diganti oleh Sunan Kalijaga dengan bentuk kalimah syahadat. Melalui kalimah syahadat tersebut, pelan-pelan masyarakat Jawa masuk Islam tanpa ada paksaan, dan pelan-pelan kalimah syahadat menjelma menjadi mantera keseharian masyarakat saat melakukan ritual.

Dengan demikian, dakwah yang ditempuh para ulama Nusantara yang ternyata efektif dalam mengubah mindset masyarakat adalah dengan cara kebudayaan masyarakat yang di dalamnya dikemas dan disisipkan nilai-nilai Islam dalam suatu budaya.

Islam hadir bukan di tengah masyarakat yang tidak berbudaya, tetapi bersinggungan dengan adat istiadat yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, budaya yang baik akan dipertahankan, sedangkan budaya yang tidak baik akan diganti dengan budaya yang bermanfaat dan dibenarkan.

Maka dalam berdakwah, para ulama Nusantara sempurna mengamalkan firman Allah, ud’u ilaa sabiili rabbika bil hikmah wal maw’idhatil hasanah wa jaadilhum billatii hiya ahsan. Artinya: “ Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan baik.” Dengan cara dan startegi dakwah yang demikian, Islam dianut banyak orang. Islam memang masuk ke Indonesia sejak abad ke 13. Tetapi, benar-benar dianut dan dipilih oleh warga Nusantara secara luas baru pada periode Wali Songo. Sehingga dari itu, Jawa bisa diislamkan tanpa ada pertumpahan darah dan masyarakat memeluk agama Islam tanpa ada paksaan, kekerasan, dan intimidasi. (Siswanto)

Wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil alamin

(Aku tidak utus engkau Muhammad kecuali untuk mengasihi alam semesta)

Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menjunjung dan menebarkan cinta sebagai sumber bagi ekspresi-ekspresi etika, rahman, rahim dan kemanusiaan universal kepada seluruh makhluknya tanpa kecuali. Sehingga, esensi dari rahmatan lil alamin adalah memberikan bentuk kelembutan dalam bergaul dan menyayangi kepada semua manusia tanpa membeda-bedakan latar belakang. Hal inilah yang menjadi kunci dakwah Islam yang rahmatan lil ‘alamin tanpa ada paksaan dan intimidasi.

Nabi Muhammad diutus di muka bumi sebagai bukti kasih sayang Allah kepada umat manusia. Nabi Muhammad juga bertugas untuk mengubah manusia dari ketidakberdayaan menjadi berdaya, dari perilaku tidak etis menjadi etis, dan dari keterpurukan menjadi kesejahteraan.

Oleh sebab itu, Islam datang dengan membawa ajaran kebaikan bagi umat manusia di semesta alam. Islam juga dalam menyampaikan risalahnya dengan penuh kebijaksanaan  dan kasih sayang. Begitulah ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad untuk memberikan kedamaian dan keteduhan kepada umat manusia di seluruh alam semesta.

Sedangkan dakwah yang dibawa oleh Nabi Muhammad bukanlah perkara yang mudah di tengah-tengah bangsa Arab yang pada waktu itu menyembah berhala, memiliki sukuisme yang tinggi, dan prostitusi di mana-mana. Sehingga beberapa kali Nabi Muhammad saat melakukan dakwah disiksa, dilecehkan, dilempari batu, dan bahkan akan dibunuh.

Akan tetapi dengan kerendahan hati dan ketulusannya dalam membawa risalah, beliau tidak melawan, justru beliau mendoakan agar mereka diberikan hidayah dan bahkan mendoakan agar anak cucunya kelak bisa masuk Islam. Inilah contoh dakwah yang dibawakan oleh Nabi Muhammad dengan rasa penuh kasih sayang dan bijaksana (berakhlakul karimah).

Oleh karena itu, sangat jelas bahwa barometer dakwah dalam ragam bentuknya adalah berbingkai akhlak karimah untuk memanusiakan manusia dan menghormati orang lain, sekalipun ia ingkar kepada Allah Swt.

Hal ini juga dipraktekkan oleh  Wali Songo dalam menyebarkan agama Allah dengan cara penuh kasih sayang dan kedamaian. Sehingga, Islam bisa masuk ke Nusantara tidak menghancurkan seluruh kebudayaan masyarakat, melainkan Wali Songo mendakwahkan Islam dengan menggunakan strategi kebudayaan. Melalui  strategi kebudayaan  itulah Sunan Kalijaga menggunakan wayang kulit sebagai media dakwah.

Dari wayang kulit di atas, ia memasukkan syahadat dalam dunia pewayangan. Ritual doa-doa, jampi-jampi, dan mantera-mantera yang biasa diucapkan oleh masyarakat Jawa kala itu, pelan-pelan diganti oleh Sunan Kalijaga dengan bentuk kalimah syahadat. Melalui kalimah syahadat tersebut, pelan-pelan masyarakat Jawa masuk Islam tanpa ada paksaan, dan pelan-pelan kalimah syahadat menjelma menjadi mantera keseharian masyarakat saat melakukan ritual.

Dengan demikian, dakwah yang ditempuh para ulama Nusantara yang ternyata efektif dalam mengubah mindset masyarakat adalah dengan cara kebudayaan masyarakat yang di dalamnya dikemas dan disisipkan nilai-nilai Islam dalam suatu budaya.

Islam hadir bukan di tengah masyarakat yang tidak berbudaya, tetapi bersinggungan dengan adat istiadat yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, budaya yang baik akan dipertahankan, sedangkan budaya yang tidak baik akan diganti dengan budaya yang bermanfaat dan dibenarkan.

Maka dalam berdakwah, para ulama Nusantara sempurna mengamalkan firman Allah, ud’u ilaa sabiili rabbika bil hikmah wal maw’idhatil hasanah wa jaadilhum billatii hiya ahsan. Artinya: “ Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah, tutur kata yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan baik.” Dengan cara dan startegi dakwah yang demikian, Islam dianut banyak orang. Islam memang masuk ke Indonesia sejak abad ke 13. Tetapi, benar-benar dianut dan dipilih oleh warga Nusantara secara luas baru pada periode Wali Songo. Sehingga dari itu, Jawa bisa diislamkan tanpa ada pertumpahan darah dan masyarakat memeluk agama Islam tanpa ada paksaan, kekerasan, dan intimidasi. (Siswanto)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Mukhlison Hadi Singgung NU dalam Acara Maulid

    KH. Mukhlison Hadi Singgung NU dalam Acara Maulid

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    TRANGKIL-Takmir Masjid Sirojul Anam Trangkil menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW., Sabtu (15/11) kemarin. Pengurus takmir, Dr. Jamal Makmur menyatakan bahwa setiap tahun, masjid ini menyelenggarakan peringatan maulid dengan berbagai variasi. KH. Mukhlison Hasi Khoiron menyampaikan tausyiyah dalah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh takmir Masjid Sirojul Anam, Trangkil. “Maulidan merupakan agenda […]

  • PCNU - PATI Photo by cherylholt

    Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Di sebuah desa sebut saja desa Pucuk Harum telah menjadi tradisi bahwasanya setiap tanggal 10 Muharrom diadakan acara rutinan yaitu santunan anak yatim, yang mana acara tersebut dilaksanakan dengan adanya iuran masyarakat sekitar. Pak Andi adalah panitia dari acara tersebut. Ketika pak Andi meminta iuran dari warga, pak Andi mengatakan: “Pak, anda dimintai sumbangan untuk […]

  • Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    Menumbuhkan Generasi Entrepeneurship

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Pendidikan entrepreneurship sudah lama digerakkan di berbagai Negara. Mereka paham bahwa kemajuan suatu Negara sangat ditunjang oleh munculnya kelas ekonomi menengah yang tangguh dan kreatif yang dimaksud adalah para pengusaha yang gigih mengembangkan kreatifitas dan produktivitasnya dalam dunia usaha. Menurut Amin Rais dalam bukunya Tauhid Sosial, kelas menengah adalah kelompok yang tetap eksis dalam suatu […]

  • Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

    Akhlak Mulia Begitu Penting Saat ini

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Batasan terkadang memberi tantangan bagi manusia. Ada tantangan yang tak boleh dilewati namun ada pula yang bisa diterobos untuk pengembangan diri menjadi lebih baik. Kesadaran itulah yang penting dibangun dalam pembentukan diri. Persoalan “Menerobos Batas” dipilih sebagai tema dalam Suluk Maleman edisi ke-158 yang digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (22/2) malam. […]

  • Melalui Sedekah Hidup Menjadi Berkah

    Melalui Sedekah Hidup Menjadi Berkah

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    “Barangsiapa bersedekah dengan sesuatu senilai satu buah kurma yang diperolehnya dari hasil kerja yang baik, bukan haram, dan Allah itu tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah akan menerima sedekah orang itu dengan tangan kanannya, sebagai kiasan kekuasaanNya, kemudian memperkembangkan pahala sedekah tersebut untuk orang yang melakukannya, sebagaimana seseorang dari engkau semua memperkembangkan […]

  • Banjir Jakenan Belum Surut, NU PEDULI KAB Pati Resmikan Posko NU Peduli dan Dapur Umum di Jakenan

    Banjir Jakenan Belum Surut, NU PEDULI KAB Pati Resmikan Posko NU Peduli dan Dapur Umum di Jakenan

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.781
    • 0Komentar

      PATI – Menanggapi situasi banjir yang kian bertahan di wilayah Kecamatan Jakenan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melalui NU Peduli resmi membuka Posko Kemanusiaan dan Dapur Umum. Bertempat di Gedung MWC NU Jakenan, posko ini didirikan sebagai pusat kendali bantuan bagi warga terdampak. Peresmian posko ini dilakukan langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten […]

expand_less