Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Maimun Zubair Sarang

Mbah Maimun Zubair Sarang

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Mei 2014
  • visibility 557
  • comment 0 komentar
PCNU Kab Pati, [Cerita dalam Cerita…] #Mbah Maimun Zubair, Sarang.  Belum lama ini saya terlibat perbincangan dengan sodara saya di Kauman, Surakarta. Sambil menunggu tokonya, kami terhanyut dalam pembicaraan begitu hangat. Tiba-tiba, entah arah pembicaraannya kemana, lalu sodara saya ini bercerita tentang sosok Mbah Maimun Zubair, Sarang. Sodara saya mengatakan begini,  “Dulu ana sering bolak-balik ke Bandung, ke tempatnya Habib Abdulloh Zaky al Kaf. Nah, suatu ketika Habib Zaky ini bercerita ke ana saat dirinya ini hendak mondok ke Mbah Maimun Zubair. Waktu sebelum berangkat ke pondok, Habib Zaky dikasih tau oleh Ammi-nya. “Nanti kalau sudah disana, jangan kasih tau Mbah Maimun kalau ente ini masih Zhuriyyah yak?!” Sesampainya disana, Habib Zaky sowan ke Mbah Maimun Zubair. Kemudian, ia di tanya oleh Mbah Maimun, “Nama kamu siapa?! Nama saya Zaky?!”. Sengaja memang Habib Zaky ini menutup-nutupi jati dirinya. Sudah begitu wajahnya saja, tidak begitu “kemarab”. Walhasil, saat perkenalan para santri usai, aktifitas seperti biasanya, lalu semua kembali ke kamar masing-masing untuk tidur dan beristirahat.”  Singkat cerita, saat waktu tengah malam. Kamarnya Habib Zaky ini digedor-gedor. Kaget semua, ternyata yang menggedor-gedor pintu kamar adalah Mbah Maimun Zubair.  “Mana yg namanya Zaky?! Kamu gak ngaku ya, kalau kamu masih Zhuriyyah Nabi?! Saya barusan didatengi Rasululloh di dalam mimpi. Lalu, Rasululloh berpesan kepada saya untuk nitip cucunya?! Masya Alloh…” Kemudian, Mbah Maiumun Zubair melanjutkan, “Kalau kamu masih gak ngaku juga Zuriyyah Nabi pilih mana, mondok di tempat saya atau keluar dari pondok saya?!” Subhanalloh…  Saat sodara saya bercerita ini, saya langsung tersenyum sumeringah. Sambil menggelengkan kepala, Masya Alloh. Kemudian juga, sodara saya berpesan. Sekarang ini sudah semakin jarang, ada Kyai/Ustadz yang “Muhibbin/Cinta Kepada Habaib”. Ente sin tau gak kenapa gitu?! Itu sebab penyakit hati, ada juga yang takut tersaingi?! Sudah jarang juga ada Kyai/Ustadz yang mengajak orang untuk “Muhibbin/Cinta Kepada Habaib”. Disamping dirinya Muhibbin, dirinya juga mengajak orang untuk Muhibbin. Allohu Yarham, semoga kita semua dapat “berkaca” pada kisah singkat ini.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Misuh-misuh

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tahun 2019, saya menulis artikel ilmiah berjudul “Penggunaan Umpatan Thelo, Jidor, Sikem, Sikak sebagai Wujud Marah dan Ekspresi Budaya Warga Temanggung” yang terbit di Ranah Jurnal Kajian Bahasa 8 (2) 2019. Dalam artikel itu, ada temuan yang saya ungkap bahwa orang misuh (mengumpat) itu boleh, karena bentuk ekspresi budaya. Namun jika sudah […]

  • Mantabkan Organisasi, PAC IPNU/IPPNU Juwana Adakan Pelantikan dan Raker

    Mantabkan Organisasi, PAC IPNU/IPPNU Juwana Adakan Pelantikan dan Raker

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    JUWANA-Usai pelaksanaan Konferensi Anak Cabang, PAC IPNU IPPNU Juwana adakan pelantikan & rapat kerja 1 pada Jum’at, 2 Agustus 2019. Kegiatan yang dilaksanakan digedung haji Juwana ini, bertujuan untuk merencakan sekaligus melaksanakan kegiatan-kegiatan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Juwana dalam 1 tahun kedepan yang telah di sepakati dalam forum. Para pengurus baru PAC IPNU Juwana Mengusung […]

  • ​Ketua PCNU Pati: Istighotsah Itu Semacam 'Demo' kepada Allah

    ​Ketua PCNU Pati: Istighotsah Itu Semacam ‘Demo’ kepada Allah

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.676
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – PLT Bupati Pati, Risma Ardhi Candra bersama dengan Ormas yang ada di Kabupaten Pati menggelar Istighotsah dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda ini dilaksanakan pada Jumat (5/6) malam. Dalam agenda itu, Risma menyebut anggaran yang tepat sasaran adalah tanggung jawab besar. Maka, dalam beberapa pengerjaan proyek infrastruktur yang telah dimulai sejak […]

  • PCNU-PATI

    Luka yang Kau Tinggal Senja Tadi

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    Kembali lagi dengan review wattpad. Tarik nafas dulu..authornya sama seperti Rembulan di Pinggang Bukit, kak Susan. Saya harus peringatkan kalau mau baca karya-karya beliau harus siap mental buat nggak jatuh hati sama tokoh utamanya. Bener deh! Sejak Diary Jingga kalo ga salah, trus Tsani & Athaya, Ranjang yang Ternoda, sampe ini yang juga masih berlanjut […]

  • PCNU-PATI

    Lama Vakum, Kiai Jalil Jadi Harapan Baru NU Jimbaran

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    MARGOREJO – Setelah sekian lama nonaktif, sekarang, Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati memiliki Pengurus Ranting NU baru. Pengaktifan kembali ini sebagai bagian dari program kerja ketua MWC NU Margorejo, Mahfudz.  Dalam konferensi yang digelar pada Rabu (19/10) tersebut, Kiai Wagiman dan Kiai Abdul Jalil didapuk sebagai Ro’is Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Jimbaran.  […]

  • Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.200
    • 0Komentar

      Semarang – Penelitian disertasi Fakhruddin Karmani tidak hanya menawarkan model integrasi nilai, tetapi juga memberikan pesan strategis kepada pembuat kebijakan pendidikan nasional. Dalam temuannya, integrasi nilai Islam Nusantara menjadi jembatan yang menghubungkan ajaran Islam dengan Pancasila dan kebhinekaan Indonesia tanpa menciptakan dikotomi antara agama dan negara. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sistem pendidikan […]

expand_less